Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[All About] Lintas Blitar - Malang vv
#11
terima kasih atas penjelasannya.
Ngitung tekanan gandar itu apa boleh berat total dibagi jumlah gandar? Kalau beratnya banyak ditengah kan gandar tengah tekanannya lebih besar dr gandar mukak dan belakang.
Kalau lok Diesel rasanya tekanan gandar rata krn mesin yg berat ada ditengah.
Kalau uap rasanya tekanan lebih besar dibelakang.
Salam.
Reply
#12
memang kalau distribusi bebannya merata, beban gandarnya juga merata. nah, kalo lok uap apakah merata distribusi bebannya? ini harus di cek data2 teknisnya.

sayangnya, saya tidak punya data yang lebih, selain berat servis dan berat adhesi. yaitu berat yang ditopang oleh roda penggerak lok wap selain roda ikutan.

data lok d52, berat servisnya 74.2 ton. jika kita anggap beratnya merata, maka masing2 gandar akan memikul 74.2/6= 12.3 ton. karena roda penggerak ada 4 buah, maka berat adhesinya adalah 12.3x4= 49.46 ton.

nah, apakah sesuai dengan kenyataan? menurut data, lok d52 memiliki berat adhesi sebesar 52.6 ton. atau masing2 roda penggerak menopang sebesar 52.6/4= 13.1 ton. sementara roda ikutan menopang sisanya (74.2-52.6= 21.6 ton atau masing2 10.8 ton lagi2 jika bebannya merata).

kesimpulannya: beban lok d52 tidak merata distribusinya. lebih berat ditengah tepatnya dibawah roda penggerak.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#13
(16-08-2009, 11:07 PM)Toto Wrote: Iya bener tuh.... Kayaknya perlu di-BlusukTersenyuum Masalahnya, jembatan yang tinggi-tinggi tuh nampaknya jauh dari jalan raya sehingga perlu trekkingTersenyuum

Salam,



Jembatan Metro (kepanjen)
Jembatan Lahor (karangkates)

Reply
#14
ada yang tau kapan jalur malang blitar di jadikan double track

mohon informasinyaNgiler
Reply
#15
emang ada rencana getu mas??
kyknya yg susah di petak sbp-pgj... (maaf klo keliru..) krn ada trowongan & jembtan lahor
Reply
#16
kemungkinan masih lama mas..melihat traffic perjalanan KA di petak tsb yang masih sanggup dilayani oleh single track saja Tersenyuum

-kecuali jika trafficnya udah seperti petak antara YK dan KTA- Xie Xie
SAVE HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE)
Reply
#17
Setuju sih sama posting di atas. Menurut saya sih, jalur Malang - Blitar - Kediri tuh sepi banget. Rasanya gak efektif kalo sampe harus dibuat dobel track. Analisis biaya dan manfaatnya kayaknya njomplang banget deh .... Xie Xie

*eh, saya tadi nulis apa yah barusan, yang kalimat terakhir itu? Kok rasanya kayak kesurupan ahli ekonomi saja Ngakak Lempar Loko
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#18
yupz...blm saatnya jalur ini dibuat jalur ganda,scara jalur ini lalu-lintas KA nya tdk sepadat jalur utara or selatan, lha wong jalur yg didlm kota SURABAYA pun masih blm dobel trek.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#19
mimpi kali yee...Ngeledek..wong sby-sda aja gueje...meskipun mobilitas malang-sby sbnernya tinggi (dilihat dari padatnya jalan raya sby-malang), tapi jalur KA sby-malang adalah jalur yg agak termarginalkan dan kurang penting, apalagi malang-blitar...CMIIW

tidak hanya anda yg pnya impian itu, saya pun juga pnya impian smacam itu dan aya yakin juga beberapa RF malang dan jatim lainnya, tapi impian kita ini hadir di saat dan sikon yg kurang tepat sehingga impian kita menjadi tidak relevan dan realistis..so mngkin sebaiknya kita pendam dulu impian kita ini entah sampai kapan, hanya tuhan yg tahu :Tukang Gebet:[Image: overstappen.png]
(18-10-2011, 12:44 AM)BuGe780 Wrote: yupz...blm saatnya jalur ini dibuat jalur ganda,scara jalur ini lalu-lintas KA nya tdk sepadat jalur utara or selatan, lha wong jalur yg didlm kota SURABAYA pun masih blm dobel trek.

sedikit ralat bos,,di sby dalam kota beberapa udah DT, yaitu WO-SBXie Xie

dulunya bahkan WO-SDA n WO-KTS sampai para samurai datang menduduki negeri kita, hanya WO-SB yg di-spare
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#20
Iya emang benerrr... Belum saatnya mas... Kalau minat masyarakat sudah tinggi untuk bepergian baik ke Blitar, Malang maupun Kediri dg rute2 perjalanan yg jauh2 apalagi PT. KA sampai mengharuskan meluncurkan KA klas Argo, kemungkinan cocoklah... Selama ini KA Argo cuma melayani dari / ke Bandung dan dari / ke Jakarta. Blom ada dari / ke Kediri, Malang atau pun Blitar. Utk KA Klas Bisnis aja baru sampai Kediri dan satu2nya KA Klas Eksekutif yaitu Gajayana melayani rute dari / ke Malang. Oya termasuk Eksiskom Malabar...

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)