18-11-2009, 02:52 PM
(18-11-2009, 07:56 AM)Charles Wrote: Mungkin saja, karena daerah antara SMT-YK okupansinya cukup tinggi...
Tetapi perlu diketahui juga bahwa jembatan kali Krasak runtuh akibat aliran lahar dingin yang menerjang, jadi sebisa mungkin perlu dihindari kontur pilar jembatan yang berada di atas sungai...
Bagaimana keadaan petak antara SEC-MGL-YK saat ini?
Apakah relnya sudah banyak yang ditimbun aspal, dan adakah sisa-sisa PJL di petak itu?
jembatan krasak hanya retak...tetapi tak diperbaiki sampai sekarang
nih pics nya...
![[Image: 12635_1056052699355_1766985918_109457_3060446_n.jpg]](https://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs039.snc3/12635_1056052699355_1766985918_109457_3060446_n.jpg)
saat itu kereta YK-MGL mati karena kalah saing dengan angkutan yg lain karena lebih murah* dan cepat. Bayangkan bila KA di semua setasiun berhenti kira kira setengah jam dan jalannya ga cepat seperti KA sekarang. Apalagi dulu jalan magelang ga sepadat sekarang, jelas ka yg kalah.... tapi sekarang bila diaktifkan akan menjadi trasportasi tercepat disini.... bus dari Sleman menuju YK rata rata 1 jam, dan KA mungkin bisa setengah jam bahkan hanya 15 menit.
(*murah karena BBM disubsidi)
kalau masalah trek yg terlihat mungkin hanya 5% saja

tapi kalau tiang kabel yg terbuat dari Rel masih dapat dijumpai di sepanjang jalur. Sinyal juga masih ada.

![[Image: mw3c5v.jpg]](http://i42.tinypic.com/mw3c5v.jpg)

.
.
Narendro yang paling ngebet kalo jalur ini dihidupin