01-05-2014, 06:38 PM
(30-04-2014, 11:45 PM)bramoy Wrote: Ternyata jalur DT sepanjang Cirebon - Kandangan sebagian besar belum benar2 "mateng" ya.. Saat naek KA 2 hari Selasa kemarin sempet liat masih banyak pengerjaan yang belum selesai meskipun sudah dilakukan switchover beberapa minggu/atau bulan lalu diantaranya pembangunan 1 jembatan pengganti rel eksisting di antara Cirebon - Semarang (ane lupa lokasi tepatnya), tinggi antara jalur baru dan eksisting belum sama, masih adanya longsoran di petak krengseng - kuripan, kalo pengamatan babat - pasarturi ngga terlalu kliatan karena udah gelap, cuman ketemu ama MTT di daerah sekitar Lamongan..
Waktu yang ditempuh di petak Cirebon - Brebes dengan total 75 km selama 58 menit. Jalur yang dipergunakan sebagian jalur baru tapi dampak dari switchover masih ada, dimana kecepatan kreta tidak setinggi dibandingkan di lintas Cikampek - Cirebon (Waktu tempuh dari Gambir - Cirebon sekitar 2 jam 38 menit sudah termasuk taspat di Gambir - Jatinegara, beberapa titik perbaikan rel sepanjang Bekasi - Cikampek, dsb).
Waktu tempuh Brebes - Tegal 10 menit + Tegal - Pekalongan 40 menit. Di jalur ini, rel sudah "matang" meskipun di beberapa petak masih terdapat taspat.
Waktu tempuh Pekalongan - Semarang sepanjang 90 km sekitar 1 jam 20 menit.Pada jalur ini, taspat masih berlaku di rel arah ke timur mungkin sebagian besar yang digunakan adalah jalan yang baru terutama di Kuripan - Krengseng, di petak lainnya juga masih berlaku taspat. Sama dengan jalur Cirebon - Brebes, masih banyak pengerjaan penyempurnaan yang belum selesai terutama penguatan tebing, jalan rel belum rata, dsb.
Pada jalur Semarang - Surabaya, tidak sempat menghitung waktu karena sesuatu hal, KA 2 sekitaran jam setengah delapan malem di Pasarturi. Jalur antara Semarang - Bojonegoro - Babat juga masih berlaku taspat tapi selang - seling. Kadang kecepatan tinggi saat kreta melalui jalur yang lama saat lewat jalur yang baru kretanya dipelanin (jalur lama pake R50 sedangkan jalur baru sudah R54 kemudian disambung jadi satu, karena jalur baru belum benar2 "matang" dan masih dalam efek switchover maka belum bisa dilalui dengan kecepatan 90-100 km/jam). Untuk petak Tandes - Pasarturi, sebagian sudah dipasang jalan rel meskipun ada yang mepet banget, kemungkinan besar rel eksistingnya digeser).
ikut nimbrung ya mas, spengatuan ane bukane kalo jalur baru emng buatnya bisa dblg setengah mateng,, hehe,,
karena setengah matengnya lagi otomatis nanti setelah jalur tsb dilalui,, kan ada perberlakuan taspat rendah pada awal pengoperasian misalnya, itu kan juga salah satu proses pematengan jalur baru tsb untuk pemdatan railbed,, kan DT ni juga mash beberapa bulan, bebrapa petak mash itungan minggu mlah,,
jdi kita tnggu aja sampe bner2 mateng dolo,, hehehe,,, cmiiw,,

(01-05-2014, 09:36 AM)06051996 Wrote: Kayaknya DT Pantura Cirebon - Semarang - Pasar Turi kesannya keburu2 banget bikinnya, jadi agak ragu dengan kualitasnya, apalagi rel & wesel buatan Cina. Ya bukan bermaksud meragukan produk Cina, tapi kok kayaknya lebih bagus pakai yang buatan Jepang ya. Terus sepanjang diamati foto2 progress pembangunannya, kayaknya itu rel masih baru udah agak kriting aja meskipun udah dipecok.
keburu-buru c kgk, malah molor dari target awal kan,,

kalo gak salah inget trget awal malah dari musim mudik tahun kmren,, skrg aja dah mau ketemu musim mudik lagi mash belm full 100% cn-sbi
cmiiwklo tentang kualitas c ntah lah,, mgkin ada yg lbh tahu yg lbh ahli bisa mnjawab,,
*mengetahui ternyata banyak yang mempunyai kesenangan yang sama itu sesuatu


![[Image: warteg.png]](https://img832.imageshack.us/img832/6434/warteg.png)


![[Image: StasiunTandes_zps940425c8.jpg]](http://i1310.photobucket.com/albums/s659/Geraldo_Kurniawan/StasiunTandes_zps940425c8.jpg)
![[Image: 2825_2166_18-Juni-ok-pelebaran-jalan-.jpg]](http://www.jawapos.com/jppic/2825_2166_18-Juni-ok-pelebaran-jalan-.jpg)