untuk jalur mati dayeuhkolot-majalaya panjang nya berapa kilo kang asep? kira2 tahun berapa jalur ini resmi mati? silahkan jika ada yang bisa memberikan informasi...
jalur ini berhubungan gak dengan jalur Ciwidey - Bandung ? apakah terpisah di DayeuhKolot sehingga bercabang dua atau masih satu jalur dengan jalur Bandung - Soreang - Ciwidey..
(27-06-2009, 10:51 PM)meteo_ekspress Wrote: jalur ini berhubungan gak dengan jalur Ciwidey - Bandung ? apakah terpisah di DayeuhKolot sehingga bercabang dua atau masih satu jalur dengan jalur Bandung - Soreang - Ciwidey..
dia bercabang di dayeuhkolot setelah melewati jembatan Citarum
Rekan railfans Yth. Weekend tahun baru kemarin saya mudik ke Bandung. itung2 mengisi liburan, saya berkunjung ke rumah kerabat di majalaya sambil mengambil foto gedung sd yang saya curigai sebagai bekas stasiun majalaya. Untuk mencapai lokasi, dari arah ciparay/Bandung (sesudah bank BCA) membelok ke kiri terus lalu ke kanan (arah toserba griya majalaya/Bank Jabar). jalan ini bernama jalan alun-alun utara. Sebelum toserba griya majalaya di sebelah kiri ada jalan yang bernama jalan SETASION (kalau pagi hari jalan ini menjadi pasar tradisional. Ikuti aja jalan ini, sebelum belokan ke kiri, di sebelah kanan ada jalan kecil (muat satu mobil) yang bernama jalan SETASION SAPARAKO. di kiri jalan ini ada gedung sd yang saya curigai sebagai stasion Majalaya. Jalan Stasion saparako ini mengelilingi gedung smp PGRI 427 (seperti stasion Jakarta kota). tepat di depan gedung smp ini (jalan yang mengarah ke belakang toserba griya), saya menemukan patok rel Ka,yang menandakan bahwa lahan ini ialah lahan milik perusahaan kereta api. bagaimana tanggapan rekan2 semuanya.
klik untuk memperbesar
Patok rel di depan gedung smp PGRI
Lokasi pengambilan gambar menurut geotagging nokia map
koreksi: di petunjuk tertulis gedung sd, seharusnya gedung SMP PGRI 427. Jalan stasion saparakan, seharusnya jalan stasion Saparako
<a target='_blank' title='ImageShack - Image And Video Hosting' href='http://imageshack.us/photo/my-images/513/signatureduw.jpg/'><img src='http://img513.imageshack.us/img513/5100/signatureduw.jpg' border='0'/></a>
(16-01-2010, 03:58 AM)Semutsdt Wrote: Sedih miris hati ini kang asep liat fakta yg memilukan tersebut. Lalu kereta apa aja yg dulu lewat jalur ini kang
sejak dulu di Majalaya banyak berdiri pabrik-pabrik tenun, jadi alasan utama dibangunnya jalur ini adalah untuk mengangkut hasil dari pabrik-pabrik tersebut...
Tambah lagi dokumentasinya kang mantap dulu saya juga pernah melihat kok bekas rel di dayeuhkolot tapi tahun 89 kang hehehe sekarang sisa relnya masih ada gak kang asep lalu jalur ini ditutup tahun berapa dan lahan pt ka sekarang tersebut dijarah atau sistem sewa kang asep
(16-01-2010, 05:48 AM)Semutsdt Wrote: Tambah lagi dokumentasinya kang mantap dulu saya juga pernah melihat kok bekas rel di dayeuhkolot tapi tahun 89 kang hehehe sekarang sisa relnya masih ada gak kang asep lalu jalur ini ditutup tahun berapa dan lahan pt ka sekarang tersebut dijarah atau sistem sewa kang asep
sewaktu trekking tempo hari 100% saya TIDAK menemukan sisa rel!!!! jalur ini beda dengan jalur yang lain karena jarang di jumpai jembatan.(maaf kelupaan sewaktu bulan2 kemarin ndak melanjutkan foto-fotonya)
[spoiler]
Bekas pondasi jembatan
kapanlagi
20100116055520_majalaya_7_4b50f2584c11a.jpg
deretan atap-atap rumah ini dulunya adalah bekas jalur KA, dari jembatan sampai ke ujung jalan
kapanlagi
20100116055520_majalaya_6_4b50f2583d6d7.jpg
Bekas Telegraf lagi di Bekas Stasiun Majalaya
kapanlagi
20100116055520_majalaya_4_4b50f258361d3.jpg
Benar kata Kang Hendra, saya curiga ini adalah bekas Stasiun Majalaya