Ikut nimbrung yakk...
Kalo aku usul dibuka layanan KA eksekutif baru rute Tegal-Pekalongan-SMT-Gundih-SLO-Klaten-Yogya.
Kenapa rute itu? sebab selama ini calon penumpang misal dari Tegal yang mau pergi ke SMT, SLO, dan Yogya harus berganti KA sampe 3 kali yakni Kaligung (Tegal-SMT), Banyubiru/Pandanwangi (SMT-SLO), dan Prameks (SLO-Yogya). Begitu pula mereka yang naik bus juga harus berganti kendaraan paling tidak 2 kali. Hal itu saya nilai kurang efektif dari segi waktu tempuh, biaya, dan tingkat kenyamanan.
Sekadar informasi saat ini tingkat mobilitas orang2 di daerah itu dalam bepergian menggunakan moda transportasi darat (bus dan KA) cukup tinggi. Misal, banyak pengusaha, pegawai, pelajar/mahasiswa, buruh dll dari kota2 spt Tegal dan Pekalongan yang bekerja atau sekolah di Semarang, SLO, dan Yogya begitu juga sebaliknya. Mereka tentu butuh angkutan umum yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau.
Kenapa ekskutif? karena di jalur tsb sdh ada KA kelas bisnis dan ekonomi sehingga penyediaan K1 akan membuka pangsa pasar baru dan memberikan alternatif pilihan kelas KA bagi calon penumpang yang memerlukan kenyamanan, keamanan, dan layanan prima. Inilah kesempatan emas yang harus ditangkap manajemen PT KA.
Mengenai tarif setidaknya hampir sama dengan Sancaka K1 (Yogya-SBY) seharga Rp 75.000-Rp 90.000. Kenapa? salah satunya alasannya, menurut saya, adalah jarak dan waktu tempuhnya hampir sama (sekitar 280 Km dan 4-5 jam).
Impian saya malah di rute tersebut dilayani KA Argo, entah apa namanya nanti... He3x
Ke depannya layanan KA bisa diperpanjang lagi hingga PWT-Prupuk-SLW-Tegal. Jadi muter jalur pantai utara (Pantura) dan pantai selatan (Pansela).
Semoga cepat terwujud mimpiku ini, ya Allah... Amin.