senin pagi saya naik parahyangan, lupa nomor KA nya, yang seharusnya berangkat jam 8.30 dari gambir. Sampe gambir jam setengah 9 kurang 5, langsung aja beli satu tiket bisnis. Pas penjaga loketnya ditanya, keretanya udah ada belom..?
Dijawabnya sambil malu2 kucing kalo keretanya belom dateng.. :wink: tapi saya jawab sukur aja belom dateng (kalo ga kan saya udah ketinggalan kereta tuh)..
Padahal itu kan kereta yang berangkat dari BD jam 5.00 yah, kasian banget 3 setengah jam belom sampe jg :evil: Akhirnya jam 8.40 datang lah Parahyangan yang ditunggu2. Ada 6 K2+KM+2K1, jumlah K2 nya yang bikin saya cukup kaget. Walhasil kereta baru berangkat jam 9.00. Ada pengumuman di JNG kalo KRL Holec yang mogok di stasiun Kranji yang bikin lama kereta nunggu bareng KRL AC Ekonomi yang ke Bekasi di JNG . Di bekasi disalip argo bromo anggrek deh. Tapi abis itu lancar2 aja kok. Dan sampe di bandung 12.55.
minggu kemarin biez ikutan acara di Sasaksaat, niat balik hari minggu nak Argo gede 18.30 tapi dah penuh untung masih dapet Exa Parahyangan yg jam 19.15. tapi ternyata KA 63 ini PEUNUH bgt.... di setiap bordes penuh orang bahkan ampe di gerbong Exa juga penuh orang ya agak ga nyaman sey Ac-nya ga kerasa tapi hati seneng karena sekarang Parahyangan n Argo Gede hampir setiap jadwal pemberangkatan Penuh terus.....
wah.... makin rame.... makin mahal nih.......bisa kembali ke harga k2 45000, k1 65000
nih berita dari detik ..
Bandung - Longsor di kilometer 114 Tol Purbaleunyi diperkirakan berawal dari bagian bawah tebing. Hujan lebat membuat tanah di kaki bukit yang difungsikan sebagai sawah oleh masyarakat menjadi semakin gembur.
Hal ini disampaikan Humas Tol Purbaleunyi Iwan Mulyawan saat ditemui wartawan di tempat kejadian, Selasa (13/01/09). Longsor diduga terjadi karena tebing bukit berbatasan langsung dengan sawah yang dikelola masyarakat. Saat terjadi hujan besar, gerakan air tanah menuju ke yang lebih rendah sehingga pori-pori tanah di bagian dasar tebing menjadi rentan gembur sehingga mengurangi kekuatan tanah dan menyebabkan longsor.
"Jadi longsor itu terjadi dari bagian bawah dulu baru atas," ujar Iwan.
Bukit di kilometer 114 ini merupakan salah satu bukit yang di papas untuk proyek pembangunan Tol Cipularang, terletak di Kampung Bojong Kiara, Desa Tagog Apu Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat.
Tebing yang dipapas ditambah kekuatannya dengan penembokan menggunakan batu kali di permukaannya setinggi kira-kira 10 meter di sisi kanan, dan sekitar lima meter di sisi kiri.
Dilanjutkan Iwan, kilometer 114 sebenarnya bukanlah daerah yang paling diperhatikan mengenai kerawanan longsornya oleh Jasa Marga atau pengelola Tol Purbaleunyi. Daerah yang diperkirakan rawan yaitu kilometer 92, 96, 97 dan 98.
"Tadi pagi sudah dicek oleh patroli ke? di kilometer 114 dan tidak ada tanda-tanda. Tetapi 15 menit baru terjadi longsor. Pemeriksaan itu dilakukan sekitar jam 11.00 WIB. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, itu bencana," ujarnya..