(18-08-2008, 12:18 AM)eling Wrote: mungkin gini kamsudnya tu majalah, misal dari jakarta lewat terowongan ijo, trus dari arah kroya gak lewat jalur baru...
sesuai apa yg telah dijelaskan diatas.. mungkin sya ingin membri usul.. bgmn buat trowongan baru di samping ijo tunnel? jd baik dr yk atau kya, sm2 mnikmti kegelapan dan mrasakn msuk trowongn.. klopun nggak bs, alsan logis nya apa?
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
(20-05-2011, 09:45 PM)gilang pratama Wrote: sesuai apa yg telah dijelaskan diatas.. mungkin sya ingin membri usul.. bgmn buat trowongan baru di samping ijo tunnel? jd baik dr yk atau kya, sm2 mnikmti kegelapan dan mrasakn msuk trowongn.. klopun nggak bs, alsan logis nya apa?
lho bukannya jalur baru jg akan tetap dibuat terowongan, tapi terowonganya dobel trek
(20-05-2011, 09:45 PM)gilang pratama Wrote: sesuai apa yg telah dijelaskan diatas.. mungkin sya ingin membri usul.. bgmn buat trowongan baru di samping ijo tunnel? jd baik dr yk atau kya, sm2 mnikmti kegelapan dan mrasakn msuk trowongn.. klopun nggak bs, alsan logis nya apa?
lho bukannya jalur baru jg akan tetap dibuat terowongan, tapi terowonganya dobel trek
td liat postingan mas,jd ya keluarlah pndpt sy. mhon yg d daerh tsb atau yg brknan dpt memberi pnjlasan yg faktual.. sukur2 bs senada dgn ap yg d utarakan pling tidak aset sejarah tdk trlupkan dgn rncna pmbngunan..
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
(20-05-2011, 10:04 PM)gilang pratama Wrote: td liat postingan mas,jd ya keluarlah pndpt sy. mhon yg d daerh tsb atau yg brknan dpt memberi pnjlasan yg faktual.. sukur2 bs senada dgn ap yg d utarakan pling tidak aset sejarah tdk trlupkan dgn rncna pmbngunan..
kalau dikutip dari thread sebelah begini,... monggo
(30-04-2011, 10:59 AM)irwanjoe Wrote: Pecinta kereta yang saya cintai,
Double track (DT) Cn - Pwt - Kya - Kta dibagi dalam 3 proyek besar, Segment I Cirebon - Prupuk, Segment II Prupuk - Purwokerto, Segment III Purwokerto - Kroya dan Kroya - Kutoarjo. Review design Segment I dan Segment III akan didanai oleh JICA melalui Loan IP-548, sementara itu review design Kya - Kta didanai melalui JICA Loan IP-540. Biaya konstruksi pembangunan Kya - Kta termasuk dalam IP548. Perkembangan terakhir jalur ganda Purwokerto - Prupuk akan diteruskan sampai Larangan.
Remodelling Kroya sendiri akan termasuk dalam proyek Kroya - Kutoarjo karena proyek ini akan jalan duluan, sehingga dari jalur ganda dari Pwt - Kya tinggal menyambung saja baik track maupun signal telekomnya. CTC akan tetap di Purwokerto. Kroya akan disiapkan untuk dapat menampung double track dari arah Purwokerto maupun dari arah Bandung sekaligus sebagai depot lokomotif cadangan, kereta Serayu, gerbong penolong dan MTT. Depot Kya ini dilengkapi turn table untuk memutar lokomotif, pengisian bahan bakar solar dan pengisian air.
Terowongan Ijo yang baru akan berada 26 meter di sebelah Utara track existing. Terowongan Ijo yang baru sekaligus untuk DT. Metode konstruksinya memakai New Austrian Tunneling Method (NATM), jadi alat2nya seperti membuat terowongan di tambang, bukan seperti MRT yang memakai TBM.
Jika sebelumnya Tambak, Soka, Wonosari dan Butuh direncanakan ditutup atau hanya menjadi halte, maka melihat perkembangan yang terjadi pada lintas Kutoarjo - Yogya dimana waktu itu ada beberapa stasiun yang akan ditutup dan akhirnya dibuka kembali karena Prameks masuk, maka untuk lintas Kya - Kta tidak akan ada stasiun yang ditutup. Semua stasiun dilengkapi dengan fasilitas sepur sampung (siding track), sepur luncur.
Mari kita berdoa semoga tahun 2012 pembangunannya sudah berjalan dan tahun 2015, Kya - Kta susah dapat dioperasikan. Insya Allah