22-01-2010, 12:18 AM
Saya ingin berbagi cerita, yang mungkin dapat berguna apabila anda menemui hal yang sama dengan saya. Ini semata, hanya untuk berbagi cara dan cerita saja, tidak ada hal-hal/ maksud atau tujuan apapun, selain mungkin dapat sedikit membantu bagi yang memerlukan.
Atau ada juga yang menemui hal yang mirip dengan ini ?
Mohon maaf apabila Thread ini salah tempat, monggo dipindah ketempat yang semestinya, silakan.
Beberapa hari terakhir ini, disamping rumah kami, setiap hari, tampak seseorang yang diperkirakan sudah berumur sekitar 65 tahunan. Kerjanya hanya duduk dan tidur, dengan pakaian bersih.
Tapi setelah beberapa hari, kami baru tersadar, jika pagi sampai sore, tetap ditempat, jika malam tidak tampak.
Kami sendiri juga tidak terlalu memperhatikan karena sibuk dengan tugas masing-masing. Tetapi setelah melihat kondisinya yang semakin lama tampak sakit dan kurang terawat, hari Selasa malam tanggal, 19-01 kemarin, saya mencoba mendekati dan mengajaknya berbicara, dari mana, mengapa ada disamping rumah dsb.
Ternyata, orang tua tersebut adalah seorang tukang becak yang mengaku sudah tidak kuat menari becak lagi, dan sedang sakit. Bapak tua tersebut mengaku berasal dari kota kecil dekat Blitar, yang bernama Kanigoro. Biasanya setiap bulan sekali pulang.
Namun saat ini badannya sakit dan lemah, sudah tidak kuat menarik becak lagi, apalagi sudah beberapa hari tidak makan dan di Malang, tidak ada saudara ataupun keluarganya yang mengetahui jika dia sakit, akunya.
Tapi jika dilihat dari penampilannya, memang keadaannya menyedihkan. Lalu kami beri air gula [karena sebelumnya minta air PDAM saja untuk minum , sambil menyodorkan botol bekas air kemasan],
juga kami beri obat/vitamin dan roti.
Kami belum berani memberikan nasi, takut perut yang sudah kosong beberapa hari, mungkin terlalu berat bekerja mencerna nasi, sehingga nanti justru luka pada maag nya, ini menurut pertimbangan kami.
Ketika saya tawari apa mau jika saya pulangkan ke daerahnya dengan tanpa memikirkan biayanya, orang tua tersebut menganggukan kepalanya, bersedia. Saya janjikan, kalau besok pagi, saya naikkan kereta api Penataran untuk jurusan Blitar, sehingga dapat cepat pulang kerumahnya.
Karena kami juga kenal dengan KS Sta Malang Kotalama, segera saya kontak beliaunya, Pak Sujio, saya ceritakan, apakah bisa menolong jika saya naikkan kereta, titip pada KP nya sampai Sta Blitar. Ternyata beliau bersedia, dan akan koordinasi dengan KS BL, agar dibantu jika kereta Penataran sudah tiba disana.
Jadi, kemarin, Rabu, 20-01, setelah kami beri sarapan pagi,
saya minta tolong becak langganan untuk mengantarnya ke Sta MLK, lalu saya juga meluncur kesana, untuk menemui Pak KS nya, sekalian menitipkan Bapak Tua yang untuk berjalanpun harus dibantu karena sudah tidak kuat.
Ternyata, waktu saya ingin membelikan tiket, dilarang oleh P. Sujio, untuk urusan tiket, ini urusan saya, kata beliau nya.
Akhirnya, saya berikan uang sekedarnya untuk melanjutkan naik angkutan umum dan ojek.
Ketika sorenya saya telpon dengan Pak Ks MLK, semua sudah beres, di BL pun sudah diantar ke angkutan umum untuk menuju ke kampungnya, kata beliau.
Saya hanya membayangkan, jika hal seperti ini terjadi pada diri kita atau sanak keluarga kita, jauh dari rumah dan sendirian, tiada kawan tiada saudara, bagaimana ?
Sekaligus mungkin dapat memberi kita salah satu jalan keluar jika mengetahui ada hal yang mirip,sebagai penggemar kereta, mungkin dapat meminta tolong pada para pejabat kereta api untuk membantu mengantarkan sampai ketempat terdekat dari orang yang akan kita bantu tersebut.
Jadi, kereta api juga mempunyai Fungsi Soisial.
Saya juga lewat S-35 ini, ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Sujio selaku KS Sta MLK, KP Penataran, KS Sta BL dan siapapun yang turut membantu Bapak Tua tersebut kembali kerumahnya, yang semoga saat ini sudah kembali ditengah keluarganya dan berangsur sehat tentunya,
Atau ada juga yang menemui hal yang mirip dengan ini ?
Mohon maaf apabila Thread ini salah tempat, monggo dipindah ketempat yang semestinya, silakan.
Beberapa hari terakhir ini, disamping rumah kami, setiap hari, tampak seseorang yang diperkirakan sudah berumur sekitar 65 tahunan. Kerjanya hanya duduk dan tidur, dengan pakaian bersih.
Tapi setelah beberapa hari, kami baru tersadar, jika pagi sampai sore, tetap ditempat, jika malam tidak tampak.
Kami sendiri juga tidak terlalu memperhatikan karena sibuk dengan tugas masing-masing. Tetapi setelah melihat kondisinya yang semakin lama tampak sakit dan kurang terawat, hari Selasa malam tanggal, 19-01 kemarin, saya mencoba mendekati dan mengajaknya berbicara, dari mana, mengapa ada disamping rumah dsb.
Ternyata, orang tua tersebut adalah seorang tukang becak yang mengaku sudah tidak kuat menari becak lagi, dan sedang sakit. Bapak tua tersebut mengaku berasal dari kota kecil dekat Blitar, yang bernama Kanigoro. Biasanya setiap bulan sekali pulang.
Namun saat ini badannya sakit dan lemah, sudah tidak kuat menarik becak lagi, apalagi sudah beberapa hari tidak makan dan di Malang, tidak ada saudara ataupun keluarganya yang mengetahui jika dia sakit, akunya.
Tapi jika dilihat dari penampilannya, memang keadaannya menyedihkan. Lalu kami beri air gula [karena sebelumnya minta air PDAM saja untuk minum , sambil menyodorkan botol bekas air kemasan],
juga kami beri obat/vitamin dan roti.
Kami belum berani memberikan nasi, takut perut yang sudah kosong beberapa hari, mungkin terlalu berat bekerja mencerna nasi, sehingga nanti justru luka pada maag nya, ini menurut pertimbangan kami.
Ketika saya tawari apa mau jika saya pulangkan ke daerahnya dengan tanpa memikirkan biayanya, orang tua tersebut menganggukan kepalanya, bersedia. Saya janjikan, kalau besok pagi, saya naikkan kereta api Penataran untuk jurusan Blitar, sehingga dapat cepat pulang kerumahnya.
Karena kami juga kenal dengan KS Sta Malang Kotalama, segera saya kontak beliaunya, Pak Sujio, saya ceritakan, apakah bisa menolong jika saya naikkan kereta, titip pada KP nya sampai Sta Blitar. Ternyata beliau bersedia, dan akan koordinasi dengan KS BL, agar dibantu jika kereta Penataran sudah tiba disana.
Jadi, kemarin, Rabu, 20-01, setelah kami beri sarapan pagi,
saya minta tolong becak langganan untuk mengantarnya ke Sta MLK, lalu saya juga meluncur kesana, untuk menemui Pak KS nya, sekalian menitipkan Bapak Tua yang untuk berjalanpun harus dibantu karena sudah tidak kuat.
Ternyata, waktu saya ingin membelikan tiket, dilarang oleh P. Sujio, untuk urusan tiket, ini urusan saya, kata beliau nya.
Akhirnya, saya berikan uang sekedarnya untuk melanjutkan naik angkutan umum dan ojek.
Ketika sorenya saya telpon dengan Pak Ks MLK, semua sudah beres, di BL pun sudah diantar ke angkutan umum untuk menuju ke kampungnya, kata beliau.
Saya hanya membayangkan, jika hal seperti ini terjadi pada diri kita atau sanak keluarga kita, jauh dari rumah dan sendirian, tiada kawan tiada saudara, bagaimana ?
Sekaligus mungkin dapat memberi kita salah satu jalan keluar jika mengetahui ada hal yang mirip,sebagai penggemar kereta, mungkin dapat meminta tolong pada para pejabat kereta api untuk membantu mengantarkan sampai ketempat terdekat dari orang yang akan kita bantu tersebut.
Jadi, kereta api juga mempunyai Fungsi Soisial.
Saya juga lewat S-35 ini, ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Sujio selaku KS Sta MLK, KP Penataran, KS Sta BL dan siapapun yang turut membantu Bapak Tua tersebut kembali kerumahnya, yang semoga saat ini sudah kembali ditengah keluarganya dan berangsur sehat tentunya,


![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)

![[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]](http://farm5.static.flickr.com/4100/4860986383_7d35fd903e_b.jpg)



![[Image: 4465346396_1def117691_o.jpg]](http://farm3.static.flickr.com/2505/4465346396_1def117691_o.jpg)

