Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
Quote:JAKARTA (bisnis.com): PT Kereta Api akhirnya mengganti kepala dan wakil kepala Stasiun Kota (Beos) sesuai permintaan Menhub Freddy Numberi setelah sidak ke stasiun itu akhir pekan lalu.

Dirut PT KA Ignasius Jonan mengatakan pergantian itu merupakan realisasi perintah Menhub untuk mengganti pejabat lama yang tidak ada di tempat tugas saat sidak.

Menurut dia, PT KA telah menetapkan Rudi Krisno sebagai Kepala Stasiun Kota menggantikan Jatun, dan Iyus Wahyudin sebagai wakil Kepala menggantikan Suyatno. "Sesuai perintah Menhub sekarang ada pejabat baru," katanya seusai bertemu Menhub hari ini.

Dia menjelaskan pejabat lama Kepala Stasiun Kota Jatun yang menjabat selama 1,5 tahun ditarik sebagai staf ahli direksi di kantor pusat PT KA Bandung. Kepala Stasiun Kota Rudi sebelumnya menjabat sebagai kepala Stasiun Bekasi.

Menhub melakukan inspeksi mendadak ke Stasiun Kota pada akhir pekan lalu, tetapi tidak menemukan Kepala dan Wakil Kepala Stasiun Kota. Menhub meminta direksi PT KA mengganti keduanya karena tidak di tempat tugas termasuk melupakan kebersihan Stasiun Kota. (tw)

Saya juga baca di Jawa Pos hari ini. Saat sidak Menhub melihat stasiun sangat kotor. Lalu dicari Kepala Stasiun dan Wakilnya. Ternyata tidak ada ditempat. Akhir MenHub menggantikannya.
Gimana tanggapan rekan2?
Reply
Kyk'a udah ada trit'a cuma saya lupa d mana'a

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply
Yup betul tuh kang Taufik dah ada thread nya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada pembuat thread, mohon kepada juragan momod untuk digabung ajah.

Seperti himbauan para juragan, sebaiknya gunakan fungsi SEARCH untuk membuat/mencari thread yg relevan.

Dilanjut thread yang lainnya
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
OOO iya maaf deh mas momod ... Xie Xie
Tadi saya mau posting di Menhub Baru, ternyata sudah di gembok. Jadi terpaksa deh buat tread baru
Reply
[spoiler]
Quote:JAKARTA (bisnis.com): PT Kereta Api akhirnya mengganti kepala dan wakil kepala Stasiun Kota (Beos) sesuai permintaan Menhub Freddy Numberi setelah sidak ke stasiun itu akhir pekan lalu.

Dirut PT KA Ignasius Jonan mengatakan pergantian itu merupakan realisasi perintah Menhub untuk mengganti pejabat lama yang tidak ada di tempat tugas saat sidak.

Menurut dia, PT KA telah menetapkan Rudi Krisno sebagai Kepala Stasiun Kota menggantikan Jatun, dan Iyus Wahyudin sebagai wakil Kepala menggantikan Suyatno. "Sesuai perintah Menhub sekarang ada pejabat baru," katanya seusai bertemu Menhub hari ini.

Dia menjelaskan pejabat lama Kepala Stasiun Kota Jatun yang menjabat selama 1,5 tahun ditarik sebagai staf ahli direksi di kantor pusat PT KA Bandung. Kepala Stasiun Kota Rudi sebelumnya menjabat sebagai kepala Stasiun Bekasi.

Menhub melakukan inspeksi mendadak ke Stasiun Kota pada akhir pekan lalu, tetapi tidak menemukan Kepala dan Wakil Kepala Stasiun Kota. Menhub meminta direksi PT KA mengganti keduanya karena tidak di tempat tugas termasuk melupakan kebersihan Stasiun Kota. (tw)
[/spoiler]

Terus Kep Tasyun Bekasi diganti sama siapa?

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
Ini berita dari sumber yang lain mengenai masalah Kepala Stasiun Kota di Ganti
Quote:JAKARTA - Baru tujuh hari dilantik, Menteri Perhubungan Freddy Numberi langsung membuat gebrakan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Kereta Api Jakarta Kota, Freddy memerintahkan Kepala Stasiun dan Wakilnya dicopot dari jabatannya.

"Sewaktu saya sidak Senin (26/10/09) lalu, saya lihat stasiun (Jakarta) Kota kotor sekali dan berantakan. Saya cari kepala stasiun dan wakilnya juga tidak ada. Jadi saya perintahkan Dirjen (Perkeretaapian) untuk mengganti kepala stasiun dan wakilnya," ujar Menhub saat dikonfirmasi mengenai itu. Menurut dia, kepala stasiun maupun wakilnya adalah orang yang paling bertanggungjawab di lokasi tempat mereka bekerja.

Pejabat di stasiun terbesar dan terpadat di tanah air itu adalah pemimpin sekaligus pejabat publik yang senantiasa dituntut harus selalu berada di posnya. Dia harus memantau dan mengendalikan situasi ketika terjadi masalah atau menerima komplain dari masyarakat. Dia membantah hal itu dilakukan untuk mengejar program 100 hari. "Tidak ada cerita program 100 hari, ini program sepanjang waktu," tegasnya.

Freddy berjanji dalam rangka revitalisasi pelayanan publik ini, dirinya akan rajin melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke stasiun, terminal, pelabuhan dan bandara. Jika ditemui pejabat itu tidak menggunakan kewenangan sebagaimana mestinya, jabatan yang diembannya bisa dicopot. "Tidak hanya di stasiun, kami melihat ke seluruh moda transportasi yang ada," tuturnya.

Mantan gubernur Papua ini menilai pengelolaan layanan publik di bidang moda transportasi ini memang banyak kekurangan. Bukan hanya stasiun kereta api dan terminal yang jorok, tetapi bandara juga sama saja. Dia mencontohkan layanan kebersihan di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) termasuk berkategori amburadul. "Lihat saja toiletnya dan sampah," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api, Ignasius Jonan menjelaskan, proses penggantian itu resmi telah dilakukan kemarin (Rabu 28/10/09). Dia menjelaskan, Kepala Stasiun yang lama, Jatun, digantikan Rudi Krisno yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Stasiun Bekasi. Sementara posisi wakil kepala stasiun yang sebelumnya dijabat Suyatno, dialihkan kepada Iyus Wahyudin. "Penggantian itu kami lakukan untuk merealisasikan perintah Menhub," tukasnya.

Entah karena ingin melaporkan mengenai pencopotan itu atau ada urusan lain, kemarin Dirut PT KA itu menghadap Menhub di kantornya, Jl Merdeka Barat Jakarta Pusat. Jonan tidak menjelaskan alasan kedatangannya. Dia hanya menjelaskan tentang pencopotan bawahannya itu. "Kami harus menghargai keputusan Menhub. Untuk Jatun yang telah menjabat 1,5 tahun di Stasiun Jakarta Kota, sekarang jadi Staf Ahli Direksi di kantor pusat (Bandung)," jelasnya. (wir/kim)

http://jawapos.co.id/halaman/index.php?a...&nid=97617
Reply
(29-10-2009, 01:50 PM)46rossi Wrote: Ini berita dari sumber yang lain mengenai masalah Kepala Stasiun Kota di Ganti
Quote:JAKARTA - Baru tujuh hari dilantik, Menteri Perhubungan Freddy Numberi langsung membuat gebrakan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Kereta Api Jakarta Kota, Freddy memerintahkan Kepala Stasiun dan Wakilnya dicopot dari jabatannya.

"Sewaktu saya sidak Senin (26/10/09) lalu, saya lihat stasiun (Jakarta) Kota kotor sekali dan berantakan. Saya cari kepala stasiun dan wakilnya juga tidak ada. Jadi saya perintahkan Dirjen (Perkeretaapian) untuk mengganti kepala stasiun dan wakilnya," ujar Menhub saat dikonfirmasi mengenai itu. Menurut dia, kepala stasiun maupun wakilnya adalah orang yang paling bertanggungjawab di lokasi tempat mereka bekerja.

Pejabat di stasiun terbesar dan terpadat di tanah air itu adalah pemimpin sekaligus pejabat publik yang senantiasa dituntut harus selalu berada di posnya. Dia harus memantau dan mengendalikan situasi ketika terjadi masalah atau menerima komplain dari masyarakat. Dia membantah hal itu dilakukan untuk mengejar program 100 hari. "Tidak ada cerita program 100 hari, ini program sepanjang waktu," tegasnya.

Freddy berjanji dalam rangka revitalisasi pelayanan publik ini, dirinya akan rajin melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke stasiun, terminal, pelabuhan dan bandara. Jika ditemui pejabat itu tidak menggunakan kewenangan sebagaimana mestinya, jabatan yang diembannya bisa dicopot. "Tidak hanya di stasiun, kami melihat ke seluruh moda transportasi yang ada," tuturnya.

Mantan gubernur Papua ini menilai pengelolaan layanan publik di bidang moda transportasi ini memang banyak kekurangan. Bukan hanya stasiun kereta api dan terminal yang jorok, tetapi bandara juga sama saja. Dia mencontohkan layanan kebersihan di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) termasuk berkategori amburadul. "Lihat saja toiletnya dan sampah," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api, Ignasius Jonan menjelaskan, proses penggantian itu resmi telah dilakukan kemarin (Rabu 28/10/09). Dia menjelaskan, Kepala Stasiun yang lama, Jatun, digantikan Rudi Krisno yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Stasiun Bekasi. Sementara posisi wakil kepala stasiun yang sebelumnya dijabat Suyatno, dialihkan kepada Iyus Wahyudin. "Penggantian itu kami lakukan untuk merealisasikan perintah Menhub," tukasnya.

Entah karena ingin melaporkan mengenai pencopotan itu atau ada urusan lain, kemarin Dirut PT KA itu menghadap Menhub di kantornya, Jl Merdeka Barat Jakarta Pusat. Jonan tidak menjelaskan alasan kedatangannya. Dia hanya menjelaskan tentang pencopotan bawahannya itu. "Kami harus menghargai keputusan Menhub. Untuk Jatun yang telah menjabat 1,5 tahun di Stasiun Jakarta Kota, sekarang jadi Staf Ahli Direksi di kantor pusat (Bandung)," jelasnya. (wir/kim)

http://jawapos.co.id/halaman/index.php?a...&nid=97617

Kalau kesalahannya hanya karena tidak ada di tempat, Mbok ya, yang "ngajakin" KS Beos kerja bakti juga ikut bertanggungjawab. Kalau masalah kebersihan stasiun, mestinya Pak Mentri nggak langsung ketuk palu copot KS Beos, tapi bertahap dengan melakukan peneguran misalnya ... . Kan kita semua juga bisa memaklumi tidak semua stasiun besar kebersihanyya bisa terus terjaga.
Salut juga buat KS Beos yang bisa legowo menerima keputusan ini dengan positif.Top Banget
Reply
dapet dari detik hari ini...
direktur keuangan PTKA diduga korupsi

http://bandung.detik.com/read/2009/10/29...an-lainnya

[Image: show.php?photo=20100117011202_kaossaveou...272616.jpg]
Reply
Kalo emang KS JAKK ikut kerja bakti lintas, kenapa kita gak coba support aja?
karena tugasnya tiba-tiba dihentikan om menhub cuma gara-gara gak ada di tempat...
ini namanya pak KS dan wakilnya di-dzalimi menhub...

[Image: photo.php?pid=379024&id=100000253048256&ref=fbx_album]

KCJ 7000 series-7117F
Reply
menteri yang sepertinya tidak akan peduli dengan perkembangan perkeretaapian Indonesia.... mudah2an pak Johan bisa melobi nih menteri baru..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)