15-07-2009, 10:56 AM
purwojaya,sawunggalih,parahyangan,gumarang,lodaya,sancaka,mutim,mutsel, FU/SU SMT,FU/SU YK,SU SLO,bangunkarta,CIREKS, semuanya jadi K1....
|
[INFO] K2 Mao dihapus?
|
|
15-07-2009, 10:56 AM
purwojaya,sawunggalih,parahyangan,gumarang,lodaya,sancaka,mutim,mutsel, FU/SU SMT,FU/SU YK,SU SLO,bangunkarta,CIREKS, semuanya jadi K1....
15-07-2009, 11:13 AM
hmm
asyik banget klo komitmen itu bener2 diimplementasikan untuk menggenjot pendapatan dari K1 emang gak ada cara laen selain peningkatan layanan: 1. Tepat jadwal 2. Kenyamanan terjamin 3. Keamanan terjamin gw rasa sah2 saja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) genjot profit dari K1 tapi mutunya emang harus bener2 KW1 klo gak, bakal sulit bersaing dng moda transportasi laennya
15-07-2009, 11:46 AM
(15-07-2009, 10:56 AM)eling Wrote: purwojaya,sawunggalih,parahyangan,gumarang,lodaya,sancaka,mutim,mutsel, FU/SU SMT,FU/SU YK,SU SLO,bangunkarta,CIREKS, semuanya jadi K1.... saya ketawa saja dalam hati. soalnya kan katanya bulan agustus, rangkaian K2 nya KA 71/72 ini boyongan ke tulungagung. gerbong K1 nya tetap ke jombang. lha nanti kalo jadi K1 semua, bisa bentrok sama gajayana dunk?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
15-07-2009, 12:18 PM
kalo membaca kabarnya, kemungkinan ini untuk implementasi bisnis ber AC, jadinya kelas bisnis dengan AC. lagian kelas bisnis memang sama aja dengan K3, cuma lebih cepat aja, setuju aja deh kalo dihapus.......
![]() My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks My videos on www.youtube.com/user/cc20409 (15-07-2009, 10:29 AM)spoorsoni Wrote: Saya setuju dengan penghapusan kelas bisnis ini. Ini sebuah langkah jitu untuk menghapus 'perkambingan' yang kerap terjadi di kelas bisnis. Banyak praktek bayar di atas, karena banyak kambing yang pengennya bayar tiket ekonomi tapi ngotot pengen secepat waktu tempuh bisnis. Akibatnya muncul 'korlap' yang menjadi gembala kambing di atas kereta bisnis dan marak waktu liburan atau week-end. Akibatnya lagi kereta bisnis jadi luar biasa penuh dan karena tidak ber-AC biarpun dikasih kipas angin segede helikopter tetap aja sumpek. yap.... betul sekali mas..... waktu saya mau mblusukan ke MN kemaren saya naik SAWUNGGALIH UTAMA, berdasarkan pantauan saya... yg di gerbong saya aja pemegang tiket resmi cuma 80-90% saja... dan dari JKT ke PWT para dan lebih mengherankan lagi... saat saya tanya ke
15-07-2009, 12:46 PM
btw klo K2 tuh dibagusin dikit
even gak usah ac tapi joknya nyaman mirip K1 punya trus tarifnya dinaikin dikit (tp maseh dibawah K1) kira2 embeknya maseh demen ngikot gak yak? tp repot jg yak embek tuh emang simbiose mutualis seh ama oknum petugas diatas KA ... ribet dah
15-07-2009, 01:01 PM
Kalo pendapat saya lebih baik seperti ini,
Untuk KA Ekonomi dibagi 2 kelas, 1. KA Ekonomi non-AC. Fasilitasnya mencakup kipas angin yang menyala semua, toilet yang senantiasa dibersihkan oleh OTC, jendela yang memiliki gorden semua dan bisa dibuka, tempat duduk seperti KA Ekonomi saat ini, dan beleh dijual tiket tanpa tempat duduk. 2. KA Ekonomi AC. Fasilitasnya sama seperti KA Ekonomi non AC namun mendapan fasilitas AC Cangkokan seperti Joko Kendil yang menurut saya, AC seperti Joko Kendil itu menghembuskan hawa yang sangat dingin, jendela tidak dapat dibuka, dan tidak dijual tiket tanpa tempat duduk. Dan untuk KA Bisnis diubah namanya menjadi KA Rapid Ekspress. Dan KA ini juga dibagi 2 kelas. 1. KA Rapid Ekspress kelas 1. Fasilitasnya sama seperti KA Eksekutif bisnis seperti sekarang. 2. KA Rapid Ekspress kelas 2. Fasilitasnya sama hampir sama seperti seperti KA bisnis[K2] namun mendapat fasilitas AC seperti di KA Rapid Ekspress kelas 1[bukan AC Cangkokan], dan posisi dan jenis bangku yang sama seperti K2 saat ini namun bahan pelapis kursi diganti menjadi seperti kursi K1, dan jendela tidak dapat dibuka. Jadi yang memiliki fasilitas non AC hanya KA Ekonomi non AC saja. Kalo KA Ekonomi dijadikan AC semua, rakyat menengah kebawah bisa ngamuk..., Ini hanya pendapat saya saja..., kalo ngawur maaf ya...,
Sekalian di "hapus" & di "rucat" juga kondektur dan polsuska bermasalah, ganti sama yg baru dan jujur, pengangguran yang jujur msh banyak
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
15-07-2009, 01:16 PM
Kondektur seperti bisa dihapus dengan cara memperi penghargaan dan mungkin sebuah hadiah bagi kondektur yang bisa mengumpulkan uang denda suplisi terbanyak...,
15-07-2009, 01:34 PM
(15-07-2009, 01:16 PM)Adam Faridl Wrote: Kondektur seperti bisa dihapus dengan cara memperi penghargaan dan mungkin sebuah hadiah bagi kondektur yang bisa mengumpulkan uang denda suplisi terbanyak..., So, intinya kalo K2 dihapus posisi kerja kyk KP dan teknisi di dlm kereta terus mo dikemanain...? Apakah ini pengurangan armada ato armadanya tetap hanya K2 ganti cat utk eksterior dan suasana interiornya...? Kalo mo dijlnkan, BY Kereta kyk MRI & TG kerja keras dong...
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
![]() |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|