Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Menhub Tolak Pengurangan Solar untuk PT KA
#1
Menteri Perhubungan (Menhub), Jusman Syafii Djamal, mengisyaratkan, menolak usulan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mengurangi solar bersubsidi PT Kereta Api (KA) sebesar 10 persen mulai 2010.

"Saya akan meminta Menteri Energi untuk tidak menyetujui langkah tersebut," katanya menjawab pers di Jakarta, Selasa.

Dijelaskannya, hal ini bertujuan untuk menciptakan kereta api sebagai moda transportasi massal yang terjangkau bagi masyarakat karena pengurangan solar bersubsidi itu akan menaikkan harga tiket kereta api.

Apalagi, ia melanjutkan, saat ini masyarakat membutuhkan transportasi massal berbiaya rendah untuk mobilitas sosial ekonominya. "Sehingga perlu pembahasan rencana pengurangan tersebut secara komprehensif," katanya.

Ia juga menambahkan, hal itu juga belum pernah dibahas dalam rapat kabinet. "Termasuk belum pernah ada surat resmi ke kami," katanya.

Dirut PT KA I. Jonan sebelumnya jgua mengisyaratkan bahwa kemungkinan kenaikan tarif kereta api kelas bisnis dan eksekutif tak dapat dihindari jika rencana pengurangan pasokan itu dilakukan.

Kenaikannya sekitar dua hingga lima persen dari tarif yang berlaku saat ini.

Padahal, kata Jonan, perseroannya membutuhkan solar mencapai dua juta liter per tahun. Pada 2008, konsumsi solar Kereta Api mencapai 125.333 kiloliter.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, sebelumnya menggelar rapat soal revitalisasi kereta bersama Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian, Tundjung Inderawan.

BPH Migas mengusulkan pengurangan konsumsi bahan bakar solar KA dengan alasan untuk menekan konsumsi bahan bakar bersubsidi karena volumenya pada 2010 diperkirakan akan turun sekitar 0,355 juta kiloliter dibanding tahun ini menjadi 11,250 juta kiloliter.

"Tahun ini volume solar adalah 11,605 juta kiloliter," kata Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, sebelumnya.

Sedangkan volume premium bersubsidi justru diperkirakan naik, dari 19,444 juta kiloliter pada tahun ini menjadi 21,454 juta kiloliter pada 2010. "Kenaikan terjadi karena pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,1 persen dan konsumsi premium terus meningkat," ujarnya.

Menurut Tubagus, tingkat konsumsi premium sudah mulai naik sejak kuartal pertama 2009. Kenaikan itu mencapai 6,29 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya menjadi 4,897 juta kiloliter.

Karenanya tahun depan, pemerintah akan mengajukan asumsi harga minyak mentah sebesar 40-60 dolar AS per barel untuk menetapkan besaran subsidi pada 2010.
Reply
#2
masa harga tiket lagi lagi naik siiiiih? semoga tidak terjadi,,,
Reply
#3
BAGUS...MENTERINYA TANGGAP......YESSSS
Reply
#4
(01-06-2009, 11:47 AM)ebret_cc20191 Wrote: Menteri Perhubungan (Menhub), Jusman Syafii Djamal, mengisyaratkan, menolak usulan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mengurangi solar bersubsidi PT Kereta Api (KA) sebesar 10 persen mulai 2010.

"Saya akan meminta Menteri Energi untuk tidak menyetujui langkah tersebut," katanya menjawab pers di Jakarta, Selasa.

Dijelaskannya, hal ini bertujuan untuk menciptakan kereta api sebagai moda transportasi massal yang terjangkau bagi masyarakat karena pengurangan solar bersubsidi itu akan menaikkan harga tiket kereta api.

Apalagi, ia melanjutkan, saat ini masyarakat membutuhkan transportasi massal berbiaya rendah untuk mobilitas sosial ekonominya. "Sehingga perlu pembahasan rencana pengurangan tersebut secara komprehensif," katanya.

Ia juga menambahkan, hal itu juga belum pernah dibahas dalam rapat kabinet. "Termasuk belum pernah ada surat resmi ke kami," katanya.

Dirut PT KA I. Jonan sebelumnya jgua mengisyaratkan bahwa kemungkinan kenaikan tarif kereta api kelas bisnis dan eksekutif tak dapat dihindari jika rencana pengurangan pasokan itu dilakukan.

Kenaikannya sekitar dua hingga lima persen dari tarif yang berlaku saat ini.

Padahal, kata Jonan, perseroannya membutuhkan solar mencapai dua juta liter per tahun. Pada 2008, konsumsi solar Kereta Api mencapai 125.333 kiloliter.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, sebelumnya menggelar rapat soal revitalisasi kereta bersama Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian, Tundjung Inderawan.

BPH Migas mengusulkan pengurangan konsumsi bahan bakar solar KA dengan alasan untuk menekan konsumsi bahan bakar bersubsidi karena volumenya pada 2010 diperkirakan akan turun sekitar 0,355 juta kiloliter dibanding tahun ini menjadi 11,250 juta kiloliter.

"Tahun ini volume solar adalah 11,605 juta kiloliter," kata Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, sebelumnya.

Sedangkan volume premium bersubsidi justru diperkirakan naik, dari 19,444 juta kiloliter pada tahun ini menjadi 21,454 juta kiloliter pada 2010. "Kenaikan terjadi karena pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,1 persen dan konsumsi premium terus meningkat," ujarnya.

Menurut Tubagus, tingkat konsumsi premium sudah mulai naik sejak kuartal pertama 2009. Kenaikan itu mencapai 6,29 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya menjadi 4,897 juta kiloliter.

Karenanya tahun depan, pemerintah akan mengajukan asumsi harga minyak mentah sebesar 40-60 dolar AS per barel untuk menetapkan besaran subsidi pada 2010.

Ketua BPH Migas siapa sih???? edan bener mau bikin gara-gara ya....Red Bull

Reply
#5
ketua BPH migas kayaknya belom pernah ditegor sama PKD st. Bandung...,
walaupun KRL baru selalu dinanti,
tetapi rheostatik selalu dihati dan jangan diganti....,

[Image: 20090717141252_DSCI2463ajjx_4a6024745d264-t.jpg]
Reply
#6
baguslah kalo begitu.pelayanan KA takkan menurun.Sombong Dikit AhSombong Dikit Ah
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#7
KOK JATAH BUAT KERETA API DIKURANGI?????? JATAH BUAT PREMIUM DITAMBAH???? Ngambek
PAK MENTERI SINGKIRKAN BP MIGAS....Wooooyy PARA RF MENDUKUNG PAK MENTERI
Bekerja untuk kebaikan orang lain adalah ibadah yang amat mulia - Ignasius Jonan
Reply
#8
kenapa gak subsidi untuk yang punya mobil pribadi aja sih yang dikurangi??
Reply
#9
pantesan ini negara gak maju2. gak ada kesamaan visi sih. menhubnya sudah berada dijalur yang benar untuk mengembangkan transportasi massal, tapi disisi lainnya malah mengeluarkan kebijakan yang berseberangan. Bethe

dari dulu itu penyakitnya indonesia ya yang kayak begini nih. pada jalan sendiri2. Bethe
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#10
yg gw tangkep (cmn pendapat) mungkin si pejabat BPH Migas berpikir solar bersubsidi hanya untuk KA Ekonomi, bahasa gampangnya "salah sasaran" gitu, soalnye loko ngga cuman narik ekonomi doang...para "bisnis mania" dan "eksekutifers" turut menikmati solar bersubsidi..kadang masuk akal sih, misal ekonomi itu penumpang dengan kelompok yang perlu disubsidi (walaupun udah ada subsidi silang dari "bisnis mania" dan "eksekutifers"). Jadi kenapa harus di kurangi ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)