Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Soalan Kereta (informasi, alokasi dipo, mutasi, dll.)
Menyundul kembali trit yg ane buat... Xie Xie

Ada yg tau gak sejarah rolling stock berupa kereta di Indo? Mulai dari 1953-sekarang, awalnya itu berupa K3/K2/K1 kah??
Satu lagi, katanya PT INKA lagi buat K1 0 16 xx series, kira2 itu bakal dipake buat KA apa yah??

Silakan dijawab... Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(23-02-2016, 08:27 AM)stasiunkastephanie Wrote: Menyundul kembali trit yg ane buat... Xie Xie

Ada yg tau gak sejarah rolling stock berupa kereta di Indo? Mulai dari 1953-sekarang, awalnya itu berupa K3/K2/K1 kah??
Satu lagi, katanya PT INKA lagi buat K1 0 16 xx series, kira2 itu bakal dipake buat KA apa yah??

Silakan dijawab... Bye Bye

dari yg saya tahu...

K1 pertama tiba di Indonesia pada dekade 60-an, dimulai dengan batch 66 dan 67 (yg 67 sendiri ada yg berupa kereta tidurnya Bima), buatan Gorlitz Waggenbau (Jerman Timur). Lalu kemudian menyusul batch 84 (import dari IVA Arad, Rumania), kemudian mulai batch 95 semuanya adalah produksi dalam negeri (INKA), termasuk K1-96 yg bukan barang baru, tetapi K1 hasil retrofit dari K3 oleh INKA...

K2 pertama masuk ke Indonesia pada dekade 70-an, sejauh yg saya tahu pertama-tama dimulai dengan pesanan K2 dari Yugoslavia, yaitu batch 78. Lalu kemudian menyusul batch 82, 86 dan batch 91 (khusus batch 91 kabarnya punya keunikan tersendiri dari penampilan eksteriornya). Hanya saja, ketiga batch tersebut saya tidak tahu produsennya dari mana, apakah dari INKA atau import dari luar negeri (karena seingat saya INKA didirikan pada dekade 80-an). Selain itu ada pula K2 batch 80 dan 81, yg ini saya nggak tahu apakah sejak awalnya memang berwujud K2 atau hasil retrofit...

Sedangkan untuk K3 saya juga belum berhasil mendapatkan sejarahnya, kapan mulai masuk Indonesia. Untuk saat ini, K3 tertua yg saya tahu merupakan K3 batch 60-an (kalo di BD tertuanya di batch 65). Yang jelas mulai K3 seri 96 itu semuanya K3 baru buatan INKA (bisa dilihat dari model plafon dalamnya, dan ada logo INKA - itupun kalo belum dicopot)...

Intinya, berikut batch K1/K2/K3 yg merupakan barang baru sejak mulai dinas:

K1: 66, 67, 84, 95, 97, 98, 99, 01, 02, 08, 09, 10, 16
K2: 78, 82, 86, 91, 96
K3: 96, 98, 06-14 (sebelumnya bisa jadi barang baru atau hasil retrofit, termasuk batch 93 yg kabarnya merupakan hasil retrofit)

Kembali ke masa kini, benar saat ini INKA tengah memproduksi K1 batch 16, satu set sudah test run beberapa hari yg lalu. TV tengah kembali menjadi fasilitas standar pada K1 buatan INKA tersebut (setelah beberapa tahun dihapus, termasuk pada K1-09 dan 10 yg tidak memiliki fasilitas serupa sejak pembuatannya). Dari sebuah artikel berita online yg ditulis pada awal tahun ini, disebutkan bahwa salah satu rangkaian K1-16 series ini bakal dialokasikan untuk kereta api baru jurusan Surabaya-Jakarta PP. Berikut kutipan beritanya:

CNN Indonesia Wrote:Jakarta, CNN Indonesia -- Meskipun Hari Raya Idul Fitri akan jatuh sekitar tujuh bulan mendatang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mengantisipasi arus mudik Lebaran tahun ini dengan memesan sejumlah kereta api baru kelas eksekutif khusus kepada ke PT Industri Kereta Api (INKA).

"Saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan akan dioperasikan menjelang arus mudik Lebaran tahun ini," ujar Manajer Pemasaran dan Angkutan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional VIII Surabaya Sujarwo di Surabaya, Minggu (3/1).

[...]

Dari sejumlah kereta api yang dipesan, lanjut Sujarwo, daerah operasional VIII Surabaya akan mendapat jatah satu unit kereta api yang kelasnya sama dengan KA Argo Bromo.

"Kami mendapat satu unit kereta api eksekutif yang kelasnya sama dengan KA Argo Bromo," ucapnya.

Kereta api baru yang belum memiliki nama tersebut diplot untuk jurusan Surabaya-Jakarta pulang pergi dan mempunyai penambahan fasilitas dibandingkan kereta eksekutif lainnya.

[...]

Sementara itu, Humas PT INKA Fathor Rosid beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengerjakan 44 kereta pesanan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran 2016.

"Ditargetkan, pemesanan 44 kereta tersebut selesai sebelum masa angkutan Lebaran tahun 2016," katanya.

Sumber artikel penuh: http://www.cnnindonesia.com/nasional/201...utif-baru/

Melihat kutipan berita di atas, yg dimaksud dengan 44 kereta sepertinya adalah 4 rangkaian Eksekutif full set (K1 + M1 + P), karena rangkaian yg baru menjalani test run beberapa hari yg lalu terdiri dari 9 K1 + 1 M1 + 1 P, total 11 kereta dalam satu rangkaian. Tapi itu baru sebatas asumsi pribadi, bisa jadi benar, bisa jadi salah.
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
(23-02-2016, 10:33 AM)d Wrote:
(23-02-2016, 08:27 AM)stasiunkastephanie Wrote: Menyundul kembali trit yg ane buat... Xie Xie

Ada yg tau gak sejarah rolling stock berupa kereta di Indo? Mulai dari 1953-sekarang, awalnya itu berupa K3/K2/K1 kah??
Satu lagi, katanya PT INKA lagi buat K1 0 16 xx series, kira2 itu bakal dipake buat KA apa yah??

Silakan dijawab... Bye Bye

dari yg saya tahu...

K1 pertama tiba di Indonesia pada dekade 60-an, dimulai dengan batch 66 dan 67 (yg 67 sendiri ada yg berupa kereta tidurnya Bima), buatan Gorlitz Waggenbau (Jerman Timur). Lalu kemudian menyusul batch 84 (import dari IVA Arad, Rumania), kemudian mulai batch 95 semuanya adalah produksi dalam negeri (INKA), termasuk K1-96 yg bukan barang baru, tetapi K1 hasil retrofit dari K3 oleh INKA...

K2 pertama masuk ke Indonesia pada dekade 70-an, sejauh yg saya tahu pertama-tama dimulai dengan pesanan K2 dari Yugoslavia, yaitu batch 78. Lalu kemudian menyusul batch 82, 86 dan batch 91 (khusus batch 91 kabarnya punya keunikan tersendiri dari penampilan eksteriornya). Hanya saja, ketiga batch tersebut saya tidak tahu produsennya dari mana, apakah dari INKA atau import dari luar negeri (karena seingat saya INKA didirikan pada dekade 80-an). Selain itu ada pula K2 batch 80 dan 81, yg ini saya nggak tahu apakah sejak awalnya memang berwujud K2 atau hasil retrofit...

Sedangkan untuk K3 saya juga belum berhasil mendapatkan sejarahnya, kapan mulai masuk Indonesia. Untuk saat ini, K3 tertua yg saya tahu merupakan K3 batch 60-an (kalo di BD tertuanya di batch 65). Yang jelas mulai K3 seri 96 itu semuanya K3 baru buatan INKA (bisa dilihat dari model plafon dalamnya, dan ada logo INKA - itupun kalo belum dicopot)...

Intinya, berikut batch K1/K2/K3 yg merupakan barang baru sejak mulai dinas:

K1: 66, 67, 84, 95, 97, 98, 99, 01, 02, 08, 09, 10, 16
K2: 78, 82, 86, 91, 96
K3: 96, 98, 06-14 (sebelumnya bisa jadi barang baru atau hasil retrofit, termasuk batch 93 yg kabarnya merupakan hasil retrofit)

Kembali ke masa kini, benar saat ini INKA tengah memproduksi K1 batch 16, satu set sudah test run beberapa hari yg lalu. TV tengah kembali menjadi fasilitas standar pada K1 buatan INKA tersebut (setelah beberapa tahun dihapus, termasuk pada K1-09 dan 10 yg tidak memiliki fasilitas serupa sejak pembuatannya). Dari sebuah artikel berita online yg ditulis pada awal tahun ini, disebutkan bahwa salah satu rangkaian K1-16 series ini bakal dialokasikan untuk kereta api baru jurusan Surabaya-Jakarta PP. Berikut kutipan beritanya:

CNN Indonesia Wrote:Jakarta, CNN Indonesia -- Meskipun Hari Raya Idul Fitri akan jatuh sekitar tujuh bulan mendatang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mengantisipasi arus mudik Lebaran tahun ini dengan memesan sejumlah kereta api baru kelas eksekutif khusus kepada ke PT Industri Kereta Api (INKA).

"Saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan akan dioperasikan menjelang arus mudik Lebaran tahun ini," ujar Manajer Pemasaran dan Angkutan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional VIII Surabaya Sujarwo di Surabaya, Minggu (3/1).

[...]

Dari sejumlah kereta api yang dipesan, lanjut Sujarwo, daerah operasional VIII Surabaya akan mendapat jatah satu unit kereta api yang kelasnya sama dengan KA Argo Bromo.

"Kami mendapat satu unit kereta api eksekutif yang kelasnya sama dengan KA Argo Bromo," ucapnya.

Kereta api baru yang belum memiliki nama tersebut diplot untuk jurusan Surabaya-Jakarta pulang pergi dan mempunyai penambahan fasilitas dibandingkan kereta eksekutif lainnya.

[...]

Sementara itu, Humas PT INKA Fathor Rosid beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengerjakan 44 kereta pesanan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran 2016.

"Ditargetkan, pemesanan 44 kereta tersebut selesai sebelum masa angkutan Lebaran tahun 2016," katanya.

Sumber artikel penuh: http://www.cnnindonesia.com/nasional/201...utif-baru/

Melihat kutipan berita di atas, yg dimaksud dengan 44 kereta sepertinya adalah 4 rangkaian Eksekutif full set (K1 + M1 + P), karena rangkaian yg baru menjalani test run beberapa hari yg lalu terdiri dari 9 K1 + 1 M1 + 1 P, total 11 kereta dalam satu rangkaian. Tapi itu baru sebatas asumsi pribadi, bisa jadi benar, bisa jadi salah.

Mengomentari postingan ente...

Untuk K3, setau ane, sudah dari tahun 50-an loh, bisa diliat dari K1 0 53 xx, K1 0 54 xx, K1 0 55 xx, K1 0 58 xx, itu dipastikan retrofit dari K3/B buatan 1950-an. Untuk K3 tertua yg masih dines saat ini adalah K3 0 64 xx, bisa ditemukan di daop I, IX, atau daop/divre lain. terus ada K3 buatan 65, 66, 76, 78, 80, 81, 85. 93, 94, 95, 96, 97, 98, 00, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09, 10, 11, 12, 13, dan 14 (K3 buatan INKA dimulai pada tahun 1985, sedangkan K3 AC sentral dimulai tahun 2010).

Untuk K2, ane masih penasaran juga kapan mulai ada, tapi kalo K2 buatan 60-an kayaknya hasil retrofit. Seri K2 yg ane tau adalah K2 64, 65, 66, 78, 80, 81, 82, 86, 91, dan 96 (K2 buatan INKA dimulai pada 1986, penasaran yg tahun 82 buatan BY apa impor).

Untuk K1, udah gak diragukan lagi kalo mulai ada sejak 1966 (seri K1 0 66 xx). Seri K1 yg ane tau adalah K1 53, 54, 55, 58, 64, 65, 66, 67, 78, 80, 81, 82, 84, 86, 93, 95, 96, 97, 98, 99, 01, 02, 08, 09, 10, 14, 15 (selain K1 seri 66, 67, 84 yg pra-1995, semuanya adalah hasil retrofit. Untuk K1 seri 93, 96, 98, 99, 01 non-Anggrek adalah retrofit INKA. Sedangkan 14 dan 15 adalah retrofit, ada yg berupa KAWIS Imperial & Priority, ada juga yg K1 biasa). Masih penasaran apa seri K1 0 86 xx itu impor apa retrofit, soalnya ada M1 juga).  Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
ada yg udah pernah nyobain new K1 0 16 nya SLO? Bisa kali review Terharu
Reply
(17-04-2016, 08:56 AM)Hendra20409 Wrote: ada yg udah pernah nyobain new K1 0 16 nya SLO? Bisa kali review Terharu

Wah, sayang sekali, ane belum kesampaian buat nyobain K1 0 16 xx, cuman bisa lihat dari luar ma megang bodinya doank... Sedih
Moga2 ntar kesampean nyobain K1 ini, amiiinnn...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
Oya, saya ada pertanyaan seputar kereta... Xie Xie

Apa benar K1 0 86 xx itu proyek percontohan pengenalan kelas dan fasilitas baru di PJKA saat itu, yaitu kelas Eksekutif (bukan K1)? Dari trit sebelah, katanya K1 0 86 xx itu hasil kerjasama antara PT INKA, PJKA, ma Garuda (saat itu). Kalo benar, apa itu bikinan baru INKA apa hasil retrofit kereta2 jadul?? Thx... Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(22-04-2016, 08:29 AM)stasiunkastephanie Wrote: Oya, saya ada pertanyaan seputar kereta... Xie Xie

Apa benar K1 0 86 xx itu proyek percontohan pengenalan kelas dan fasilitas baru di PJKA saat itu, yaitu kelas Eksekutif (bukan K1)? Dari trit sebelah, katanya K1 0 86 xx itu hasil kerjasama antara PT INKA, PJKA, ma Garuda (saat itu). Kalo benar, apa itu bikinan baru INKA apa hasil retrofit kereta2 jadul?? Thx... Bye Bye

menyinggung soal K1 0 86 **...

sewaktu diresmikan sebagai M1 Batik Sancaka, beredar kabar kalo sodaranya si M1 0 86 02 (milik Dipo YK) merupakan eks kereta Sultan... entah benar atau tidak, tapi kalo memang benar, berarti sekurang-kurangnya duo M1 0 86 01/02 merupakan hasil retrofit, bukan barang baru... sepertinya harus banyak searching lagi nih soal sejarahnya M1 0 86 01/02...

cerita lain, masih seputar unit kereta yg ada di Indonesia...

K2-96 merupakan seri K2 paling baru di Indonesia, buatan PT. INKA. hal tersebut "dikonfirmasi" dengan munculnya foto satu unit K2-96 livery biru-ijo di website PT. INKA. satu hal yg bikin saya kaget, ternyata selidik punya selidik nomor kereta yang fotonya dipajang adalah K2-96803, yang artinya "kereta kelas Bisnis, tahun mulai dinas 1996, bogie K8, nomor seri 03"...

[spoiler]

[Image: ka-bisnis-k2.jpg]
[/spoiler]

N.B.: foto sengaja di-spoiler karena ukurannya besar, 2088x1484, dan nggak ada versi lebih kecilnya di web INKA...

mengingat ke belakang, pernah suatu waktu saya melihat ke bagian sambungan kereta KP3 0 94 05 BD, di sana tertulis "ex. KP3-94803" (bukti foto menyusul, harus dicari dulu arsipnya).

yang jadi pertanyaan, apakah di era 90-an bogie K8 merupakan "standar" produk PT. INKA? karena ternyata bukan cuma K1 Argo saja yang berbogie K8, tapi juga K2, bahkan KP3 sekalipun dipasangkan bogie K8...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
(27-04-2016, 10:05 AM)d Wrote:
(22-04-2016, 08:29 AM)stasiunkastephanie Wrote: Oya, saya ada pertanyaan seputar kereta... Xie Xie

Apa benar K1 0 86 xx itu proyek percontohan pengenalan kelas dan fasilitas baru di PJKA saat itu, yaitu kelas Eksekutif (bukan K1)? Dari trit sebelah, katanya K1 0 86 xx itu hasil kerjasama antara PT INKA, PJKA, ma Garuda (saat itu). Kalo benar, apa itu bikinan baru INKA apa hasil retrofit kereta2 jadul?? Thx... Bye Bye

menyinggung soal K1 0 86 **...

sewaktu diresmikan sebagai M1 Batik Sancaka, beredar kabar kalo sodaranya si M1 0 86 02 (milik Dipo YK) merupakan eks kereta Sultan... entah benar atau tidak, tapi kalo memang benar, berarti sekurang-kurangnya duo M1 0 86 01/02 merupakan hasil retrofit, bukan barang baru... sepertinya harus banyak searching lagi nih soal sejarahnya M1 0 86 01/02...

cerita lain, masih seputar unit kereta yg ada di Indonesia...

K2-96 merupakan seri K2 paling baru di Indonesia, buatan PT. INKA. hal tersebut "dikonfirmasi" dengan munculnya foto satu unit K2-96 livery biru-ijo di website PT. INKA. satu hal yg bikin saya kaget, ternyata selidik punya selidik nomor kereta yang fotonya dipajang adalah K2-96803, yang artinya "kereta kelas Bisnis, tahun mulai dinas 1996, bogie K8, nomor seri 03"...

[spoiler]

[Image: ka-bisnis-k2.jpg]
[/spoiler]

N.B.: foto sengaja di-spoiler karena ukurannya besar, 2088x1484, dan nggak ada versi lebih kecilnya di web INKA...

mengingat ke belakang, pernah suatu waktu saya melihat ke bagian sambungan kereta KP3 0 94 05 BD, di sana tertulis "ex. KP3-94803" (bukti foto menyusul, harus dicari dulu arsipnya).

yang jadi pertanyaan, apakah di era 90-an bogie K8 merupakan "standar" produk PT. INKA? karena ternyata bukan cuma K1 Argo saja yang berbogie K8, tapi juga K2, bahkan KP3 sekalipun dipasangkan bogie K8...

Kalo masalah K1/M1 0 86 xx series, kemungkinan besar itu hasil retrofit dari kereta2 buatan 50an, soalnya itu merupakan bentuk eksperimen pengenalan kelas yg lebih tinggi dari K1 waktu itu, yaitu "eksekutif". Mungkin, saat itu daripada kereta2 tersebut mangkrak, makanya diretrofit jadi K1 0 86 xx series. Kasus serupa terjadi pada K1 0 93 xx, K1 0 96 xx, K1 0 98 xx, K1 0 99 xx, dan K1 0 01 xx non-Anggrek series, dimana semuanya hasil retrofit.

Kalo tahun 90an gak semua kereta pake bogie K8, ada juga yg pake K5, K7 juga (pengecualian K9 yg khusus tentunya), coba aja cek sejarah kereta2 buatan 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98, 99, bogie jenis apa yg pertama dipake (bisa dicek, misal K1 95*xx, tanda * menunjukkan kode bogie)... Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(27-04-2016, 08:02 PM)stasiunkastephanie Wrote: Kalo masalah K1/M1 0 86 xx series, kemungkinan besar itu hasil retrofit dari kereta2 buatan 50an, soalnya itu merupakan bentuk eksperimen pengenalan kelas yg lebih tinggi dari K1 waktu itu, yaitu "eksekutif". Mungkin, saat itu daripada kereta2 tersebut mangkrak, makanya diretrofit jadi K1 0 86 xx series. Kasus serupa terjadi pada K1 0 93 xx, K1 0 96 xx, K1 0 98 xx, K1 0 99 xx, dan K1 0 01 xx non-Anggrek series, dimana semuanya hasil retrofit.

dan diantara K1 hasil retrofit INKA, K1-96 punya ciri khas tersendiri, dengan kaca yg posisinya lebih rendah dibanding K1 Argo lainnya... bahkan dibandingkan dgn M1-96 pun kacanya lebih rendah...


[Image: 10801671_10152763504164213_7106613640662372639_n.jpg]

Sumber foto: 20 Tahun Layanan Argo

perbedaan ketinggian kacanya makin kentara karena model livery Argo dulu yg disesuaikan dengan posisi kacanya... begitu diganti dgn livery ombak atau livery kesepakatan mungkin nggak terlalu jelas perbedaan ketinggian posisi kaca K1-96 dgn K1 lain atau bahkan M1-96...

(27-04-2016, 08:02 PM)stasiunkastephanie Wrote: Kalo tahun 90an gak semua kereta pake bogie K8, ada juga yg pake K5, K7 juga (pengecualian K9 yg khusus tentunya), coba aja cek sejarah kereta2 buatan 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98, 99, bogie jenis apa yg pertama dipake (bisa dicek, misal K1 95*xx, tanda * menunjukkan kode bogie)... Bye Bye

berarti disesuaikan dgn kebutuhan ya, walaupun dari segi kenyamanan pasti ada bedanya... cuma memang agak kaget aja pas tahu ada K2 dan KP3 yg pernah pake bogie K8...

oh ya, masih soal bogie, saya kok jadi penasaran ya sama set K1-02 buatan INKA... kalo dilihat urutan nomor serinya, banyak yg bolong lho...

K1-02501 dan 02 sampe saat ini masih ada di dipo BD, nomor baru K1 0 02 01 dan 02
K1-02503 afkir tahun 2007 akibat terbakar di Cisomang saat berdinas KA Argo Gede
K1-02504 s/d 06 juga masih di dipo BD, nomor baru K1 0 02 03 s/d 05

setelah ini banyak nomor kereta yg 'hilang'... yg saya pernah tahu dan/atau lihat itu cuma K1-02508, K1-02512, K1-02515, lalu K1-02523 s/d 02542 (terbagi di tiga dipo: SLO, BD, dan SMC)... setelah itu ada juga sejumlah K1-02 yg pake bogie K8, sehingga penomorannya menjadi K1-028**...

nah setelah sistem penomoran diganti, jumlah K1-02 yg masih dinas saat pergantian nomor itu ada 41 (belum pernah denger atau lihat K1 0 02 42 dst.). nah, kalo dicocokkan dgn penomoran lama, maka prediksi saya jumlah K1-02 yg diproduksi INKA hanya ada 42, dan semuanya keluar dari pabrik di Madiun menggunakan bogie K5. nanti belakangan setelah berdinas baru ada beberapa K1-02 yg bogienya diganti dari K5 menjadi K8...

alasannya kenapa? kalo memang K1-02 ada yg keluar dari INKA pake bogie K8, maka nggak mungkin nomor seri yg berbogie K5 bisa sampe 42 (K1-02542), mestinya lebih sedikit. toh, setelah didata ulang menggunakan nomor baru, jumlah keseluruhan K1-02 cuma ada 41 (minus K1-02503 tentunya). selain itu, kok bisa ada K1-025** yg hilang, pdhal yg sudah dipastikan afkir hanya satu unit? kemungkinan K1-025** yg hilang itulah, yg sempat beredar sebagai K1-028**, karena bogienya sudah diganti...

tapi ini baru sebatas asumsi saja, karena rasanya agak aneh saja dgn penomoran K1-02, belum 15 tahun dinas kok udah banyak yg 'hilang'. mungkin kalo ada yg tahu atau bahkan punya list lengkap K1-02 bisa dishare disini...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
Hah, untuk K3? 

Apakah ini hanya bercanda?


[Image: 13532973_10201942871530648_4403484869225...e=580B5676]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)