Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Kelas 1 yang tidak memakai loko cc 206
#11
(22-03-2015, 07:18 PM)mutselcc20306bd Wrote:
(22-03-2015, 05:41 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Ada sih K1 yang ga ditarik lok CC206, tapi K1-nya di rangkaian gado-gado. Contohnya: Moleks "1" & Sancaka YK, dua kereta itu seringnya pakai lok hidung kotak daripada CC206

Tapi kenapa Ciremai sama Malabar pakai CC206? padahal kan 3 kelas?

Pemakaian lok bergantung dari ketersediaan di dipo/subdipo, bisa jadi karena di daop VI lok CC206 ada yang dipakai untuk kereta barang maka lok CC201/CC203/CC204-1st gen berdinas di kereta penumpang. *CMIIW
Sedangkan di Malabar, untuk mengarungi terjalnya medan perbukitan Parahyangan memang 'wajib' pake lok CC206 setelah CC204 hidung miring hijrah ke daratan Sumatera. 
activate javascript
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
#12
(22-03-2015, 03:24 PM)Joe_cn Wrote:
(22-03-2015, 11:40 AM)ascart6 Wrote: kalau k2/k3 yang sering pake cc206 ka apa aja ?

Kalo k-3 PSo masih jarang pake c6 kalopun ada sifatnya hanya sesekali saja....
yang k-2 dan k-3 non pso yang sering yang punyanya daop 6 sama daop 5, karena ketersediaan lok c6 di daop ini cukup banyak.... Xie Xie

yap,bogowonto,gajahwong langganan pake cc206(terutama bogowonto,kalo gawong beberapa kali terpantau pake c4/c1Big Grin)
terus ada jayabaya yang selalu pake c6,kalo dari Daop V purwojaya selalu pake c6.
ada yang bikin saya heran nih dari armada Daop V ini,yaitu jika sawunggalih utama yang full k2(KA 122/123) selalu pake lok non c6,namun di rangkaian satu lagi(dngan 1k1 sebagai KA 121/124) selalu pake c6 setiap kali saya ketemu doi,mengapa ya?Bingung
Sosmed sayaBig Grin
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606

Ingin menjadi insan yang lebih baikWek


Reply
#13
(22-03-2015, 10:17 PM)Ardhani Muhad Wrote:
(22-03-2015, 07:18 PM)mutselcc20306bd Wrote:
(22-03-2015, 05:41 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Ada sih K1 yang ga ditarik lok CC206, tapi K1-nya di rangkaian gado-gado. Contohnya: Moleks "1" & Sancaka YK, dua kereta itu seringnya pakai lok hidung kotak daripada CC206

Tapi kenapa Ciremai sama Malabar pakai CC206? padahal kan 3 kelas?

Pemakaian lok bergantung dari ketersediaan di dipo/subdipo, bisa jadi karena di daop VI lok CC206 ada yang dipakai untuk kereta barang maka lok CC201/CC203/CC204-1st gen berdinas di kereta penumpang. *CMIIW
Sedangkan di Malabar, untuk mengarungi terjalnya medan perbukitan Parahyangan memang 'wajib' pake lok CC206 setelah CC204 hidung miring hijrah ke daratan Sumatera. 
activate javascript

o begitu ya, tapi kenapa ya KA eksekutif full k1 selalu memakai cc206?, misalnya ABA selalu pakai cc206, padahal banyak C1, C3 sama C4b1 di dipo JNG, selain itu jalurnya kan tidak terlalu terjal? (cmiiw)
Reply
#14
Waktu awal-awal CC206 datang di Indonesia, lok itu dipakai untuk narik kereta barang. Seiring waktu makin banyak populasi CC206 & berkurangnya CC204 hidung miring di P.Jawa, lok CC206 mulai berdinas di kereta yang biasanya ditarik CC204. Dulu lok CC204 biasanya berdinas di kereta full K1 macem ABA, Golaw, Bima, dkk + kereta yang mendaki perbukitan Daop II*, itulah mengapa CC206 sering ditemui berdinas di kereta2 tersebut. Jadi pengalokasian CC206 memang untuk kereta barang & kereta full K1.
Tapi ndak mesti juga si puong kalo dinas kereta penumpang selalu K1. Contohnya Bogowonto, Moleks '2', Sancaka SDT, dkk yang merupakan kereta non full K1 tapi sering ditarik sama CC206. 
CMIIW
------
*catatan: dulu cuma Argo Wilis saja yang masih pake CC203 sewaktu rangkaian full K1 lainnya ditarik C206. Tapi sejak awal tahun ini CC206 udah berdinas di Argo Wilis

Untuk baca-baca tentang lokomotif CC bisa klik disini, disini, dan disini
Xie Xie 
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
#15
(22-03-2015, 11:58 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Waktu awal-awal CC206 datang di Indonesia, lok itu dipakai untuk narik kereta barang. Seiring waktu makin banyak populasi CC206 & berkurangnya CC204 hidung miring di P.Jawa, lok CC206 mulai berdinas di kereta yang biasanya ditarik CC204. Dulu lok CC204 biasanya berdinas di kereta full K1 macem ABA, Golaw, Bima, dkk + kereta yang mendaki perbukitan Daop II*, itulah mengapa CC206 sering ditemui berdinas di kereta2 tersebut. Jadi pengalokasian CC206 memang untuk kereta barang & kereta full K1.
Tapi ndak mesti juga si puong kalo dinas kereta penumpang selalu K1. Contohnya Bogowonto, Moleks '2', Sancaka SDT, dkk yang merupakan kereta non full K1 tapi sering ditarik sama CC206. 
CMIIW
------
*catatan: dulu cuma Argo Wilis saja yang masih pake CC203 sewaktu rangkaian full K1 lainnya ditarik C206. Tapi sejak awal tahun ini CC206 udah berdinas di Argo Wilis

Untuk baca-baca tentang lokomotif CC bisa klik disini, disini, dan disini
Xie Xie 

wilis kalo bawa 6 kereta (2 k1 + km + 2 k1 + pembangkit) pake 203
eh pernah sih cuma bawa 5 kereta (2 k1 + km + 1 k1 + pembangkit) Ngakak

mungkin karena rangkaiannya yang banyak, sama performa 203 yang mulai menurun dan dipake dines lokalan jadinya pake 206
Reply
#16
(22-03-2015, 10:53 PM)mutselcc20306bd Wrote:
(22-03-2015, 10:17 PM)Ardhani Muhad Wrote:
(22-03-2015, 07:18 PM)mutselcc20306bd Wrote:
(22-03-2015, 05:41 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Ada sih K1 yang ga ditarik lok CC206, tapi K1-nya di rangkaian gado-gado. Contohnya: Moleks "1" & Sancaka YK, dua kereta itu seringnya pakai lok hidung kotak daripada CC206

Tapi kenapa Ciremai sama Malabar pakai CC206? padahal kan 3 kelas?

Pemakaian lok bergantung dari ketersediaan di dipo/subdipo, bisa jadi karena di daop VI lok CC206 ada yang dipakai untuk kereta barang maka lok CC201/CC203/CC204-1st gen berdinas di kereta penumpang. *CMIIW
Sedangkan di Malabar, untuk mengarungi terjalnya medan perbukitan Parahyangan memang 'wajib' pake lok CC206 setelah CC204 hidung miring hijrah ke daratan Sumatera. 
activate javascript

o begitu ya, tapi kenapa ya KA eksekutif full k1 selalu memakai cc206?, misalnya ABA selalu pakai cc206, padahal banyak C1, C3 sama C4b1 di dipo JNG, selain itu jalurnya kan tidak terlalu terjal? (cmiiw)

bisa dibilang K1 lebih baik pakai lok yg fit n gress lah supaya kelancarka perjalanan ka bendera walaupun sih lok2 yg lain banyak yg jg masih macho Big Grin

(23-03-2015, 12:33 AM)mata.bengkak Wrote:
(22-03-2015, 11:58 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Waktu awal-awal CC206 datang di Indonesia, lok itu dipakai untuk narik kereta barang. Seiring waktu makin banyak populasi CC206 & berkurangnya CC204 hidung miring di P.Jawa, lok CC206 mulai berdinas di kereta yang biasanya ditarik CC204. Dulu lok CC204 biasanya berdinas di kereta full K1 macem ABA, Golaw, Bima, dkk + kereta yang mendaki perbukitan Daop II*, itulah mengapa CC206 sering ditemui berdinas di kereta2 tersebut. Jadi pengalokasian CC206 memang untuk kereta barang & kereta full K1.
Tapi ndak mesti juga si puong kalo dinas kereta penumpang selalu K1. Contohnya Bogowonto, Moleks '2', Sancaka SDT, dkk yang merupakan kereta non full K1 tapi sering ditarik sama CC206. 
CMIIW
------
*catatan: dulu cuma Argo Wilis saja yang masih pake CC203 sewaktu rangkaian full K1 lainnya ditarik C206. Tapi sejak awal tahun ini CC206 udah berdinas di Argo Wilis

Untuk baca-baca tentang lokomotif CC bisa klik disini, disini, dan disini
Xie Xie 

wilis kalo bawa 6 kereta (2 k1 + km + 2 k1 + pembangkit) pake 203
eh pernah sih cuma bawa 5 kereta (2 k1 + km + 1 k1 + pembangkit) Ngakak

mungkin karena rangkaiannya yang banyak, sama performa 203 yang mulai menurun dan dipake dines lokalan jadinya pake 206

iya mas dulu 2014 wilis pake C6 kali pas bawa kawis aja yg otomatis menambah jml rangkaian kalo pas ga ada yg nyewa ya dgn gagahnya C3 narik raja selatan Big Grin
Reply
#17
Jumat tgl 13/3 lalu Argo Wilis masuk Bandung sekitar jam 18.55 masih memakai C3.
Beberapa hari sebelumnya lupa tanggalnya Wilis BD-SGU juga masih ditarik sama C3.
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply
#18
terus kenapa pangrango sering ditarik cc206,padahal kan cuma bawa 5-6 kereta ?
Reply
#19
(23-03-2015, 08:51 AM)ascart6 Wrote:
terus kenapa pangrango sering ditarik cc206,padahal kan cuma bawa 5-6 kereta ?

ente gak tahu apa gan terjalnya jalur bogor-sukabumi-cianjur??
makanya, wajar sih kalau cuma max bawa 7 kereta atau bahkan 8 GD untuk kereta aqua Big Grin


dan SILIRANGO wajib pake 206 Sad
Reply
#20
cc206 ini kan dipesan buat kereta barang, waktu itu kan udh bener c1, c3 ama c4 buat ka penumpang, sementara c6 buat ka barang saja, tapi c4b2 malah dipindah ke divre3, padahal kan di sana udah ada c5 yang superkuat?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)