Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
(24-02-2015, 04:09 AM)panji084 Wrote: [spoiler]JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah beberapa bulan terakhir, Putri (26) memanfaatkan stasiun untuk bertemu dengan Fika (28), kawan sekantornya. Gerai makanan di Stasiun Manggarai menjadi meeting point. Dengan KRL dari dua arah yang berbeda, mereka dengan mudah menjangkau lokasi ini sebelum ke kantor.

”Bertemu di stasiun ini menyenangkan. Stasiun sudah nyaman. Kalau dengan KRL, tidak macet sampai ke tujuan. Sayangnya, jadwal KRL masih suka telat,” ujar Putri.

Dari rumahnya di Bekasi, Putri butuh waktu 2 jam untuk mencapai Jakarta pada jam sibuk. Pun dia harus menanggung BBM dan kelelahan jika bersepeda motor. Karena itu, sejak 2013, dia memilih memakai KRL. Beberapa kali dia juga bertemu klien di stasiun.

Adapun Fika baru tiga bulan terakhir menggunakan KRL untuk ke kantor. ”Saya diajak Putri untuk pakai KRL ke kantor. Ternyata memang lebih nyaman,” kata warga Tangerang ini.

Vini (27), karyawan swasta di Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, juga beberapa kali bertemu kawan di salah satu gerai minuman di Stasiun Manggarai.

”Saya pakai KRL dari Pondok Ranji, lalu nyambung kereta ke Manggarai. Kawan saya dari Depok langsung sampai Manggarai,” katanya.

Dengan gerai modern yang memiliki meja-kursi, mereka bisa tenang mendiskusikan rencana pembuatan buku. Tidak ada batasan waktu menempati meja-kursi, asalkan membeli produk di gerai itu. Fasilitas isi ulang baterai ponsel atau komputer (•︡益︠•) juga disediakan di banyak gerai.

Untuk menikmati makanan atau minuman, sedikitnya pengunjung merogoh kocek Rp 9.000. Ada juga segelas kopi seharga Rp 30.000.



Diburu

Senior Manager Unit Pengusahaan Aset PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta Myrna Fitria membenarkan adanya perubahan wajah stasiun. Wajah stasiun yang beberapa tahun silam kumuh, kini segar dan modern.

”Beberapa stasiun menjadi tempat pertemuan orang karena banyak stasiun kami berada di tengah kota atau di tengah pusat bisnis,” katanya.

Strategisnya lokasi seperti di Stasiun Manggarai dan Sudirman, gerai yang disewakan sudah terisi semua. Gerai yang tersedia di Stasiun Jatinegara sudah terisi 99 persen, di Jakarta Kota 80 persen, dan di Juanda 60 persen. Harga sewa berbeda-beda di setiap stasiun. Di Stasiun Juanda, misalnya, harga sewa dipatok Rp 650.000 per meter persegi per bulan.

Stasiun yang merupakan bangunan cagar budaya tetap diminati meskipun persyaratan untuk menggunakan ruangan di stasiun ini cukup ketat. ”Ada syarat yang kami tetapkan. Sejauh ini, penyewa bersedia,” kata Manajer Museum Management PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sapto Hartoyo.

Manajer Marketing Communication and CSR Starbucks Indonesia Yuti Resani mengatakan, tiga stasiun yang dilengkapi gerai Starbucks, yakni di Jakarta Kota, Manggarai, dan Sudirman. ”Ketiganya dibuka pada 2014,” ujarnya.

Pemilihan stasiun, menurut Yuti, tidak lepas dari prediksi pemilik Starbucks Indonesia yang melihat stasiun sebagai masa depan transportasi di Jakarta. ”Sekarang saja banyak orang yang memilih KRL untuk moda transportasinya,” katanya.


Kelas menengah

Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, MH Yudhistira, melihat perubahan wajah stasiun merupakan bagian dari upaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menjadikan stasiun nyaman untuk masyarakat kelas menengah.

”Stasiun yang nyaman mendorong orang Bodetabek meninggalkan kendaraan pribadi di tempat parkir stasiun, ke Jakarta dengan KRL,” ujarnya.

Masyarakat kelas menengah ini juga berdaya beli untuk mengonsumsi tawaran makanan di gerai-gerai stasiun. Upaya ini turut mengurangi kepadatan lalu lintas di jalanan karena orang tidak perlu keluar stasiun untuk saling bertemu dan beraktivitas.

Namun, Yudhistira melihat, manajemen stasiun belum memberikan ruang bagi pedagang kaki lima.

Myrna mengatakan, pihaknya membuka tangan untuk semua pihak yang ingin menggunakan ruangan di stasiun sejauh mematuhi persyaratan.

”Ada beberapa usaha kecil menengah yang sudah membuka gerai di stasiun antara lain di Stasiun Bogor dan Gambir,” katanya. (ART)[/spoiler]

Source: http://megapolitan.kompas.com/read/2015/...abodetabek

*Ternyata bukan cuma buyer & seller kaskus doank yg COD an di stasiun... Big Grin

Wacana semacam ini rasanya perlu ane dukung, tapi gak cuman di Jabodetabek aja yg perlu diberlakukan begini, di kota2 lain sepertinya juga perlu stasiun dijadikan meeting point bagi karyawan, bos, pengusaha, pebisnis, pedagang, pembeli, customer, deelel. Big Grin Malah di luar negeri, terutama negara maju, banyak stasiun yg terutama berdekatan dg pusat bisnis, dijadikan meeting point semacam itu. Itung2 sekaligus memasyarakatkan angkutan massal, terutama KRL, KA deelel.  Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(21-02-2015, 07:30 PM)CC20606 Wrote: ^^mending cl sekalian berhenti GMR lagi deh,daripada cuma blb naikin pejabat?
kalo sampe pake klb kemungkinan ganggu perka sangat besar,wong kalo Argo Galon kesiangan atau pangrango langsir aja antriannya Pasrah Aja Dah petak BOO-CLT aja bisa 3 keretaBethe

Quote:
Bisnis.com, JAKARTA- Setelah Presiden Joko Widodo berkantor di Istana Kepresidenan Bogor otomatis mobilitas Menteri Kabinet Kerja semakin meningkat. Terutama ketika sidang kabinet paripurna, setidaknya 34 Menteri lengkap dengan pengawalan meluncur ke Bogor. Artinya ada sekitar 68 mobil pejabat masuk wilayah Kota Bogor yang tentu saja biaya akan membengkak.
Seskab Andi Widjajanto mengatakan untuk menghemat waktu dan biaya sedang dikaji penggunaan Kereta Rel Listrik dari Gambir sampai Stasiun Bogor untuk para Menteri. Dari Stasiun Bogor, mereka jalan kaki menuju Istana Kepresidenan.


"Kami sedang mengkaji pakai KRL dari Gambir," katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (18/2/2015).


Kereta ini dipesan khusus satu gerbong tanpa berhenti di setiap stasiun. Namun Andi menegaskan hal itu masih dikaji secara teknis apakah lebih efisien atau tidak. Presiden sejak awal pekan ini sudah tinggal dan berkantor di Bogor. Selanjutnya pihak Istana akan melihat pola yang akan dikehendaki Presiden. Andi pun juga sudah ikut menginap di Bogor jika sewaktu-waktu dipanggil Presiden bisa langsung menghadap. 


Pertinyiinnyi jika tidak berhenti di setiap stasiun kenapa cuma pesen satu gerbong aja? salah ketik atau salah kutip
Bingung
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
Ya udah nanti CL 1 rangkaian aja disewa full seperti Pakuan ekspress... kalau dibilang serakah sih iya Ngakak
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
(21-02-2015, 07:30 PM)CC20606 Wrote: ^^mending cl sekalian berhenti GMR lagi deh,daripada cuma blb naikin pejabat?
kalo sampe pake klb kemungkinan ganggu perka sangat besar,wong kalo Argo Galon kesiangan atau pangrango langsir aja antriannya Pasrah Aja Dah petak BOO-CLT aja bisa 3 keretaBethe
Sayangnya tmp di mana pr pejabat LN bernaung rata2 lbh deketan di Gambir... pilihan ke2 yah di st Sudirman.... Pasrah Aja Dah dan kedua stasiun tsb menjadi tmp bernaungnya rangkaian KA padat Gapeka-nya... Sudirman gak punya spoor belok sayangnya...

Reply
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
Ternyata apa yang dikatakan masinis melalui pengeras suaranya di KRL Commuter Line tadi (18/3) bener adanya...
Jumat, 27/02/2015 19:12 WIB

Pengumuman! Per 1 April Tarif KRL Tak Lagi Berdasar Stasiun, Tapi Jarak

Feby Dwi Sutianto - detikNews
Jakarta - Pemerintah mengubah perhitungan tarif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek dari sistem berbasis perhitungan jumlah stasiun yang dilewati menjadi berbasis jarak. Konsekuensinya bakal ada banyak rute KRL yang tarifnya turun, namun ada juga yang tarifnya naik. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan No 17 Tahun 2015 yang mengatur soal penyesuaian tarif KRL berdasarkan jarak. Sistem tarif baru ini akan berlaku efektif 1 April 2015. "Formula tarif Jabodetabek. Selama ini bayar per jumlah stasiun. 5 stasiun pertama, kemudian 3 stasiun berikutnya. Di Permen yang baru kita kembalikan perhitungan Jabodetabek tetap pakai jarak. Saya jalan berapa kilometer," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan saat acara sosialisasi Permen No 17 Tahun 2015 di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Di dalam perhitungan terbaru, tarif KRL untuk 1 sampai 25 Km pertama dikenakan tarif Rp 2.000. Selanjutnya untuk tiap 10 Km berikutnya dikenakan tarif Rp 1.000. Tujuannya untuk memberi keadilan bagi pengguna jasa. Untuk perbandingan saja, KRL rute Maja-Tanah Abang dengan perhitungan lama dikenakan tarif Rp 4.000 sedangkan Bogor-Jakarta Kota dikenakan tarif Rp 5.000 meskipun dua rute tersebut memiliki jarak serupa Hal ini terjadi karena perbedaan jumlah stasiun antara kedua jurusan KRL tersebut. Jumlah stasiun rute Bogor-Jakarta Kota sebanyak 26 stasiun sedangkan rute Maja-Tanah Abang hanya 16 stasiun.

Dengan perhitungan memakai jarak, maka banyak tarif rute KRL yang turun seperti KRL rute Serpong Tanah-Abang yang akan turun dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.000 untuk sekali jalan atau turun 20%. "Kita coba sesuaikan dengan jarak. Yang lama hitung jumlah stasiun. Memang ada yang naik tarif seperti koridor arah ke barat (Maja-Tanah Abang)," jelasnya.

Tarif baru ini berlaku efektif mulai 1 April 2015. Dengan perhitungan baru ini, tarif KRL ada yang naik dan turun. Penurunan tarif tertinggi terjadi sebesar Rp 1.500 untuk rute Cakung-Jakarta Kota sedangkan kenaikan tarif tertinggi sebesar Rp 4.000 untuk rute Bogor-Maja (transit di Tanah Abang).


(feb/nwk)

http://news.detik.com/read/2015/02/27/19...tapi-jarak

Jadi silahkan teman2 hitung aja sendiri total dr stasiun A ke stasiun B brapa km.... Tersenyuum KAlo perlu sih harapan aku terdaftar nama2 stasiun dengan perhitungan tarifnya juga... Jadi pengguna KRL Commuter Line gak repot ngitung pake kalkulator jd brapa Rp nih ke stasiun yg gw tuju....

Reply
Hemmh, ada berita KA anjlok lagi nih.. Sad

Quote:KA Probowangi Anjlok di Surabaya

Itong Suyanto - 18 Maret 2015 01:53 wib

Metrotvnews.com, Surabaya: Kereta Api Probowangi anjlok beberapa ratus meter dari Stasiun Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/3/2015) malam. Kereta yang berangkat dari Stasiun Banyuwangi pukul 13.30 WIB itu semestinya tiba pukul 21.30 WIB. Sayangnya, di jam yang sama, kereta justru anjlok tepatnya di kawasan Jalan Ahmad Yani.

Seorang saksi mata, Nurjanah, mengaku mendengar bunyi gemuruh saat kereta melintasi palang pintu di kawasan Jalan Ahmad Yani. Ia sempat melihat asap dan percikan api dari bagian depan kereta. Asap dan api baru hilang saat kereta berhenti.

Penumpang yang panik akhirnya turun dari kereta. Tak berselang lama, mereka memilih melanjutkan perjalanan dengan taxi ataupun kendaraan umum lainnya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops 8 soal peristiwa ini. Akibat peristiwa ini sejumlah keberangkatan kereta api terganggu.
(OJE )

sumber
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
(18-03-2015, 05:41 PM)Dana Komuter Wrote: Ternyata apa yang dikatakan masinis melalui pengeras suaranya di KRL Commuter Line tadi (18/3) bener adanya...
Jumat, 27/02/2015 19:12 WIB

Pengumuman! Per 1 April Tarif KRL Tak Lagi Berdasar Stasiun, Tapi Jarak

Feby Dwi Sutianto - detikNews
Jakarta - Pemerintah mengubah perhitungan tarif tiket KRL Commuter Line Jabodetabek dari sistem berbasis perhitungan jumlah stasiun yang dilewati menjadi berbasis jarak. Konsekuensinya bakal ada banyak rute KRL yang tarifnya turun, namun ada juga yang tarifnya naik. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan No 17 Tahun 2015 yang mengatur soal penyesuaian tarif KRL berdasarkan jarak. Sistem tarif baru ini akan berlaku efektif 1 April 2015. "Formula tarif Jabodetabek. Selama ini bayar per jumlah stasiun. 5 stasiun pertama, kemudian 3 stasiun berikutnya. Di Permen yang baru kita kembalikan perhitungan Jabodetabek tetap pakai jarak. Saya jalan berapa kilometer," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan saat acara sosialisasi Permen No 17 Tahun 2015 di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Di dalam perhitungan terbaru, tarif KRL untuk 1 sampai 25 Km pertama dikenakan tarif Rp 2.000. Selanjutnya untuk tiap 10 Km berikutnya dikenakan tarif Rp 1.000. Tujuannya untuk memberi keadilan bagi pengguna jasa. Untuk perbandingan saja, KRL rute Maja-Tanah Abang dengan perhitungan lama dikenakan tarif Rp 4.000 sedangkan Bogor-Jakarta Kota dikenakan tarif Rp 5.000 meskipun dua rute tersebut memiliki jarak serupa Hal ini terjadi karena perbedaan jumlah stasiun antara kedua jurusan KRL tersebut. Jumlah stasiun rute Bogor-Jakarta Kota sebanyak 26 stasiun sedangkan rute Maja-Tanah Abang hanya 16 stasiun.

Dengan perhitungan memakai jarak, maka banyak tarif rute KRL yang turun seperti KRL rute Serpong Tanah-Abang yang akan turun dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.000 untuk sekali jalan atau turun 20%. "Kita coba sesuaikan dengan jarak. Yang lama hitung jumlah stasiun. Memang ada yang naik tarif seperti koridor arah ke barat (Maja-Tanah Abang)," jelasnya.

Tarif baru ini berlaku efektif mulai 1 April 2015. Dengan perhitungan baru ini, tarif KRL ada yang naik dan turun. Penurunan tarif tertinggi terjadi sebesar Rp 1.500 untuk rute Cakung-Jakarta Kota sedangkan kenaikan tarif tertinggi sebesar Rp 4.000 untuk rute Bogor-Maja (transit di Tanah Abang).


(feb/nwk)

http://news.detik.com/read/2015/02/27/19...tapi-jarak

Jadi silahkan teman2 hitung aja sendiri total dr stasiun A ke stasiun B brapa km.... Tersenyuum KAlo perlu sih harapan aku terdaftar nama2 stasiun dengan perhitungan tarifnya juga... Jadi pengguna KRL Commuter Line gak repot ngitung pake kalkulator jd brapa Rp nih ke stasiun yg gw tuju....

infonya udah lama, kalo ga salah setelah penetapan PSO di gapeka 2015 *cmiiw

cek di http://www.krl.co.id/

kalo mau dipasang dalam bentuk banner di setiap stasiun pasti kegedean atau mungkin diinfokan dalam bentuk papan tulis gitu Bingung  
 
Reply
Yang jelas, di stasiun stasiun, sudah ada banner berisi tarif berdasar jarak dan peta jarak stasiun...

[Image: SsqiV4o.jpg]
Reply
dalam bentuk papan tulis...
sekarang hampir tiap hari saya bolak-balik SUD-SRP
selalu lihat papan tulis dengan daftar tarif dan jarak untuk semua stasiun jangkauan commuter
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)