Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sta. Malang Kota Baru
(07-10-2014, 04:34 PM)triez_RF Cirebon Wrote: mau sedikit cerita nih.
kemarin, 05 oktober 2014 moto-moto didalam area stasiun MLK, ketika naik PENATARAN EKSPRESS yang ane naekin berhenti. terus ane diteriakin sama PKD dari jauh.
hadeuh, payah sekali. padahal distasiun sebelahnya, ML foto-foto sampe capek ajah gak masalah.
sebegitu kah kelakuan PKD MLK?

untungnya gw gak ngerti apa yang dibilang itu PKD. soalnya teriaknya pake bahasa jawa sih.

Kalo pake kamera DSLR sering kena tegur. Camdig agak aman.. HP lebih aman..
Saya sering nya pake HP, lebih aman mas..

[spoiler]
[Image: 2A0E0F85-0CE8-4CB9-8976-EA01D8F84FBA_1.jpg]
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: BE387B8B-D4EE-4421-B0C0-DF9DF9D1654A_1.jpg]
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: 7591742E-6E3F-436F-BB12-EB44C585AA13_1.jpg]
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: E0777400-32FC-4CC7-B0CE-723A7D92D5E1.jpg]
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: 74F38A7A-A193-49CD-BA27-3278E6F04416_1.jpg]
[/spoiler]

[spoiler]
[Image: D65294D2-A02F-4825-BFB5-B2630D8025D7.jpg]


Endingnya nunggu MM buat pulang ke rumah..[/spoiler]
Reply
(08-10-2014, 07:57 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(07-10-2014, 04:34 PM)triez_RF Cirebon Wrote: mau sedikit cerita nih.
kemarin, 05 oktober 2014 moto-moto didalam area stasiun MLK, ketika naik PENATARAN EKSPRESS yang ane taekin berhenti. terus ane diteriakin sama PKD dari jauh.
hadeuh, payah sekali. padahal distasiun sebelahnya, ML foto-foto sampe capek ajah gak masalah.
sebegitu kah kelakuan PKD MLK? Bethe

untungnya gw gak ngerti apa yang dibilang itu PKD. soalnya teriaknya pake bahasa jawa sih. Ngakak

Ah gak juga. Biarpun PKD di ML kesannya "membiarkan" kita buat foto2 semaunya, tapi ati2 kalo ketemu petugas berseragam putih (PT Sepur). Tapi untung gw punya trik, yaitu pura2 ngerekam video, padahal sebenernya lagi foto2, nah suara HPnya disilent dulu sebelum foto2...Ngeledek


[Image: P1130030-PANO.jpg]
petugas berseragam putih (PT Sepur) di pojok kanan saya. ^^

kalo dilarang foto sama PKD & Polsus ---> udah sering. Ngiler
Kalo ketangkap basah sama petugas berseragam putih (PT Sepur) ---> baru pertama kali di stasiun Merak. ditanyain macem-macem, KTP di foto buat arsip, terus di ijinin deh foto-foto lagi. Ngakak

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
Sepertinya Sta. Malang Kota Baru perlu penataan lagi nih, khususnya masalah parkir. Waktu saya mau naik KA 99, turun dari kendaraan saya mbatin, ni mana yang jalan mana yang halaman stasiun? kok nyaris ga ada batasnya. Barusan ngrasani udah ada kejadian, mobil yang baru aja nganter mengklakson berkali-kali agar mobil didepannya segera maju. Udah kesekian kalinya mengklakson tapi mobil yang didepannya ga pula beranjak. Ya iyalah, lha wong di mobil yang didepan itu ternyata parkir & ditinggal sopirnya.
 Jedotin




Omong-omong soal buah tangan, yang mau beli buah tangan semacam keripik buah di stasiun ini mending pikir-pikir dulu deh. Salah satu kios di sta.ML menjual paketan keripik buah, satu paket yang berisi kira-kira 6 kemasan ukuran sedang yang dijual Rp.30an ribu per paketnya. Harga segitu jelas sangat menggoda 'iman', apalagi keripik buah nangka per 200 gr dijual Rp.20rb di toko oleh-oleh. Beli kayak gituan ibarat beli kucing didalam karung, penumpang satu kereta sama saya jadi korbannya. Setelah kemasan keripik nangka dibuka ternyata volumenya cuma setara segenggam tangan anak kecil, itupun dioplos sama keripik apel, busyet menang banyak tu yang jual
 Bethe
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
(06-02-2015, 05:43 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Sepertinya Sta. Malang Kota Baru perlu penataan lagi nih, khususnya masalah parkir. Waktu saya mau naik KA 99, turun dari kendaraan saya mbatin, ni mana yang jalan mana yang halaman stasiun? kok nyaris ga ada batasnya. Barusan ngrasani udah ada kejadian, mobil yang baru aja nganter mengklakson berkali-kali agar mobil didepannya segera maju. Udah kesekian kalinya mengklakson tapi mobil yang didepannya ga pula beranjak. Ya iyalah, lha wong di mobil yang didepan itu ternyata parkir & ditinggal sopirnya.
 Jedotin




Omong-omong soal buah tangan, yang mau beli buah tangan semacam keripik buah di stasiun ini mending pikir-pikir dulu deh. Salah satu kios di sta.ML menjual paketan keripik buah, satu paket yang berisi kira-kira 6 kemasan ukuran sedang yang dijual Rp.30an ribu per paketnya. Harga segitu jelas sangat menggoda 'iman', apalagi keripik buah nangka per 200 gr dijual Rp.20rb di toko oleh-oleh. Beli kayak gituan ibarat beli kucing didalam karung, penumpang satu kereta sama saya jadi korbannya. Setelah kemasan keripik nangka dibuka ternyata volumenya cuma setara segenggam tangan anak kecil, itupun dioplos sama keripik apel, busyet menang banyak tu yang jual
 Bethe

Fyi mas, untuk masalah parkir memang sudah jadi cerita lama. Dulu memang Stasiun ML tidak ada masalah berarti dengan parkir. Itu terjadi dalam kurun waktu 2006 kebawah. Waktu Stasiun ML hanya melayani pemberangkatan KA Penataran/Tumapel, Gajayana dan Matarmaja. Sekarang Stasiun ML sudah bukan lagi kayak dulu, pemberangkatan KA bertambah yakni Malabar, 2x Malioboro, Majapahit, Jayabaya, dan Bima. Untuk masalah ini sudah ada solusinya, proyek rehabilitasi stasiun ML, khususnya pembangunan sisi timur stasiun (Jl Panglima Sudirman) yang akan memakan biaya ratusan milyar rupiah. Beberapa rumah di sisi timur stasiun sudah dibebaskan.

Kalau urusan oleh-oleh mending jangan beli di stasiun mas. Ini berlaku buat temen2 yang lain. Selain menghindari praktek tercela diatas juga ada pusat oleh-oleh keripik di Kota Malang yang terkenal, yakni Jalan Sanan. Disana pusatnya keripik buah, sayur, tempe, jamur, dll(yang paling terkenal keripik tempenya). Toko oleh2 disana banyak, harga bersaing. Kalau mau cari minuman apel khas Agrowisata Batu juga ada, brownies tempe, dan cemilan legendaris lokal juga ada. Bisa naik angkot/mikrolet AMG dan AT arah Arjosari. Keripik buah lainnya ada di arah Dinoyo, Landungsari hingga Batu(Pasar Batu, Selecta, Songgoriti, Beji, dll).

Kalau saya biasa belinya di sini http://www.wisatakuliner.com/kuliner/pus...-jaya.html
Reply
(07-02-2015, 09:50 AM)oke_sr Wrote:
(06-02-2015, 05:43 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Sepertinya Sta. Malang Kota Baru perlu penataan lagi nih, khususnya masalah parkir. Waktu saya mau naik KA 99, turun dari kendaraan saya mbatin, ni mana yang jalan mana yang halaman stasiun? kok nyaris ga ada batasnya. Barusan ngrasani udah ada kejadian, mobil yang baru aja nganter mengklakson berkali-kali agar mobil didepannya segera maju. Udah kesekian kalinya mengklakson tapi mobil yang didepannya ga pula beranjak. Ya iyalah, lha wong di mobil yang didepan itu ternyata parkir & ditinggal sopirnya.
 Jedotin




Omong-omong soal buah tangan, yang mau beli buah tangan semacam keripik buah di stasiun ini mending pikir-pikir dulu deh. Salah satu kios di sta.ML menjual paketan keripik buah, satu paket yang berisi kira-kira 6 kemasan ukuran sedang yang dijual Rp.30an ribu per paketnya. Harga segitu jelas sangat menggoda 'iman', apalagi keripik buah nangka per 200 gr dijual Rp.20rb di toko oleh-oleh. Beli kayak gituan ibarat beli kucing didalam karung, penumpang satu kereta sama saya jadi korbannya. Setelah kemasan keripik nangka dibuka ternyata volumenya cuma setara segenggam tangan anak kecil, itupun dioplos sama keripik apel, busyet menang banyak tu yang jual
 Bethe

Fyi mas, untuk masalah parkir memang sudah jadi cerita lama. Dulu memang Stasiun ML tidak ada masalah berarti dengan parkir. Itu terjadi dalam kurun waktu 2006 kebawah. Waktu Stasiun ML hanya melayani pemberangkatan KA Penataran/Tumapel, Gajayana dan Matarmaja. Sekarang Stasiun ML sudah bukan lagi kayak dulu, pemberangkatan KA bertambah yakni Malabar, 2x Malioboro, Majapahit, Jayabaya, dan Bima. Untuk masalah ini sudah ada solusinya, proyek rehabilitasi stasiun ML, khususnya pembangunan sisi timur stasiun (Jl Panglima Sudirman) yang akan memakan biaya ratusan milyar rupiah. Beberapa rumah di sisi timur stasiun sudah dibebaskan.

Kalau urusan oleh-oleh mending jangan beli di stasiun mas. Ini berlaku buat temen2 yang lain. Selain menghindari praktek tercela diatas juga ada pusat oleh-oleh keripik di Kota Malang yang terkenal, yakni Jalan Sanan. Disana pusatnya keripik buah, sayur, tempe, jamur, dll(yang paling terkenal keripik tempenya). Toko oleh2 disana banyak, harga bersaing. Kalau mau cari minuman apel khas Agrowisata Batu juga ada, brownies tempe, dan cemilan legendaris lokal juga ada. Bisa naik angkot/mikrolet AMG dan AT arah Arjosari. Keripik buah lainnya ada di arah Dinoyo, Landungsari hingga Batu(Pasar Batu, Selecta, Songgoriti, Beji, dll).

Kalau saya biasa belinya di sini http://www.wisatakuliner.com/kuliner/pus...-jaya.html

Menambahkan cerita lagi...
Kayaknya desain sta. ML ini emang sebenarnya direncanakan cuman buat sedikit KA, makanya layoutnya kayak gitu. Nah, waktu KA cuman ada Penataran-Dhoho-Tumapel, Gajayana, Matarmaja, ma Tawang Alun, desain stasiun yg begitu (bangunan, jalur, emplasemen, sepur simpan, parkiran) mungkin gak jadi masalah. Dan emang benar, tahun 2006 ke bawah Malang masih sepi2nya. Mulai rame2nya Malang itu tahun 2007 ke sini. Karena ada lumpur Lapindo, orang2 banyak yg agak males PP Surabaya-Malang, makanya orang lebih memlih menetap & kerja di Malang daripada PP (apalagi pertumbuhan kota Surabaya yg makin pesat, jadi sebagian orang memilih tinggal di Malang, soalnya masih sepi). Nah, mulai 2010 ke atas, mulai banyak bermunculan KA ke ML, diantaranya:
  1. Malabar (ML-BD PP), April 2010.
  2. Majapahit (ML-PSE PP), Juli 2011, sebelumnya bernama Senja Singosari dg full K2, mulai September 2012 berganti menjadi Majapahit dg full K3 AC Kemenhub.
  3. Malioboro Ekspres (ML-YK PP), September 2012, sejak 23 Januari 2015 menjadi 2x sehari mirip Lodaya.
  4. Bima (ML-SGU-GMR PP), Februari 2014, sebelumhya hanya melayani rute SGU-GMR PP, sejak Februari 2014 diperpanjang ke ML.
  5. Jayabaya (ML-SGU-SBI-PSE), Oktober 2014.
  6. Ditambah KA2 yg sudah beroperasi lebih dulu di ML, seperti Penataran-Dhoho/Tumapel (SB-ML-BL-BRN/SKM-SB), Gajayana (ML-GMR PP), Matarmaja (ML-PSE PP), dan Tawang Alun (MLK-BW PP).
Dari situ sudah bisa dilihat bahwa sepur ke ML makin banyak sehingga sepur simpan di ML sudah gak cukup lagi menampung semua KA (terutama KA malam) yg parkir di ML.Dan ini juga berimbas parkir kendaraan bermotor di ML yg makin penuh. Jadi, solusi untuk masalah ini adalah selain revitalisasi ML, juga perlu ada pemindahan keberangkatan & kedatangan KA PSO menjadi dari/ke MLK, sedangkan ML hanya melayani pemberangkatan KA2 komersil (jadi kasusnya kayak Bandung di mana pemberangkatan KA komersil dipusatkan di BD, sedangkan KA PSO dipusatkan di KAC). Untuk angkutan masal, perlu dijalankan lagi KA komuter di Malang Raya, mengingat kemacetan di Malang Raya makin gak karuan, terutama Lawang-Malang. Rangkaiannya bisa pake model KRD Bandung Raya (K3, KP3, loko - mungkin namanya jadi KRD Malang Raya kali yak... Ngikik ) Semoga pihak yg berwenang membaca & memiliki solusi untuk mengatasi kesemrawutan stasiun ML ini...  Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(07-02-2015, 09:40 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(07-02-2015, 09:50 AM)oke_sr Wrote:
(06-02-2015, 05:43 PM)Ardhani Muhad Wrote:
Sepertinya Sta. Malang Kota Baru perlu penataan lagi nih, khususnya masalah parkir. Waktu saya mau naik KA 99, turun dari kendaraan saya mbatin, ni mana yang jalan mana yang halaman stasiun? kok nyaris ga ada batasnya. Barusan ngrasani udah ada kejadian, mobil yang baru aja nganter mengklakson berkali-kali agar mobil didepannya segera maju. Udah kesekian kalinya mengklakson tapi mobil yang didepannya ga pula beranjak. Ya iyalah, lha wong di mobil yang didepan itu ternyata parkir & ditinggal sopirnya.
 Jedotin




Omong-omong soal buah tangan, yang mau beli buah tangan semacam keripik buah di stasiun ini mending pikir-pikir dulu deh. Salah satu kios di sta.ML menjual paketan keripik buah, satu paket yang berisi kira-kira 6 kemasan ukuran sedang yang dijual Rp.30an ribu per paketnya. Harga segitu jelas sangat menggoda 'iman', apalagi keripik buah nangka per 200 gr dijual Rp.20rb di toko oleh-oleh. Beli kayak gituan ibarat beli kucing didalam karung, penumpang satu kereta sama saya jadi korbannya. Setelah kemasan keripik nangka dibuka ternyata volumenya cuma setara segenggam tangan anak kecil, itupun dioplos sama keripik apel, busyet menang banyak tu yang jual
 Bethe

Fyi mas, untuk masalah parkir memang sudah jadi cerita lama. Dulu memang Stasiun ML tidak ada masalah berarti dengan parkir. Itu terjadi dalam kurun waktu 2006 kebawah. Waktu Stasiun ML hanya melayani pemberangkatan KA Penataran/Tumapel, Gajayana dan Matarmaja. Sekarang Stasiun ML sudah bukan lagi kayak dulu, pemberangkatan KA bertambah yakni Malabar, 2x Malioboro, Majapahit, Jayabaya, dan Bima. Untuk masalah ini sudah ada solusinya, proyek rehabilitasi stasiun ML, khususnya pembangunan sisi timur stasiun (Jl Panglima Sudirman) yang akan memakan biaya ratusan milyar rupiah. Beberapa rumah di sisi timur stasiun sudah dibebaskan.

Kalau urusan oleh-oleh mending jangan beli di stasiun mas. Ini berlaku buat temen2 yang lain. Selain menghindari praktek tercela diatas juga ada pusat oleh-oleh keripik di Kota Malang yang terkenal, yakni Jalan Sanan. Disana pusatnya keripik buah, sayur, tempe, jamur, dll(yang paling terkenal keripik tempenya). Toko oleh2 disana banyak, harga bersaing. Kalau mau cari minuman apel khas Agrowisata Batu juga ada, brownies tempe, dan cemilan legendaris lokal juga ada. Bisa naik angkot/mikrolet AMG dan AT arah Arjosari. Keripik buah lainnya ada di arah Dinoyo, Landungsari hingga Batu(Pasar Batu, Selecta, Songgoriti, Beji, dll).

Kalau saya biasa belinya di sini http://www.wisatakuliner.com/kuliner/pus...-jaya.html

Menambahkan cerita lagi...
Kayaknya desain sta. ML ini emang sebenarnya direncanakan cuman buat sedikit KA, makanya layoutnya kayak gitu. Nah, waktu KA cuman ada Penataran-Dhoho-Tumapel, Gajayana, Matarmaja, ma Tawang Alun, desain stasiun yg begitu (bangunan, jalur, emplasemen, sepur simpan, parkiran) mungkin gak jadi masalah. Dan emang benar, tahun 2006 ke bawah Malang masih sepi2nya. Mulai rame2nya Malang itu tahun 2007 ke sini. Karena ada lumpur Lapindo, orang2 banyak yg agak males PP Surabaya-Malang, makanya orang lebih memlih menetap & kerja di Malang daripada PP (apalagi pertumbuhan kota Surabaya yg makin pesat, jadi sebagian orang memilih tinggal di Malang, soalnya masih sepi). Nah, mulai 2010 ke atas, mulai banyak bermunculan KA ke ML, diantaranya:
  1. Malabar (ML-BD PP), April 2010.
  2. Majapahit (ML-PSE PP), Juli 2011, sebelumnya bernama Senja Singosari dg full K2, mulai September 2012 berganti menjadi Majapahit dg full K3 AC Kemenhub.
  3. Malioboro Ekspres (ML-YK PP), September 2012, sejak 23 Januari 2015 menjadi 2x sehari mirip Lodaya.
  4. Bima (ML-SGU-GMR PP), Februari 2014, sebelumhya hanya melayani rute SGU-GMR PP, sejak Februari 2014 diperpanjang ke ML.
  5. Jayabaya (ML-SGU-SBI-PSE), Oktober 2014.
  6. Ditambah KA2 yg sudah beroperasi lebih dulu di ML, seperti Penataran-Dhoho/Tumapel (SB-ML-BL-BRN/SKM-SB), Gajayana (ML-GMR PP), Matarmaja (ML-PSE PP), dan Tawang Alun (MLK-BW PP).
Dari situ sudah bisa dilihat bahwa sepur ke ML makin banyak sehingga sepur simpan di ML sudah gak cukup lagi menampung semua KA (terutama KA malam) yg parkir di ML.Dan ini juga berimbas parkir kendaraan bermotor di ML yg makin penuh. Jadi, solusi untuk masalah ini adalah selain revitalisasi ML, juga perlu ada pemindahan keberangkatan & kedatangan KA PSO menjadi dari/ke MLK, sedangkan ML hanya melayani pemberangkatan KA2 komersil (jadi kasusnya kayak Bandung di mana pemberangkatan KA komersil dipusatkan di BD, sedangkan KA PSO dipusatkan di KAC). Untuk angkutan masal, perlu dijalankan lagi KA komuter di Malang Raya, mengingat kemacetan di Malang Raya makin gak karuan, terutama Lawang-Malang. Rangkaiannya bisa pake model KRD Bandung Raya (K3, KP3, loko - mungkin namanya jadi KRD Malang Raya kali yak... Ngikik ) Semoga pihak yg berwenang membaca & memiliki solusi untuk mengatasi kesemrawutan stasiun ML ini...  Bye Bye

Saran untuk yg KA dari MLK bisa Matarmaja, Tawang Alun, Natdho, sma Tumapel
Untuk KA Komuter bisa relasi BG-KPN yg berhenti tiap stasiun Big Grin
Menerima pemesanan Tiket KA Online Tersenyuum
------------------------------------------
Kunjungi blog sederhana ku : syahrul0702.blogspot.com
Facebook : Syahrul Arduktim Sevenfour
Pin BBM : 56C2E1BA
Line : syahrulmanchunian
Sms : 083854710017
Terima kasih Xie Xie
Reply
Wow, penataannya sampai ratusan milyar? :O
Kalau di timur stasiun bakal ditata, kelak bakal kayak SGU kah yang punya 2 sisi stasiun?

Bener juga ya, lima tahun terakhir makin banyak kereta yang stasiun terminusnya ML. Memang sebaiknya beberapa kereta di berangkatkan dari MLK, apalagi sepertinya di MLK ada beberapa spoor yang bisa dipakai. 
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply
Kalau nanti stasiun Malang akan dibuat di sisi timur, apakah terowongannya juga akan diperpanjang?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(08-02-2015, 03:41 PM)Ardhani Muhad Wrote: Wow, penataannya sampai ratusan milyar? :O
Kalau di timur stasiun bakal ditata, kelak bakal kayak SGU kah yang punya 2 sisi stasiun?


Bener juga ya, lima tahun terakhir makin banyak kereta yang stasiun terminusnya ML. Memang sebaiknya beberapa kereta di berangkatkan dari MLK, apalagi sepertinya di MLK ada beberapa spoor yang bisa dipakai. 

Lebih tepatnya, mirip SGU ma BD yg punya 2 sisi stasiun, tapi kayaknya penataan ML lebih condong mendekati BD daripada SGU.

Kalo gak salah, di MLK ada 7 sepur aktif, jalur 1-3 biasanya untuk KA PNP, jalur 4-7 untuk langsiran ketel. Mungkin, Matarmaja parkir di jalur 4/5/6/7, Tumapel juga parkir di jalur yg sama atawa sepur badug MLK, jadi MLK dikhususkan buat K3 PSO (mirip dg KAC). Sedangkan sepur badug di utara ML bisa diperbanyak (kalo sanggup) untuk menampung sebagian KA yg parkir di ML, biar nanti jalur 1-3 masih kosong, jadi KA bisa lewat leluasa (mungkin ditata begini: Gajayana ditaruh di jalur 4, Bima jalur 5, Malabar jalur 6, Jayabaya ma Majapahit ditaruh di badug utara ML, Malioboro Ekspres selama parkir di ML ditaruh di jalur 4)  Bye Bye
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
(08-02-2015, 10:33 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(08-02-2015, 03:41 PM)Ardhani Muhad Wrote: Wow, penataannya sampai ratusan milyar? :O
Kalau di timur stasiun bakal ditata, kelak bakal kayak SGU kah yang punya 2 sisi stasiun?



Bener juga ya, lima tahun terakhir makin banyak kereta yang stasiun terminusnya ML. Memang sebaiknya beberapa kereta di berangkatkan dari MLK, apalagi sepertinya di MLK ada beberapa spoor yang bisa dipakai. 

Lebih tepatnya, mirip SGU ma BD yg punya 2 sisi stasiun, tapi kayaknya penataan ML lebih condong mendekati BD daripada SGU.

Kalo gak salah, di MLK ada 7 sepur aktif, jalur 1-3 biasanya untuk KA PNP, jalur 4-7 untuk langsiran ketel. Mungkin, Matarmaja parkir di jalur 4/5/6/7, Tumapel juga parkir di jalur yg sama atawa sepur badug MLK, jadi MLK dikhususkan buat K3 PSO (mirip dg KAC). Sedangkan sepur badug di utara ML bisa diperbanyak (kalo sanggup) untuk menampung sebagian KA yg parkir di ML, biar nanti jalur 1-3 masih kosong, jadi KA bisa lewat leluasa (mungkin ditata begini: Gajayana ditaruh di jalur 4, Bima jalur 5, Malabar jalur 6, Jayabaya ma Majapahit ditaruh di badug utara ML, Malioboro Ekspres selama parkir di ML ditaruh di jalur 4)  Bye Bye

mungkin mas stasiunkastephanie mungkin lebih tahu dan ngerti , saya juga penasaran soal ini mas .. mungkin bisa bantu diskusi / menyelesaikan Xie Xie

kenapa ya setiap kereta operasi / kereta cadangan nggak pernah di parkir di badug utara sampe mentok ke badug nya ? Ngakak
udah tau penuh sampe jalur 7/8 , yang kereta cadangan malah di tempatkan di jalur 9 di mefet2kan sampe ke selatan .

kenapa ya ??
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)