Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
jelajah lintas selatan
#1
 
Assalamualaikum wr. Wb.

Apa kabar rekan-rekan semua? Semoga selalu dalam lindungan Tuhan YME.  Pada kesempatan kali ini, masih dalam suasana liburan tahun baru izinkan saya untuk membuat sebuah tread (lagi). Sesuai dengan judul yang saya berikan, pada kesempatan tread ini saya akan membahas perjalanan kereta api yang saya lakukan pada lintas selatan pulau jawa. Tentunya kita semua sudah mengetahui, kriteria sepur apa saja yang melintasi jalur ini. Ya, semua kelas tumpah ruas dilintas ini. Dari mulai kereta kelas penumpang eksekutif, binis, ekonomi hingga kereta barang sekalipun siliweran dilintas ini. Tak ketinggalan kereta non gapeka-pun melintasi.

Dan, beberapa kereta-kereta yang dimaksud adalah (sampai tread ini diposting) adalah:*

KA argo Wlis  (Bandung Kawung- Surabaya Gubeng)

KA Turangga (Bandung Kawung - Surabaya Gubeng)

KA Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya Gubeng)

KA Pasundan (Bandung Kiara Condong-Surabaya Gubeng)

KA Sarangan Ekspress (Madiun- Surabaya Gubeng)
...


nah, untuk TR pertama ane di tread ini, hayo coba tebak sepur apa yang saya pake terlebih dahulu?
*kalau ada yang kurang, nanti ditambahkan.. Kado
Reply
#2
Yg pasti ada jeng Serayunya.. Ngeledek
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
#3
Baiklah, yuk kita mulai perjalanannya.
Pada kesempatan pertama ini, saya akan menceritakan pengalaman saya dengan menggunakan KA Sarangan ekspres relasi Madiun – Surabaya Gubeng PP. Kenapa saya meliput perjalanan dengan kereta paling muda diantara raja lintas selatan lainnya? Alasan utamanya tidak lain karena untuk merasakan sensasi naik K2 yang katanya akan segera dihapuskan. Untuk itu, agar memiliki kenangan dengan Kereta kelas bisnis maka dari itu saya gunakan KA sarangan ekspress ini untuk ber-joyride ria. Lalu, pasti muncul pertanyaan lagi, kenapa tidak menggunakan KA mutiara selatan saja sekalian? Jawabannya simpel ajah gan. Karena waktu itu tidak kebagian tiket KA Mutiata selatan..                                                            
Laporan perjalanan:
KA Sarangan Ekspress. 

Kronologis:
Sebenarnya ini adalah perjalanan marathon ke 5 berturut-turut dengan kereta api dalam waktu yang hampir berdekatan (2 hari). Sebenarnya, setelah turun dari KA mutiara timur relasi banyuwangi baru – surabaya gubeng saya bingung mau kemana setelah tiba distasiun surabaya gubeng. Pasalnya, KA yang akan membawa saya kembali ke daop 1 itu baru akan berangkat malam harinya, atau sekitar 12 jam dari saat ini. Untuk mengisi kekosongan waktu tersebut, akhirnya tersiratlah dua macam pilihan:


1.       Menggunakan sepur jarak pendek untuk berjoyride
2.       Hunting foto dibeberapa spot di sekitaran kota surabaya.

Untuk pilihan pertama, rada bingung juga mau memilih sepur yang mana yang akan digunakan. Karena banyak pilihanya sekali. Nominasi pilihan saya sendiri adalah KA Sarangan Ekspress, KA penataran, KA Penataran Ekspress, KARapi Dhoho, KRD lintas utara, dan lain sebagainya. Dan yang menjadi permasalahan saat itu adalah ketersedian waktu untuk melaksanakan joyride tersebut. joyride kali ini, saya harus berangkat pagi dan tiba kembali di subeng sebelum pukul 17:00. Dan akhirnya, setelah melakukan pemikiran keras, bertanya pada rekan-rekan railfans daop delapan, bersemedi tujuh hari tujuh malam akhirnya saya putuskan untuk menggunakan KA Sarangan Ekspress Surabaya Gubeng –Madiun PP. Selain karena efisiensi waktu tempuh, harganya tiketnya terjangkau, juga karena saya penasaran dengan pelayanan sepur baru ini.


Pilihan kedua, hunting disekitaran kota surabaya.
Sebenarnya option kedua ini bisa saja saya laksanakan dan menggugurkan option pertama tersebut. namun, karena alasan temen ane gak bisa nemenin hunting, maka dari itu saya putuskan untuk menggugurkan option kedua ini.  Wajar saja temen saya tidak bisa menemani saya berjalan-jalan dikota surabaya tersebut. selain karena masih dalam suasana lebaran, (tentunya ingin bersilaturahmi dengan sanak keluarga), juga karena sebgaian temen saya itu mengabdikan dirinya dalam posko lebaran 2014. 
Ya sudah, apa mau dikata. Dan akhirnya saya memilih opsi pertama. Menggunakan KA Sarangan ekspress untuk mengisi kekosongan waktu tersebut.


Sekilas KA Sarangan Ekspress
KA sarangan ekspress adalah kereta api kelas bisnis AC yang melayani pemerjalanan surabaya hingga stasiun madiun. Dalam sehari, KA ini berjalan 2x. Satu jadwal dari surabaya, dan satu jadwal dari madiun. Waktu tempuh antar kedua kota tersebut ditempuh dalam waktu 2,5 jam- 3 jam saja. KA 125 memerlukan waktu tempuh yang lebih sedikit ketimbang KA 126 yang memerlukan waktu hingga 3 jam lebih. Perbedaan waktu tempuh tersebut dikarenakan KA 126 yang selalu dihajar habis-habisan oleh KA Jarak jauh didepannya. Sehingga ia harus mengalah memberi jalan kepada penguasa tersebut. 

Jadwal perjalanan KA 125:
Surabaya Gubeng 07:30
Mojokerto 08:08-08:10
Jombang 08:30-08:32
Nganjuk 09:05-09:07
Madiun 09:57

Jadwal KA 126
Madiun 13:15
Nganjuk 14:04-14:06
Kertosono 14:33-14:40
Jombang 15:07-15:18
Mojokerto 15:40-15:43
Surabaya gubeng 16:30

KA Sarangan ekspress menggunakan rangkaian nganggur milik KA Mutiara selatan. 

Reservasi Tiket
Setelah mendapatkan jawaban dari pilihan tersebut, langsung saja saya melihat kalender untuk segera reservasi tiket. Reservasi KA sarangan ekspress itu sendiri bisa dilakukan 30 hari sebelum jadwal keberangkatan. Setelah melihat kalender kapan bisa dilaksanakan reservasi tersebut, langsung saja saya sms. Dan setelah menerima balasan sms tersebut, maka tiket tersebut sudah bisa diambil seminggu kemudian. Ya, ini lah salah satu keunggulan yang bisa saya terima dari kemudahan reservasi tiket KA. Gak perlu hape canggih yang bisa internetan. Gak perlu jauh-jauh juga ke stasiun untuk mengantri. Cukup kirim SMS via hape jadul pun, dua buah lembar tiket sudah bisa saya dapatkan.  Oya, waktu itu reservasi untuk keberangkatan dan kepulangan arus mudik masih kacau-balau, tapi untunglah. Dengan layanan ini saya dipermudah untuk memperoleh tiket.

Setelah hari H tiba, langsung saja saya kestasiun untuk segera mengambil tiket pesanan saya tersebut. waktu itu saya mengambilnya pada hari libur kerja. Ya maklum saja, karena tidak bisa mengambilnya pada jam kerja. Ane ngambilnya beberapa hari setelah tiket tersebut tercetak. Dan alhamdulilah, ini dia tiket yang saya pesan via sms tersebut:

[spoiler=Tiket KA 125]
[Image: 16025157007_b0b6886fb5.jpg][/spoiler]
 
[SPOILER=Tiket KA 126]
[Image: 16025157387_2ed3d5a197.jpg][/SPOILER]


bersambung 
besok pasti disambung

Reply
#4
Om, ukuran fontnya digedein Om..
Reply
#5
mantap, di tunggu kelanjutannya om ..
Reply
#6
Surabaya, 31 Juli 2014
04.26
 
Setelah tiba dengan KA mutiara timur malam dari banyuwangi baru, saya lantas keluar stasiun gubeng baru. Entah arah tujuan saya kemana pagi itu. Meskipun telah masuk waktu solat subuh, namun suasana disana sudah mulai terang jika dibandingkan dengan suasana didaop 1 yang masih agak gelap. Karena tidak mempunyai arah tujuan dan masih ada waktu 3 jam sebelum keberangkatan KA 125, maka saya terpaksa ikut-ikutan penumpang lain keluar stasiun melalui pintu keluar.
 
[spoiler]
[Image: 16216862511_d4c6b0a1e2.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16216862551_e8e1dfa231.jpg][/spoiler]
 
Setelah bingung hendak kemana dan mau apa, serta banyaknya calo-calo yang menawarkan jasanya membuat saya kebingungan ditengah ramainya stasiun gubeng pagi itu. Maka oleh karenanya, saya putuskan untuk solat subuh terlebih dahulu. Dan, posisi mushola itu sendiri rupanya dekat sekali dengan pintu keluar tersebut. kamu cukup keluar mengikuti arah, kemudian tengoklah kesebelah kiri. Disitulah posisi mushola. Namun sayang, bangunan untuk solat tersebut kecil sekali. Seperti ukuran anak-anak kos mahasiswa. Hanya cukup untuk menampung tidak lebih dari lima orang jemaah.
 
Menunggu hingga waktu keberangkatan.
Lepas sembahyang subuh, sambil menunggu waktu berangkat saya putuskan untuk mencari sesuatu untuk dimakan. Dulu, beberapa tahun yang lalu, saya pernah kesini. Dan diluar area stasiun terdapat warung makanan yang enak sekali. Harganyapun murah, isinya pun banyak. Akhirnya ta’ samperin warung tersebut. sayang seribu sayang. Warung tersebut tutup. Efek hari lebaran kali yah, warung-warung pada tutup. Padahal dulu waktu masih puasa ramadhan, banyak banget warung-warung yang buka disiang hari. Hadeuh :bethe_ah:
 
Akhirnya saya kembali kestasiun dengan muka lesu sembari mendegarkan konser tunggal dari balik kemeja yang saya gunakan. Kulangkahkan kaki ini menuju loket stasiun gubeng. Rupanya disana sudah banyak penumpang yang hendak menunggu keberangkatan KA, sama seperti saya. Banyak diantaranya adalah para mahasiswa beransel yang hendak berliburan, mendaki gunung. Rata-rata diantara mereka adalah penumpang KA lokal.
 
Jadwal keberangkatan st gubeng
[spoiler]
[Image: 16216862571_1680d65d08.jpg][/spoiler]
 
Hingga sinar mentari menyapa kami, tak banyak kegiatan yang saya lakukan. Jika biasanya saya bertindak labil dengan berfoto-foto ria, maka kali ini waktu tunggu yang masih lama tersebut saya gunakan untuk berdiam diri mengamati keadaan sekitar hingga pukul 07:00 nanti.
 
Waktu yang dinantikan pun tiba.
Pukul 07:00 kami sudah dipanggil untuk segera melaksanakan boarding pass. Namun demikian, boarding pass KA Sarangan bentrok dengan boarding pass KA Penataran ekspress tujuan akhir stasiun blitar.  Tak lama setelah dipanggil, yuk langsung ajah deh kita masuk kedalam rangkaian.
Setelah menyerahkan tiket, scan tiket, kemudian langsung ajah deh distempel itu tiket. Nasuk dah kita kedalam empalesemn. Namun begitu, rangkaian yang akan kita gunakan belom juga ditempat semestinya. Yang tersedia hanyalah rangkaian KA Sancaka tambahan dan rangkaian penataran ekspress dengan rangkaian spesialnya.
 

Beberapa menit menunggu, KA Sancaka tambahan dipersiapkan berangkat terlebih dahulu. Setelah sancaka tambahan berangkat, kini tinggallah si penataran ekspres terdiam bisu seorang diri. Posisinya aneh bener yah kalo menurut saya mah. Masuk gubeng lama engak, gubeng baru juga engak. Ya jadi masih nanggung gitu. Adanya ya ditengah-tengah antara kedua stasiun tersebut. Ngakak
 
[spoiler]
[Image: 16216862811_f3d25833ac.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16216862911_e8770e8516.jpg][/spoiler]
 
Rangkaian KA penataran ekspress yang telah tersedia..
 
[spoiler]
[Image: 16216863051_788e65e9e6.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033027237_9abd11abcf.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033027257_55d14e0c39.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033027467_334ba86760.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033027547_b2ef7ea570.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: 16033027557_755e4f428d.jpg][/SPOILER]
 

Dan, ini dia plat nama KA penataran ekspress:
 
[spoiler]
[Image: 16033027337_f7c17c5dfb.jpg][/spoiler]
 
Pukul 07:13 terdengar Pengumuman
Perhatikan jalur 6, jalur 6 akan segera masuk KA Sarangan tujuan akhir stasiun madiun... bla.. bla.. bla..
Mendengar kabar seperti itu, langsung ajah deh saya mencari angel untuk mengabadikan KA 125 merapat Gubeng. Dan benar saja, tak lama, atau 2 menit setelahnya terdengar :semboyan35: dari kejauahan. Yap, rupanya KA 125 datang dengan hidung panjangnya. Tapi sampai sekarang belum kelihatan jelas, apakah Lok Merah Biru hidung miring, pesek, atau malah si hidung rata “pooooongs”.
 
[spoiler]
[Image: 16033428829_87620be4c1.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033428849_c2683b49f8.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033428869_a8e20d5d07.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033429149_21241c0f64.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033429289_651496b4ea.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033429299_6c146b19d0.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: 16032132098_ac8ab8ed16.jpg][/spoiler]

 
[spoiler]
[Image: 16032132338_d72255344d.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032132368_90cdeae19c.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032132658_8de1bb5c25.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032133118_9321901eca.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032133148_6412c9e889.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032211358_798dae17d0.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032211548_c7849cbacc.jpg][/spoiler]
 

 [spoiler]
[Image: 16032211868_00e6327586.jpg][/spoiler]

 
[spoiler]
[Image: 16032212118_7bde3ba884.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032212128_478d89d119.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032212478_73a5389cab.jpg][/spoiler]

Dan, ini adalah detik-detik KA 125 Sarangan Ekspress Merapat stasiun gubeng baru:

Masuk di jalur 6..
 
[spoiler]
[Image: 15597519984_509826f4fe.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 15597520014_55928f5f84.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 15597520024_882ca0e2d3.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 15597520264_1ecbd19438.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 15597520474_0f0cd1ed48.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 15597520484_57dcd413d0.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032478678_6a615f385b.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: 16032478998_98529a37b1.jpg][/spoiler]

 
[spoiler]
[Image: 16032479088_46c4720bcb.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032479398_d9d3d2bc80.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16032479528_9ae9d5a223.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16219234262_a6e3073859.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16219234272_a111c339e8.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16219234422_b0df396fd1.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: 16219234442_a482465fe6.jpg][/spoiler]

 
[spoiler]
[Image: 16219234692_3303838b34.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16219234812_30ed7c6f44.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16219252552_3e81937328.jpg][/spoiler]

Stanformasi rangkaian.
Ketika KA 125 Sarangan Ekspress ini masuk gubeng, dengan terdiri dari 7 kereta bisnis dan 1 makan pembangkit dengan lokomotif hidung panjang, cc_2030106. tujuhSemua rangkaian milik dipo induk BD, dan satu kereta bisnis milik dipo JAK. lokomotifnya galau bro, karena ia belom memiliki rumah saat itu. Entah dipo mana yang menjadi tanggungan loko tersebut.
 
[spoiler]
[Image: 16219538872_d7f60ddb1e.jpg][/spoiler]
 
Dan, untuk susunan rangkaian KA 126, Kamis 31 Juli 2014 adalah:
 
 [spoiler=CC 20336]
[Image: 16219538972_a58fddc616.jpg][/spoiler]
 
[spoiler=K2 0 80 08 Jakk]
[Image: 16219539042_e30abf11ca.jpg][/spoiler]
 
[spoiler=K2 0 82 BD]
[Image: 16219539092_7960507aef.jpg][/spoiler]
 
[SPOILER=K2 0 86 03 BD]
[Image: 16219539102_7600f41e66.jpg][/SPOILER]
 
[spoiler=K2 0 86 24 BD]
[Image: 16219539112_ab3de1ba8c.jpg][/SPOILER]
 
[spoiler=K2 0 86 07 BD]
[Image: 15597992094_571ff809ec.jpg][/spoiler]
 
[spoiler=K2 0 85 09 BD]
[Image: 15597992104_4cf855058b.jpg][/spoiler]
 
[spoiler=K2 0 86 01 BD]
[Image: 15597992184_0f8e04beed.jpg][/spoiler]
 
[spoiler=MP2 0 84 01 BD]
[Image: 15597992224_bed6ab1cf4.jpg][/spoiler]
 

Pukul 07.22 rangkaian KA 122 dengan Lok Merah Biru  eks kepresidenan telah tersedia dijalur 6 stasiun surabaya gubeng baru. Para penumpangpun berebutan masuk kedalam rangkaian. Terlihat banyak diantara mereka adalah kumpulan beberapa keluarga. Rupanya banyak diantara mereka adalah family yang hendak bersilaturahmi dengan famili lainnya dikota-kota lainnya seperti nganjuk, mojokerto, jombang hingga madiun. Banyak diantara mereka memiilih rangkaian KA Sarangan adalah karena faktor harga dan juga jadwal yang agak siang, jika dibandingkan dengan KA Sancaka yang sama-sama berhenti di Madiun.  Untuk okupansi kala itu, terlihat ramai. Saat saya telusuri dari rangkaian pertama hingga terakhir, tak satupun kursi yang terlihat kosong, alias full booking.

 
Suasana saat pencari kursi di K2 2 KA 125
[spoiler]
[Image: 16034400179_3a2f9287c9.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16034400209_101ed96528.jpg][/spoiler]
 
Rupanya, meskipun sekarang berdinas sebagai KA Sarangan Ekspress, namun papa angka yang berada disetiap bordes, masih menggunakan papan nama muatiara selatan. Dan, selama perjalanan pula saya tidak menemukan plate nama KA Sarangan sebagaimana lazimnya KA lainnya..
Atau, mungkin apa memang gak punya yah? Mikir Dulu
 
[spoiler]
[Image: 16034400289_fd05499df5.jpg][/spoiler]
 
Pengumuman
“perhatikan jalur 5. Jalur 5 akan masuk KA ekspress turangga yang mengakhiri perjalanan distasiun surabaya gubeng... setelah jalur 5 masuk, akan segera diberangkatkan KA Penataran ekspress tujuan akhir malang sampai dengan blitar.... bla.. bla..bla”.
 
Begitulah announce yang saya dengar dari dalam rangkaian KA 125.
Sambil menunggu waktu, ta’ sempetin untuk sekedar berfoto ala kadarnya.
 
[spoiler=masih tersedia KA Penataran Ekspress]
[Image: 16034400349_4ff1813402.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16034400429_1c55069aaa.jpg][/spoiler]

Kembali terdengar Pengumuman

“hati-hati jalur 5 akan masuk KA Turangga. ...bla.. bla..bla..”
Lalu muncul lah KA yang dimaksud tersebut:
 
[spoiler]
[Image: 16034400489_a4e44ec057.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16218739491_44106766cb.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16218739621_d3bb64a02d.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16218739721_e4714dd11d.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: 16218739731_f2fb4f13e1.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16218739741_8ca3728f8c.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16218739771_bc3ba3c3b8.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033284790_a6189e61f9.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033284850_4627c12cf9.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 16033284960_e9f469532f.jpg][/spoiler]

Kembali terdengar Pengumuman dari langit-langit stasiun surabaya gubeng ketika KA Turangga merapat surabaya gubeng.
“selamat datang kepada para penumpang KA ekspress malam Turangga. Saat ini anda telah tiba distasiun... bla.. bla.bla..” kira-kira begitulah sepenggalan pengumuman yang saya dengar. Kemudian kembali terdengar pengumuman bahwa ka penataran ekspress akan segera diberangkatkan.
 
“jalur 3, Semboyan 40 41 diberikan.... bla bla bla..”.
Setelah mendengar announcemen dan sinyal keluar hijau massinis KA 179 Segera tancap gas berangkat menuju blitar. Udah telat sih beberapa menit dari jadwal.
 
KA 125 Sarangan Ekspress masih menunggu waktu untuk segera diberangkatkan. Namun, hingga lebih dari pukul 07:35 ia belum juga berangkat. KP dan beberapa petugas lainnya masih sibuk mengurusi sesuatu yang saya sendiri belom tahu ada apa saat itu. Rupanya, setelah mendengarkan obrolan mereka tanpa sengaja, rupanya KA 125 ini tanpa adanya petugas kebersihan (OTC/on train cleaning). Oh, pantesan ajah seperti yang pada kebingungan gitu. Akhirnya, diambilah OTC dari KA Ekspress turangga. Ya allah, kasihan banget tuh pegawai. Baru selesai dinas, langsung berangkat lagi.
 
Setelah semua petugas lengkap dan bersiap, akhirnya terdengar Pengumuman
“persiapan diberangkatkan dari jalur 6, kereta api sarangan ekspres yang berhenti di stasiun mojokerto, jombang, nganjuk dan mengakhiri perjalanan distasiun besar madiun. Kepada para penumpangnya yang masih berada diluar rangkaian, kami persilahkan masuk kedalam rangkaian...”
Tak lama, saya mendengarkan pluitt panjang dari KP KA 125, Kemudian juga mendegar lengkingan lokomotif. Owh ya, saat itu saya duduk di kereta bisnis tiga, K2 0 86 24 namun tidak pada tempat yang semestinya.ya, tempat saya sudah ditempati oleh seorang wanita mudah. Yasudah, dengan terpaksa saja saya berdiam diri di bordes J
 
Bersambung yah mas bro.
Besok kita lanjutkan lagi..
 

(07-01-2015, 10:34 AM)boyutomo Wrote: mantap, di tunggu kelanjutannya om ..

iyap. udah saya lanjutkan ini 

(06-01-2015, 08:50 PM)forever.agus Wrote: Om, ukuran fontnya digedein Om..

kenapa dengan ukurannya? udah dirapihin mas bro. monggo seadanya

(06-01-2015, 07:44 AM)zae abjal Wrote: Yg pasti ada jeng Serayunya.. Ngeledek

lah, ko serayu sih???
Reply
#7
izin nyimak om nunggu kelanjutannya....
Reply
#8
ente solat di musolla yg deket pintu keluar itu kah?
sebenernya di gubeng baru ada musolla yg lebih besar tuh di dalem
Reply
#9
(07-01-2015, 06:36 PM)thiefhunter66 Wrote: ente solat di musolla yg deket pintu keluar itu kah?
sebenernya di gubeng baru ada musolla yg lebih besar tuh di dalem

iya, disitu om.
kemarin ngubek-ngubek ane gak nemu tuh musola yang ente maksud.
nemunya yang deket pintu keluar gubeng baru

(07-01-2015, 05:24 PM)Jamdani Wrote: izin nyimak om nunggu kelanjutannya....

terima kasih sudah mampir yah
Reply
#10
Dulu baca ada penumpang ngeluh karena Sarangan 'dianaktirikan'. Penyebabnya rangkaian Sancaka lebih siap dahulu daripada Sarangan, pernah juga Sancaka berangkat lebih awal terus baru si Sarangan diberangkatkan. Padahal menurut jadwal, Sarangan lebih dulu berangkatnya.
Apa gegara 'dianaktirikan', sampai-sampai ga ada OTC untuk KA.Sarangan
Mikir Dulu

Weits, mbordes lagi? seatnya kok bisa ditempatin wanita muda (mbak-mbak?)
[spoiler]Saya biasanya tanya baik-baik terus minta nomor handphone-nya  tanya nomor seat yang seharusnya. Soalnya kadang ada penumpang yang menduduki seat yang bukan seharusnya gegara ada orang yang naroh barang  di jatah seatnya a.k.a over baggage Jedotin [/spoiler]
Regards,
Public Transportation Enthusiast Arrow

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)