Thread Rating:
  • 3 Vote(s) - 4.33 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Laporan Perjalanan KA Bukit Selero
#1
Heart 
Assalamualaikum. Apa kabar teman-teman semua? Semoga tidak ada bosannya yah membaca laporan perjalanan sederhana yang saya buat ini. Semoga tidak membosankan untuk dibaca , dan tentunya menambah khasanah pengetahuan kita semua. Amin!

Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan perjalanan dan kisah saya bersama KA BUKIT SELERO relasi Kertapati – Lubuk Linggau PP.
Tapi, sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya kalo kita berkenalan dahulu dengan KA Bukit Selero. Tak kenal maka tak sayang.

Sinopsis KA Bukit Selero
Kereta Api Bukit Selero, atau yang lebih akrab didengar KA Selero (BUSER) merupakan Kereta api kelas ekonomi yang dikelola oleh PT Kereta Api Divisi Regional 3.1 Kertapati yang melayani koridor Kertapati (Palembang, sumatera selatan) – Lubuk Linggau (Sumatera Selatan) PP. KA ini diberangkatkan pukul 09.30, baik dari Kertapati maupun dari stasiun Lubuk Linggau sejauh (kurang lebih) 306 KM.

[spoiler=plate name KA Bukit Selero]

[Image: 14594799976_000ae552eb_z.jpg]

[/spoiler]


[spoiler=variasi lain]

[Image: 14638588243_2e35dfbcfe_z.jpg]

[/spoiler]


Kereta api ini berkapasitas 500-an penumpang yang ditampung kedalam 4-5 K3. Biasanya, dalam sekali perjalanan, KA ini terdiri atas 4-5 K3 + 1 KMP3 + 1 aling-aling. Meskipun kereta ini berstatus KA Ekonomi, namun seluruh rangkaian telah di AC-nisasikan, sehingga udara sejuk selalu menemani perjalanan penumpang didalamnya.

Untuk lokomotif penariknya sendiri, biasa menggunakan BB203, CC201 dan CC 201 hidung miring ala CC204
No Kereta KA Bukit Selero adalah:
S5 Relasi Kertapati – Lubuk Linggau
S6 Relasi Lubuk Linggau - Kertapati

Tarif KA Bukit Selero
Tarif KA Selero no KA S5 dan S6 adalah sebesar Rp 64.481. namun, berkat adanya subsidi silang aka dana bantuan alias PSO (public services obligation), maka tarif KA rajabasa dipotong Rp 34.481 sehingga tarif yang berlaku saat ini adalah Rp 30.000/penumpang untuk semua tujuan dan berlaku Flat.

[spoiler=sumber data tarif KA Bukit Selero]

[Image: 14442246124_a24c1fa2e5_z.jpg]

[/spoiler]


Stasiun persinggahan dan pemberhentian
berdasarkan gapeka yang berlaku, S5 dan S6 hanya berhenti di beberapa stasiun besar saja. Akan tetapi, KA ini hampir berhenti disemua stasiun. Ini terjadi sesuai dengan manifes penumpang pada hari H dan juga karena adanya persilangan dan susulan sesama kereta.

Stasiun Lintas
Jarak tempuh KA Bukit Selero adalah sejauh 306 KM. Jika diuraikan:
Lintas Kertapati – Prabumulih, sejauh 78 KM, terdiri atas stasiun:
Kertapati TNK
Simpang SIG
Payakabung PYK
Serdang SDN
Gelumbang GLB
Karang Endah KED
Lembak LEB
Prabumulih PBM

Lintas Prabumulih – Muara Enim sejauh 74 KM, terdiri atas stasiun:
Prabumulih Baru (X6) PBR
Penimur PNM
Niru NRU
Talang Padang
Belimbing BIB
Tanjung Terang TGE
Gunung Megang GNM
Penanggiran PNGG
Ujan Mas UJM
Muara Gula MRL
Muara Enim ME

Lintas Muara Enim – Lahat sejauh 38 Km, terdiri atas stasiun:
Banjar sari BJI
Sukacinta SCT
Lahat LT

Lintas Lahat – Tebing Tinggi sejauh 67 KM, terdiri atas stasiun:
Bunga mas BGM
Sukaraja SUA
Saung naga SNA
Tebing Tinggi TI

Lintas Tebing Tinggi – Lubuk Linggau Sejauh 49 Km, terdiri atas stasiun:
Muara Saung MSL
Kota Padang KOP
Lubuk Linggau LLG

Untuk stasiun pemberhentian regular adalah: stasiun Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi


Sepintas perjalanan KA Selero
Hampir sama dengan perjalanan KA Rajabasa yang disepanjang perjalanan ditemani perkebunan sawit, karet dan kelapa, perjalanan KA Bukit Selero juga menembus rimbunnya perkebunan karet, perkebunan sawit dan perkebunan hasil bumi lainnya. Namun, uniknya disini KA Bukit Selero akan menembus gelapnya perut bumi. Ya, dilintas Lahat-Tebing Tinggi terdapat terowongan yang cukup menakjubkan.
Dilintas KPT – LLG, KA Selero akan menumui beberapa persilangan. Beberapa persilangan yang akan ditemui adalah bersilangan dengan KA batu bara rangkaian sedang yang biasa ditarik lokomotif CC204, Dan atau CC201. Atau lebih familiar dikenal dengan BBR SCT, Ketel Minyak, KA Serelo S6 dan sangat jarang menemui BBR yang ditarik CC202 dan atau CC205
Dibeberapa petak juga sedang terjadi pembuatan jalur double track.
Distasiun Lahat, terdapat BY Lahat. Disini lah lokomotif se-divre 3 dirawat dan anda akan menumui beberapa Lok Merah Biru yang hilir mudik menanti antrian masuk, ya, mungkin seperti BY Pengok Daop 6 YK.
Petak LT – LGG jalur menikung-nikung kekanan dan kiri, seperti di lintas JR-BW milik daop 9 JR.
Pokoknya eksotis sekali, sayang untuk sepoor yang lewat masih jarang Bethe

keunikan lain KA Selero adalah:
lokomotif yang berdinas KA S5, pasti akan berdinas S6 keesokan harinya. pun begitu dengan KA Sindang Marga. lokomotif penariknya akan berdinas KPT-LLG PP. lokomotif akan diinapkan semalam untuk beristirahat di sub dipo LLG

Lantas, bagaimana perjalanan saya bersama S5 Serelo menuju Kabupaten Lubuk linggau?
Yuk mari nantikan kisah selanjutnya Big Grin
Reply
#2
Izin nyimak om.. Big Grin

Oh iya, nama KA ini yang bener SERELO atau SELERO ya? Bingung

[Image: a_sig]
ig : @resdohafizh
My Flickr Photostream
Reply
#3
(11-07-2014, 09:03 PM)Resdohra Wrote: Izin nyimak om.. Big Grin

Oh iya, nama KA ini yang bener SERELO atau SELERO ya? Bingung

Kayaknya Serelo deh....lanjut om triez...Xie Xie
Reply
#4
Klo liat di spanduk PT Sepur sih Serelo dan di wikimapia juga KA Bukit Serelo
Reply
#5
Bismillahirahmanirahhim,
Setelah berbasa-basi dengan seluk beluk KA Bukit Serelo, kini saatnya untuk menceritakan perjalanan yang saya lakukan seorang diri. Ya, seorang diri. Meskipun demikian, tapi tetap sangat menyenangkan. Karena disinii banyak juga kejadian-kejadian yang patut dikenang

Pada triit ini, saya akan membahas perjalanan KA Bukit Selero Kertapati – Lubuk Linggau PP. Jadi akan ada dua buah bentuk laopran perjalanan. Yaitu Lapka S6 Serelo Lubuk Linggau – Kertapati dan Lapka S5 Kertapati – Lubuk Linggau

Laporan Perjalanan S5 Bukit Selero
Perjalanan dengan KA Bukit Serelo dengan No KA S5 relasi Kertapati – Lubuk Linggau ini saya lakukan pada hari senin, tanggal 26 Mei 2014. Menurut Gapeka 2013, KA Bukit Selero No KA S6 ini berangkat pada pukul 09.30 waktu Kertapati.

Setelah asyik hunting disekitaran stasiun, dipo dan tempat bongkar muat disekiatran stasiun Kertapati, akhirnya saya memberanikan diri untuk segera melakukan boarding pas, karena memang saat ini boarding bisa dilakukan 1 jam sebelum keberangkatan.
Waktu boarding jam 8 pagi masih belom bisa, karena yang diperbolehkan adalah para penumpang KA S7 rajabasa tujuan tanjung karang.
Dan mesti nunggu sampai KA Rajabasa diberngkatkan. Lumayan juga, 40 menitan, karena saat ini S7 Rajabasa telat berangkat.

untuk melihat kegiatan hunting dan hasil foto serta video disekitaran stasiun dan dipo kertapati, dapat dilihat disini. Insya allah sudah (≖᷆︵︣≖).
Diatas akan diceritakan suasana stasiun kertapati dan dipo KPT dikala fajar menyapa.

Kembali keperjalanan..
Akhirnya, setelah menunggu 40 menitan, akhirnya boarding pass bisa dilakukan juga.
Boarding pas disini tidak terlalu ketat juga menurut saya. Padahal yang jagain itu lorong ada 3 orang. Tapi kenapa yah bisa longgar gitu?
Di tiket ane cantumin no KTP, dan saat diperiksa ane nyerahin KTP.
Tapi alhamdulilah, lolos gan

[spoiler=tiket S5]

[Image: 14655671361_4ba7b75e0b_z.jpg]

[/SPOILER]

Ngomong-ngomong masalah tiket, untuk ketersedian tiket pada perjalanan pagi ini, 26 Mei 2014 masih sangat tersedia banyak. Untuk S5 Serelo-pun masih ada sekitar 300an lembar tiket.
Rupanya, kalo dibandingkan ternyata penumang disini lebih memilih pembelian go show ketimbang mesen, mungkin reservasi kalo ada moment-moment tertentu seperti lebaran

[spoiler=Sisa Kursi per 26 Mei 2014]

[Image: 14665870282_4d1157d680_z.jpg]

[/spoiler]

Setelah boarding dan dipersilahkan masuk, saya terkagum-kagum dengan suasana stasiun kertapati bagian dalam. Sungguh bersih, cantik dan indah. Sedaaap sekali untuk dipandang. Tidak ada sampah atau kotoran didaerah tertentu disudut-sudut stasiun.
Wah, pokoknya bersih sekali gan. Tepuk Tangan
Fasilitas pendukung seperti kursi, jam, toilet pun berfungsi dengan baik. Berbeda banget sama di stasiun keseharian saya, TNT punya

Beberapa sudut stasiun kertapati:

[spoiler=ruang tunggu]

[Image: 14646142551_fa59a93bb8_z.jpg]
[/SPOILER]

[spoiler=ruang tunggu yang mengadap peron]

[Image: 14646142561_6dbd2c0f5d_z.jpg]

[/spoiler]

Ketika masuk ruang tunggu, suasanya tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa orang yang saya duga sebagai penumpang S5. Masih menunggu 30 menit sebelum keberngkatan.
Kira-kira penumpang S5 pada kemana yah, ko jam segini ruang tunggu masih ajah kosong? Pikirku dalam hati. Yasudahlah, mumpung masih ada waktu, ayo kita foto-foto dulu.

[spoiler=penumpang S5]

[Image: 14646142541_92d653d48d_z.jpg]

[/SPOILER]

Sambil menyelusuri rangkaian yang sudah tersedia dijalur 4, beberapa orang petugas sempat menanyai tiket yang saya miliki.
Tapi, saking banyaknya pegawai saya jadi malas memperlihatkan tiket yang saya milis.
Bayangkan saya, setiap gerbong selalu diperiksa, dari rangkaian ke 6 sampai ke 1 ada mungkin 6 kali periksaan tiket. Ampuuun deh gw.
Ternyata ini kebalikan dari S8 rajasaba. Dimana boarding pass lemah, namun pemeriksaan diatas KA begitu ketat. Bethe

Karena kejadiann itu, niat untuk Photographer pun sirna. Ya ambil baiknya ajah. Daripada entar disetrap dipinggiran stasiun, kan urusannya lebih berabe

Ketika membuka pintu, alangkah kagetnya saya. Ternyata kereta sudah penuh dengan penumpang. Dari K3-5 sampai K3-1 tidak ada satu bangkupun yang kosong, beda dengan S8 Rajabasa. Mungkin karena sebagian besar menuju daerah-daerah seperti PBM, ME,LT dan LLG jadi stasiun awal pemberangkatan penuh.
Oleh karena itu, saya tidak menaruh barang-barang saya ditempat yang tertera pada tiket. Melainkan pada bordest K3-1 paling depan deket sambungan K3-1 dengan lokomotif. Tapi ya sudahlah, gak masalah.. toh niat saya memang mau joyride dan bakalan banyak ninggalin kursi saya.

Oya, untuk susunan rangkaian S5 Pagi itu, Senin 26 Mei 2014

[spoiler=CC2018912]

[Image: 14646142521_29376e860a_z.jpg]

[/SPOILER]

[spoiler=K3 1]

[Image: 14626205406_de9f44a923_z.jpg]

[/SPOILER]

[spoiler=K3 2]

[Image: 14626205396_53223fcc41_z.jpg]

[/SPOILER]

[SPOILER=K3 3]

[Image: 14626205386_dcb301ac77_z.jpg]

[/spoiler]

[spoiler=KMP3]

[Image: 14626205216_9c9408b291_z.jpg]

[/SPOILER]

[SPOILER=K3 4]

[Image: 14626205166_13f97d66bf_z.jpg]

[/SPOILER]

[spoiler=Kereta Luar Dinas]

[Image: 14626204976_e0bd5d0ccb_z.jpg]

[/spoiler]

[spoiler=susunan rangkaian S5]
CC2018912
K3 0 65 88 Dipo Induk KPT
K3 0 66 66 Dipo Induk KPT
KMP3 0 66 15 Dipo Induk KPT
K3 0 66 24 Dipo Induk KPT
K3 0 66 89 Dipo Induk KPT
K2 0 78 23 Dipo Induk KPT

[/spoiler]

Beberapa menit sebelum keberangkatan, saya masih menyempatkan diri untuk berfoto ria S5 Serelo ini, meskipun disana banyak petugas pengawal, namun mereka tidak menegur saya atau apapun itu bentuknya. Saya bebas berfoto ria sesuka hati. Salut juga sama kinerja mereka..

[spoiler=S5 Serelo bersanding dengan Sriwijaya]

[Image: 14480957650_93ed857c09_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=S5 Serelo]

[Image: 14480957640_56ed1b2841_z.jpg]

[/spoiler]

S5 Selero menunggu 13 menit menuju pemberangkatan.
5 menit sebelum kereta berjalan, nampak sekelompok petugas menghampiri bordes K3-1 yang saya naiki. Mereka merokok dengan seenak udelnya sendiri. Tapi mengindahkan aturan merokok diarea stasiun. Jumlah petugas tersebut ada dua orang. Tapi maaf, saya gak berhasil moto kedua mahluk tersebut demi alasan keamanan.

[spoiler]
petugasnya ajah kaya gitu, gimana penumpangnya mau nurutin aturan yang ada? Bingung . itulah indonesia. Peraturan dibuat untuk dilanggar

[/spoiler]

Etape tahap 1
Akan menceritakan perjalanan Lintas KPT – PBM.
Berdasarkan gapeka yang berlaku, S5 Serelo berjalan Langsung dipetak KPT – PBM. Namun nyatanya S5 lebih sering mengalah memberi jalan kepada sang BBR SCT untuk lewat. Petak KPT – PBM sebagian besar masih berupa perkebunan karet dan sawit. Hanya beberapa sudut saja terdapat rumah-rumah penduduk, terutama disekitaran stasiun.

Pukul 09.30
Mendekati pukul 09. 30 ass mass selalu menoreh kebelakang rangkaian untuk memastikan s40 dan 41. Sementara untuk sinyal hijau alias sinyal aman tidak terlihat juga. Alhasil hanya mengandalkan s40 dan 41 saja. Di kertapati banyak sekali tiang-tiang sinyal, namun demikian, tak sedikit pula yang sudah tidak berfungsi, alias mati dan tidak dipergunakan.

Okelah, ceritanya perjalanan telah aman dan direstui PPKA untuk segera berangkat.
Pada saat pemberangkatan, sesuai jadwal. Yaitu 09.30 waktu kertapati.

Untuk video pemberangkatannya bisa dilihat disini:

[spoiler]videonya minjem punya s7 rajabasa[/spoiler]



Selama perjalanan meninggalkan stasiun kertapati S5 selero selalu membunyikan S35 secara berulang-ulang. Maklum saja, jalur yang dilewati adalah kawasan padat pemukiman penduduk. Takutnya ada yang ketabrak atau tersenggol kan repot juga urusannya nanti.
Saat awal keberangkatan semua pintu tertutup dengan rapat. Ac juga masih berjalan dengan sangat baik. Dingginya pas sekali. Hampir mirip dengan KA S8 Rajabasa.

Untuk masalah kecepatan, sekitar 4 Kilometer massinis baru berani meningkatkan kecapatan sepoor yang dikendalikannya. Jalan yang dilalui juga agak menanjak walau gak kerasa.
Pemandangan yang indah menemani perjalanan kami. Awan yang biru dan suasana yang begitu cerah.


Untuk pemandangan lintas Kertapati – simpang bisa dilihat disini bro:



Tak terasa yah, baru sekitar 15 menit kereta berlari, kami sudah harus memberi jalan kepada BBR SCT untuk jalan. Ya, kami harus bersilang dengan masuk ke spoor belok stasiun simpang. Stasiun simpang sendiri memiliki 2 buah jalur. Jalur 1 adalah jalur yang kami lewati, sementara jalur 2 merupakan jalur lurus untuk kereta api yang berjalan langsung. Tapi uniknya, meskipun BBR SCT dengan loko cc204 sudah tiba di stasiun simpang terlebih dahulu, ia dimasukan PPKA kedalam sepoor no 2, sementara kami harus mengalah memberi jalan dengan masuk ke sepoor belok.
Kalo dijawa, setahu ku sepoor yang kena kalah silang itu pasti akan dimasukan kesepoor belok stasiun tersebut. namun, tidak untuk disini. Rata-rata kereta penumpan lah yang harus masuk sepoor belok Big Grin

Berikut penampakan ketika S5 Buser Bersilang dengan KA BBR SCT distasiun Simpang:

[spoiler=pemandangan menuju stasiun Simpang]

[Image: 14839619351_af7753e969_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=satu jalur 2 KA]

[Image: 14839619401_4124252fed_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=satu sepoor 2 ka]

[Image: 14839619411_a9d8826dee_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=makin dekat]

[Image: 14839619421_b13b363e88_z.jpg] [/spoiler]

[spoiler=makin dekat saja]

[Image: 14839619491_17ac1d9bec_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=makin kian dekat bung]

[Image: 14839619601_83b8ecf748_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=masuk jalur 2 ternyata]

[Image: 14656212457_535b3fb9fe_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=masih dijalur 2]

[Image: 14656212467_a283c67def_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=masih dijalur 2 saja]

[Image: 14656212487_6503297dd0_z.jpg] [/spoiler]

[spoiler=persilangan sempurna ]

[Image: 14656212607_48397036a8_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=badannya BBR SCT]

[Image: 14656212717_bd5d97961d_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=badannya BBR SCT yang “mayan” panjang juga]

[Image: 14656212757_47cc63005f_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=kepala BBR SCT]

[Image: 14656256038_cb55960238_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=bangunan stasiun simpang]

[Image: 14656256108_c2243d4563_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=kerja keras PPKA simpang]

[Image: 14656256218_ac485582a8_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=stasiun simpang]

[Image: 14656256288_49ca015dfa_z.jpg]
[/spoiler]

Dan ternyata, yang diberangkatkan terlebih dahulu adalah BBR SCT tujuan akhir KPT bro. Ane terpaksa menunggu beberapa saat guna mendapat warta aman

[spoiler=BBR SCT berangkat]

[Image: 14656256358_e5d89b1171_z.jpg]
[/spoiler]

Setelah menungu dan menunggu, akhirnya s5 bukit serelo diberangkat juga oleh PPKA Simpang. Duh senangnya Big Grin

[spoiler=warta aman]

[Image: 14656256408_b0ae0c904e_z.jpg]
[/spoiler]

Disini, saya sempat ngebordest. Bahkan membuka pintu rangkaian K3-1 sampai stasiun pemberhentian selanjutnya. Gak masalah dengan yang namanya Polsuska PKD yang biasa dilakukan oleh polsuska
Mereka hanya berdiam diri, entah dimana. Suatu kenikmatan tersendiri untuk penulis.
Pelan-pelan kereta merayap meninggalkan stasiun simpang. S5 serelo berangkat sebelum BBR SCT berangkt. Jaid kita didahulukan rupanya.
Pelan sekali kereta ini berjalan, namun setelah lokomotifnya melewati wesel, kecepatan sedikit lebih tinggi. Agak ngebutan gitu bro. Bunyi wesel yang kenceng, membuat saya merinding, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tapi rupanya feeling massinis ini sudah eruji betul, rangkaian selamat sampai melewati wesel tersebut.

Perjalanan menuju stasiun berikutnya, masih sama seperti dilintas kertapati-simpang. Hutan hutan nan hijau masih menemani perjalanan kami semua. Kami sungguh menikmati ciptaan tuhan ini. Sesekali kami melihat segerombolan penduduk lokal (hewan-hewan liar bro).
Ternyata, banyak juga jumlah populasi mereka. Mereka bergerombol dalam satu kawanan kecil.

Berikut adalah penampakan alam dilintas simpang – payakabung

[spoiler=pemandangan lintas Simpang – Payakabung 1]

[Image: 14847146611_9fce3dbc12_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=pemandangan lintas Simpang – Payakabung 2]

[Image: 14847146641_a57ffff160_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=pemandangan lintas Simpang – Payakabung 3]

[Image: 14847146651_1daccb8d07_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=pemandangan lintas Simpang – Payakabung 4]

[Image: 14847146701_55d81ab7b1_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=pemandangan lintas Simpang – Payakabung 5]

[Image: 14847146741_4366007e22_z.jpg]
[/spoiler]

Tak terasa, perjalanan kami sudah mendekati stasiun singgah berikutnya. Stasiun berikutnya adalah stasiun payakabung. Berdasarkan gapeka 2013, KA Penumpang tidak ada yang berhenti regular disini, termasuk S5 Buser ini. Namun apa dikata, ternyata sepoor rakyat palembang ini berhenti juga rupanya. Padahal dia tidak ada lawan persilangan, tapi tetap saja berhenti. Dan juga tidak ada penumpang yang naik dari stasiun yang terletak ditengah hutan ini.

PYK adalah kode stasiun payakabung. Stasiun payakabung sendiri terletak dilintas Kertapati (KPT) – Prabumulih (PBM), tepatnya antara stasiun Simpang dengan stasiun serdang. PYK memiliki dua buah jalur aktif. Jalur 1 digunakan untuk kereta yang terkena persilangan. Dan jalur 2 yang merupakan sepoor lurus untuk kereta yang berjalan langsung.
Disini, tidak ada jadwal kereta penumpang yang berhenti regular

Disamping stasiun payakabung, terdapat gedung yang penulis sendiri tidak tau apa fungsinya. Sekilias, mirip seperti yang berada distasiun jatibarang. Dibeberapa lokasi juga terdapat bantalan beton yang mungkin digunakan untuk progres Double track PBM-KPT

Berikut adalah detik-detik memasuki stasiun payakabung;

[spoiler]

[Image: 14847146801_2a954b7d11_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=Nampak dari kejauhan, PPKA sudah siap menanti kedatangan kami]

[Image: 14670738988_1c92076f5f_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=berjalan perlahan, stasiunnya masih cukup jauh]

[Image: 14670738998_d7539747ac_z.jpg] [/spoiler]

[spoiler=semakin dekat]

[Image: 14670739008_2d6de9b203_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=kian dekat]

[Image: 14670739078_7365d7390a_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=suasana sekitaran stasiun]

[Image: 14670739198_562184c343_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=penampakan fisik/bangunan stasiun payakabung]

[Image: 14670739208_04ece48c3d_z.jpg] [/spoiler]

[spoiler=sisi lain bangunan stasiun payakabung]

[Image: 14854463201_b0a18bbf2c_z.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=sisi lain bangunan stasiun payakabung]

[Image: 14854463311_bd3dcf9ef0_z.jpg]
[/spoiler]

Stasiun payakabung, berhenti sejenak tanpa adanya persilangan dan persusulan.
Hanya saja, terlihat beberapa crew KA menaikin KA ini. Seledik punya selidik, ternyata mereka memeliki tiket resmi seperti saya loh Tepuk Tangan

Sekian dulu yah ceritanya. Besok disambung lagi dilain kesempatan. Tapi saya berjanji akan terus meng-updates TR ini

[spoiler=curhat]
Berhubung postingannya memerlukan kesabaran tingkat dewa dan proses yang sangat memakan waktu dan RIBET SEKALI, maka dari itu diharapkan kesabaran teman-teman pembaca setia laporan perjalan. Terima kasih[/spoiler]
Reply
#6
Ijin gelar kasur om Pisss ahhh...
Menerima pemesanan Tiket KA Online Tersenyuum
------------------------------------------
Kunjungi blog sederhana ku : syahrul0702.blogspot.com
Facebook : Syahrul Arduktim Sevenfour
Pin BBM : 56C2E1BA
Line : syahrulmanchunian
Sms : 083854710017
Terima kasih Xie Xie
Reply
#7
mantap! jarang-jarang ada TR di pulau seberang khususnya Divre 3.1 Ngiler BTW, ijin donlot videonya ya, S35nya mantep-mantep buat dijadiin sound di game Xie Xie

Lanjutkan!
Hanya Seorang RailFans yang juga seorang Bismania dan penggemar Jejepangan

Follow me on...
Facebook : Fajrul Lubab Haryana
YouTube : Fajrul Lubab Haryana (@FLHVideoGraph)
Instagram : @fajrul201100

AKU KESSOKU BAND ☝️




Reply
#8
Izin gelar tiker sambil ngopi menyimak TR iniBig Grin
btw,kok cuma bawa 4 K3 om?Bingung
Sosmed sayaBig Grin
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606

Ingin menjadi insan yang lebih baikWek


Reply
#9
enak ya masih bisa lihat babaranjang Ngakak
Reply
#10
(09-08-2014, 05:53 PM)CC20606 Wrote: Izin gelar tiker sambil ngopi menyimak TR iniBig Grin
btw,kok cuma bawa 4 K3 om?Bingung

Iya, Rajabasa pun juga begitu. Naik S8 Gapeka lama rasanya selaknat naik 121 Ngakak
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)