Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[DISKUSI] Pembagian tarif berdasarkan sub kelas
#61
(25-01-2014, 11:45 PM)fajar_muhammadBJS Wrote: Kalo mau KAI pake sistem kayak gini. Seat 12-14 XTRA Legroom (Kursi Merah)
Tapi konsekuansinya yg duduk disini adalah orang yg bisa buka pintu darurat kalau emergency. Dan yg duduk disitu paling dagdigdug. Oh iya, seat 1-5 (tidak terfoto) juga XTRA Legroom, sama dapet 2 jendela. Andai kalo subkelas kereta kayak gitu. Saya duduk di seat 4F dapet jendelanya dua tuh, baru namanya hotseat, terus juga dapet XTRA Legroom. Seharusnya kalo KAI mau beda2 in tarif kyk gitu, supaya kerasa bedanya harga murah sama mahal. Kalo pake subkelas versi sekarang, ya ga kerasa bedanya dong.

[Image: IMG_2847_zps253e75d1.jpg]

Malaysia Airasia - Airbus 320 - AK 1914 KUL (Kuala Lumpur LCCT) - CNX (Chiangmai)
Hotseat AK ada dimana saja? 1-5, jendela darurat, dan apalagi?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#62
(25-01-2014, 11:45 PM)fajar_muhammadBJS Wrote: Kalo mau KAI pake sistem kayak gini. Seat 12-14 XTRA Legroom (Kursi Merah)
Tapi konsekuansinya yg duduk disini adalah orang yg bisa buka pintu darurat kalau emergency. Dan yg duduk disitu paling dagdigdug. Oh iya, seat 1-5 (tidak terfoto) juga XTRA Legroom, sama dapet 2 jendela. Andai kalo subkelas kereta kayak gitu. Saya duduk di seat 4F dapet jendelanya dua tuh, baru namanya hotseat, terus juga dapet XTRA Legroom. Seharusnya kalo KAI mau beda2 in tarif kyk gitu, supaya kerasa bedanya harga murah sama mahal. Kalo pake subkelas versi sekarang, ya ga kerasa bedanya dong.
[spoiler]
[Image: IMG_2847_zps253e75d1.jpg]

Malaysia Airasia - Airbus 320 - AK 1914 KUL (Kuala Lumpur LCCT) - CNX (Chiangmai)[/spoiler]

Kalo nggak kerasa bedanya mending beli yg tarif terhemat ajah, Kang... Biar tarif yg termahal dibeli orang lain atau malah kosong sekalian. :p
Reply
#63
Ada yg sadar gak sih sbnrnya ada bbrp KA yg harga nya naik dr biasanya, mungkin krn ketutup kebijakan subclass jd kita rada gak 'ngeh' Xie Xie
"Penumpang menunggu kereta api BUKAN kereta api menunggu penumpang."

[Image: 332wepw.jpg]
Reply
#64
(19-03-2014, 07:52 AM)mij_jim Wrote: Ada yg sadar gak sih sbnrnya ada bbrp KA yg harga nya naik dr biasanya, mungkin krn ketutup kebijakan subclass jd kita rada gak 'ngeh' Xie Xie

Biasalah, faktor inflasi. Wajar kalo banyak KA yg tarifnya "naik", terutama dari subclass termahal...
Kalo menurut gw, kenapa sistem subkelasnya gak ditetapin per kereta aja? Jadi, misalnya di K1, subkelas J ada 6 seat, subkelas I ada 8 seat, subkelas H ada 8 seat, dan sisanya subkelas A, tapi per kereta. Begitu juga di K2, K3 Kemenhub, K3+. Jadi, pembagian subkelasnya merata, gak kayak sekarang, subkelas termurah biasanya ngumpul di kereta 1, ke belakang makin mahal...Bethe
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#65
(11-12-2013, 05:23 PM)fajar_muhammadBJS Wrote: Nih kereta kok malah ngikutin penerbangan (sebut saja) Si Merah dari Malaysia. Jadi kayak ada hot seat-hotseat an gitu. Padahal mau di hot seat kek, di standard seat kek. Kan sama2 eksekutif/bisnis/eko. Sama2 pake ac. Sama jenis kursinya. Lah kok dibedabedain? Aneh sih ya. Dan menurut pengalaman saya. Pengalaman saya naik kereta/si merah Yg namanya "subkelas/HOTSEAT" di kereta dan si merah sama sama aja kok. Gak ada beda. Ya mungkin kalo di si merah pake hot seat bisa boarding duluan dan dapet pelayanan duluan. Tapi kalo di kereta?

Aku pernah naik pesawat di dalam negeri. Manado-Jakarta-Yogya. Pas Jakarta-Yogya aku tanya penumpang di sebelahku yang ternyata dia dari Manado juga. Pas kutanya harga tiketnya, Manado-Jakarta-Yogya dia sekitar 1,1 juta sementara aku hanya 800rb. Akhirnya cuma duduk sebelahan, tapi harga tiketnya bisa hampir 1,5 kali lipatnya. Xie Xie

Kalau KA bisa segitu ?
Reply
#66
(19-03-2014, 08:03 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(19-03-2014, 07:52 AM)mij_jim Wrote: Ada yg sadar gak sih sbnrnya ada bbrp KA yg harga nya naik dr biasanya, mungkin krn ketutup kebijakan subclass jd kita rada gak 'ngeh' Xie Xie

Biasalah, faktor inflasi. Wajar kalo banyak KA yg tarifnya "naik", terutama dari subclass termahal...
Kalo menurut gw, kenapa sistem subkelasnya gak ditetapin per kereta aja? Jadi, misalnya di K1, subkelas J ada 6 seat, subkelas I ada 8 seat, subkelas H ada 8 seat, dan sisanya subkelas A, tapi per kereta. Begitu juga di K2, K3 Kemenhub, K3+. Jadi, pembagian subkelasnya merata, gak kayak sekarang, subkelas termurah biasanya ngumpul di kereta 1, ke belakang makin mahal...Bethe

(11-12-2013, 05:23 PM)fajar_muhammadBJS Wrote: Nih kereta kok malah ngikutin penerbangan (sebut saja) Si Merah dari Malaysia. Jadi kayak ada hot seat-hotseat an gitu. Padahal mau di hot seat kek, di standard seat kek. Kan sama2 eksekutif/bisnis/eko. Sama2 pake ac. Sama jenis kursinya. Lah kok dibedabedain? Aneh sih ya. Dan menurut pengalaman saya. Pengalaman saya naik kereta/si merah Yg namanya "subkelas/HOTSEAT" di kereta dan si merah sama sama aja kok. Gak ada beda. Ya mungkin kalo di si merah pake hot seat bisa boarding duluan dan dapet pelayanan duluan. Tapi kalo di kereta?


Saya sadar banget tentang perubahan harga kok, hihihihi .... soalnya kan sekarang jadi pengguna cukup rutin dari trio K1 selatan, Gajah - Bima - Be Ka .... Jadinya kerasa banget sekarang naiknya lumayan gila bahkan dari Subkelas terbawah sekalipun ... Sedih

Tapi ya seperti yang dijelaskan jeng Stephie, karena inflasi dan nilai tukar rupiah, mau gak mau hal tersebut tidak dapat terhindarkan, hiksu hiksu .... *mewek* #halahlebay

Oh ya Jeng Stephie, seingat saya hingga 31 Desember 2013, sistem subkelas yang dipake PT. Sepur itu sama seperti yang Jeng sebutkan lho. Jadi dalam satu kereta, pembagian subkelasnya tuh kurang dan lebihnya seperti ini:

Sub J: Seat 1, 2, 12, 13
Sub I: Seat 2, 3, 11, 12
Sub H: Seat 3, 4, 10, 11
Sub A: Seat 5, 6, 7, 8, 9

Secara umum Sub H, I, J posisinya bisa bergeser 1 - 2 kursi dengan sub kelas di atasnya. Dan yang 99% pasti mendapat Sub A adalah seat 6-7-8.

Menurut saya sih Hot Seat nya kereta yang sebenernya ya tiga seat ini. Kenyamanannya secara umum paling maksimal kalau di sini. Goncangan paling minim soalnya jauh dari roda (coba bandingkan dengan goncangan di seat 2-3 atau 11-12), suara ribut dari bordes juga paling minim, apalagi pas petugas mondar-mandir gitu. Mungkin kalo mau ke toilet saja sih yang kudu jalan agak jauh, hahaha.

Tapi entah kenapa sekarang sistemnya jadi subkelas termurah ada di kereta terdepan, menyusul subkelas berikutnya hingga kereta belakang selalu dapet subkelas A. Padahal yang dulu asyik banget. Saya hobi pesen subkelas J tapi di kereta terbelakang yang biasanya sepi. Jadi begitu di dalem bisa pindah ke kursi yang lebih hot deh ... kadang bisa sampe rebahan malah, aaaaaw #plakkk

Sayang sekarang hal itu tidak bisa lagi dilakukan. Subkelas Termurah semua ada di depan, dan pastinya subkelas termurah itu kemungkinan sangat besar selalu penuh dan gak bisa loncat-loncat seenaknya gitu deeeh #eh

(19-03-2014, 08:20 AM)bhaskara Wrote: Aku pernah naik pesawat di dalam negeri. Manado-Jakarta-Yogya. Pas Jakarta-Yogya aku tanya penumpang di sebelahku yang ternyata dia dari Manado juga. Pas kutanya harga tiketnya, Manado-Jakarta-Yogya dia sekitar 1,1 juta sementara aku hanya 800rb. Akhirnya cuma duduk sebelahan, tapi harga tiketnya bisa hampir 1,5 kali lipatnya. Xie Xie

Kalau KA bisa segitu ?

Dulu kalau di Sepur jamannya masih shocking price, mendekati hari H serta makin sedikit sisa kursinya harga tiket menjadi semakin mahal, memang bisa terjadi begitu kok. Sekarang sih kalo sebelahan dan subkelasnya sama ya harganya sama, hahaha. Dulu pernah saya dapet tiket Be Ka 305.000, tapi samping saya dapetnya 345.000, belinya beda dua hari doang padahal, hahaha.
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#67
(19-03-2014, 12:32 PM)Hungry Soul Wrote:
(19-03-2014, 08:03 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(19-03-2014, 07:52 AM)mij_jim Wrote: Ada yg sadar gak sih sbnrnya ada bbrp KA yg harga nya naik dr biasanya, mungkin krn ketutup kebijakan subclass jd kita rada gak 'ngeh' Xie Xie

Biasalah, faktor inflasi. Wajar kalo banyak KA yg tarifnya "naik", terutama dari subclass termahal...
Kalo menurut gw, kenapa sistem subkelasnya gak ditetapin per kereta aja? Jadi, misalnya di K1, subkelas J ada 6 seat, subkelas I ada 8 seat, subkelas H ada 8 seat, dan sisanya subkelas A, tapi per kereta. Begitu juga di K2, K3 Kemenhub, K3+. Jadi, pembagian subkelasnya merata, gak kayak sekarang, subkelas termurah biasanya ngumpul di kereta 1, ke belakang makin mahal...Bethe

(11-12-2013, 05:23 PM)fajar_muhammadBJS Wrote: Nih kereta kok malah ngikutin penerbangan (sebut saja) Si Merah dari Malaysia. Jadi kayak ada hot seat-hotseat an gitu. Padahal mau di hot seat kek, di standard seat kek. Kan sama2 eksekutif/bisnis/eko. Sama2 pake ac. Sama jenis kursinya. Lah kok dibedabedain? Aneh sih ya. Dan menurut pengalaman saya. Pengalaman saya naik kereta/si merah Yg namanya "subkelas/HOTSEAT" di kereta dan si merah sama sama aja kok. Gak ada beda. Ya mungkin kalo di si merah pake hot seat bisa boarding duluan dan dapet pelayanan duluan. Tapi kalo di kereta?


Saya sadar banget tentang perubahan harga kok, hihihihi .... soalnya kan sekarang jadi pengguna cukup rutin dari trio K1 selatan, Gajah - Bima - Be Ka .... Jadinya kerasa banget sekarang naiknya lumayan gila bahkan dari Subkelas terbawah sekalipun ... Sedih

Tapi ya seperti yang dijelaskan jeng Stephie, karena inflasi dan nilai tukar rupiah, mau gak mau hal tersebut tidak dapat terhindarkan, hiksu hiksu .... *mewek* #halahlebay

Oh ya Jeng Stephie, seingat saya hingga 31 Desember 2013, sistem subkelas yang dipake PT. Sepur itu sama seperti yang Jeng sebutkan lho. Jadi dalam satu kereta, pembagian subkelasnya tuh kurang dan lebihnya seperti ini:

Sub J: Seat 1, 2, 12, 13
Sub I: Seat 2, 3, 11, 12
Sub H: Seat 3, 4, 10, 11
Sub A: Seat 5, 6, 7, 8, 9

Secara umum Sub H, I, J posisinya bisa bergeser 1 - 2 kursi dengan sub kelas di atasnya. Dan yang 99% pasti mendapat Sub A adalah seat 6-7-8.

Menurut saya sih Hot Seat nya kereta yang sebenernya ya tiga seat ini. Kenyamanannya secara umum paling maksimal kalau di sini. Goncangan paling minim soalnya jauh dari roda (coba bandingkan dengan goncangan di seat 2-3 atau 11-12), suara ribut dari bordes juga paling minim, apalagi pas petugas mondar-mandir gitu. Mungkin kalo mau ke toilet saja sih yang kudu jalan agak jauh, hahaha.

Tapi entah kenapa sekarang sistemnya jadi subkelas termurah ada di kereta terdepan, menyusul subkelas berikutnya hingga kereta belakang selalu dapet subkelas A. Padahal yang dulu asyik banget. Saya hobi pesen subkelas J tapi di kereta terbelakang yang biasanya sepi. Jadi begitu di dalem bisa pindah ke kursi yang lebih hot deh ... kadang bisa sampe rebahan malah, aaaaaw #plakkk

Sayang sekarang hal itu tidak bisa lagi dilakukan. Subkelas Termurah semua ada di depan, dan pastinya subkelas termurah itu kemungkinan sangat besar selalu penuh dan gak bisa loncat-loncat seenaknya gitu deeeh #eh

(19-03-2014, 08:20 AM)bhaskara Wrote: Aku pernah naik pesawat di dalam negeri. Manado-Jakarta-Yogya. Pas Jakarta-Yogya aku tanya penumpang di sebelahku yang ternyata dia dari Manado juga. Pas kutanya harga tiketnya, Manado-Jakarta-Yogya dia sekitar 1,1 juta sementara aku hanya 800rb. Akhirnya cuma duduk sebelahan, tapi harga tiketnya bisa hampir 1,5 kali lipatnya. Xie Xie

Kalau KA bisa segitu ?

Dulu kalau di Sepur jamannya masih shocking price, mendekati hari H serta makin sedikit sisa kursinya harga tiket menjadi semakin mahal, memang bisa terjadi begitu kok. Sekarang sih kalo sebelahan dan subkelasnya sama ya harganya sama, hahaha. Dulu pernah saya dapet tiket Be Ka 305.000, tapi samping saya dapetnya 345.000, belinya beda dua hari doang padahal, hahaha.

Kalau mau, beli subkelas murah (gerbong depan) tapi naik di gerbong blkg (subkelas mahal), selama aga ada penumpang lain yg naik di gerbong blkg (dan KP ngga protes) maka TD yg didapat akan lebih privat :p
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#68
(19-03-2014, 04:33 PM)CC-201-23 Wrote: Kalau mau, beli subkelas murah (gerbong depan) tapi naik di gerbong blkg (subkelas mahal), selama aga ada penumpang lain yg naik di gerbong blkg (dan KP ngga protes) maka TD yg didapat akan lebih privat :p

Saya Gak suka berspekulasi, dan males urusan dengan KP. Wong maunya begitu duduk langsung bobok kok Ngiler
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#69
(19-03-2014, 12:32 PM)Hungry Soul Wrote: Tapi ya seperti yang dijelaskan jeng Stephie, karena inflasi dan nilai tukar rupiah, mau gak mau hal tersebut tidak dapat terhindarkan, hiksu hiksu .... *mewek* #halahlebay

Oh ya Jeng Stephie, seingat saya hingga 31 Desember 2013, sistem subkelas yang dipake PT. Sepur itu sama seperti yang Jeng sebutkan lho. Jadi dalam satu kereta, pembagian subkelasnya tuh kurang dan lebihnya seperti ini:

Sub J: Seat 1, 2, 12, 13
Sub I: Seat 2, 3, 11, 12
Sub H: Seat 3, 4, 10, 11
Sub A: Seat 5, 6, 7, 8, 9

Secara umum Sub H, I, J posisinya bisa bergeser 1 - 2 kursi dengan sub kelas di atasnya. Dan yang 99% pasti mendapat Sub A adalah seat 6-7-8.

Menurut saya sih Hot Seat nya kereta yang sebenernya ya tiga seat ini. Kenyamanannya secara umum paling maksimal kalau di sini. Goncangan paling minim soalnya jauh dari roda (coba bandingkan dengan goncangan di seat 2-3 atau 11-12), suara ribut dari bordes juga paling minim, apalagi pas petugas mondar-mandir gitu. Mungkin kalo mau ke toilet saja sih yang kudu jalan agak jauh, hahaha.

Tapi entah kenapa sekarang sistemnya jadi subkelas termurah ada di kereta terdepan, menyusul subkelas berikutnya hingga kereta belakang selalu dapet subkelas A. Padahal yang dulu asyik banget. Saya hobi pesen subkelas J tapi di kereta terbelakang yang biasanya sepi. Jadi begitu di dalem bisa pindah ke kursi yang lebih hot deh ... kadang bisa sampe rebahan malah, aaaaaw #plakkk

Sayang sekarang hal itu tidak bisa lagi dilakukan. Subkelas Termurah semua ada di depan, dan pastinya subkelas termurah itu kemungkinan sangat besar selalu penuh dan gak bisa loncat-loncat seenaknya gitu deeeh #eh

Yg di-bold: itu gak salah tuh? Perasaan sebelum tanggal segitu juga sistem subkelasnya yg paling murah di depan, makin ke belakang makin mahal? Apa gw kurang teliti kali, ya. Soalnya gw biasanya liat seat yg pemesanannya min 1 bulan sebelumnya, KIMMW (Kiss Me If I'm Wrong)

#preeettt Ngikik
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#70
(20-03-2014, 10:58 AM)stasiunkastephanie Wrote: Yg di-bold: itu gak salah tuh? Perasaan sebelum tanggal segitu juga sistem subkelasnya yg paling murah di depan, makin ke belakang makin mahal? Apa gw kurang teliti kali, ya. Soalnya gw biasanya liat seat yg pemesanannya min 1 bulan sebelumnya, KIMMW (Kiss Me If I'm Wrong)

#preeettt Ngikik

Sini-sini jeng Kiss nya, aaaaw Cup..Cup

Lempar Loko

Entahlah ya sejak bulan apa, pokoknya seinget saya yang makin depan makin murah itu masih baru kok, baru beberapa bulan ini aja, sebelumnya ya nyebar dari depan ke belakang.

Trus tanggal 22 Desember 2013, saya juga naik si Bima lho jeng, subkelas I tapi dapet duduk di K1-4, kursi nomer 9B kalo ndak salah. Nah padahal K1-4 ke belakang itu sekarang sudah mutlak milik si A loh jeng .... Bingung
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)