Posts: 96
Threads: 0
Joined: Feb 2014
Reputation:
0
(07-03-2014, 07:22 AM)stasiunkastephanie Wrote: (06-03-2014, 11:47 PM)Adolph Wrote: solusinya menurut ane:
1) tingkatkan kualitas penex, atau
2) pertahankan kualitas penex seperti sekarang, tetapi kurangi gap harga yang begitu tinggi antara penex dan donat, bisa dengan:
- menurunkan harga penex, atau
- menaikkan harga donat (sedikit mengurangi jatah subsidi, selanjutnya jumlah yang dikurangi itu bisa diputar untuk lainnya, contohnya dipakai untuk menambah jumlah trip KA2 lokal ),
- bisa juga menurunkan harga penex dan menaikkan harga donat sekaligus,
dengan demikian gap harga penex dengan donat jadi lebih kecil sehingga perbedaan fasilitas antara penex dan donat bisa lebih dapat dirasakan..
just IMHO 
Kalo gw malah milihnya Peneks diselipin 2-3 K1 per rangkaian, jadi biar penumpang milih mau naik K3 atawa K1nya. Trus harga Peneks yg K3 diturunin lah dikit. Selain itu, ditambah 1 rangkaian lagi, jadi jadwal Peneks nantinya sbb:
- SGU-ML-BL:
- SGU-ML-BL ber 07.45, dat 11.45 (rangkaian 1)
- SGU-ML ber 09.45, dat 11.45 (rangkaian 2)
- SGU-ML-BL ber 16.00, dat 20.00 (rangkaian 2)
- SGU-ML ber 18.00, dat 20.00 (rangkaian 1)
- BL-ML-SGU:
- ML-SGU ber 05.00, dat 07.00 (rangkaian 1)
- BL-ML-SGU ber 05.00, dat 09.00 (rangkaian 2)
- ML-SGU ber 13.15, dat 15.15 (rangkaian 2)
- BL-ML-SGU ber 13.15, dat 17.15 (rangkaian 1)
Catatan: semua rangkaian menggunakan 3-4 K3, 1 KMP3, 2-3 K1, B.
Semoga terwujud, amiii...nn....
Wah setuju banget ini mas klau Penex ada K1 nya
Klau sy memang inginya Penex ini bisa ada rangakaian campauran K3 ama K2 atau K3 ama K1
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
(07-03-2014, 07:22 AM)stasiunkastephanie Wrote: (06-03-2014, 11:47 PM)Adolph Wrote: solusinya menurut ane:
1) tingkatkan kualitas penex, atau
2) pertahankan kualitas penex seperti sekarang, tetapi kurangi gap harga yang begitu tinggi antara penex dan donat, bisa dengan:
- menurunkan harga penex, atau
- menaikkan harga donat (sedikit mengurangi jatah subsidi, selanjutnya jumlah yang dikurangi itu bisa diputar untuk lainnya, contohnya dipakai untuk menambah jumlah trip KA2 lokal ),
- bisa juga menurunkan harga penex dan menaikkan harga donat sekaligus,
dengan demikian gap harga penex dengan donat jadi lebih kecil sehingga perbedaan fasilitas antara penex dan donat bisa lebih dapat dirasakan..
just IMHO 
Kalo gw malah milihnya Peneks diselipin 2-3 K1 per rangkaian, jadi biar penumpang milih mau naik K3 atawa K1nya. Trus harga Peneks yg K3 diturunin lah dikit. Selain itu, ditambah 1 rangkaian lagi, jadi jadwal Peneks nantinya sbb:
- SGU-ML-BL:
- SGU-ML-BL ber 07.45, dat 11.45 (rangkaian 1)
- SGU-ML ber 09.45, dat 11.45 (rangkaian 2)
- SGU-ML-BL ber 16.00, dat 20.00 (rangkaian 2)
- SGU-ML ber 18.00, dat 20.00 (rangkaian 1)
- BL-ML-SGU:
- ML-SGU ber 05.00, dat 07.00 (rangkaian 1)
- BL-ML-SGU ber 05.00, dat 09.00 (rangkaian 2)
- ML-SGU ber 13.15, dat 15.15 (rangkaian 2)
- BL-ML-SGU ber 13.15, dat 17.15 (rangkaian 1)
Catatan: semua rangkaian menggunakan 3-4 K3, 1 KMP3, 2-3 K1, B.
Semoga terwujud, amiii...nn.... ya, bisa juga..coba dulu satu unit K-1, kalo laku bisa ditambah.. tiket sby-mlg Rp 30 ribu, dan sby-bl mungin sekitar Rp 55 ribu, dan ml-bl sekitar Rp 25 ribu...
sedangkan yang ane jabarkan di atas itu kan terutama untuk mengurangi gap antara K3 nya penex sama doughnut
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 1,823
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
21
(07-03-2014, 11:08 AM)Adolph Wrote: (07-03-2014, 07:22 AM)stasiunkastephanie Wrote: (06-03-2014, 11:47 PM)Adolph Wrote: solusinya menurut ane:
1) tingkatkan kualitas penex, atau
2) pertahankan kualitas penex seperti sekarang, tetapi kurangi gap harga yang begitu tinggi antara penex dan donat, bisa dengan:
- menurunkan harga penex, atau
- menaikkan harga donat (sedikit mengurangi jatah subsidi, selanjutnya jumlah yang dikurangi itu bisa diputar untuk lainnya, contohnya dipakai untuk menambah jumlah trip KA2 lokal ),
- bisa juga menurunkan harga penex dan menaikkan harga donat sekaligus,
dengan demikian gap harga penex dengan donat jadi lebih kecil sehingga perbedaan fasilitas antara penex dan donat bisa lebih dapat dirasakan..
just IMHO 
Kalo gw malah milihnya Peneks diselipin 2-3 K1 per rangkaian, jadi biar penumpang milih mau naik K3 atawa K1nya. Trus harga Peneks yg K3 diturunin lah dikit. Selain itu, ditambah 1 rangkaian lagi, jadi jadwal Peneks nantinya sbb:
- SGU-ML-BL:
- SGU-ML-BL ber 07.45, dat 11.45 (rangkaian 1)
- SGU-ML ber 09.45, dat 11.45 (rangkaian 2)
- SGU-ML-BL ber 16.00, dat 20.00 (rangkaian 2)
- SGU-ML ber 18.00, dat 20.00 (rangkaian 1)
- BL-ML-SGU:
- ML-SGU ber 05.00, dat 07.00 (rangkaian 1)
- BL-ML-SGU ber 05.00, dat 09.00 (rangkaian 2)
- ML-SGU ber 13.15, dat 15.15 (rangkaian 2)
- BL-ML-SGU ber 13.15, dat 17.15 (rangkaian 1)
Catatan: semua rangkaian menggunakan 3-4 K3, 1 KMP3, 2-3 K1, B.
Semoga terwujud, amiii...nn.... ya, bisa juga..coba dulu satu unit K-1, kalo laku bisa ditambah.. tiket sby-mlg Rp 30 ribu, dan sby-bl mungin sekitar Rp 55 ribu, dan ml-bl sekitar Rp 25 ribu...
sedangkan yang ane jabarkan di atas itu kan terutama untuk mengurangi gap antara K3 nya penex sama doughnut 
Aduh,jeng Steffy Chibi eh jeng Stephanie  ,K1 nya mau ngambil dari mana lagi ? K1 SDT udah terbatas,apalagi K1 ML. Kalo saya malah bilang,biarlah Bima tetap jadi KA eksekutif yang melayani SGU - ML. Kalo digabung,gak yakin K1 nya bakal laku dan nanti akhirnya dihilangkan juga ujung ujungnya. Kalo utk Peneks ama Penat - Dhoho,segmen pasarnya udah jelas beda. Dhoho - Penataran reguler itu untuk yang ekonominya kurang berkecukupan. Sedangkan kalo Peneks,itu untuk yang ekonominya lebih baik dan butuh cepat. Kalo PSO Penataran - Dhoho dikurangi apalagi dicabut,gak usah heran kalo KA ini bakal tinggal nama,karena akan beralih ke bus. Cuma pendapat saya *no bashing*
Posts: 912
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
9
(07-03-2014, 03:53 PM)Garry KAHP Wrote: (07-03-2014, 11:08 AM)Adolph Wrote: (07-03-2014, 07:22 AM)stasiunkastephanie Wrote: (06-03-2014, 11:47 PM)Adolph Wrote: solusinya menurut ane:
1) tingkatkan kualitas penex, atau
2) pertahankan kualitas penex seperti sekarang, tetapi kurangi gap harga yang begitu tinggi antara penex dan donat, bisa dengan:
- menurunkan harga penex, atau
- menaikkan harga donat (sedikit mengurangi jatah subsidi, selanjutnya jumlah yang dikurangi itu bisa diputar untuk lainnya, contohnya dipakai untuk menambah jumlah trip KA2 lokal ),
- bisa juga menurunkan harga penex dan menaikkan harga donat sekaligus,
dengan demikian gap harga penex dengan donat jadi lebih kecil sehingga perbedaan fasilitas antara penex dan donat bisa lebih dapat dirasakan..
just IMHO 
Kalo gw malah milihnya Peneks diselipin 2-3 K1 per rangkaian, jadi biar penumpang milih mau naik K3 atawa K1nya. Trus harga Peneks yg K3 diturunin lah dikit. Selain itu, ditambah 1 rangkaian lagi, jadi jadwal Peneks nantinya sbb:
- SGU-ML-BL:
- SGU-ML-BL ber 07.45, dat 11.45 (rangkaian 1)
- SGU-ML ber 09.45, dat 11.45 (rangkaian 2)
- SGU-ML-BL ber 16.00, dat 20.00 (rangkaian 2)
- SGU-ML ber 18.00, dat 20.00 (rangkaian 1)
- BL-ML-SGU:
- ML-SGU ber 05.00, dat 07.00 (rangkaian 1)
- BL-ML-SGU ber 05.00, dat 09.00 (rangkaian 2)
- ML-SGU ber 13.15, dat 15.15 (rangkaian 2)
- BL-ML-SGU ber 13.15, dat 17.15 (rangkaian 1)
Catatan: semua rangkaian menggunakan 3-4 K3, 1 KMP3, 2-3 K1, B.
Semoga terwujud, amiii...nn.... ya, bisa juga..coba dulu satu unit K-1, kalo laku bisa ditambah.. tiket sby-mlg Rp 30 ribu, dan sby-bl mungin sekitar Rp 55 ribu, dan ml-bl sekitar Rp 25 ribu...
sedangkan yang ane jabarkan di atas itu kan terutama untuk mengurangi gap antara K3 nya penex sama doughnut 
Aduh,jeng Steffy Chibi eh jeng Stephanie ,K1 nya mau ngambil dari mana lagi ? K1 SDT udah terbatas,apalagi K1 ML. Kalo saya malah bilang,biarlah Bima tetap jadi KA eksekutif yang melayani SGU - ML. Kalo digabung,gak yakin K1 nya bakal laku dan nanti akhirnya dihilangkan juga ujung ujungnya. Kalo utk Peneks ama Penat - Dhoho,segmen pasarnya udah jelas beda. Dhoho - Penataran reguler itu untuk yang ekonominya kurang berkecukupan. Sedangkan kalo Peneks,itu untuk yang ekonominya lebih baik dan butuh cepat. Kalo PSO Penataran - Dhoho dikurangi apalagi dicabut,gak usah heran kalo KA ini bakal tinggal nama,karena akan beralih ke bus. Cuma pendapat saya *no bashing*
K1 SDT Kan bisa ngambil dari K1 Old Turangga/BK yang nganggur.......... Kan beberapa masih nganggur pas abis dipake Sancaka SDT (walaupun kadang masih nyomot RTF Turangga), dan Turangga (Paling cuma nyantol 2-3 K1 kaca lebar lah di Turangga)
Posts: 194
Threads: 0
Joined: Feb 2014
PeNeks hari ini terpantau lumayan rame.. Pantauan 8/03/2014 jam 09:37 Relasi BL - SGU:
K3-1 terisi 49 penumpang.
K3-2 terisi 35 penumpang.
K3-3 terisi 35 penumpang.
K3-4 terisi 7 penumpang.
K3-5 terisi 6 penumpang.
K3-6 terisi 0 penumpang.
Masih bisa nambah lagi dari penumpang go show.. Happy weekend
Posts: 194
Threads: 0
Joined: Feb 2014
Sangaaaaaaaarrrrrrr... Untuk keberangkatan tgl 9 Maret BL - SGU:
K3-1: terisi 103 penumpang (1 turun ML, 1 naik dari ML).
K3-2: terisi 71 penumpang turun SGU.
K3-3: terisi 85 penumpang turun SGU.
K3-4: terisi 70 penumpang turun SGU.
K3-5: terisi 63 penumpang turun SGU.
K3-6: Aling2.
Total yg turun SGU ada 392.
Belum ditambah pnp go show...
gerbong paling rame.. K3-1 hanya sisa 4 seat..
[spoiler]
[/spoiler]
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(07-03-2014, 05:49 PM)LufthansaPilot Wrote: (07-03-2014, 03:53 PM)Garry KAHP Wrote: Aduh,jeng Steffy Chibi eh jeng Stephanie ,K1 nya mau ngambil dari mana lagi ? K1 SDT udah terbatas,apalagi K1 ML. Kalo saya malah bilang,biarlah Bima tetap jadi KA eksekutif yang melayani SGU - ML. Kalo digabung,gak yakin K1 nya bakal laku dan nanti akhirnya dihilangkan juga ujung ujungnya. Kalo utk Peneks ama Penat - Dhoho,segmen pasarnya udah jelas beda. Dhoho - Penataran reguler itu untuk yang ekonominya kurang berkecukupan. Sedangkan kalo Peneks,itu untuk yang ekonominya lebih baik dan butuh cepat. Kalo PSO Penataran - Dhoho dikurangi apalagi dicabut,gak usah heran kalo KA ini bakal tinggal nama,karena akan beralih ke bus. Cuma pendapat saya *no bashing*
K1 SDT Kan bisa ngambil dari K1 Old Turangga/BK yang nganggur.......... Kan beberapa masih nganggur pas abis dipake Sancaka SDT (walaupun kadang masih nyomot RTF Turangga), dan Turangga (Paling cuma nyantol 2-3 K1 kaca lebar lah di Turangga)
Kalo masalah K1 SDT, sebelum ada si Bangunkarta, kalo main2 ke SB pasti bakal nemuin 4-5 K1 nganggur di sepur simpan SB. Apalagi semenjak adanya Bangunkarta, bisa sampai 8 K1 yg nganggur di sepur simpan SB, itu belum termasuk yg ada di dipo SDTnya. Nah, kenapa gak dimanfaatin aja 2 K1 SDT buat K1 Peneks? Daripada nganggur malah membebani biaya operasional, mending dipake buat menghasilkan arus kas bagi PT Sepur. Kalo emang gak bisa, kenapa gak dicoba K1 SBI punyanya ABAL? Kalo K1 GG udah jadi semua, otomatis K1 ABAL bakal nganggur, nah daop 8 bisa memanfaatkan ex K1 ABAL buat SDT/ML, itung2 bisa dipake buat K1 Peneks/yg lain...:v
Ada komentar/pertanyaan lagi?
Posts: 96
Threads: 0
Joined: Feb 2014
Reputation:
0
(11-03-2014, 06:08 AM)stasiunkastephanie Wrote: (07-03-2014, 05:49 PM)LufthansaPilot Wrote: (07-03-2014, 03:53 PM)Garry KAHP Wrote: Aduh,jeng Steffy Chibi eh jeng Stephanie ,K1 nya mau ngambil dari mana lagi ? K1 SDT udah terbatas,apalagi K1 ML. Kalo saya malah bilang,biarlah Bima tetap jadi KA eksekutif yang melayani SGU - ML. Kalo digabung,gak yakin K1 nya bakal laku dan nanti akhirnya dihilangkan juga ujung ujungnya. Kalo utk Peneks ama Penat - Dhoho,segmen pasarnya udah jelas beda. Dhoho - Penataran reguler itu untuk yang ekonominya kurang berkecukupan. Sedangkan kalo Peneks,itu untuk yang ekonominya lebih baik dan butuh cepat. Kalo PSO Penataran - Dhoho dikurangi apalagi dicabut,gak usah heran kalo KA ini bakal tinggal nama,karena akan beralih ke bus. Cuma pendapat saya *no bashing*
K1 SDT Kan bisa ngambil dari K1 Old Turangga/BK yang nganggur.......... Kan beberapa masih nganggur pas abis dipake Sancaka SDT (walaupun kadang masih nyomot RTF Turangga), dan Turangga (Paling cuma nyantol 2-3 K1 kaca lebar lah di Turangga)
Kalo masalah K1 SDT, sebelum ada si Bangunkarta, kalo main2 ke SB pasti bakal nemuin 4-5 K1 nganggur di sepur simpan SB. Apalagi semenjak adanya Bangunkarta, bisa sampai 8 K1 yg nganggur di sepur simpan SB, itu belum termasuk yg ada di dipo SDTnya. Nah, kenapa gak dimanfaatin aja 2 K1 SDT buat K1 Peneks? Daripada nganggur malah membebani biaya operasional, mending dipake buat menghasilkan arus kas bagi PT Sepur. Kalo emang gak bisa, kenapa gak dicoba K1 SBI punyanya ABAL? Kalo K1 GG udah jadi semua, otomatis K1 ABAL bakal nganggur, nah daop 8 bisa memanfaatkan ex K1 ABAL buat SDT/ML, itung2 bisa dipake buat K1 Peneks/yg lain...:v
Ada komentar/pertanyaan lagi? 
Iya setuju mending K1 yg ngangur itu dipake buat Peneks
Sy berharap banget Peneks ini ada K1 nya nanti smoga aja kedepannya bisa ada K1 di peneks
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
Dari trit sebelah:
(15-03-2014, 07:46 AM)ma2d_iwag Wrote: INFO:
Dipo SDT sekarang punya tambahan cadangan 5K3+KP3+K3 aling2 lagi, karena rangkaian KRD KTS saat ini sudah menggunakan rangkaian Penataran_Dhoho.
Jadi KA Dhoho dari BL yang tiba di SB jam 18.08 langsung menjelma sebagai KRD KTS yang berangkat jam 19.10 dari SB.
Esok harinya seperti biasa KRD tiba di SB jam 6.19 langsung menjelma sebagai Penataran Icon yang brkt jam 7 pagi.

Yg di- bold: Kalo ada rangkaian cadangan segitu, tinggal nambah 1 K3 ma 1 KMP3/KMP2 lagi, kenapa gak cepet2 dijadiin Peneks II aja, ya? Daripada nganggur gak jelas, malah membebani biaya perawatan, mending bener kata gw, jadin Peneks II. Kapan ya bakal kewujud?
Posts: 345
Threads: 0
Joined: Jun 2013
Reputation:
2
(15-03-2014, 08:14 AM)stasiunkastephanie Wrote: Dari trit sebelah:
(15-03-2014, 07:46 AM)ma2d_iwag Wrote: INFO:
Dipo SDT sekarang punya tambahan cadangan 5K3+KP3+K3 aling2 lagi, karena rangkaian KRD KTS saat ini sudah menggunakan rangkaian Penataran_Dhoho.
Jadi KA Dhoho dari BL yang tiba di SB jam 18.08 langsung menjelma sebagai KRD KTS yang berangkat jam 19.10 dari SB.
Esok harinya seperti biasa KRD tiba di SB jam 6.19 langsung menjelma sebagai Penataran Icon yang brkt jam 7 pagi.

Yg di-bold: Kalo ada rangkaian cadangan segitu, tinggal nambah 1 K3 ma 1 KMP3/KMP2 lagi, kenapa gak cepet2 dijadiin Peneks II aja, ya? Daripada nganggur gak jelas, malah membebani biaya perawatan, mending bener kata gw, jadin Peneks II. Kapan ya bakal kewujud? 
Nah, eks rangkaian KRD ini gak ada di SB lho.. Karena yang di SB perasaan yang idle ya itu2 aja, gak nambah atau berkurang.
Entah mungkin rangkaiannya ada di SDT atau di BY, semoga aja lagi dibatik'in..
|