Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
Ngutip kalimat di artikel di atas :
Quote:Menurut salah seorang penumpang KA, Ary (26), dirinya merasa keberatan dengan naiknya tarif KA ekonomi. Sebab perbedaan tarif KA ekonomi saat ini tidak begitu jauh, seharusnya KA ekonomi bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan KA kelas bisnis. "Saat ini, harga tiket antara ekonomi dengan bisnis malah tidak terlalu jauh harganya," tambahnya.
Itu bandinginnya dgn harga tiket bisnis yg lg pasang promoan apa ya...? Momoan oh momoan...
Posts: 128
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
0
kulo nuwun..
apakah sudah ada info mengenai mengapa K3 PSO jarakjauh untuk bulan April belum bisa dipesan?
Posts: 6
Threads: 0
Joined: Jan 2014
Reputation:
0
(10-03-2013, 01:42 PM)dozykayen Wrote: (09-03-2013, 10:33 PM)ardial Wrote: (09-03-2013, 09:26 PM)dozykayen Wrote: (07-03-2013, 01:02 PM)dedy vh Wrote: saya sangat mendukung penuh dengan kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini yang menerapakan 100 persen penumpang duduk , tiket online dan bebas pedagang kaki lima di peron dan di daalm kereta. saya rasa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang menuju perusahaan yang sehat ini bisa di lihat dari keuntungan perusahaan yang semakin meningkat.bukan tidak mungkin suatu saat akan menjadi operator ka tingkat dunia. perusahaan saat ini sedang membersihkan dari para pegawai yang mencoba mengambil keuntungan pribadi.dengan menjadi calo karcis dll perusahaan nya makin bobrok pegawainya sejahtera dalam tanda kutip. kalau perusahaan sehat insya allah para pegawainya sejahtera..
namun memang saya kurang setuju dengan beberapa kebijakan perusahaan yang mengurangi jumlah pemberhentian ka ka lokal di masing masing daop. semisal ka lolak pwk - jkt , saya dulu sering naik ka ini kalau mau ke arah cikampek dan purwakarta dan ke arah kota dan kemayoran dari stasiun klender yang memang stasiun terdekat dari tempat tinggal saya. sekarang sudah tidak berhenti lagi di stasiun klender dan juga ka lokal cirebon - cikampek yang saat ini sudah almarhum
1. Saya malah kepengen ada koneksi KA lokal. Ka lokal stop semua stasiun. Nah, ka lokal juga di tambah. Jadinya ada lokalan : JAKK/TPK/PSE-PWK, PWK-CBT, CBT-KYA, KYA-KTA, KTA-SK, SK-KTS, KTS-SB, KTS-TA, TA-ML, ML-SB (penataran jadi ka ekspress jika ada ka lokal ini), Bangil-JR, dan JR-BW. Untuk Pantura ada SBI-BJ, BJ-SMC, SMC-TG, TG-CNP, CNP-CKP, serta jalur poros tengah (CN-KYA dan SMT-SLO). Lokalan full ac dengan harga normal. Andaikan saja...
2. Semua kereta disubsidi, kecuali beberapa K1
3. Semua stasiun online, dengan tingkatan tertentu (misal stasiun tengah sawah online lokalan), seperti saya bilang di awal
4. Kebijakan ac-nisasi, 100 %, boarding, saya dukung
5. 
Saya tanggapi 1 dan 2
jalur selatan:Jakarta apapun stasiun keberangkatannya-Purwakarta, bukankah sudah ada Patas biarpun sampai Purwakarta, Purwakarta-Cibatu kan ada Mandra, kalau KYA-KTA bukankah ada Maguwo walaupun agak ekstension Ke Maguwo+dihentikan sementara karena harus Backup ke KA Sumatera, KTA-SK bukankah sudah ada Prameks/Sriwedari, KTS-SB bukankah sudah ada Arjuno dan KTS-ML bukankah Bukankah sudah ada Kelud biarpun cuma sampai Kediri.
nah mungkin untuk yang belum saya tanggapi Bisa menjadi evaluasi buat semuanya
Pantura:Jakarta-Tegal Bukankah nanti Kaligangsa setelah dipulangkan ke jawa hanya sementara saja dihentikannya, toh kaligangsa 65.000 bisa sampai Tegal meskipun lebih lama dari Arum karena persoalan jadwal yang banyak bentrok+berhentinya Kaligangsa Juga perpetak buktinya Priuk-Cirebon ditempuh dalam waktu 4,5 jam+kaligangsa saja 2 Jam perjalanan sudah sampai Pegadenbaru sehingga Mulai Cikampek-Cirebon berhenti Perpetak bahkan udah lebih sabar dari KA Ekonomi lepas CN jalan dibelakang Argo Sindoro.
saking sabarnya Masuk Tegal Paling cepat 22:15.
Tegal-Semarangf:bukankah sudah dilayani 3 KA Kaliagung meskipun namanya+Rangkaiannya beda2(Ekonomi tegal Ekspres, Bisnis:KRDE, K1 Kaliagung Mas)
Semarang-Bojonegoro:bukankah ada Blojeks
K2+K3:bukankah K2 itu Komersial biar gak tekor+merugi?
Kalau K3 Masih Tolerance lah dengan catatan Tidak Lebih dari Pekgo Termasuk Subsidi, tapi kalau K1 genah Pinten Mas?/Wani Piro
3 dan 4.Pasti Setuju
Hmmm, setelah dipikirkan iya juga ya ngapain K1 dikasih subsidi, orang kaya kok disubsidi (kecewa pada diri sendiri)....Ya mendingan subsidi dialihkan kepada seluruh K3 AC (kan nantinya AC semua). Dan oh ya, semua ka enaknya ada tuslah deh menurut sy..Misalnya, untuk ka argo+bima+gajah ada appertizer n dessert, terus K1 satwa apa gitu, K1 eksis beda lagi, terus sampe K3 lokalan dapet aqua gelas...Kalau andaikan KAI itu sebuah perusahaan airline, KAI sudah termasuk no frill (LCC), nggak seperti dulu yang full service.
1. Usul buat K1: lantai diganti karpet, kursi kain semua, tv di tengah gerbong ukuran sedang, ada announcementnya saat mau masuk stasiun, toilet duduk, running text (stasiun pemberhentian&waktu), bantal selimut korden wangi, toilet nya juga ditambah toilet khusus untuk pria(yang untuk BAK)....
Tapi semua itu ada kendalanya
1. Maaf ya sebelumnya, ada orang indonesia yang 'mental colongan', ada barang baru dicolong.
2. Maaf lagi, 'bisa membuat tidak bisa merawat'. Percuma saja sudah dikasih fasilitas bagus bagus nggak bisa ngrawat
3. Biaya

Ane stuju banget sama pendapat agan.....
Apalagi mengenai K1....
Oya, mengenai K1 yang nggak disubsidi, kan emang salah satu fungsi K1 untuk subsidi silang dengan K yang lain kan? CMIIW
Posts: 6
Threads: 0
Joined: Jan 2014
Reputation:
0
(10-07-2013, 04:07 PM)Joe_cn Wrote: (10-07-2013, 10:30 AM)sonyazis Wrote: Tunggu, mungkin ini oot, tapi setelah baca-baca, ada soal iri-iri an, takut ditinggal penumpang, dll, terasa seperti ini : KA boleh kalah dengan moda transportasi lain yg berakibat dihapusnya KA dan matinya jalur. Sementara moda transportasi lain ga boleh kalah sama KA dan ga boleh sampe gulung tikar.
Fair ga sih? Apa ga gila tuh?
Ada yg menangkap maksud saya?
membaca kalimat itu, sejenak saya flash back ke beberapa tahun yg lalu, ketika Parahyangan dan Argo Gede sudah koma malah sudah hampir mati mereka, ketika adanya tol Cipularang dan banyaknya moda transportasi seperti travel yg terus bersaing untuk mematikan Kereta khusus jakarta ke bandung dan sebaliknya itu...
Tapi apa?
Apakah mereka mati?
Ternyata tidak....
Bagimana masyarakat pecinta KA yg selalu menggunakan Argo gede dan PArahyangan(Bukan RF), dan termasuk para Pecinta KA(RF) terang2an menolak dengan tegas agar kedua KA itu tidak dimatikan, akhirnya setelah perjuangan yg lumayan panjang akhirnya KA ini melebur menjadi 1 menjadi ARGO PARAHYANGAN yang sekarang kita kenal....
jadi kalo masyarakat memang cinta dengan transportasi itu, apapun bisa mereka lakukan agar si transportasi itu tidak sampe mati...
Lha terus bagaimana dengan transportasi yang satu ini saya sebut aja bus, koq sepertinya ketika mereka sedang sepi penumpang, hampir mati karena kenaikan BBM, koq yo gada yang bela ya?malah bos organda yang koar2...
bisa kita simpulkan masyarakat ga minta harga murah koq untuk suatu moda transportasi, mereka hanya minta layanan yang PANTAS dengan apa yang mereka bayar, itu saja....
Nambahin lagi gan, yang terpenting juga "seberapa worth/pantas kita membayar suatu jasa perjalanan dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya (ketepatan, keselamatan, kecepatan, dll)"
Posts: 19
Threads: 0
Joined: Sep 2013
Reputation:
0
Diakui suatu kebijakan pasti ada kelebihan dan. Kekurangan.
kebijakan KAI sekarang ini kits mendapatkan kenyamanan dan. Ketepatan waktu tetapi mengurangi nilai ekonomis dari. Tarif.
tapi sebaiknya memang. Untuk kelas.tariff ekonomi KAI harus. Berani sedikit mensubsidi dari pendapatan dr sektor eksekutif dan bisnis supaya rakyat dari golongan kurang mampu dapat menikmati perjalanan menggunakan kereta. Api.
Jugs untuk KA lokal. Yg. Mestinya harga timer masih visa ditekan.
Yg penting adalah KAI menerapkan subsidi silang.
Terima kasih.
___________________________
"Total dari Pekalongan-Semarang ada 33 lengkungan kecil. Semua lengkungan tersebut kini telah dihilangkan."
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
IMHO:
menurut sya, ada subsidi atau gk ada subsidi (terutama) untuk K3, trit ini tetap harus ada..
Apa maksudnya?
Di komen sebelum2nya, ada yg mengusulkan jika K3 kembali di PSO oleh pemerintah, maka trit ini harus ditutup karna sudah gk relevan lgi..
Menurut sya, saat ini KA menjadi sarana transportasi yg "eksklusif" karna gk semua orang bisa menjangkaunya dan merasakannya. Ditambah ada beberapa kebijakan dri dirutnya saat ini, yg mungkin buat sebagian orang gk bisa menerimanya. So sekarang KA bisa dibilang transportasi umum massal yg perlahan2 mulai gk "merakyat" lgi karna hanya orang2 tertentu saja yg bertahan dlm menggunakannya. Mereka yg meninggalkan KA (bisa diartikan=ogah) sebenarnya bukan gk butuh. Justru mestinya semua orang butuh transportasi KA. Tpi untuk saat ini atau dalam keadaan tertentu, kadang gk bisa tercover karna diantaranya adanya kebijakan2 yg baru dri bosnya PT. KAI itu.
Selain itu, adanya angkutan umum massal lain yg harganya lebih kompetitif dri KA, membuat stempel "gk merakyat lagi" bisa jadi acuan jga. Ironisnya di KA sendiri pun justru perlahan2 tarifnya (terutama K1nya) justru mulai bisa bersaing dngn argo mabur yg notabene masih dipandang sbg transportasi kelas premium hingga saat ini..
Dan maaf, (menurut sya jga) jika ada pejabat yg naik KA mana pun (sekalipun K3), menurut sya itu bukan sebuah sikap kerendahan hatinya. Karna masih ada angkutan masal lainnya yg lebih murah dan sebenarnya gk nyaman dinaiki buat sebagian orang. Sementara untuk ukuran K3 sekarang, bisa dibilang sudah ada kenyamanan..
Jadi, sejatinya memang kereta saat ini sudah tidak "merakyat lagi"..
*jika pendapat sya keliru, anggap sja ini pepesan kosong
kunjungi blog saya di sini
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(29-01-2014, 01:14 PM)fikobaskoro Wrote: Ane stuju banget sama pendapat agan.....
Apalagi mengenai K1....
Oya, mengenai K1 yang nggak disubsidi, kan emang salah satu fungsi K1 untuk subsidi silang dengan K yang lain kan? CMIIW
(29-01-2014, 03:52 PM)citayam Wrote: Diakui suatu kebijakan pasti ada kelebihan dan. Kekurangan.
kebijakan KAI sekarang ini kits mendapatkan kenyamanan dan. Ketepatan waktu tetapi mengurangi nilai ekonomis dari. Tarif.
tapi sebaiknya memang. Untuk kelas.tariff ekonomi KAI harus. Berani sedikit mensubsidi dari pendapatan dr sektor eksekutif dan bisnis supaya rakyat dari golongan kurang mampu dapat menikmati perjalanan menggunakan kereta. Api.
Jugs untuk KA lokal. Yg. Mestinya harga timer masih visa ditekan.
Yg penting adalah KAI menerapkan subsidi silang.
Terima kasih.
 Perlu diingat sekali lagi, PT. KAI adalah sebuah BUMN, bukan Lembaga Sosial di bawah kementerian sosial yang tujuannya menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. BUMN berbentuk PT tujuannya sudah sangat jelas: Mencari keuntungan. Kalau bicara subsidi, bicaranya ya harus ke Pemerintah, dalam ini Kementerian perhubungan melalui Public Service Obligation nya. Salah alamat kalau KAI dipaksa menurunkan tarif dengan menyisihkan keuntungan mereka. Kalo bahasa gaulnya sih mungkin mereka bilang gini "Heloooow, siapa lo siapa gueh?"
Kalau mau memaksa KAI harus "menyejahterakan" rakyat Indonesia melalui kereta api, minta saja KAI dibalikin jadi BUMN berbentuk Perusahaan Umum (Perum) ...
Masih bicara tarif, menurut saya ini juga blunder dari pemerintah, atau siapapun lah yang "melarang" tarif KA ekonomi naik selama bertahun-tahun. Masih ingat kan tahun 2011 tarif KA Ekonomi sempat naik sampai sekitar Rp 10.000 gitu kalau tidak salah, dan semua pihak kebakaran jenggot, semua pihak protes, semua tidak setuju dan akhirnya tarif diturunkan lagi. Kok aneh. Padahal transportasi lain, baik yang bersubsidi maupun tidak semuanya juga naik terus dari tahun ke tahun. Ini juga wajar karena nilai uang memang akan terus semakin menurun. Coba kalau dari dulu dilakukan penyesuaian tarif tiap berapa tahun sekali, pasti gak pada sekaget ini saat PSO sedang kosong ...
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(29-01-2014, 01:14 PM)fikobaskoro Wrote: Ane stuju banget sama pendapat agan.....
Apalagi mengenai K1....
Oya, mengenai K1 yang nggak disubsidi, kan emang salah satu fungsi K1 untuk subsidi silang dengan K yang lain kan? CMIIW
Tertulis dimana tuch fungsi K1 salah satunya utk subsidi silang dgn K (kereta) yang lain...? Kurang cermat googling nich saya...
(29-01-2014, 03:52 PM)citayam Wrote: Diakui suatu kebijakan pasti ada kelebihan dan. Kekurangan.
kebijakan KAI sekarang ini kits mendapatkan kenyamanan dan. Ketepatan waktu tetapi mengurangi nilai ekonomis dari. Tarif.
tapi sebaiknya memang. Untuk kelas.tariff ekonomi KAI harus. Berani sedikit mensubsidi dari pendapatan dr sektor eksekutif dan bisnis supaya rakyat dari golongan kurang mampu dapat menikmati perjalanan menggunakan kereta. Api.
Jugs untuk KA lokal. Yg. Mestinya harga timer masih visa ditekan.
Yg penting adalah KAI menerapkan subsidi silang.
Terima kasih.
Analoginya jd kyk gini dong, pengguna mobil berbahan bakar prtamax plus & prtamax harus mensubsidi pengguna mobil berbahan bakar premium. Apa seperti itu...? Ketimbang mensubsidi pengguna mobil berbahan bakar premium ya mending sekalian ajah borong premiumnya.
Golongan kurang mampu itu batasan keadaan sosial ekonominya seperti apa ya...? Kalo K3 sdh tdk disubsidi, trus pengguna kereta tsb akhirnya terpental & beralih menggunakan moda transportasi lainnya yg lbh baik, misal naik bis eksekutif atau super eksekutif apa msh layak disebut golongan kurang mampu...? Mampu atau kurang mampu menurut saya sich itu relatif.
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
Sundul ah..
Ngemeng2 soal PSO, konon per tgl 7 februari kemarin (koreksi jika salah) tiket K3 kuning-biru untuk trip bulan april 2014, tiketnya sudah bisa dibooking dengan tarif (masih) tanpa PSO..
Padahal, beberapa pekan yg lalu (sekitar minggu2 terakhi januari 2014) reservasi untuk jenis KA ini sempat ditutup dulu untuk trip bulan april 2014, dengan alasan ada kemungkinan tarif akan turun karna telah adanya kesepakatan antara pemerintah & PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terkait PSO ini..
Tapi tunggu punya tunggu, ternyata turunnya tarif ini gk jadi atau belum ada (atau malah ditunda?)..
tapi sya "curiga",
jika sekiranya gk jadi, apa dikarenakan di pekan ke 2 ; ke 3 bulan april nanti sudah mulai perburuan tiket untuk arus mudik-balik lebaran 2014?
[spoiler]soalnya jika seandainya tarifnya turun karna PSO tlah cair di bulan april 2014 tsb,
ini tentu akan jadi berita yg menggembirakan buat para anak2 RF khususnya anak perantauan di kota metropolitan 
[/spoiler]
kunjungi blog saya di sini
Posts: 523
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
1
(11-02-2014, 01:06 AM)zae abjal Wrote: Sundul ah..
Ngemeng2 soal PSO, konon per tgl 7 februari kemarin (koreksi jika salah) tiket K3 kuning-biru untuk trip bulan april 2014, tiketnya sudah bisa dibooking dengan tarif (masih) tanpa PSO..
Padahal, beberapa pekan yg lalu (sekitar minggu2 terakhi januari 2014) reservasi untuk jenis KA ini sempat ditutup dulu untuk trip bulan april 2014, dengan alasan ada kemungkinan tarif akan turun karna telah adanya kesepakatan antara pemerintah & PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terkait PSO ini..
Tapi tunggu punya tunggu, ternyata turunnya tarif ini gk jadi atau belum ada (atau malah ditunda?).. 
tapi sya "curiga",
jika sekiranya gk jadi, apa dikarenakan di pekan ke 2 ; ke 3 bulan april nanti sudah mulai perburuan tiket untuk arus mudik-balik lebaran 2014?


[spoiler]soalnya jika seandainya tarifnya turun karna PSO tlah cair di bulan april 2014 tsb,
ini tentu akan jadi berita yg menggembirakan buat para anak2 RF khususnya anak perantauan di kota metropolitan 
[/spoiler]
Iya PSO diberlakukan setelah pilpres
|