Thread Rating:
  • 2 Vote(s) - 2.5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About DAOP 8 SURABAYA
#11
(17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks Big Grin

Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW Xie Xie
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#12
(17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks Big Grin

Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW Xie Xie

iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm
Kereta Api itu seksi denger ajah semboyan35 nya, bunyi waktu jalan & dencitan rel, apalagi rangkaianya its so WONDERFULL Big Grin
My Social Network :
akun YouTube
akun Flickr
akun Twitter
Reply
#13
(17-01-2014, 10:10 AM)Wanda Fathoni Wrote:
(17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks Big Grin

Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW Xie Xie


iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm

Se ingetku jaman dulu KRD ini dulu ada 3 kali yg ada sampai cepu ada yg Bojonegoro dan ada yg sampe Babat rangkaian KA Ekonominya ada yg duduk hadap2pan kayak komuter Tersenyuum ... tapi setelah lahirnya komuter Sulam KRD ini cuma sampe Bojonegoro sama Babat.. sekarang cuma tinggal 1 aja Mungkin penumpang bisa tercover sama Cepu Ekpress
Reply
#14
(17-01-2014, 12:48 PM)adhit89 Wrote:
(17-01-2014, 10:10 AM)Wanda Fathoni Wrote:
(17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks Big Grin

Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW Xie Xie

Se ingetku jaman dulu KRD ini dulu ada 3 kali yg ada sampai cepu ada yg Bojonegoro dan ada yg sampe Babat rangkaian KA Ekonominya ada yg duduk hadap2pan kayak komuter Tersenyuum ... tapi setelah lahirnya komuter Sulam KRD ini cuma sampe Bojonegoro sama Babat.. sekarang cuma tinggal 1 aja Mungkin penumpang bisa tercover sama Cepu Ekpress

iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm

Kalaupun lokalan utara ditambah, saya yakin pasti bukan KRD. Pasti sekelas Cepeks.
Big Grin
Reply
#15
(17-01-2014, 12:48 PM)adhit89 Wrote:
(17-01-2014, 10:10 AM)Wanda Fathoni Wrote:
(17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks Big Grin

Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW Xie Xie
iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm

Kalo memang nantinya di tambah sekelas capeks bukan jaminan KA ini laku Big Grin soalnya harga KA Capeks ini lebih mahal di bandingkan KRD ini yg 5000an.. hehe
Reply
#16
(17-01-2014, 12:52 PM)adhit89 Wrote:
(17-01-2014, 12:48 PM)adhit89 Wrote:
(17-01-2014, 10:10 AM)Wanda Fathoni Wrote:
(17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote:
(17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks Big Grin

Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW Xie Xie
iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm

Kalo memang nantinya di tambah sekelas capeks bukan jaminan KA ini laku Big Grin soalnya harga KA Capeks ini lebih mahal di bandingkan KRD ini yg 5000an.. hehe

wduh klo ad pnambhan ka (amin Big Grin) jgn kyk cepeks, k3 biasa ud sgt cukup kok Tersenyuum
Kereta Api itu seksi denger ajah semboyan35 nya, bunyi waktu jalan & dencitan rel, apalagi rangkaianya its so WONDERFULL Big Grin
My Social Network :
akun YouTube
akun Flickr
akun Twitter
Reply
#17
(17-01-2014, 01:25 PM)Wanda Fathoni Wrote: wduh klo ad pnambhan ka (amin Big Grin) jgn kyk cepeks, k3 biasa ud sgt cukup kok Tersenyuum

Sebenernya mau rangkaiannya kayak Cepeks atawa kayak KRD BJN sih oke2 aja, yg penting ada subsidi 40-60% dari tarif aslinya. Nah, usulin aja ke pihak daop 8, moga2 aja diturutin, amiinn...Malaikat
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#18
(16-01-2014, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(16-01-2014, 01:29 PM)Galih 201 20 Wrote: DAOP 8 menurut saya:
Petak terindah ada di Jembatan Lahor antara SBP-PGJ
Daop yang memiliki banyak lokomotif CC 201 batch 1977 dan CC 206

Cuma itu saja ada yang mau nambahin Xie Xie

Setuju, di seantero daop 8, emang gak ada yg bisa ngalahin jalur kantong kalo masalah spot yg paling ciamik & eksotis.
Cuman, untuk seantero Jatim, daop 8 hanya menguasai pantura & jalur kantong aja, sedangkan jalur ke timur kebanyakan dikuasai daop 9, sedangkan ke barat via selatan dikuasai daop 7. Satu lagi, dipo SDT sering di-bully ma member Semboyan 35 gara2 perawatannya kurang, eksteriornya buluk, kursi sering diledekin karena keras kayak batu (untuk K1). Semoga daop 8 mendengar hal ini, sehingga diadakan perbaikan perawatan di dipo SDT, amiinn......Malaikat

Makanya SDT ngerawat kereta (terutama K1) itu yg bagus dong, kayak Divre 3, kalo perlu akuisisi saja Mutim biar jadi punya SBI, nanti jalannya lewat jalur pintas SBI-SGU, biar pennumpang dari JKT ga repot2 ganti stasiun :p
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#19
(17-01-2014, 02:32 PM)CC-201-23 Wrote:
(16-01-2014, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(16-01-2014, 01:29 PM)Galih 201 20 Wrote: DAOP 8 menurut saya:
Petak terindah ada di Jembatan Lahor antara SBP-PGJ
Daop yang memiliki banyak lokomotif CC 201 batch 1977 dan CC 206

Cuma itu saja ada yang mau nambahin Xie Xie

Setuju, di seantero daop 8, emang gak ada yg bisa ngalahin jalur kantong kalo masalah spot yg paling ciamik & eksotis.
Cuman, untuk seantero Jatim, daop 8 hanya menguasai pantura & jalur kantong aja, sedangkan jalur ke timur kebanyakan dikuasai daop 9, sedangkan ke barat via selatan dikuasai daop 7. Satu lagi, dipo SDT sering di-bully ma member Semboyan 35 gara2 perawatannya kurang, eksteriornya buluk, kursi sering diledekin karena keras kayak batu (untuk K1). Semoga daop 8 mendengar hal ini, sehingga diadakan perbaikan perawatan di dipo SDT, amiinn......Malaikat

Makanya SDT ngerawat kereta (terutama K1) itu yg bagus dong, kayak Divre 3, kalo perlu akuisisi saja Mutim biar jadi punya SBI, nanti jalannya lewat jalur pintas SBI-SGU, biar pennumpang dari JKT ga repot2 ganti stasiun :p
padahal jaman dulu sempet ada bus buat penghubung 2 stasiun SGU dan SBI sekarang uda hilang jadinya mau pindah ke SBI harus cari angkutan sendiri Sedih. semoga ada KA yg menghubungkan ke dua stasiun itu. kalo dari ane sih pinginya usul KA Komuter Sulam sama Susi di gabung jadinya rutenya Lamongan - Sidoarjo jadinya kalo mau ke SBI dan SGU bisa terhubung Tersenyuum
Reply
#20
(17-01-2014, 02:32 PM)CC-201-23 Wrote:
(16-01-2014, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(16-01-2014, 01:29 PM)Galih 201 20 Wrote: DAOP 8 menurut saya:
Petak terindah ada di Jembatan Lahor antara SBP-PGJ
Daop yang memiliki banyak lokomotif CC 201 batch 1977 dan CC 206

Cuma itu saja ada yang mau nambahin Xie Xie

Setuju, di seantero daop 8, emang gak ada yg bisa ngalahin jalur kantong kalo masalah spot yg paling ciamik & eksotis.
Cuman, untuk seantero Jatim, daop 8 hanya menguasai pantura & jalur kantong aja, sedangkan jalur ke timur kebanyakan dikuasai daop 9, sedangkan ke barat via selatan dikuasai daop 7. Satu lagi, dipo SDT sering di-bully ma member Semboyan 35 gara2 perawatannya kurang, eksteriornya buluk, kursi sering diledekin karena keras kayak batu (untuk K1). Semoga daop 8 mendengar hal ini, sehingga diadakan perbaikan perawatan di dipo SDT, amiinn......Malaikat

Makanya SDT ngerawat kereta (terutama K1) itu yg bagus dong, kayak Divre 3, kalo perlu akuisisi saja Mutim biar jadi punya SBI, nanti jalannya lewat jalur pintas SBI-SGU, biar pennumpang dari JKT ga repot2 ganti stasiun :p

Dan........ nanti Muttim pake K1 0 96 xx dan K1 0 98 xx SBI aja............ Klu g nyomot punyany ABA(L) aja............ Biarin K1 0 01 07 dan K1 0 01 09 dimutasi ke SBI dan kursinya diganti semua pake kursi ABA (denger2 K1 0 01 09 udah di PA jadi kulit)

Dan K1nya Muttim di BW buat Tawang Alun Eko-Exa aja. Niru moleks

[Image: 15620049065_16949137b2_o.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)