Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
(08-01-2014, 10:37 AM)Rail_Ram Wrote: Kecelakaan BintaroPolda Periksa Direktur PT Kereta Api

Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Direktur PT Kereta Api Commuter Jakarta (PT KCJ) terkait kecelakaan kereta di pelintasan Bintaro, Selasa (7/1/2014)."Iya Direktur PT KCJ diperiksa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Jakarta.Dia mengemukakan penyidik memeriksa Ignatius P untuk melengkapi keterangan saksi lain. Kini penyidik masih menunggu hasil laboratorium forensik dan traffic accident analisis (TAA) Mabes Polri."Rencana tinggal tunggu hasil labfor minggu ini bisa diterima," ujarnya.Rikwanto menambahkan, penyidik akan mencari resume, kesimpulan, dan gelar pekara untuk cari siapa yang harus bertanggungjawab."Di sini ada kendaraan ada korban, ada hal yang tidak sesuai dengan SOP, seperti operasioanl KCJ, truk, orang yang operasikan, ini nantinya akan terlihat mana yang tidak jalankan fungsinya," jelas dia. [mes]


Sebenarnya kalo di telusuri...
Terjadinya kecelakaan karena ada truk yg melintang di tengah rel..
Kenapa truk sampe melintang...?
apakah truk menerobos palang pintu/sirine.....?
Kalo truk menerobos berarti truk yg salah...
Kalo memang sirine belom berbunyi, berarti petugas palang pintu yg lalai...
Reply
Bye Bye
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php...ng-Kendali
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
Diangkut Kereta, Satu Juta Kontainer Tak Lagi Lewat Jalur Darat Pantura

JAKARTA—Jalur ganda kereta api Jakarta-Surabaya akan segera beroperasi pada April 2014 nanti. Jika telah beroperasi, dipastikan angkutan barang yang selama ini memadati jalur darat pantura akan dialihkan.Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono menjelaskan, salah satu dampak positif yang dihasilkan dari beroperasinya jalur ganda ini adalah penambahan kapasitas. Jalur ganda akan menambah kapasitas hingga tiga kali lipat.“Kapasitas tentu akan meningkat dua hingga tiga kali lipat. Kalau kapasitas meningkat berarti kemampuan angkut barang dan penumpang juga meningkat,” kata Bambang saat melakukan inspeksi jalur ganda Cirebon-Surabaya, Rabu (8/1/2013).Bambang belum bisa mengatakan komposisi antara angkutan penumpang dan barang jika ini telah beroperasi. Pemerintah akan mengkaji lebih lanjut mengenai hal itu. “Dua-duanya prioritas,” tambahnya.“Kami mengharapkan satu juta kontainer pindah dari jalan raya ke sini [kereta]. Artinya satu juta truk akan hilang dari jalan. Satu juta truk hilang itu artinya kan penggunaan BBM akan lebih hemat, polusi akan lebih kecil, dan penggunaan ruang jalan akan lebih efisien,” paparnya. (Detik/JIBI)

Semua KA Jarak Jauh Sudah Dilengkapi GPS

PURWOKERTO -- Pembenahan terhadap sarana keselamatan KA, terus dilakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Selain menggunakan sarana inframerah dan stiker sensor panas untuk mendeteksi temperatur bearing roda, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga telah melengkapi setiap lokomotif penarik rangkaian KA dengan sistem GPS (Global Positioning System).Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, Surono, mengatakan fasilitas GPS yang tersemat di lokomotif tersebut, bukan untuk menentukan arah tujuan KA, karena jalur perjalanan KA akan mengikuti jalur rel yang sudah ada. ''GPS ini berfungsi agar pengendali perjalanan KA bisa memantau kecepatan KA secara real-time,'' jelasnya, Rabu (8/1).Dia menyebutka, GPS yang digunakan sebagai perangkat pendeteksi kecepatan perjalanan KA yang disebut locotrack. Melalui GPS tersebut, sinyal jaringan seluler yang terpasang akan memberikan terus menerus mengenai pergerakan perjalanan KA ke Pusat Pengendali Operasi KA Pusat dan Daerah Operasi.''Dengan demikian, petugas Pusat Pengendali Operasi dapat melihat langsung berapa kecepatan kereta api yang sedang berjalan di suatu lintas jalur KA,'' jelasnya.Bahkan Surono juga menyebutkan, jika masinis memacu perjalanan KA-nya lebihi kecepatan yang ditentukan di koridor lintas (over speed), monitor panel indikator kecepatan KA di Pusat Pengendali Operasi KA akan langsung  berubah menjadi merah lengkap dengan besaran kecepatannya.''Dengan cara ini, sikap disiplin masinis bisa terpantau. Bila masinis suatu rangkaian KA diketahui melanggar kecepatan, kita bisa langsung melakukan teguran karena kita tidak akan mentolelir masinis yang berani melanggar aturan kecepatan,'' jelasnya.Bahkan bila di satu jalur single track terdapat dua rangkaian KA yang melaju dengan berlawanan arah, petugas pusat pengendali bisa langsung memberitahukan pada masinis KA bersangkutan. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya tabrakan antar KA bisa dihindari.Penambahan sistem GPS 'locotrack' pada KA jarak jauh membuat lokomotif memiliki 10 item peralatan yang wajib berfungsi. Mereka adalah adio komonukasi, speedometer, deadman pedal, wiper, suling lokomotif, lampu lokomotif, lampu kabin, stop blok, pemadam api dan locotrack.''Jika ada salah satu dari perangkat  tersebut tidak ada atau tidak berfungsi dengan baik, maka lokomotif tidak boleh dioperasikan sampai peralatan tersebut diperbaiki,'' jelasnya.
Reply
Wah makin mantap aja perkeretaapian negeri ini...
Sosmed sayaBig Grin
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606

Ingin menjadi insan yang lebih baikWek


Reply
Buntut 2 kereta mogok, hingga tengah malam penumpang menumpuk

 Merdeka.com - Dua kereta Commuterline Jakarta-Bogor mogok di Stasiun UI dan Stasiun Universitas Pancasila sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Kedua kereta yang mogok sudah berhasil ditarik. Namun hingga pukul 23.30 WIB, jadwal perjalanan KRL Jakarta-Bogor masih kacau.Pantauan merdeka.com, penumpukan penumpang masih terjadi di Stasiun Manggarai, Tebet dan Cawang."Kereta jarang, begitu lewat penuhnya minta ampun," kata Arbi, seorang penumpang KRL saat ditemui di Stasiun Cawang, Rabu (8/1) malam.Arbi kemudian terpaksa naik kereta balik ke arah Manggarai untuk selanjutnya pulang ke arah Bogor. Dia turun di Stasiun Citayam."Untung ada kereta ke Manggarai pulang Bogor. Itu saja penuh sesak," kata dia.Kresna, penumpang KRL dari Gondangdia, Jakarta Pusat, mengaku terpaksa naik Kereta arah Bekasi menuju Manggarai terlebih dahulu. Baru di Manggarai dia dapat kereta ke Bogor."Di Gondangdia tidak lewat-lewat. Untung di Manggarai ada kereta stand by. Teman saya yang pulang jam 19.00 WIB baru sampai rumah jam 23.00 WIB. Masih untung saya lembur jadi keluar kantor agak malam," kata dia.(mdk/has)
Reply
(09-01-2014, 06:33 AM)Rail_Ram Wrote: Buntut 2 kereta mogok, hingga tengah malam penumpang menumpuk

 Merdeka.com - Dua kereta Commuterline Jakarta-Bogor mogok di Stasiun UI dan Stasiun Universitas Pancasila sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Kedua kereta yang mogok sudah berhasil ditarik. Namun hingga pukul 23.30 WIB, jadwal perjalanan KRL Jakarta-Bogor masih kacau.Pantauan merdeka.com, penumpukan penumpang masih terjadi di Stasiun Manggarai, Tebet dan Cawang."Kereta jarang, begitu lewat penuhnya minta ampun," kata Arbi, seorang penumpang KRL saat ditemui di Stasiun Cawang, Rabu (8/1) malam.Arbi kemudian terpaksa naik kereta balik ke arah Manggarai untuk selanjutnya pulang ke arah Bogor. Dia turun di Stasiun Citayam."Untung ada kereta ke Manggarai pulang Bogor. Itu saja penuh sesak," kata dia.Kresna, penumpang KRL dari Gondangdia, Jakarta Pusat, mengaku terpaksa naik Kereta arah Bekasi menuju Manggarai terlebih dahulu. Baru di Manggarai dia dapat kereta ke Bogor."Di Gondangdia tidak lewat-lewat. Untung di Manggarai ada kereta stand by. Teman saya yang pulang jam 19.00 WIB baru sampai rumah jam 23.00 WIB. Masih untung saya lembur jadi keluar kantor agak malam," kata dia.(mdk/has)

nah ini, yang bkin saya naek darah semalam.
tanjung barat-bogor yang biasanya 50 menit- 1 jam, kemarin malam sampai 3 jam bos.
waduh, udah git dapat rangkaian yang ashe-nya panas. yaitu seri 62xx,.
ampun deh. mana gak dapat kompensasi lagi.

yang ada didalam hati waktu semalem itu ya cuma satu, yaitu minta konpensasi.
tapi sampai detik ini hanya MAAF , MAAF dan MAAF yang diutarakan oleh petugas.
ampun deh....
Reply
(09-01-2014, 09:01 AM)triez_RF Cirebon Wrote:
(09-01-2014, 06:33 AM)Rail_Ram Wrote: Buntut 2 kereta mogok, hingga tengah malam penumpang menumpuk

 Merdeka.com - Dua kereta Commuterline Jakarta-Bogor mogok di Stasiun UI dan Stasiun Universitas Pancasila sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Kedua kereta yang mogok sudah berhasil ditarik. Namun hingga pukul 23.30 WIB, jadwal perjalanan KRL Jakarta-Bogor masih kacau.Pantauan merdeka.com, penumpukan penumpang masih terjadi di Stasiun Manggarai, Tebet dan Cawang."Kereta jarang, begitu lewat penuhnya minta ampun," kata Arbi, seorang penumpang KRL saat ditemui di Stasiun Cawang, Rabu (8/1) malam.Arbi kemudian terpaksa naik kereta balik ke arah Manggarai untuk selanjutnya pulang ke arah Bogor. Dia turun di Stasiun Citayam."Untung ada kereta ke Manggarai pulang Bogor. Itu saja penuh sesak," kata dia.Kresna, penumpang KRL dari Gondangdia, Jakarta Pusat, mengaku terpaksa naik Kereta arah Bekasi menuju Manggarai terlebih dahulu. Baru di Manggarai dia dapat kereta ke Bogor."Di Gondangdia tidak lewat-lewat. Untung di Manggarai ada kereta stand by. Teman saya yang pulang jam 19.00 WIB baru sampai rumah jam 23.00 WIB. Masih untung saya lembur jadi keluar kantor agak malam," kata dia.(mdk/has)

nah ini, yang bkin saya naek darah semalam.
tanjung barat-bogor yang biasanya 50 menit- 1 jam, kemarin malam sampai 3 jam bos.
waduh, udah git dapat rangkaian yang ashe-nya panas. yaitu seri 62xx,.
ampun deh. mana gak dapat kompensasi lagi.

yang ada didalam hati waktu semalem itu ya cuma satu, yaitu minta konpensasi.
tapi sampai detik ini hanya MAAF , MAAF dan MAAF yang diutarakan oleh petugas.
ampun deh....
Wah mas, KA Jarak Jauh yg saya tumpangi aja pernah telat 2 jam, gak dikasih konpensasi, apalagi KRL. Sedih
Bangkrut dong PT KCJ kalo ngasih konpensasi ke penumpang KRL. Penumpang harian KRL kan sampai 400-500 ribu orang. Ngeledek
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply
(09-01-2014, 09:18 AM)Batpod Wrote: Wah mas, KA Jarak Jauh yg saya tumpangi aja pernah telat 2 jam, gak dikasih konpensasi, apalagi KRL. Sedih
Bangkrut dong PT KCJ kalo ngasih konpensasi ke penumpang KRL. Penumpang harian KRL kan sampai 400-500 ribu orang. Ngeledek


itu sih urusan mereka. peran saya disini adalah sebagai penumpang.
ingat! penumpang adalah raja..
dan setiap raja tidak mau dikecewakan.
kalau ka jarak jauh itu kan jarang-jarang. lah, kalau KRL mah hampir tiap hari gangguan mulu. pusing deh :pusing:
ya misalkan konpensasi akibat keterlamabatan > 2 jam dengan krl yaitu:
gratis naek KRL selama sebulan Tersenyuum
Reply
(09-01-2014, 09:18 AM)Batpod Wrote:
(09-01-2014, 09:01 AM)triez_RF Cirebon Wrote:
(09-01-2014, 06:33 AM)Rail_Ram Wrote: Buntut 2 kereta mogok, hingga tengah malam penumpang menumpuk

 Merdeka.com - Dua kereta Commuterline Jakarta-Bogor mogok di Stasiun UI dan Stasiun Universitas Pancasila sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Kedua kereta yang mogok sudah berhasil ditarik. Namun hingga pukul 23.30 WIB, jadwal perjalanan KRL Jakarta-Bogor masih kacau.Pantauan merdeka.com, penumpukan penumpang masih terjadi di Stasiun Manggarai, Tebet dan Cawang."Kereta jarang, begitu lewat penuhnya minta ampun," kata Arbi, seorang penumpang KRL saat ditemui di Stasiun Cawang, Rabu (8/1) malam.Arbi kemudian terpaksa naik kereta balik ke arah Manggarai untuk selanjutnya pulang ke arah Bogor. Dia turun di Stasiun Citayam."Untung ada kereta ke Manggarai pulang Bogor. Itu saja penuh sesak," kata dia.Kresna, penumpang KRL dari Gondangdia, Jakarta Pusat, mengaku terpaksa naik Kereta arah Bekasi menuju Manggarai terlebih dahulu. Baru di Manggarai dia dapat kereta ke Bogor."Di Gondangdia tidak lewat-lewat. Untung di Manggarai ada kereta stand by. Teman saya yang pulang jam 19.00 WIB baru sampai rumah jam 23.00 WIB. Masih untung saya lembur jadi keluar kantor agak malam," kata dia.(mdk/has)

nah ini, yang bkin saya naek darah semalam.
tanjung barat-bogor yang biasanya 50 menit- 1 jam, kemarin malam sampai 3 jam bos.
waduh, udah git dapat rangkaian yang ashe-nya panas. yaitu seri 62xx,.
ampun deh. mana gak dapat kompensasi lagi.

yang ada didalam hati waktu semalem itu ya cuma satu, yaitu minta konpensasi.
tapi sampai detik ini hanya MAAF , MAAF dan MAAF yang diutarakan oleh petugas.
ampun deh....
Wah mas, KA Jarak Jauh yg saya tumpangi aja pernah telat 2 jam, gak dikasih konpensasi, apalagi KRL. Sedih
Bangkrut dong PT KCJ kalo ngasih konpensasi ke penumpang KRL. Penumpang harian KRL kan sampai 400-500 ribu orang. Ngeledek

Ngarep Subsidi KAI 2 T Lebih, KCJ Minimal 1,5 T biar OK Pelayananya

Reply
(09-01-2014, 09:22 AM)triez_RF Cirebon Wrote:
(09-01-2014, 09:18 AM)Batpod Wrote: Wah mas, KA Jarak Jauh yg saya tumpangi aja pernah telat 2 jam, gak dikasih konpensasi, apalagi KRL. Sedih
Bangkrut dong PT KCJ kalo ngasih konpensasi ke penumpang KRL. Penumpang harian KRL kan sampai 400-500 ribu orang. Ngeledek


itu sih urusan mereka. peran saya disini adalah sebagai penumpang.
ingat! penumpang adalah raja..
dan setiap raja tidak mau dikecewakan.
kalau ka jarak jauh itu kan jarang-jarang. lah, kalau KRL mah hampir tiap hari gangguan mulu. pusing deh :pusing:
ya misalkan konpensasi akibat keterlamabatan > 2 jam dengan krl yaitu:
gratis naek KRL selama sebulan Tersenyuum
Kalo gratis naik KRL sebulan itu saya juga mau Xie Xie

*mimpi di siang bolong* maaf oot

Tapi ya sudahlah, memang kemarin itu kan hujan besar, jadi ada gangguan di stasiun kampung bandan. Relnya tergenang. Daripada merusak keretanya sendiri dan lebih baik mengutamakan keselamatan penumpang. Tapi hari ini sudah fine-fine saja kan?

Oya, katanya kemarin stasiun Kampung Bandan ditutup, lalu KA JJ yg lewat sana gimana nasibnya? Serayu, GBM, dll bisa lewat kan? Bingung
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)