Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 2 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
2014, PT. KAI akan beli 1000 kereta baru
#21
(02-01-2014, 03:37 PM)Batpod Wrote: Keuntungan bersih PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kah? Atau PT KCJ? Cuma 400 M? Ada info/link mengenai keuntungan ini?
Soalnya saya pernah lihat info di KATV kalau [entah itu] keuntungan atau pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu sekitar 6 T - 9 T [mungkin saya salah lihat] dan didominasi dari pendapatan KA Barang.
CMIIW

Dan yang jadi pertanyaan besar saya adalah, selama 5-7thn pembelian gerbong baru, gerbong lama diapain ya? Apa diperbaiki/direnovasi lagi?

Harapan saya, semoga untuk kelas ekonomi dan bisnis jadi lebih baik tempat duduknya. Semoga saja selanjutnya kursi K2 seperti K1, dan K3 seperti K2. Untuk K1 harus lebih berinovasi lagi supaya penumpang nyaman. Lalu WC-nya kalau perlu WC duduk, ACnya jangan split lagi.
Semoga sukses terus PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Xie Xie

Klik INI ajah, Kang...


(02-01-2014, 10:12 PM)stasiunkastephanie Wrote: Kalo ga salah, di trit sebelah pernah dibilang kalo ex SAGW tu cuman tinggal 1 aja yg jadi Nusantara, sisanya udah pada dirucat Sedih Kalo ex SBGW emang masih banyak sisanya, terutama yg jadi K1 yg diretrofit (mungkin).

Kembali ke masalah pembelian kereta baru, kalo menurut saya mending kereta bekas diretrofit aja ke PT INKA biar dibikin serasa baru lagi, & kalo bisa standarnya disejajarkan ma kereta baru, jadi biar gak kayak yg sekarang, jangankan beda dipo, yg satu dipo aja standar keretanya pada acakadut gak karuan Ngakak

Satu lagi, kalo bisa, pembelian kereta baru itu meliputi semua kelas, K3, K2, K1, serta rangkaian B & berAC sentral semua, khusus K3 ma K2 kalo bisa kursinya dibuat kayak K1 (reclining seat) & bagasinya juga dibuat kayak K1 argo/satwa batch 90an, sedangkan K1nya dibuat kayak pesawat premium class aja, jadi biar kerasa makin nyaman. Terus di K3 diberi tambahan audio on train, jadi selama perjalanan diputerin musik sembarang, soalnya kan K3 JJ bebas pengamen Ngeledek Terus yg K2 dilengkapi TV dan audio, jadi bisa diputerin video & musik, nah kalo yg K1 ditambahi fasilitas AVOD (Audio-Video on Demand) di tiap kursinya, & yg paling depan juga dikasih AVOD, biar yg bosen liat tayangan di TV bisa liat d AVOD yg dilengkapi dg USB flash drive, DVD/Blu-ray drive, deelel. Yg paling penting sebenernya adalah di semua kelas dikasih colokan listrik untuk tiap penumpang, kaca anti pecah, bodi anti penyok kalo dilempar batu, serta toilet vacuum. Ini cuman sekedar saran aja, realisasinya tinggal tunggu aja Paijo bersabda.Ngakak

Lah..., paling2 Pak Dirut cuma bilang "Wani piro...? Paling2 wanine mung di foto tok..." Big Grin
Reply
#22
(02-01-2014, 11:13 PM)Logawa_ATB Wrote:
(02-01-2014, 03:37 PM)Batpod Wrote: Keuntungan bersih PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kah? Atau PT KCJ? Cuma 400 M? Ada info/link mengenai keuntungan ini?
Soalnya saya pernah lihat info di KATV kalau [entah itu] keuntungan atau pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu sekitar 6 T - 9 T [mungkin saya salah lihat] dan didominasi dari pendapatan KA Barang.
CMIIW

Dan yang jadi pertanyaan besar saya adalah, selama 5-7thn pembelian gerbong baru, gerbong lama diapain ya? Apa diperbaiki/direnovasi lagi?

Harapan saya, semoga untuk kelas ekonomi dan bisnis jadi lebih baik tempat duduknya. Semoga saja selanjutnya kursi K2 seperti K1, dan K3 seperti K2. Untuk K1 harus lebih berinovasi lagi supaya penumpang nyaman. Lalu WC-nya kalau perlu WC duduk, ACnya jangan split lagi.
Semoga sukses terus PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Xie Xie

Klik INI ajah, Kang...
Terima kasih infonya, maaf kalau banyak tanya, karena sy gak selalu online, jadi jarang search. Saya beri Like+reputation Kado

NB: ternyata isinya bagus sekali. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) makin keren saja, bahkan perkembangan dan keuangan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa dishare ke publik.
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply
#23
(02-01-2014, 10:12 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(02-01-2014, 08:53 PM)juanhalim7 Wrote:
(02-01-2014, 12:36 PM)ady_mcady Wrote: gerbong lama/jadul yang bekas dijual sahaja keluar negeri barangkali saja ada yang mau beli. biar kita nggak cuma beli bekas doang (krl).

negara2 yang railway nya level dibawah indonesia macam filipina, bangladesh (yang pakai gauge 1067 lho) mungkin mau beli? kalau lihat foto2nya gerbong2 punya mereka dekil2 semua. masih bagusan gerbong tua punya kita. Big Grin

jangan dijual, sayang banget. apalagi kereta2 jadul eks SAGW/SBGW yang punya nilai historis tersendiri di kalangan RF

Kalo ga salah, di trit sebelah pernah dibilang kalo ex SAGW tu cuman tinggal 1 aja yg jadi Nusantara, sisanya udah pada dirucat Sedih Kalo ex SBGW emang masih banyak sisanya, terutama yg jadi K1 yg diretrofit (mungkin).

Kembali ke masalah pembelian kereta baru, kalo menurut saya mending kereta bekas diretrofit aja ke PT INKA biar dibikin serasa baru lagi, & kalo bisa standarnya disejajarkan ma kereta baru, jadi biar gak kayak yg sekarang, jangankan beda dipo, yg satu dipo aja standar keretanya pada acakadut gak karuan Ngakak

Satu lagi, kalo bisa, pembelian kereta baru itu meliputi semua kelas, K3, K2, K1, serta rangkaian B & berAC sentral semua, khusus K3 ma K2 kalo bisa kursinya dibuat kayak K1 (reclining seat) & bagasinya juga dibuat kayak K1 argo/satwa batch 90an, sedangkan K1nya dibuat kayak pesawat premium class aja, jadi biar kerasa makin nyaman. Terus di K3 diberi tambahan audio on train, jadi selama perjalanan diputerin musik sembarang, soalnya kan K3 JJ bebas pengamen Ngeledek Terus yg K2 dilengkapi TV dan audio, jadi bisa diputerin video & musik, nah kalo yg K1 ditambahi fasilitas AVOD (Audio-Video on Demand) di tiap kursinya, & yg paling depan juga dikasih AVOD, biar yg bosen liat tayangan di TV bisa liat d AVOD yg dilengkapi dg USB flash drive, DVD/Blu-ray drive, deelel. Yg paling penting sebenernya adalah di semua kelas dikasih colokan listrik untuk tiap penumpang, kaca anti pecah, bodi anti penyok kalo dilempar batu, serta toilet vacuum. Ini cuman sekedar saran aja, realisasinya tinggal tunggu aja Paijo bersabda.Ngakak

ane sangat setuju dengan yang dibold. semoga kelak K3, K2 dan K1 semuanya AC sentral supaya meningkatkan kenyamanan. kalo K3 ada audio, nampaknya sudah mulai diterapkan di beberapa KA JJ. bahkan pangrango yang baru dirilis saja kabarnya full music
Reply
#24
(01-01-2014, 01:59 PM)juanhalim7 Wrote: Permisi, newbie mau numpang posting artikel
dapet info nih dari temen
Suara Merdeka Wrote:
JAKARTA, suaramerdeka.com - Mulai tahun depan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kereta Api Indonesia (KAI) akan membeli sekitar 1.000 gerbong baru, lantaran saat ini, hampir sekitar 1.500 gerbong kereta milik PT berumur di atas 20 tahun.
"Jadi tahun depan itu kami mulai dengan penggantian kereta-kereta yang sudah tua. Ini program 5-7 tahun ke depan. Saat ini ada sekitar 1.500 gerbong yang usianya di atas 20 tahun," ujar Direktur Utama KAI Ignasius Jonan.
Dikatakan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan membeli gerbong-gerbong baru itu dari BUMN produsen kereta api yaitu PT Inka yang pabriknya berada di Madiun, Jawa Timur. "Tahun depan mungkin kita keluarkan investasi sekitar Rp 400-500 miliar untuk beli kereta baru. Harga satu buah sekitar Rp 4-5 miliar," jelas Jonan.
Selain pembelian gerbong ini, KAI juga terus intens berhubungan dengan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Gubernur Jokowi dan wakilnya Basuki T. Purnama (Ahok) untuk pembangunan underpass dan flyover di perlintasan kereta api.
"Ada 12 perlintasan di DKI yang kami usulkan untuk itu, seperti di Simprug dan Pasar Minggu," kata Jonan.

kira-kira kalau menurut RF sekalian, perlu banget ga sih kereta2 jadul diganti? secara kalau melihat perawatan yang sekarang nampaknya masih cukup laik jalan. secara Rp. 400 milliar itu ga kecil (bahkan seharusnya 4-5 T. yang di berita salah hitung) Hitung...Hitung
monggo didiskusikan Xie Xie

Menurut saya tidak ada yang salah mas dengan nominalnya. Mr Jon sendiri ud bilang ini program utk 5-7 tahun mendatang. Dan, jumlah 1000 kereta itu bukan jumlah sedikit lho. Cukup wajar menurut saya kalo ditahun pertama hanya dianggarkan 10% nya. Playboy

Lain cerita kalo di tahun 2014 ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mendatangkan 1000 kereta sekalligus. Bah, mau ditaro dimana.. Ngeledek Pengadaan 100 unit CC206 aja harus menggusur CC204 ke Sumatera.. Sedih
Reply
#25
(04-01-2014, 07:01 AM)forever.agus Wrote:
(01-01-2014, 01:59 PM)juanhalim7 Wrote: Permisi, newbie mau numpang posting artikel
dapet info nih dari temen
Suara Merdeka Wrote:
JAKARTA, suaramerdeka.com - Mulai tahun depan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kereta Api Indonesia (KAI) akan membeli sekitar 1.000 gerbong baru, lantaran saat ini, hampir sekitar 1.500 gerbong kereta milik PT berumur di atas 20 tahun.
"Jadi tahun depan itu kami mulai dengan penggantian kereta-kereta yang sudah tua. Ini program 5-7 tahun ke depan. Saat ini ada sekitar 1.500 gerbong yang usianya di atas 20 tahun," ujar Direktur Utama KAI Ignasius Jonan.
Dikatakan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan membeli gerbong-gerbong baru itu dari BUMN produsen kereta api yaitu PT Inka yang pabriknya berada di Madiun, Jawa Timur. "Tahun depan mungkin kita keluarkan investasi sekitar Rp 400-500 miliar untuk beli kereta baru. Harga satu buah sekitar Rp 4-5 miliar," jelas Jonan.
Selain pembelian gerbong ini, KAI juga terus intens berhubungan dengan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Gubernur Jokowi dan wakilnya Basuki T. Purnama (Ahok) untuk pembangunan underpass dan flyover di perlintasan kereta api.
"Ada 12 perlintasan di DKI yang kami usulkan untuk itu, seperti di Simprug dan Pasar Minggu," kata Jonan.

kira-kira kalau menurut RF sekalian, perlu banget ga sih kereta2 jadul diganti? secara kalau melihat perawatan yang sekarang nampaknya masih cukup laik jalan. secara Rp. 400 milliar itu ga kecil (bahkan seharusnya 4-5 T. yang di berita salah hitung) Hitung...Hitung
monggo didiskusikan Xie Xie

Menurut saya tidak ada yang salah mas dengan nominalnya. Mr Jon sendiri ud bilang ini program utk 5-7 tahun mendatang. Dan, jumlah 1000 kereta itu bukan jumlah sedikit lho. Cukup wajar menurut saya kalo ditahun pertama hanya dianggarkan 10% nya. Playboy

Lain cerita kalo di tahun 2014 ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mendatangkan 1000 kereta sekalligus. Bah, mau ditaro dimana.. Ngeledek Pengadaan 100 unit CC206 aja harus menggusur CC204 ke Sumatera.. Sedih

wakakak iya juga ya mau ditaro dimana kalo langsung 1000 yang dateng Ngakak
Reply
#26
(02-01-2014, 10:12 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(02-01-2014, 08:53 PM)juanhalim7 Wrote:
(02-01-2014, 12:36 PM)ady_mcady Wrote: gerbong lama/jadul yang bekas dijual sahaja keluar negeri barangkali saja ada yang mau beli. biar kita nggak cuma beli bekas doang (krl).

negara2 yang railway nya level dibawah indonesia macam filipina, bangladesh (yang pakai gauge 1067 lho) mungkin mau beli? kalau lihat foto2nya gerbong2 punya mereka dekil2 semua. masih bagusan gerbong tua punya kita. Big Grin

jangan dijual, sayang banget. apalagi kereta2 jadul eks SAGW/SBGW yang punya nilai historis tersendiri di kalangan RF

Kalo ga salah, di trit sebelah pernah dibilang kalo ex SAGW tu cuman tinggal 1 aja yg jadi Nusantara, sisanya udah pada dirucat Sedih Kalo ex SBGW emang masih banyak sisanya, terutama yg jadi K1 yg diretrofit (mungkin).

Kembali ke masalah pembelian kereta baru, kalo menurut saya mending kereta bekas diretrofit aja ke PT INKA biar dibikin serasa baru lagi, & kalo bisa standarnya disejajarkan ma kereta baru, jadi biar gak kayak yg sekarang, jangankan beda dipo, yg satu dipo aja standar keretanya pada acakadut gak karuan Ngakak

Satu lagi, kalo bisa, pembelian kereta baru itu meliputi semua kelas, K3, K2, K1, serta rangkaian B & berAC sentral semua, khusus K3 ma K2 kalo bisa kursinya dibuat kayak K1 (reclining seat) & bagasinya juga dibuat kayak K1 argo/satwa batch 90an, sedangkan K1nya dibuat kayak pesawat premium class aja, jadi biar kerasa makin nyaman. Terus di K3 diberi tambahan audio on train, jadi selama perjalanan diputerin musik sembarang, soalnya kan K3 JJ bebas pengamen Ngeledek Terus yg K2 dilengkapi TV dan audio, jadi bisa diputerin video & musik, nah kalo yg K1 ditambahi fasilitas AVOD (Audio-Video on Demand) di tiap kursinya, & yg paling depan juga dikasih AVOD, biar yg bosen liat tayangan di TV bisa liat d AVOD yg dilengkapi dg USB flash drive, DVD/Blu-ray drive, deelel. Yg paling penting sebenernya adalah di semua kelas dikasih colokan listrik untuk tiap penumpang, kaca anti pecah, bodi anti penyok kalo dilempar batu, serta toilet vacuum. Ini cuman sekedar saran aja, realisasinya tinggal tunggu aja Paijo bersabda.Ngakak

Kalau menurut ane sih mending K3nya pake kursi ala K1 0 64 21nya Muttim dan g bisa direcline (K3 di negeri sebrang gitu), K2nya pake kursi Argo/Satwa berhelm, dan K1nya pake Flatbed seat kyk punyanya Qantas A380/GA A330-200 atau Lieflat kyk punyanya Lufthansa yang lama (B747-400/A340-300)/GA A330-300. K1 ditambahin AVOD setuju banget apalagi klu pake bogie KRDI K1nya..............

[Image: 15620049065_16949137b2_o.jpg]
Reply
#27
(05-01-2014, 09:58 AM)LufthansaPilot Wrote:
(02-01-2014, 10:12 PM)stasiunkastephanie Wrote:
(02-01-2014, 08:53 PM)juanhalim7 Wrote:
(02-01-2014, 12:36 PM)ady_mcady Wrote: gerbong lama/jadul yang bekas dijual sahaja keluar negeri barangkali saja ada yang mau beli. biar kita nggak cuma beli bekas doang (krl).

negara2 yang railway nya level dibawah indonesia macam filipina, bangladesh (yang pakai gauge 1067 lho) mungkin mau beli? kalau lihat foto2nya gerbong2 punya mereka dekil2 semua. masih bagusan gerbong tua punya kita. Big Grin

jangan dijual, sayang banget. apalagi kereta2 jadul eks SAGW/SBGW yang punya nilai historis tersendiri di kalangan RF

Kalo ga salah, di trit sebelah pernah dibilang kalo ex SAGW tu cuman tinggal 1 aja yg jadi Nusantara, sisanya udah pada dirucat Sedih Kalo ex SBGW emang masih banyak sisanya, terutama yg jadi K1 yg diretrofit (mungkin).

Kembali ke masalah pembelian kereta baru, kalo menurut saya mending kereta bekas diretrofit aja ke PT INKA biar dibikin serasa baru lagi, & kalo bisa standarnya disejajarkan ma kereta baru, jadi biar gak kayak yg sekarang, jangankan beda dipo, yg satu dipo aja standar keretanya pada acakadut gak karuan Ngakak

Satu lagi, kalo bisa, pembelian kereta baru itu meliputi semua kelas, K3, K2, K1, serta rangkaian B & berAC sentral semua, khusus K3 ma K2 kalo bisa kursinya dibuat kayak K1 (reclining seat) & bagasinya juga dibuat kayak K1 argo/satwa batch 90an, sedangkan K1nya dibuat kayak pesawat premium class aja, jadi biar kerasa makin nyaman. Terus di K3 diberi tambahan audio on train, jadi selama perjalanan diputerin musik sembarang, soalnya kan K3 JJ bebas pengamen Ngeledek Terus yg K2 dilengkapi TV dan audio, jadi bisa diputerin video & musik, nah kalo yg K1 ditambahi fasilitas AVOD (Audio-Video on Demand) di tiap kursinya, & yg paling depan juga dikasih AVOD, biar yg bosen liat tayangan di TV bisa liat d AVOD yg dilengkapi dg USB flash drive, DVD/Blu-ray drive, deelel. Yg paling penting sebenernya adalah di semua kelas dikasih colokan listrik untuk tiap penumpang, kaca anti pecah, bodi anti penyok kalo dilempar batu, serta toilet vacuum. Ini cuman sekedar saran aja, realisasinya tinggal tunggu aja Paijo bersabda.Ngakak

Kalau menurut ane sih mending K3nya pake kursi ala K1 0 64 21nya Muttim dan g bisa direcline (K3 di negeri sebrang gitu), K2nya pake kursi Argo/Satwa berhelm, dan K1nya pake Flatbed seat kyk punyanya Qantas A380/GA A330-200 atau Lieflat kyk punyanya Lufthansa yang lama (B747-400/A340-300)/GA A330-300. K1 ditambahin AVOD setuju banget apalagi klu pake bogie KRDI K1nya..............

Kalau Antar Pulau ga apa2
Kalau masih pulau jawa mendingan yang penting ada KA Tidur, soal fasilitas menyesuaikan

Reply
#28
Mnurut sy tepat untuk beli gerbong baru krna memeang bbrp gerbong kliatannya udah mulai harus diremajakan

Klau sy berharapnya klau nanti ada gerbong baru K3 format tempat duduknya bisa dirubah kyk K2 atau K1 biar lebih nyaman kena skrg kan K3 sdh setara ama K2
Reply
#29
harapan ane moga2 ntar untuk bogienya K-1 pake air suspension, K-2 pake semi-bolsterless, untuk K-3 gak pa2 pake TB-398 Ngeledek
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#30
(02-01-2014, 07:33 PM)bramoy Wrote: Gerbong baru yang telah ada ya di Gojat dan Gajayana untuk jendela pesawat serta Argo Lawu untuk jendela lebar sedangkan BP dan M1 baru untuk K1 ada di Gajayana itupun tahun 2009 tapi masih dianggap baru lah.. Sudah saatnya lah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperbarui armadanya jadi tidak selalu identik dengan retrofit serta hibah dari Kemenhub dalam hal APBN untuk pengadaan kereta ekonomi AC.. Alangkah baiknya kalo Kemenhub fokus di perbaikan prasarana seperti peningkatan kualitas rel dan reaktivasi jalur mati.. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah berusaha untuk menyediakan lokomotif baru a.k.a cc206 dan tahun depan 1000 kreta baru. Jadi percuma saja kalo buat kreta pada jalur eksisting, aye ngarep supaya ada jalur Banyuwangi - Jakarta (pantura), Yogyakarta - Kroya - Sukabumi, Wonosobo - Jakarta, Ponorogo - Jakarta.

Setuju untuk jalur baru.......... Lok Merah Biru
Yogyakarta-Sukabumi Depok Express
Cilacap-Surabaya Depok Express
Madiun-Semarang-Tegal Depok Express

Atau juga nambah gerbong Depok Express

Atau nambah frekuensi keberangkatan Depok Express
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)