Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
17 Desember 2013 | 04:20 wib
13 Ruas Jalur Kereta Api Lama di Jateng akan Direaktivasi
TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Sebanyak 13 ruas jalur kereta api di berbagai wilayah di Jawa Tengah direncanakan akan direaktivasi. Untuk keperluan itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tengah berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah dan lain-lain. Salah satu alasan rencana reaktivasi adalah tingkat kepadatan lalu lintas di jalan raya yang sudah mencapai titik jenuh.

Kepala Bidang Kereta Api, Dishubkominfo Jateng, Prasetyo Kencono, mengatakan, 13 ruas jalur itu antara lain, Kedungjati-Tuntang, Ambarawa-Bedono, Secang-Magelang-Yogyakarta, sepanjang kurang lebih 150 kilometer. Lalu jalur Semarang-Demak-Kudus, kemudian Grobogan-Semarang-Purwodadi, serta jalur KA Purwokerto-Wonosobo, dan Parakan-Temanggung.

Akan dibuat pula stasiun antar moda di Mangkang Semarang. Jika terealisasi kereta api akan mengangkut penumpang ke Bandara Ahmad Yani. Dibuat pula KA khusus barang yang akan masuk Pelabuhan Tanjung Emas. Namun, sebelumnya akan dilakukan peninjauan terlebih dahulu.

"Kami punya rencana reaktivasi jalur kereta api di Jateng terutama jalur-jalur strategis. Seperti di Temanggung ini banyak sekali industri-industri berkembang terutama yang berkaitan dengan kayu sehingga perlu dikembangkan angkutan public service, termasuk kereta api,"katanya usai meninjau aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Temanggung, Senin (16/12).

Menurut dia, sebagian proyek pengerjaannya akan dimulai pada tahun 2014 dan pengerjaannya secara bertahap selama lima tahun ke depan. Dicontohkan jalur Kedungjati-Tuntang sepanjang 31 kilometer akan dimulai pada 2014 dengan anggaran Rp 600 miliar dan untuk KA barang dari Tanjung Emas dianggarakan Rp 40 miliar.

"Untuk reaktivasi ini akan ada MoU, besok tanggal 27 Desember 2013 antara pak Menteri, Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Pelindo. Dishubkominfo Provinsi Jateng akan meninjau kembali kereta barang yang masuk pelabuhan Tanjung Emas. Setelah itu kami baru buat disain untuk stasiun antar moda di Mangkang,"imbuhnya.

Rencana reaktivasi ini ada sharing dan sinergi dari berbagai pihak. Untuk operasional sarana akan ditangani PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sumber dana infrastruktur dari Kementerian Perhubungan, penanganan amdal oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Staf Khusus Unit Cagar Budaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sugeng Winarno, menjelaskan, pihaknya siap mendukung adanya reaktivasi jalur kereta api di 13 ruas. Akan tetapi kewenangan untuk membuka kembali jalur ada pada Kementerian Perhubungan, yang bisa jadi setelah ada masukan dari pemerintah daerah melalui tata ruang dan tata wilayah.

"Kalau kemarin melihat MoU yang ditandatangani Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Kemenhub dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sekarang yang direaktivasi itu Kedungjati-Tuntang dan ada kemungkinan berlanjut ke Ambarawa-Jambu-Bedono-Gemawang. Lalu menyusuri lintas tengah tembus Yogyakarta,"terangnya.

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, mengaku akan mendukung rencana dari pemerintah pusat terkait reaktivasi jalur kereta api. Menurut Bambang apabila nanti benar-benar terwujud ada transportasi kereta api dari Wonosobo-Temanggung dan kota-kota lain akan membantu pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
( Raditia Yoni Ariya / CN39 / SMNetwork )
Sosmed sayaBig Grin
Facebook
Line:Luthfi20606
Instagram:Luthfi_20606

Ingin menjadi insan yang lebih baikWek


Reply
berita terbaru.
di stasiun tanjung barat, sedang dibangun jembatan penyebarangan yang terintegrasi dengan stasiun tanjung barat Big Grin
Reply
[spoiler]
(17-12-2013, 11:04 AM)CC20606 Wrote: 17 Desember 2013 | 04:20 wib
13 Ruas Jalur Kereta Api Lama di Jateng akan Direaktivasi
TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Sebanyak 13 ruas jalur kereta api di berbagai wilayah di Jawa Tengah direncanakan akan direaktivasi. Untuk keperluan itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tengah berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah dan lain-lain. Salah satu alasan rencana reaktivasi adalah tingkat kepadatan lalu lintas di jalan raya yang sudah mencapai titik jenuh.

Kepala Bidang Kereta Api, Dishubkominfo Jateng, Prasetyo Kencono, mengatakan, 13 ruas jalur itu antara lain, Kedungjati-Tuntang, Ambarawa-Bedono, Secang-Magelang-Yogyakarta, sepanjang kurang lebih 150 kilometer. Lalu jalur Semarang-Demak-Kudus, kemudian Grobogan-Semarang-Purwodadi, serta jalur KA Purwokerto-Wonosobo, dan Parakan-Temanggung.

Akan dibuat pula stasiun antar moda di Mangkang Semarang. Jika terealisasi kereta api akan mengangkut penumpang ke Bandara Ahmad Yani. Dibuat pula KA khusus barang yang akan masuk Pelabuhan Tanjung Emas. Namun, sebelumnya akan dilakukan peninjauan terlebih dahulu.

"Kami punya rencana reaktivasi jalur kereta api di Jateng terutama jalur-jalur strategis. Seperti di Temanggung ini banyak sekali industri-industri berkembang terutama yang berkaitan dengan kayu sehingga perlu dikembangkan angkutan public service, termasuk kereta api,"katanya usai meninjau aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Temanggung, Senin (16/12).

Menurut dia, sebagian proyek pengerjaannya akan dimulai pada tahun 2014 dan pengerjaannya secara bertahap selama lima tahun ke depan. Dicontohkan jalur Kedungjati-Tuntang sepanjang 31 kilometer akan dimulai pada 2014 dengan anggaran Rp 600 miliar dan untuk KA barang dari Tanjung Emas dianggarakan Rp 40 miliar.

"Untuk reaktivasi ini akan ada MoU, besok tanggal 27 Desember 2013 antara pak Menteri, Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Pelindo. Dishubkominfo Provinsi Jateng akan meninjau kembali kereta barang yang masuk pelabuhan Tanjung Emas. Setelah itu kami baru buat disain untuk stasiun antar moda di Mangkang,"imbuhnya.

Rencana reaktivasi ini ada sharing dan sinergi dari berbagai pihak. Untuk operasional sarana akan ditangani PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sumber dana infrastruktur dari Kementerian Perhubungan, penanganan amdal oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Staf Khusus Unit Cagar Budaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sugeng Winarno, menjelaskan, pihaknya siap mendukung adanya reaktivasi jalur kereta api di 13 ruas. Akan tetapi kewenangan untuk membuka kembali jalur ada pada Kementerian Perhubungan, yang bisa jadi setelah ada masukan dari pemerintah daerah melalui tata ruang dan tata wilayah.

"Kalau kemarin melihat MoU yang ditandatangani Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Kemenhub dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sekarang yang direaktivasi itu Kedungjati-Tuntang dan ada kemungkinan berlanjut ke Ambarawa-Jambu-Bedono-Gemawang. Lalu menyusuri lintas tengah tembus Yogyakarta,"terangnya.

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, mengaku akan mendukung rencana dari pemerintah pusat terkait reaktivasi jalur kereta api. Menurut Bambang apabila nanti benar-benar terwujud ada transportasi kereta api dari Wonosobo-Temanggung dan kota-kota lain akan membantu pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
( Raditia Yoni Ariya / CN39 / SMNetwork )
[/spoiler]

Kayaknya jalur purwokerto-wonosobo gak bisa deh direaktivasi.. kecuali klo buat lahan baru lagi.. wonosobo-temanggung juga akan susah karena medannya melewati antara sindoro dan sumbing.. Bethe
Reply
(17-12-2013, 12:27 PM)Rail_Ram Wrote: [spoiler]
(17-12-2013, 11:04 AM)CC20606 Wrote: 17 Desember 2013 | 04:20 wib
13 Ruas Jalur Kereta Api Lama di Jateng akan Direaktivasi
TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Sebanyak 13 ruas jalur kereta api di berbagai wilayah di Jawa Tengah direncanakan akan direaktivasi. Untuk keperluan itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tengah berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah dan lain-lain. Salah satu alasan rencana reaktivasi adalah tingkat kepadatan lalu lintas di jalan raya yang sudah mencapai titik jenuh.

Kepala Bidang Kereta Api, Dishubkominfo Jateng, Prasetyo Kencono, mengatakan, 13 ruas jalur itu antara lain, Kedungjati-Tuntang, Ambarawa-Bedono, Secang-Magelang-Yogyakarta, sepanjang kurang lebih 150 kilometer. Lalu jalur Semarang-Demak-Kudus, kemudian Grobogan-Semarang-Purwodadi, serta jalur KA Purwokerto-Wonosobo, dan Parakan-Temanggung.

Akan dibuat pula stasiun antar moda di Mangkang Semarang. Jika terealisasi kereta api akan mengangkut penumpang ke Bandara Ahmad Yani. Dibuat pula KA khusus barang yang akan masuk Pelabuhan Tanjung Emas. Namun, sebelumnya akan dilakukan peninjauan terlebih dahulu.

"Kami punya rencana reaktivasi jalur kereta api di Jateng terutama jalur-jalur strategis. Seperti di Temanggung ini banyak sekali industri-industri berkembang terutama yang berkaitan dengan kayu sehingga perlu dikembangkan angkutan public service, termasuk kereta api,"katanya usai meninjau aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Temanggung, Senin (16/12).

Menurut dia, sebagian proyek pengerjaannya akan dimulai pada tahun 2014 dan pengerjaannya secara bertahap selama lima tahun ke depan. Dicontohkan jalur Kedungjati-Tuntang sepanjang 31 kilometer akan dimulai pada 2014 dengan anggaran Rp 600 miliar dan untuk KA barang dari Tanjung Emas dianggarakan Rp 40 miliar.

"Untuk reaktivasi ini akan ada MoU, besok tanggal 27 Desember 2013 antara pak Menteri, Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Pelindo. Dishubkominfo Provinsi Jateng akan meninjau kembali kereta barang yang masuk pelabuhan Tanjung Emas. Setelah itu kami baru buat disain untuk stasiun antar moda di Mangkang,"imbuhnya.

Rencana reaktivasi ini ada sharing dan sinergi dari berbagai pihak. Untuk operasional sarana akan ditangani PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sumber dana infrastruktur dari Kementerian Perhubungan, penanganan amdal oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Staf Khusus Unit Cagar Budaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sugeng Winarno, menjelaskan, pihaknya siap mendukung adanya reaktivasi jalur kereta api di 13 ruas. Akan tetapi kewenangan untuk membuka kembali jalur ada pada Kementerian Perhubungan, yang bisa jadi setelah ada masukan dari pemerintah daerah melalui tata ruang dan tata wilayah.

"Kalau kemarin melihat MoU yang ditandatangani Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Kemenhub dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sekarang yang direaktivasi itu Kedungjati-Tuntang dan ada kemungkinan berlanjut ke Ambarawa-Jambu-Bedono-Gemawang. Lalu menyusuri lintas tengah tembus Yogyakarta,"terangnya.

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, mengaku akan mendukung rencana dari pemerintah pusat terkait reaktivasi jalur kereta api. Menurut Bambang apabila nanti benar-benar terwujud ada transportasi kereta api dari Wonosobo-Temanggung dan kota-kota lain akan membantu pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
( Raditia Yoni Ariya / CN39 / SMNetwork )
[/spoiler]

Kayaknya jalur purwokerto-wonosobo gak bisa deh direaktivasi.. kecuali klo buat lahan baru lagi.. wonosobo-temanggung juga akan susah karena medannya melewati antara sindoro dan sumbing.. Bethe

dari tahun kapan isunya kaga ada yang jalan, tapi kali aja dengan dirut yang sikat abis sekarang bisa jadi kenyataan

buat saya, indikator buat jawa tengah gampang banget, kalo purworejo & wonogiri udah bisa aktip baru boleh ngemeng ke sono ke mari, kalo belum berarti masih akan manjadi isu manis penghias media massa
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
(17-12-2013, 06:27 PM)nino Wrote:
(17-12-2013, 12:27 PM)Rail_Ram Wrote: [spoiler]
(17-12-2013, 11:04 AM)CC20606 Wrote: 17 Desember 2013 | 04:20 wib
13 Ruas Jalur Kereta Api Lama di Jateng akan Direaktivasi
TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Sebanyak 13 ruas jalur kereta api di berbagai wilayah di Jawa Tengah direncanakan akan direaktivasi. Untuk keperluan itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tengah berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah dan lain-lain. Salah satu alasan rencana reaktivasi adalah tingkat kepadatan lalu lintas di jalan raya yang sudah mencapai titik jenuh.

Kepala Bidang Kereta Api, Dishubkominfo Jateng, Prasetyo Kencono, mengatakan, 13 ruas jalur itu antara lain, Kedungjati-Tuntang, Ambarawa-Bedono, Secang-Magelang-Yogyakarta, sepanjang kurang lebih 150 kilometer. Lalu jalur Semarang-Demak-Kudus, kemudian Grobogan-Semarang-Purwodadi, serta jalur KA Purwokerto-Wonosobo, dan Parakan-Temanggung.

Akan dibuat pula stasiun antar moda di Mangkang Semarang. Jika terealisasi kereta api akan mengangkut penumpang ke Bandara Ahmad Yani. Dibuat pula KA khusus barang yang akan masuk Pelabuhan Tanjung Emas. Namun, sebelumnya akan dilakukan peninjauan terlebih dahulu.

"Kami punya rencana reaktivasi jalur kereta api di Jateng terutama jalur-jalur strategis. Seperti di Temanggung ini banyak sekali industri-industri berkembang terutama yang berkaitan dengan kayu sehingga perlu dikembangkan angkutan public service, termasuk kereta api,"katanya usai meninjau aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Temanggung, Senin (16/12).

Menurut dia, sebagian proyek pengerjaannya akan dimulai pada tahun 2014 dan pengerjaannya secara bertahap selama lima tahun ke depan. Dicontohkan jalur Kedungjati-Tuntang sepanjang 31 kilometer akan dimulai pada 2014 dengan anggaran Rp 600 miliar dan untuk KA barang dari Tanjung Emas dianggarakan Rp 40 miliar.

"Untuk reaktivasi ini akan ada MoU, besok tanggal 27 Desember 2013 antara pak Menteri, Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Pelindo. Dishubkominfo Provinsi Jateng akan meninjau kembali kereta barang yang masuk pelabuhan Tanjung Emas. Setelah itu kami baru buat disain untuk stasiun antar moda di Mangkang,"imbuhnya.

Rencana reaktivasi ini ada sharing dan sinergi dari berbagai pihak. Untuk operasional sarana akan ditangani PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sumber dana infrastruktur dari Kementerian Perhubungan, penanganan amdal oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Staf Khusus Unit Cagar Budaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sugeng Winarno, menjelaskan, pihaknya siap mendukung adanya reaktivasi jalur kereta api di 13 ruas. Akan tetapi kewenangan untuk membuka kembali jalur ada pada Kementerian Perhubungan, yang bisa jadi setelah ada masukan dari pemerintah daerah melalui tata ruang dan tata wilayah.

"Kalau kemarin melihat MoU yang ditandatangani Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Kemenhub dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sekarang yang direaktivasi itu Kedungjati-Tuntang dan ada kemungkinan berlanjut ke Ambarawa-Jambu-Bedono-Gemawang. Lalu menyusuri lintas tengah tembus Yogyakarta,"terangnya.

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, mengaku akan mendukung rencana dari pemerintah pusat terkait reaktivasi jalur kereta api. Menurut Bambang apabila nanti benar-benar terwujud ada transportasi kereta api dari Wonosobo-Temanggung dan kota-kota lain akan membantu pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
( Raditia Yoni Ariya / CN39 / SMNetwork )
[/spoiler]

Kayaknya jalur purwokerto-wonosobo gak bisa deh direaktivasi.. kecuali klo buat lahan baru lagi.. wonosobo-temanggung juga akan susah karena medannya melewati antara sindoro dan sumbing.. Bethe

dari tahun kapan isunya kaga ada yang jalan, tapi kali aja dengan dirut yang sikat abis sekarang bisa jadi kenyataan

buat saya, indikator buat jawa tengah gampang banget, kalo purworejo & wonogiri udah bisa aktip baru boleh ngemeng ke sono ke mari, kalo belum berarti masih akan manjadi isu manis penghias media massa

Dari dlu banyak banget berita seperti ini tapi hanya jadi kabar burung saja , semoga klo pt. sepur mau serius dan didukung oleh pihak yg terkait bisa menjadi kenyataan proyek besar ini..
Reply
Teman-teman, rencananya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tahun depan bakal menerapkan tarif parsial? Apakah akan benar-benar direalisasikan? Lalu apakah tarifnya berdasarkan jarak antar stasiun atau antar DAOP?
Hanya seorang penglaju Jakarta-Bandung
Banyak sekali kenangan manis di antara Stasiun Jatinegara - Stasiun Bandung
Reply
(17-12-2013, 07:47 PM)Batpod Wrote: Teman-teman, rencananya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tahun depan bakal menerapkan tarif parsial? Apakah akan benar-benar direalisasikan? Lalu apakah tarifnya berdasarkan jarak antar stasiun atau antar DAOP?

Malah barusan ane cek di website PT sepur, tiket kereta k3 jarak jauh utk januari 2014 masih sama alias tidak ada kenaikan. Ada yg tahu tentang ini?? Mohon penjelasannya
Reply
(18-12-2013, 06:06 PM)Ser_Ayu Wrote: Malah barusan ane cek di website PT sepur, tiket kereta k3 jarak jauh utk januari 2014 masih sama alias tidak ada kenaikan. Ada yg tahu tentang ini?? Mohon penjelasannya

seriusan ini gan?
bukannya untuk PSO sudah tidak ada, dan kembali ke harga 90-120an??
Reply
(18-12-2013, 06:26 PM)triez_RF Cirebon Wrote:
(18-12-2013, 06:06 PM)Ser_Ayu Wrote: Malah barusan ane cek di website PT sepur, tiket kereta k3 jarak jauh utk januari 2014 masih sama alias tidak ada kenaikan. Ada yg tahu tentang ini?? Mohon penjelasannya

seriusan ini gan?
bukannya untuk PSO sudah tidak ada, dan kembali ke harga 90-120an??

mungkin yang dimaksud K3 kemenhub & beberapa K3 AC split (gumarang,malabar,tegal ekspres,dsb)
Reply
(19-12-2013, 10:58 AM)Yogi Abdi Nugroho Wrote:
(18-12-2013, 06:26 PM)triez_RF Cirebon Wrote:
(18-12-2013, 06:06 PM)Ser_Ayu Wrote: Malah barusan ane cek di website PT sepur, tiket kereta k3 jarak jauh utk januari 2014 masih sama alias tidak ada kenaikan. Ada yg tahu tentang ini?? Mohon penjelasannya

seriusan ini gan?
bukannya untuk PSO sudah tidak ada, dan kembali ke harga 90-120an??

mungkin yang dimaksud K3 kemenhub & beberapa K3 AC split (gumarang,malabar,tegal ekspres,dsb)

silahkan di cek kembali di situs2 penjualan tiket kereta api, mulai tahun depan sudah berlaku tarif parsialBye Bye
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)