Posts: 194
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
0
(20-11-2013, 11:07 AM)Aliph Gajayana Wrote: sedikit bocoran .. di mulai dari Griya Karya Madiun yang ada di samping sinyal langsir itu akan di libas habis bangunannya sampai ke hampir jembatan , dan model jembatan yang kanan tidak di rubah , namun besi untuk sepeda motor / pejalan kaki akan di ganti .. untuk PJL 1 akan mundur / berganti bangunan , serta bangunan bangunan di dekat rel sebelah kiri akan di ratakan dulu . untuk railbaan di dekat ringroad ada yang sudah jadi , sekarang sering juga KLB Rel yang riwa-riwi dari Madiun ke Walikukun ...
Mantab nih bocorannya! 
Jembatan sepeda motornya berarti nanti diapit 2 jembatan kereta dong?
Terus nanti track yang baru berarti bakal nyambung ke jalur 1 stasiun Madiun kan? Kayanya perlu nambah peron nih stasiun Madiun. Hidupin lagi aja tuh rel yang ditimbun peron 1, sekalian ditinggiin peronnya. Atau dirombak total sekalian deh stasiunnya biar lebih cakep. Masa stasiun pusat Daop VII ga ada cakep-cakepnya sih..
MN | 8.12.'96
Posts: 179
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
2
Denger2 nya ada yang bilang jalur DT nggak lewat WO-SPJ-TRK tapi yang di double track WO-WR-SDA-TRK. Rasanya lintas yang paling gampang di DT ya WO-WR lahan udah tersedia tinggal geser bbrapa shelter komuter aja
Trainz Art Picture - jual & terima order lukisan KA unik & berseni tinggi klik disini
Posts: 194
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
0
(20-11-2013, 06:22 PM)jeremiah I.H Wrote: Denger2 nya ada yang bilang jalur DT nggak lewat WO-SPJ-TRK tapi yang di double track WO-WR-SDA-TRK. Rasanya lintas yang paling gampang di DT ya WO-WR lahan udah tersedia tinggal geser bbrapa shelter komuter aja
Lho, kok gitu? 
Apakah ini dasar pemikiran dibangunnya shortcut Tarik-Tulangan? Pantesan aja shortcutnya mengarah ke utara, bukan ke selatan..
MN | 8.12.'96
Posts: 389
Threads: 0
Joined: Feb 2012
Reputation:
1
(20-11-2013, 07:16 PM)UQIXpakeX Wrote: (20-11-2013, 06:22 PM)jeremiah I.H Wrote: Denger2 nya ada yang bilang jalur DT nggak lewat WO-SPJ-TRK tapi yang di double track WO-WR-SDA-TRK. Rasanya lintas yang paling gampang di DT ya WO-WR lahan udah tersedia tinggal geser bbrapa shelter komuter aja
Lho, kok gitu? 
Apakah ini dasar pemikiran dibangunnya shortcut Tarik-Tulangan? Pantesan aja shortcutnya mengarah ke utara, bukan ke selatan.. 
Bukannya Tarik - Tulangan itu jalur mati kemudian dihidupin lagi.. Sya juga merasa gitu bahwa jalur ganda Mojokerto - Surabaya ntar bakal lewat Tarik - Tulangan - Sidoarjo - Surabaya karena pembebasan lahannya lebih gampang..
Btw, jarak Madiun - Solo 95 km, baru dikerjakan 3 km. Busyet, tahun berapa nih selese, belum lagi bikin jalur di Kota Solo..
Posts: 1,214
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
22
(20-11-2013, 08:26 PM)bramoy Wrote: (20-11-2013, 07:16 PM)UQIXpakeX Wrote: (20-11-2013, 06:22 PM)jeremiah I.H Wrote: Denger2 nya ada yang bilang jalur DT nggak lewat WO-SPJ-TRK tapi yang di double track WO-WR-SDA-TRK. Rasanya lintas yang paling gampang di DT ya WO-WR lahan udah tersedia tinggal geser bbrapa shelter komuter aja
Lho, kok gitu? 
Apakah ini dasar pemikiran dibangunnya shortcut Tarik-Tulangan? Pantesan aja shortcutnya mengarah ke utara, bukan ke selatan.. 
Bukannya Tarik - Tulangan itu jalur mati kemudian dihidupin lagi.. Sya juga merasa gitu bahwa jalur ganda Mojokerto - Surabaya ntar bakal lewat Tarik - Tulangan - Sidoarjo - Surabaya karena pembebasan lahannya lebih gampang..
Btw, jarak Madiun - Solo 95 km, baru dikerjakan 3 km. Busyet, tahun berapa nih selese, belum lagi bikin jalur di Kota Solo..
itu kan yang mudah.
2015 Januari Bisa testrun Jika 2 bulan kedepan banyak yang udah dibebaskan
toh sosialisasinya udah sejak september 2012.
Tapi Baru PALUR-WALIKUKUN yang sosialisasinya sudah dilakukan.
toh Blueprintnya Solo jebres Surabaya sudah jadi sejak 2010
Posts: 436
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
7
(20-11-2013, 08:26 PM)bramoy Wrote: Bukannya Tarik - Tulangan itu jalur mati kemudian dihidupin lagi.. Sya juga merasa gitu bahwa jalur ganda Mojokerto - Surabaya ntar bakal lewat Tarik - Tulangan - Sidoarjo - Surabaya karena pembebasan lahannya lebih gampang..
Btw, jarak Madiun - Solo 95 km, baru dikerjakan 3 km. Busyet, tahun berapa nih selese, belum lagi bikin jalur di Kota Solo..
Sebernarnya se kalao untuk pembebesan mahan lewat SDA ato SPJ sama2 mudah, karena hak milik tanah udah jelas. Kendalanya masalah teknis, kalau lewat SPJ harus mikir solusi teknis buat rel dibawah jembatan layang yg relnya mepet banget buat DT, kalau lewat SDA harus bongkar stasiun komuter plus mikir solusi teknis buat jembatan layang setelah kota Sidoarjo yg kayaknya juga mepet banget kalo dibuat DT.
Posts: 194
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
0
Progress terkini, beberapa jembatan kecil di persawahan sebelah barat stasiun Madiun udah jadi. Di sebelah barat jembatan kali bengawan Madiun juga udah mulai dibangun pondasi untuk jembatan baru, tapi bangunan-bangunan yang mepet rel belum diapa-apain..
MN | 8.12.'96
Posts: 1,292
Threads: 0
Joined: Nov 2013
Reputation:
17
(27-11-2013, 08:23 PM)UQIXpakeX Wrote: Progress terkini, beberapa jembatan kecil di persawahan sebelah barat stasiun Madiun udah jadi. Di sebelah barat jembatan kali bengawan Madiun juga udah mulai dibangun pondasi untuk jembatan baru, tapi bangunan-bangunan yang mepet rel belum diapa-apain..
Lumayan ada perkembangan sejauh ini..
Posts: 305
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
5
(27-10-2013, 03:29 PM)06051996 Wrote: Perkiraan dari saya, rel di beberapa titik akan di switch over/pindah posisi. Terlampir gambar di bawah ini, ada 2 posisi posisi rel dipindah dan digeser.
[spoiler]
[/spoiler]
Keterangan:
Kiri arah SLO
Kanan arah SK
Kuning track existing
Merah track baru
Hijau lokasi track digeser
Jadi nanti dari SLO track baru ada di utara track existing, menjelang tikungan pertama track existing digeser menjauh ke arah selatan untuk memberi tempat bagi track baru. Jadi sebagian track lama dipakai untuk membangun track baru.
Masuk bawah flyover posisi track baru tetap di utara track lama, karena flyover sepertinya di desain untuk jalur DT (space sebelah utara masih cukup untuk 1 track lagi).
Menjelang tikungan kedua ada dua opsi:
1. Posisi track baru tetap diutara track existing terus menyambung sampai jalur 3 SK.
2. Posisi track baru dari arah SLO menyambung dengan track lama (jalur 2 SK) dan track lama dari arah SLO menyambung ke jalur 1 SLO sehingga jalur 1 dan 2 SK menjadi sepur lurus. Tapi sepertinya opsi kedua tidak dilakukan karena track baru bakalan mentok di rumah sinyal sisi timur SK.
Nah untuk lahan yang terkena pembebasan sepertinya di tempat yang dilingkari warna orange.
Itu cuma perkiraan lho, belum pasti. Hanya pendapat pribadi, ditunggu saja realisasinya di lapangan. 
Dari SK jika lurus akan masuk spoor 5 SLO, jika dilihat kondisi skrg dari spoor 6 jika ke timur ( SK ) akan bertemu dengan jalur dari utara ( KSO ) dan jalur ke pertamina, setelah itu masuk ke spoor lama, nah pertemuan ini jika diteruskan skrg akan berhenti di spoor badug, perkiraan spoor badug ini diterusin sebagai track baru untuk double track SLO - MN - SGU.
Jika nanti double track, dari SK jika lurus masuk spoor 6 peron utara, belok masuk peron selatan ( spoor 1 - 5 ), kl ls ke Kalioso tinggal belok kanan. CMIIW
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
(20-11-2013, 06:22 PM)jeremiah I.H Wrote: Denger2 nya ada yang bilang jalur DT nggak lewat WO-SPJ-TRK tapi yang di double track WO-WR-SDA-TRK. Rasanya lintas yang paling gampang di DT ya WO-WR lahan udah tersedia tinggal geser bbrapa shelter komuter aja
benarkah? sumbernya dari mana?
tapi saya lebih setuju kalau dt nya lewat trk-sda dibandingkan lewat krian. selain karena faktor sejarah (dulu sudah pernah ada dt wo-sda-bangil), jalur ini (wo-sda) adalah urat nadi perekonomian jatim. adanya dt dapat membuat perjalanan komuter susi bisa diperbanyak tanpa menganggu trafik kereta akap dan barang. jangka panjangnya dapat mengurangi beban jalan raya sby-sda yang semakin padat dan macet.
(20-11-2013, 07:16 PM)UQIXpakeX Wrote: Lho, kok gitu? 
Apakah ini dasar pemikiran dibangunnya shortcut Tarik-Tulangan? Pantesan aja shortcutnya mengarah ke utara, bukan ke selatan.. 
itu bukan shortcut. malah sampai tahun 70 an jalur utama kereta jakarta-surabaya via selatan lewatnya situ (trk-sda).
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
|