Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penyebaran Tipe Rel dan Bantalan di Indonesia
#11
(17-11-2013, 08:15 PM)bramoy Wrote: Kalau jalur ganda, rel yang baru dibuat sudah pasti R54, dan untuk lintas raya di Pulau Jawa sudah bantalan beton semua, kecuali sebagian Semarang - Solo, sebagian Bogor - Sukabumi, dan Sukabumi - Padalarang. Aye bahas rel eksisting aja yang tahu.

1. Surabaya - Semarang : R50 ( R54 : antara Gambringan - Gubug)
2. Tanah Abang - Maja : R54
3. Purwakarta - Bandung : R54
4. Malang - Bangil : R42
5. Bangil - Surabaya : R42
6. Surabaya - Jombang : R54
7. Jombang - Kertosono : R42
8. Kertosono - Madiun : sebagian besar R54
9. Madiun - Solo : sebagian besar R54
10. Blitar - Tulungagung : R54 (tahun ini proses pergantian R54 sampai stasiun Kediri).
11. Kediri - Kertosono : R42
12. Probolinggo - Banyuwangi : (sekitar 50% sudah R54, sisanya R33/R42, tahun ini proses pergantian ke R54)
13. Maja - Rangkasbitung : R42
14. Kroya - Bandung : R42/R54
15. Cirebon - Brebes : R54
16. Brebes - Tegal : R54
17. Tegal - Pekalongan : R54, tapi ada yang R42
18. Pekalongan - Semarang : R42/R54

Thanks Mas, lengkap banget.. Ane baru tau ada yang pake R50.. Ada beberapa pertanyaan sih:
1. Malang - Blitar dan Pasuruan - Probolinggo nampaknya masih R33, soalnya di petak itu KA-KA jalannya pelan sekali (Malang - Blitar mungkin cuma 40km/j; Pasuruan - Probolinggo sekitar 40-60 km/j dan berisiknya juara)
2. Kroya - Bandung yang R54 mungkin cuma BD - CCL saja, soalnya dari pengamatan saya kemarin sore/petang (habis naik Pasundan dari Jogja, hehe), dari Kroya - CCL mungkin masih R 42, soalnya rel-nya nampak lebih kecil dan kecepatan KA yang melintas relatif lebih lambat. Lagipula untuk petak TSM-CCL yang didominasi pegunungan rel tipe R42 masih mumpuni.. Xie Xie
Reply
#12
[spoiler]
(17-11-2013, 04:55 PM)Arianam Wrote:
(17-11-2013, 02:47 PM)van Baso Wrote: ane cuma inget 1
Dawuan - PKC (Dawuan R54 beton, lewat stasiun R42 besi, PJL R54 besi, lewat PJL ke gerbang gudang PKC R42 besi, PKC R54 besi/beton)

di dalem pabrik ada R80-an lebar sekitar 1.7m, buat nopang reaktor kalo lagi diperbaiki Ngeledek

R80?? Heran
kyk apa tuh? pict donk Xie Xie

(17-11-2013, 03:52 PM)Rail_Ram Wrote:
(17-11-2013, 03:41 PM)Arianam Wrote: DT jakarta-surabaya nampaknya apakah r54 dengan bantalan beton semua? Bingung

Kemungkinan iya gan.. mengingat jalurnya padat dan keretanya kecepatannya tinggi..

iya c, trus kontruksinya juga baru, jadi mungkin sekalian R54 dengan beton semua,, Ngiler
[/spoiler]

Nanti ya Kang, kalo ane kerja malem, soalnya ga enak ama satpam Big Grin
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA

walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Reply
#13
Untuk Lintas Blitar-Ngujang Rel Sudah R-54 Bantalan Beton. Taspat Max petak ini 60 Kpj.
Sedangkan Petak Ngujang-Kediri menggunakan R-42 campuran R-33(R33 hanya di berbagai titik) .malah diselatan st Kras Rel nya kebanyakan dibalik krna sudah Aus..
Untuk lintas Kediri-Kertosono menggunakan R-42 bantalan beton. Taspat petak ini max 70-80 km Kpj.

Nb : dipetak Ngujang-Kras(mulai dari sinyal muka NJG bagian utara) sudah ditebar Bantalan. Menunggu Pemasangan.
Petak NJG-KD kayak.nya mau diganti dari R-42 ke R-54
Reply
#14
(17-11-2013, 06:44 PM)paulus Wrote: Kayaknya udah gak ada yg bantalan kayu ya?

Jarang.. mungkin ada di petak BOO-SI.. sebagian masih ada yg bantalan kayu... Xie Xie
Reply
#15
KYA - KTA R54
KTA - YK R54
YK - SLO R54
SLO - MN R54
MN - KTS R54
KTS - WO R54
WO - SGU R50/R42
Reply
#16
Apakah ada tipe rel yg lebih tinggi lagi selain R54 yg digunakan di Indonesia????
Reply
#17
Ada di divre, ga tau divre berapa
Coba buaka-buka subforum sumatera ajah Kang
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA

walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Reply
#18
(17-11-2013, 08:15 PM)bramoy Wrote: Kalau jalur ganda, rel yang baru dibuat sudah pasti R54, dan untuk lintas raya di Pulau Jawa sudah bantalan beton semua, kecuali sebagian Semarang - Solo, sebagian Bogor - Sukabumi, dan Sukabumi - Padalarang. Aye bahas rel eksisting aja yang tahu.

1. Surabaya - Semarang : R50 ( R54 : antara Gambringan - Gubug)
2. Tanah Abang - Maja : R54
3. Purwakarta - Bandung : R54
4. Malang - Bangil : R42
5. Bangil - Surabaya : R42
6. Surabaya - Jombang : R54
7. Jombang - Kertosono : R42
8. Kertosono - Madiun : sebagian besar R54
9. Madiun - Solo : sebagian besar R54
10. Blitar - Tulungagung : R54 (tahun ini proses pergantian R54 sampai stasiun Kediri).
11. Kediri - Kertosono : R42
12. Probolinggo - Banyuwangi : (sekitar 50% sudah R54, sisanya R33/R42, tahun ini proses pergantian ke R54)
13. Maja - Rangkasbitung : R42
14. Kroya - Bandung : R42/R54
15. Cirebon - Brebes : R54
16. Brebes - Tegal : R54
17. Tegal - Pekalongan : R54, tapi ada yang R42
18. Pekalongan - Semarang : R42/R54


Utk Jalur Tnh Abang - Serpong kayaknya DT R54
Utk jalur Serpong - Maja jalur lamanya kayaknya pake R42
trus jalur barunya (DT) kayaknya pake R54.....
Karena kalo diliat rel jalur lama lebih kecil dari rel jalur baru.....
Reply
#19
[spoiler]
(17-11-2013, 08:38 PM)DiasWU Wrote:
(17-11-2013, 08:15 PM)bramoy Wrote: Kalau jalur ganda, rel yang baru dibuat sudah pasti R54, dan untuk lintas raya di Pulau Jawa sudah bantalan beton semua, kecuali sebagian Semarang - Solo, sebagian Bogor - Sukabumi, dan Sukabumi - Padalarang. Aye bahas rel eksisting aja yang tahu.

1. Surabaya - Semarang : R50 ( R54 : antara Gambringan - Gubug)
2. Tanah Abang - Maja : R54
3. Purwakarta - Bandung : R54
4. Malang - Bangil : R42
5. Bangil - Surabaya : R42
6. Surabaya - Jombang : R54
7. Jombang - Kertosono : R42
8. Kertosono - Madiun : sebagian besar R54
9. Madiun - Solo : sebagian besar R54
10. Blitar - Tulungagung : R54 (tahun ini proses pergantian R54 sampai stasiun Kediri).
11. Kediri - Kertosono : R42
12. Probolinggo - Banyuwangi : (sekitar 50% sudah R54, sisanya R33/R42, tahun ini proses pergantian ke R54)
13. Maja - Rangkasbitung : R42
14. Kroya - Bandung : R42/R54
15. Cirebon - Brebes : R54
16. Brebes - Tegal : R54
17. Tegal - Pekalongan : R54, tapi ada yang R42
18. Pekalongan - Semarang : R42/R54

Thanks Mas, lengkap banget.. Ane baru tau ada yang pake R50.. Ada beberapa pertanyaan sih:
1. Malang - Blitar dan Pasuruan - Probolinggo nampaknya masih R33, soalnya di petak itu KA-KA jalannya pelan sekali (Malang - Blitar mungkin cuma 40km/j; Pasuruan - Probolinggo sekitar 40-60 km/j dan berisiknya juara)
2. Kroya - Bandung yang R54 mungkin cuma BD - CCL saja, soalnya dari pengamatan saya kemarin sore/petang (habis naik Pasundan dari Jogja, hehe), dari Kroya - CCL mungkin masih R 42, soalnya rel-nya nampak lebih kecil dan kecepatan KA yang melintas relatif lebih lambat. Lagipula untuk petak TSM-CCL yang didominasi pegunungan rel tipe R42 masih mumpuni.. Xie Xie
[/spoiler]

Sebenarnye data ini aye dapatin dari pdf-nya bappenas atau sypa gitu yang aye download, dan secara ngga sengaja ketemu peta penyebaran jaringan rel di Pulau Jawa, berhubung aye lupa naruh filenya dimane, jadi yang seinget-nya aja. Selain itu kalo naek kreta lebih sering ngga tidur sekalian ngrasain ni jalur pake tipe apa.

1. Malang - Blitar, aye sih ragu2 antara R33/R42 tapi kemungkinan besar bener pake R33, tahun 2007 dulu ketika masih bantalan kayu / besi kecepatan kreta juga ngga jauh beda sama sekarang yang bantalan beton. Waktu tempuhnya juga 2 jam (ekspress). Kalo Pasuruan - Probolinggo, aye udah lama ga naek kreta daerah ini, tapi di thread sebelah masih nyebutin kalo pake R33 beton, wajar berisik soalnya kreta ngebut.
2. Kalo lintas Kroya - Bandung, aye terakhir tahun 2008 dlu, mngkin skrang sudah ada pergantian ke R54 di beberapa petak, aye liatnya di DIPA-nya Kemenhub taun 2008 / 2009, ada peningkatan R42 besi / kayu ke R42 beton dan R54 beton, tapi secara parsial dan acak, rute tepatnya kalo ngga salah sekitaran Gandrungmangun. Sama seperti petak Madiun - Solo, lepas stasiun Madiun R54 tapi beberapa km kemudian R42, kliatan banget dari goncangan ama suaranya, mungkin baru Walikukun / Barat baru R54.
Reply
#20
(19-11-2013, 07:49 AM)bramoy Wrote: [spoiler]
(17-11-2013, 08:38 PM)DiasWU Wrote:
(17-11-2013, 08:15 PM)bramoy Wrote: Kalau jalur ganda, rel yang baru dibuat sudah pasti R54, dan untuk lintas raya di Pulau Jawa sudah bantalan beton semua, kecuali sebagian Semarang - Solo, sebagian Bogor - Sukabumi, dan Sukabumi - Padalarang. Aye bahas rel eksisting aja yang tahu.

1. Surabaya - Semarang : R50 ( R54 : antara Gambringan - Gubug)
2. Tanah Abang - Maja : R54
3. Purwakarta - Bandung : R54
4. Malang - Bangil : R42
5. Bangil - Surabaya : R42
6. Surabaya - Jombang : R54
7. Jombang - Kertosono : R42
8. Kertosono - Madiun : sebagian besar R54
9. Madiun - Solo : sebagian besar R54
10. Blitar - Tulungagung : R54 (tahun ini proses pergantian R54 sampai stasiun Kediri).
11. Kediri - Kertosono : R42
12. Probolinggo - Banyuwangi : (sekitar 50% sudah R54, sisanya R33/R42, tahun ini proses pergantian ke R54)
13. Maja - Rangkasbitung : R42
14. Kroya - Bandung : R42/R54
15. Cirebon - Brebes : R54
16. Brebes - Tegal : R54
17. Tegal - Pekalongan : R54, tapi ada yang R42
18. Pekalongan - Semarang : R42/R54

Thanks Mas, lengkap banget.. Ane baru tau ada yang pake R50.. Ada beberapa pertanyaan sih:
1. Malang - Blitar dan Pasuruan - Probolinggo nampaknya masih R33, soalnya di petak itu KA-KA jalannya pelan sekali (Malang - Blitar mungkin cuma 40km/j; Pasuruan - Probolinggo sekitar 40-60 km/j dan berisiknya juara)
2. Kroya - Bandung yang R54 mungkin cuma BD - CCL saja, soalnya dari pengamatan saya kemarin sore/petang (habis naik Pasundan dari Jogja, hehe), dari Kroya - CCL mungkin masih R 42, soalnya rel-nya nampak lebih kecil dan kecepatan KA yang melintas relatif lebih lambat. Lagipula untuk petak TSM-CCL yang didominasi pegunungan rel tipe R42 masih mumpuni.. Xie Xie
[/spoiler]

Sebenarnye data ini aye dapatin dari pdf-nya bappenas atau sypa gitu yang aye download, dan secara ngga sengaja ketemu peta penyebaran jaringan rel di Pulau Jawa, berhubung aye lupa naruh filenya dimane, jadi yang seinget-nya aja. Selain itu kalo naek kreta lebih sering ngga tidur sekalian ngrasain ni jalur pake tipe apa.

1. Malang - Blitar, aye sih ragu2 antara R33/R42 tapi kemungkinan besar bener pake R33, tahun 2007 dulu ketika masih bantalan kayu / besi kecepatan kreta juga ngga jauh beda sama sekarang yang bantalan beton. Waktu tempuhnya juga 2 jam (ekspress). Kalo Pasuruan - Probolinggo, aye udah lama ga naek kreta daerah ini, tapi di thread sebelah masih nyebutin kalo pake R33 beton, wajar berisik soalnya kreta ngebut.
2. Kalo lintas Kroya - Bandung, aye terakhir tahun 2008 dlu, mngkin skrang sudah ada pergantian ke R54 di beberapa petak, aye liatnya di DIPA-nya Kemenhub taun 2008 / 2009, ada peningkatan R42 besi / kayu ke R42 beton dan R54 beton, tapi secara parsial dan acak, rute tepatnya kalo ngga salah sekitaran Gandrungmangun. Sama seperti petak Madiun - Solo, lepas stasiun Madiun R54 tapi beberapa km kemudian R42, kliatan banget dari goncangan ama suaranya, mungkin baru Walikukun / Barat baru R54.

maaf oot untuk lintasan ML -BL, kapan ya di upgrade ke R54?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)