Posts: 13
Threads: 0
Joined: Feb 2013
Reputation:
0
(25-01-2013, 06:39 PM)zmidth Wrote: (25-01-2013, 03:09 PM)reynan Wrote: assalamualaikum,
Waktu itu pernah dialog sama anak kereta lainnya, saya juga sempat mengutarakan yang sama dengan anda yaitu menggunakan moda "semacam prambanan ekspres" namun sepertinya Prambanan Ekspress bisa murah karena didukung oleh Dana PSO (Public Service Obligation) yang ternyata setiap tahunnya bisa saja berkurang.
Wilayah Kutorajo, Yogya, Surakarta memang terbilang ramai, namun berbeda dengan karakteristik Purwokerto, Kroya, Kebumen, yang cenderung sepi.
Sebelum akhirnya dipinjamkan ke Daops VI Lempuyangan dan akhirnya menjadi Sriwedari itu harganya sudah diturunkan kalau tidak salah diangkat sekitar "50rb"-an. coba check lagi barangkali saya salah.
memang harus dikaji kembali masalah tarif ini karena karakteristik tempat dan penduduknya berbeda.
wassalam
Ricky Pratama
Waalaikumsalam
PWT, KYA, KM cenderung sepi? Saya kira tidak juga. Jeng Efi aja bisa bertahan, bahkan bisa ganti Armada tiap tahunnya. Ini menunjukkan kalau jalur ini profitable. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga dengan PeDe-nya pasang tarif 80rb. Kenapa Maguwo Ekspress cenderung sepi? Jawabannya Maguwo Ekspres itu masih baru. Promosi juga minim. Tarif promo memang diturunkan jadi 50rb, tapi berapa banyak masyarakat umum yang tau tarif tersebut? Berapa banyak juga yang tau KTA-PWT 30rb dan GB-PWT 20rb?
Oh ya dari dulu juga belum pernah ada kereta lokal PWT-YK(koreksi kalau saya salah), dulu dicover sama Logawa. Menurut saya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ngga usahlah langsung pakai AC. Bertahap dulu. Pakai kereta tanpa AC, jangan menerapkan sistem pas tempat duduk alias ada tiket berdiri. Dengan ini kan bisa menekan tarif walaupun tanpa subsidi. Dulu Daop IV aja bisa meluncurkan KA Tegal Ekspres dengan tarif 25rb tanpa subsidi. Seandainya tarifnya sekitar 30rb, kan bisa menarik kembali pelanggan Logawa yang sekarang jadi bismania. Selain itu, jangan lupa promosinya, biar masyarakat umum tahu "Kalau ke Jogja bisa pakai Kereta Api".
Permisi nubi mau komentar
Untuk purwokerto-jogja, itu adalah pasar yg signifikan klo mau dgarap serius. dengan harga yg wajar pula. masalahnya jalur ramai itu, betul kata agan diatas, jeng efi aja masih aman bahkan terus mengalami lonjakan permintaan.
saya rasa kekuranganya maguwo eks pada saat itu:
1. masalah harga
2. kurangnya sosialisasi
3. dalam kondisi percobaan sebaiknya jgn gunakan AC terlebih dahulu
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(11-02-2013, 09:56 PM)randi20 Wrote: (25-01-2013, 06:39 PM)zmidth Wrote: (25-01-2013, 03:09 PM)reynan Wrote: assalamualaikum,
Waktu itu pernah dialog sama anak kereta lainnya, saya juga sempat mengutarakan yang sama dengan anda yaitu menggunakan moda "semacam prambanan ekspres" namun sepertinya Prambanan Ekspress bisa murah karena didukung oleh Dana PSO (Public Service Obligation) yang ternyata setiap tahunnya bisa saja berkurang.
Wilayah Kutorajo, Yogya, Surakarta memang terbilang ramai, namun berbeda dengan karakteristik Purwokerto, Kroya, Kebumen, yang cenderung sepi.
Sebelum akhirnya dipinjamkan ke Daops VI Lempuyangan dan akhirnya menjadi Sriwedari itu harganya sudah diturunkan kalau tidak salah diangkat sekitar "50rb"-an. coba check lagi barangkali saya salah.
memang harus dikaji kembali masalah tarif ini karena karakteristik tempat dan penduduknya berbeda.
wassalam
Ricky Pratama
Waalaikumsalam
PWT, KYA, KM cenderung sepi? Saya kira tidak juga. Jeng Efi aja bisa bertahan, bahkan bisa ganti Armada tiap tahunnya. Ini menunjukkan kalau jalur ini profitable. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga dengan PeDe-nya pasang tarif 80rb. Kenapa Maguwo Ekspress cenderung sepi? Jawabannya Maguwo Ekspres itu masih baru. Promosi juga minim. Tarif promo memang diturunkan jadi 50rb, tapi berapa banyak masyarakat umum yang tau tarif tersebut? Berapa banyak juga yang tau KTA-PWT 30rb dan GB-PWT 20rb?
Oh ya dari dulu juga belum pernah ada kereta lokal PWT-YK(koreksi kalau saya salah), dulu dicover sama Logawa. Menurut saya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ngga usahlah langsung pakai AC. Bertahap dulu. Pakai kereta tanpa AC, jangan menerapkan sistem pas tempat duduk alias ada tiket berdiri. Dengan ini kan bisa menekan tarif walaupun tanpa subsidi. Dulu Daop IV aja bisa meluncurkan KA Tegal Ekspres dengan tarif 25rb tanpa subsidi. Seandainya tarifnya sekitar 30rb, kan bisa menarik kembali pelanggan Logawa yang sekarang jadi bismania. Selain itu, jangan lupa promosinya, biar masyarakat umum tahu "Kalau ke Jogja bisa pakai Kereta Api".
Permisi nubi mau komentar
Untuk purwokerto-jogja, itu adalah pasar yg signifikan klo mau dgarap serius. dengan harga yg wajar pula. masalahnya jalur ramai itu, betul kata agan diatas, jeng efi aja masih aman bahkan terus mengalami lonjakan permintaan.
saya rasa kekuranganya maguwo eks pada saat itu:
1. masalah harga
2. kurangnya sosialisasi
3. dalam kondisi percobaan sebaiknya jgn gunakan AC terlebih dahulu
Setuju. Tarif promonya aja udah sampe 50k, lah jeng efi reguler cuma 40k doang kok...
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 6,717
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
46
(11-02-2013, 09:56 PM)randi20 Wrote: Permisi nubi mau komentar
Untuk purwokerto-jogja, itu adalah pasar yg signifikan klo mau dgarap serius. dengan harga yg wajar pula. masalahnya jalur ramai itu, betul kata agan diatas, jeng efi aja masih aman bahkan terus mengalami lonjakan permintaan.
saya rasa kekuranganya maguwo eks pada saat itu:
1. masalah harga
2. kurangnya sosialisasi
3. dalam kondisi percobaan sebaiknya jgn gunakan AC terlebih dahulu
saya sangat setuju dengan om rangi.
Jalur PWT YK ni kalo digarap secara serius, saya yakin bisa ngalahin jalurnya YK-SLO lho.
sayangnya entah kenapa Pt spoor seperti terburu2 dalam mencantumkan tarif untuk Mageks ini, mereka juga seakan buta akan persaingan di jalur ini.
jalur ini uda sangat dikuasai oleh MBAK efi, dengan harga 40 kita uda dapat snack dan minum, ditambah Shuttle lha sementara Mageks, mereka hanya menang cepat saja?
jujur saya sebagai RF pun bila saya punya urusan ke PWT y saya milih mbak efi.
di kalangan kampus saya pun, kalangan ngapak2 begitu saya sebut, pernah saya tanya ketika mageks muncul, PP pwt Yk pake apa?jelas pake EFI.
saya yakin koq kalo harganya bisa bersaing dengan bus, dengan harga yg sama aja deh, karena saya yakin bnyak masyarakat yg pingin kecepatan juga dalam beraktifitas lebih memilih Mageks dariapda EFi.
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(11-02-2013, 09:56 PM)randi20 Wrote: Permisi nubi mau komentar
Untuk purwokerto-jogja, itu adalah pasar yg signifikan klo mau dgarap serius. dengan harga yg wajar pula. masalahnya jalur ramai itu, betul kata agan diatas, jeng efi aja masih aman bahkan terus mengalami lonjakan permintaan.
saya rasa kekuranganya maguwo eks pada saat itu:
1. masalah harga
2. kurangnya sosialisasi
3. dalam kondisi percobaan sebaiknya jgn gunakan AC terlebih dahulu
Ya pasti akan terus mengalami lonjakan permintaan, Om... Lha sekarang Logawa rangkaian dipendekin & harga dibuat single tarif. PWT - YK & sebaliknya naik Logawa 40rb, cuma dpt K3 (panas pula). Kalo pake Efi 40rb dpt yg PATAS AC, nambah 10rb dpt yg RC ya penumpang memilih mending nambah 10rb dpt RC.
Tapi kalo saya pikir ini bagian edukasi ala Dirut PT Sepur, bagaimana cara menikmati uang dgn baik....
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(12-02-2013, 10:25 AM)Joe_cn Wrote: saya sangat setuju dengan om rangi.
Jalur PWT YK ni kalo digarap secara serius, saya yakin bisa ngalahin jalurnya YK-SLO lho.
sayangnya entah kenapa Pt spoor seperti terburu2 dalam mencantumkan tarif untuk Mageks ini, mereka juga seakan buta akan persaingan di jalur ini.
jalur ini uda sangat dikuasai oleh MBAK efi, dengan harga 40 kita uda dapat snack dan minum, ditambah Shuttle lha sementara Mageks, mereka hanya menang cepat saja?
jujur saya sebagai RF pun bila saya punya urusan ke PWT y saya milih mbak efi.
di kalangan kampus saya pun, kalangan ngapak2 begitu saya sebut, pernah saya tanya ketika mageks muncul, PP pwt Yk pake apa?jelas pake EFI.
saya yakin koq kalo harganya bisa bersaing dengan bus, dengan harga yg sama aja deh, karena saya yakin bnyak masyarakat yg pingin kecepatan juga dalam beraktifitas lebih memilih Mageks dariapda EFi.
Berhubung koridor PWT - YK sdh dikuasai oleh Mbak Efi, paling2 jawaban PT Sepur ya silakan.... silakan menggunakan moda transportasi yg lain....
Makanya kalo sampeyan & teman2 kampus sampeyan lbh favorit naik Efi itu malah mendukung himbauan Pak Dirut. Itu himbauan menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia lho... Koq bisa...? Banyak penumpang yg sebelumnya memakai KA, satu per satu terpental dgn kebijakan K3 (dlm hal ini Logawa) yg rangkaiannya dipendekin, terus harga dibuat single tarif, jauh dekat 40rb. Dan terakhir harga Maguwo Ekspress yg luar biasa. Akhirnya konsumen pindah ke moda yg lain. Karena ada peningkatan permintaan, supply bertambah. Bermunculan bis2 baru baik pembelian secara cash atau pun kredit / leasing. Kalo pembelian bis2 baru itu pake leasing, lembaga pembiayaan malah seneng, ada duit masuk & muter. Pemerintah jg seneng, minimal dpt pajak dari pajak kendaraan bermotor dan akhirnya bs mengeklaim perekonomian terus bertumbuh.
Kalo soal Mageks, saya pikir PT Sepur nggak terburu2 dalam mencantumkan tarif tapi terlalu idealistis. Semua KA Komersial itu sekarang dah ditumpangi dgn biaya perawatan infrastruktur, Kang... Entah biaya perawatan infrastruktur itu mengambil brp % dari harga tiket. Jd gambarannya pengelola sarana pingin ambil untung & pengelola prasarana jg pingin dpt biaya / dana, syukur2 bs untung kalo nggak minimal ya impas. Jd kayak tarif Mageks kalo masih idealistis jelas nggak bs diadu dgn Efi, lha wong PWT - YK itu rel dah jalan berbayar (tol) koq...
Posts: 372
Threads: 0
Joined: Sep 2013
Reputation:
8
Ijin nyimak gan...sambil menunggu info seputaran KA unggulannya Daop V...
Btw yg jadi pertanyaan saya, yg kurang serius Daop V nya atau memang masalah klasik soal dana?? kan berimbas pada operasional..
Kata atas saya kan ini jalur gemuk sekali..
Posts: 499
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
3
(24-10-2013, 04:31 PM)Eko Widodo Wrote: Ijin nyimak gan...sambil menunggu info seputaran KA unggulannya Daop V...
Btw yg jadi pertanyaan saya, yg kurang serius Daop V nya atau memang masalah klasik soal dana?? kan berimbas pada operasional..
Kata atas saya kan ini jalur gemuk sekali..
ya mau gimana lagi, rangkaiannya tak ada, gapeka udah ada, promosinya kurang banter... Waktu naik Taksaka ke Jogja lebaran kemaren, cukup banyak yg naik argo Lawu dan Taksaka. Kalau mau, ya mending kayak Daop VI tuh yang kasih tarif khusus Solo-Jogja, itung-itung sebagai pancingan.
Posts: 1,392
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
33
jadi, belum ada isu terbaru nih kapan si mageks di jalankan kembali ? masa maintenance-nya lama sekali. -_-
Posts: 4,569
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
54
(25-10-2013, 10:56 AM)spoor_hunter Wrote: jadi, belum ada isu terbaru nih kapan si mageks di jalankan kembali ? masa maintenance-nya lama sekali. -_-
lha wong rangkaiannya dipakai jalan Sriwedari kok
Posts: 1,392
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
33
(25-10-2013, 02:00 PM)Narendro Anindito Wrote: (25-10-2013, 10:56 AM)spoor_hunter Wrote: jadi, belum ada isu terbaru nih kapan si mageks di jalankan kembali ? masa maintenance-nya lama sekali. -_-
lha wong rangkaiannya dipakai jalan Sriwedari kok 
Loh... sriwedari bukannya pake ARS ???
|