Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(14-08-2013, 05:55 AM)CC-201-23 Wrote: (13-08-2013, 10:56 PM)basweey Wrote: [spoiler]Liputan6.com, Jakarta : Kepala Humas Daerah Operasional I PT Kereta Api Indonesia, Sukendar Mulya menjawab keluhan pelanggan Kereta Api (KA) Cirebon Ekspres. Yeni Maria Ulfa menilai harga tiket Cireks tidak sepadan dengan layanan yang diberikan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Mengenai harga tiket yang lebih mahal, Sukendar mengatakan harga tiket Kereta Api memang naik dibandingkan sebelumnya, sesuai dengan ketentuan besaran tarif saat peak season atau musim liburan Lebaran 2013. Dalam ketentuan itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan besaran tarif batas bawah dan atas saat Lebaran mulai 29 Juli sampai 19 Agustus 2013.
"Untuk kelas komersial ditetapkan batas atas dan tarif ditetapkan untuk jarak terjauh sesuai rutenya," jelas Sukendar saat dikonfirmasi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Ia menjelaskan secara bisnis peak season lebaran adalah momentum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendapatkan keuntungan. Jadi harga tiket yang dikeluarkan saat ini sudah sesuai ketentuan.
"Kan sah-sah saja kan BUMN mendapatkan keuntungan saat peak season," jelas Sukendar yang juga lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.
Mengenai keluhan AC yang tidak dingin, Ia menambahkan penumpang bisa mendapatkan service recovery.
"Bila AC tidak dingin bisa minta pindah ke gerbong yang lebih baik ke kondektur. Penumpang juga bisa mendapatkan ganti rugi dengan menemui Kepala Stasiun bila ternyata tidak mendapatkan layanan gerbong di bawah standar tiket kelasnya. Misalnya, tiket Eksekutif tapi dapat layanan Bisnis. Akan diganti kepala stasiun," jelas Sukendar.
Mengenai kereta restorasi yang seharusnya tidak dijual namun dipenuhi penumpang, Sukendar beralasan kereta restorasi memang dijual. Menurutnya tidak ada penumpang yang tidak bertiket di kereta restorasi.
"Kereta restorasi memang tidak dijual tapi bagi penumpang yang berminat. Tetapi dijual secara resmi. Semua penumpang kini wajib bertiket.
Bukan sengaja liar tapi resmi," imbuh Sukendar jebolan UGM 1978 itu. (Adi)
link : http://news.liputan6.com/read/664231/pt-...on-ekspres[/spoiler]
Hah? restorasi dijual juga? jadi tiket suplisi/berdiri ya jadinya? 
Di restorasi kan ada tempat duduk yang diberi nomer, Mr. Lokomotif. Ya itu yang dijual. Beberapa Eko PSO aja dulu bahkan bisa reservasi online tempat duduk di kereta restorasi kok. Gak menutup kemungkinan BIsnis juga bisa  Tapi memang beberapa bulan terakhir ini pemesanan TD di restorasi sudah tidak bisa dilakukan secara online. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau tiket itu tetap dijual di stasiun. Nah ternyata bener kan?
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(14-08-2013, 06:45 AM)Hungry Soul Wrote: (14-08-2013, 05:55 AM)CC-201-23 Wrote: (13-08-2013, 10:56 PM)basweey Wrote: [spoiler]Liputan6.com, Jakarta : Kepala Humas Daerah Operasional I PT Kereta Api Indonesia, Sukendar Mulya menjawab keluhan pelanggan Kereta Api (KA) Cirebon Ekspres. Yeni Maria Ulfa menilai harga tiket Cireks tidak sepadan dengan layanan yang diberikan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Mengenai harga tiket yang lebih mahal, Sukendar mengatakan harga tiket Kereta Api memang naik dibandingkan sebelumnya, sesuai dengan ketentuan besaran tarif saat peak season atau musim liburan Lebaran 2013. Dalam ketentuan itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan besaran tarif batas bawah dan atas saat Lebaran mulai 29 Juli sampai 19 Agustus 2013.
"Untuk kelas komersial ditetapkan batas atas dan tarif ditetapkan untuk jarak terjauh sesuai rutenya," jelas Sukendar saat dikonfirmasi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Ia menjelaskan secara bisnis peak season lebaran adalah momentum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendapatkan keuntungan. Jadi harga tiket yang dikeluarkan saat ini sudah sesuai ketentuan.
"Kan sah-sah saja kan BUMN mendapatkan keuntungan saat peak season," jelas Sukendar yang juga lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.
Mengenai keluhan AC yang tidak dingin, Ia menambahkan penumpang bisa mendapatkan service recovery.
"Bila AC tidak dingin bisa minta pindah ke gerbong yang lebih baik ke kondektur. Penumpang juga bisa mendapatkan ganti rugi dengan menemui Kepala Stasiun bila ternyata tidak mendapatkan layanan gerbong di bawah standar tiket kelasnya. Misalnya, tiket Eksekutif tapi dapat layanan Bisnis. Akan diganti kepala stasiun," jelas Sukendar.
Mengenai kereta restorasi yang seharusnya tidak dijual namun dipenuhi penumpang, Sukendar beralasan kereta restorasi memang dijual. Menurutnya tidak ada penumpang yang tidak bertiket di kereta restorasi.
"Kereta restorasi memang tidak dijual tapi bagi penumpang yang berminat. Tetapi dijual secara resmi. Semua penumpang kini wajib bertiket.
Bukan sengaja liar tapi resmi," imbuh Sukendar jebolan UGM 1978 itu. (Adi)
link : http://news.liputan6.com/read/664231/pt-...on-ekspres[/spoiler]
Hah? restorasi dijual juga? jadi tiket suplisi/berdiri ya jadinya?

Di restorasi kan ada tempat duduk yang diberi nomer, Mr. Lokomotif. Ya itu yang dijual. Beberapa Eko PSO aja dulu bahkan bisa reservasi online tempat duduk di kereta restorasi kok. Gak menutup kemungkinan BIsnis juga bisa Tapi memang beberapa bulan terakhir ini pemesanan TD di restorasi sudah tidak bisa dilakukan secara online. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau tiket itu tetap dijual di stasiun. Nah ternyata bener kan?

Tp sbaliknya ucapan humas masi kebanting sama pengalaman yg terjadi di loket. Saat seat di K1 & K2 abis, pasti loket bilang abis tanpa menawarkan KM itu, kalo qta yg nanya apa KM ga dijual si loket akan bilang ga bisa, padahal disini bilangnya dijual, ini yg sering jd perdebatan jg antara apa yg sbenernya terjadi & keraguan akan skill orang2 loket
Jawaban yg menurut gw sdikit konyol dlm logika gw adl 'bisa minta pindah ke gerbong yg lebih baik ke kondektur' ini kan musim seat penuh, mau pindah kemana? Lg pula masi ada aja KP yg ga ngurus pkeluhan macem bgini, jd siapa yg bertanggung jawab
Posts: 2,045
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
26
(14-08-2013, 09:40 AM)Andrew_CN Wrote: (14-08-2013, 06:45 AM)Hungry Soul Wrote: (14-08-2013, 05:55 AM)CC-201-23 Wrote: (13-08-2013, 10:56 PM)basweey Wrote: [spoiler]Liputan6.com, Jakarta : Kepala Humas Daerah Operasional I PT Kereta Api Indonesia, Sukendar Mulya menjawab keluhan pelanggan Kereta Api (KA) Cirebon Ekspres. Yeni Maria Ulfa menilai harga tiket Cireks tidak sepadan dengan layanan yang diberikan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Mengenai harga tiket yang lebih mahal, Sukendar mengatakan harga tiket Kereta Api memang naik dibandingkan sebelumnya, sesuai dengan ketentuan besaran tarif saat peak season atau musim liburan Lebaran 2013. Dalam ketentuan itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan besaran tarif batas bawah dan atas saat Lebaran mulai 29 Juli sampai 19 Agustus 2013.
"Untuk kelas komersial ditetapkan batas atas dan tarif ditetapkan untuk jarak terjauh sesuai rutenya," jelas Sukendar saat dikonfirmasi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Ia menjelaskan secara bisnis peak season lebaran adalah momentum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendapatkan keuntungan. Jadi harga tiket yang dikeluarkan saat ini sudah sesuai ketentuan.
"Kan sah-sah saja kan BUMN mendapatkan keuntungan saat peak season," jelas Sukendar yang juga lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.
Mengenai keluhan AC yang tidak dingin, Ia menambahkan penumpang bisa mendapatkan service recovery.
"Bila AC tidak dingin bisa minta pindah ke gerbong yang lebih baik ke kondektur. Penumpang juga bisa mendapatkan ganti rugi dengan menemui Kepala Stasiun bila ternyata tidak mendapatkan layanan gerbong di bawah standar tiket kelasnya. Misalnya, tiket Eksekutif tapi dapat layanan Bisnis. Akan diganti kepala stasiun," jelas Sukendar.
Mengenai kereta restorasi yang seharusnya tidak dijual namun dipenuhi penumpang, Sukendar beralasan kereta restorasi memang dijual. Menurutnya tidak ada penumpang yang tidak bertiket di kereta restorasi.
"Kereta restorasi memang tidak dijual tapi bagi penumpang yang berminat. Tetapi dijual secara resmi. Semua penumpang kini wajib bertiket.
Bukan sengaja liar tapi resmi," imbuh Sukendar jebolan UGM 1978 itu. (Adi)
link : http://news.liputan6.com/read/664231/pt-...on-ekspres[/spoiler]
Hah? restorasi dijual juga? jadi tiket suplisi/berdiri ya jadinya?

Di restorasi kan ada tempat duduk yang diberi nomer, Mr. Lokomotif. Ya itu yang dijual. Beberapa Eko PSO aja dulu bahkan bisa reservasi online tempat duduk di kereta restorasi kok. Gak menutup kemungkinan BIsnis juga bisa Tapi memang beberapa bulan terakhir ini pemesanan TD di restorasi sudah tidak bisa dilakukan secara online. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau tiket itu tetap dijual di stasiun. Nah ternyata bener kan?

Tp sbaliknya ucapan humas masi kebanting sama pengalaman yg terjadi di loket. Saat seat di K1 & K2 abis, pasti loket bilang abis tanpa menawarkan KM itu, kalo qta yg nanya apa KM ga dijual si loket akan bilang ga bisa, padahal disini bilangnya dijual, ini yg sering jd perdebatan jg antara apa yg sbenernya terjadi & keraguan akan skill orang2 loket

Jawaban yg menurut gw sdikit konyol dlm logika gw adl 'bisa minta pindah ke gerbong yg lebih baik ke kondektur' ini kan musim seat penuh, mau pindah kemana? Lg pula masi ada aja KP yg ga ngurus pkeluhan macem bgini, jd siapa yg bertanggung jawab
 ini sy jadi inga pengalaman sekitar setahun yg lalu ketika mau naik argo jati tambahan pemberangkatan CN jam 12.00 tapi sy telat 5 menitan padahal semua ka ke arah Jng pada habis semua ....sampai didepan peron masuk...kira-kra obrolannya begini :
petugas peron : pa maaf ka nya baru aja berangkat
slamtrack : oh ya ....terus gimane neh ...(mereka mugkin tahu sy langganan)
petugas peron: ya udah tiketnya hangus tapi.....
slamtrack : ok no problem cuma dapat dong prioritas untuk ka berikutnya
pejabat CN : Pa nanti sy coba usahakan .... dapat priorotas
slamtrack : ok dah
pejabat CN : Pa silahkan tunggu depan loket barangkali bisa
slamtrack : makasih
petugas loket : pa kartu identitasnya ??....pa naik cirek yg jam 15.15
slamtrack : ok lah yg penting sy dapat duduk
akhirnya dapat duduk di kereta makan dengan resmi no tempat duduk
 makasih Cn .....dan sy pun merasa beruntung juga
debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI
yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Posts: 17
Threads: 0
Joined: Aug 2013
Reputation:
0
(20-01-2010, 02:50 PM)Narendro Anindito Wrote: Kalau kereta yg striping ombak itu milik Argo Jati.....
Argo Jati Sekarang pake KA Pesawat.........
Striping ombak juga biasa disebut KA Eksis
Posts: 851
Threads: 0
Joined: Jul 2012
Reputation:
11
(15-08-2013, 01:18 PM)superbbr Wrote: Argo Jati Sekarang pake KA Pesawat.........
Striping ombak juga biasa disebut KA Eksis  Striping ombak bukannya Argo ya? Eksis kan yang putih biru kayak K2. Bedanya kalo eksis warnanya atas putih-garis oranye-biru tua- garis biru muda-bawah biru tua. Kalo K2 atas putih-garis oranye-biru tua- garis ijo muda-biru tua.
KA Cireks K1 nya pake campuran, ada yang livery argo, satwa, eksis, tapi kacanya lebar. kalo Argo Jati pakenya full K1 argo pesawat. CMIIW
Posts: 1,531
Threads: 0
Joined: Apr 2013
Reputation:
16
Posts: 465
Threads: 0
Joined: Jan 2013
Reputation:
4
zae abjal Wrote:minggu kemarin sya lihat cirex 51 membawa salah satu rangkaian K1 gojat dan telat nyampe GMR (lupa tepatnya jam berapa)...jga kayanya ia bakal telat berangkat lgi dri GMR (cirex 54) sebagaimana cirex 52nya yg mana ia bru lewat MRI sekitar jam 10 kurang dikit..
ngomong2 itu K1 Gojat yang batch 2010 bukan yang dibawa cirex?
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(18-09-2013, 12:08 PM)Achmad BD Wrote: zae abjal Wrote:minggu kemarin sya lihat cirex 51 membawa salah satu rangkaian K1 gojat dan telat nyampe GMR (lupa tepatnya jam berapa)...jga kayanya ia bakal telat berangkat lgi dri GMR (cirex 54) sebagaimana cirex 52nya yg mana ia bru lewat MRI sekitar jam 10 kurang dikit..
ngomong2 itu K1 Gojat yang batch 2010 bukan yang dibawa cirex?
Kira2 jam brapaan itu?
Yakin nomernya bner smua tah?
KA 52 dr GMR dah lewat MRI jam 10 kurang dr jadwal aslinya jam 11 brangkat GMR? Hebat bner bisa kcepatan dr jadwal
Kalo K1 jati yg dibawa ya pasti MD 10 donk, palingan itu kirim buat PA MRI, uda biasa.
Posts: 2,439
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
62
(18-09-2013, 07:51 PM)Andrew_CN Wrote: (18-09-2013, 12:08 PM)Achmad BD Wrote: zae abjal Wrote:minggu kemarin sya lihat cirex 51 membawa salah satu rangkaian K1 gojat dan telat nyampe GMR (lupa tepatnya jam berapa)...jga kayanya ia bakal telat berangkat lgi dri GMR (cirex 54) sebagaimana cirex 52nya yg mana ia bru lewat MRI sekitar jam 10 kurang dikit..
ngomong2 itu K1 Gojat yang batch 2010 bukan yang dibawa cirex?
Kira2 jam brapaan itu?
Yakin nomernya bner smua tah?
KA 52 dr GMR dah lewat MRI jam 10 kurang dr jadwal aslinya jam 11 brangkat GMR? Hebat bner bisa kcepatan dr jadwal

Kalo K1 jati yg dibawa ya pasti MD 10 donk, palingan itu kirim buat PA MRI, uda biasa.
KA 50 palingan maksudnya..
Itu yg dibawa bukan K1 Argo Jati, tapi M1 Argo Jati yg 82 05, kan emang sekarang nempelnya di Cireks mulu
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(20-09-2013, 04:51 PM)Billy Dancing Wrote: (18-09-2013, 07:51 PM)Andrew_CN Wrote: (18-09-2013, 12:08 PM)Achmad BD Wrote: zae abjal Wrote:minggu kemarin sya lihat cirex 51 membawa salah satu rangkaian K1 gojat dan telat nyampe GMR (lupa tepatnya jam berapa)...jga kayanya ia bakal telat berangkat lgi dri GMR (cirex 54) sebagaimana cirex 52nya yg mana ia bru lewat MRI sekitar jam 10 kurang dikit..
ngomong2 itu K1 Gojat yang batch 2010 bukan yang dibawa cirex?
Kira2 jam brapaan itu?
Yakin nomernya bner smua tah?
KA 52 dr GMR dah lewat MRI jam 10 kurang dr jadwal aslinya jam 11 brangkat GMR? Hebat bner bisa kcepatan dr jadwal

Kalo K1 jati yg dibawa ya pasti MD 10 donk, palingan itu kirim buat PA MRI, uda biasa.
KA 50 palingan maksudnya..
Itu yg dibawa bukan K1 Argo Jati, tapi M1 Argo Jati yg 82 05, kan emang sekarang nempelnya di Cireks mulu
Yakin bukan kiriman PA?
Dia kaga omong yg dibawa posisinya dmana jg si.
|