Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Talk About Purwojaya
(23-05-2013, 02:07 PM)spoor_jadul Wrote:
(22-05-2013, 03:12 PM)Andrew_CN Wrote:
(21-05-2013, 11:45 PM)syaifulimann Wrote:
(21-05-2013, 11:10 PM)CC20604 Wrote: Permisi gan, saya mau nanya nih, waktu 1-2 minggu yang lalu saya lihat ada beberapa KA yang di stabling di peron2 di JAKK(Waktu itu abis turun dari 287), Saya lihat ada Senjut Solo sama 1 KA Lagi yang liverynya kalo ga salah K1+K2 Biru Putih yang DInya PWT semua, apakah itu rangkaian cadangan Purwojaya? soalnya satu rangkaian itu isinya gerbong PWT semua, livery K2+K1 Biru Putih, kalau bukan itu rangkaian KA apa ya?

bisa jadi rangkaian purwo lebaran

Ga mungkin atuh
Emanknya lebarannya bulan ini?
Ngeledek

Purwojaya lebaran itu uda dilebur ma sawunggalih lebaran sjak pengurangan K2 dr 2 taun lalu, perka si masi disediain, tp cuma buat jaga2 aja. Waktu 2010 si sawunggalih lebaran pake K2nya DAOP 5, purwojaya lebarannya ppake K2nya DAOP 1, di 2011-2012nya cuma jalan sawunggalih lebaran aja pake K2nya DAOP 5 karna K2 nya DAOP 1 dinyatakan ga layak jalan (karna didiemin di DAO klamaan, banyak yg korosi)

Dg case bgitu ga wajar ada rangkean DAOP 5 di JAKK hari2 bgini & stau gw ga mungkin itu rangkean JAKK dimutasi ke PWT apalagi serangkaian, layak jalan ja uda kaga.
Sbulan ini jg purwojaya ga terlibat antrian parah ato PL ato PLH yg membuat dia kesiangan masuk DAOP 1nya & harus tuker rangkean ma DAOP 1

rangkaian KA 72 Purwojaya ( gambir - cilacap ) parkir di dipo kereta jakartakota.

KA 71 purwojaya ( cilacap - gambir ) masih berhenti normal di jatinegara.

Hah, parkir di JAKK?
Ngga ah stau gw, awal perka baru gw ngecek pagi2 di GMR PLB 72 masi datengnya dr MRI bukan dr JAKK, malah si 48 yg skrang di taro di JAKK.

Kalo 71 brenti normal JNG si emank harus kan.
Kan KA dr timur (slaen odonk2) mank wajib brenti JNG.
Reply
(23-05-2013, 02:16 PM)Andrew_CN Wrote: Hah, parkir di JAKK?
Ngga ah stau gw, awal perka baru gw ngecek pagi2 di GMR PLB 72 masi datengnya dr MRI bukan dr JAKK, malah si 48 yg skrang di taro di JAKK.

Kalo 71 brenti normal JNG si emank harus kan.
Kan KA dr timur (slaen odonk2) mank wajib brenti JNG.

Saya mengamati / melihat langsung di stasiun gambir pada kamis 9 mei 2013, rangkaian KA 72 purwojaya ( gambir - cilacap ) tiba di gambir dari arah jakartakota. KA 72 parkir di jakartakota.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply
(24-05-2013, 07:24 AM)spoor_jadul Wrote:
(23-05-2013, 02:16 PM)Andrew_CN Wrote: Hah, parkir di JAKK?
Ngga ah stau gw, awal perka baru gw ngecek pagi2 di GMR PLB 72 masi datengnya dr MRI bukan dr JAKK, malah si 48 yg skrang di taro di JAKK.

Kalo 71 brenti normal JNG si emank harus kan.
Kan KA dr timur (slaen odonk2) mank wajib brenti JNG.

Saya mengamati / melihat langsung di stasiun gambir pada kamis 9 mei 2013, rangkaian KA 72 purwojaya ( gambir - cilacap ) tiba di gambir dari arah jakartakota. KA 72 parkir di jakartakota.

Mikir Dulu
Hhmmm...
Diubah lg ya ternyata?
Gw tengah bulan april si liatnya
Apa mank skrang DAOP 1 suka seperlunya dia ya skrang
Tp itu yg ditanya diatas mank yakin jam nya KA 72 blom dikirim?
Reply
Daop V akan punya argo, dan stlh tanya org daop, KA ini bisa saja jadi argo
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan bongkar bangunan sekitar stasiun Purwokerto
[spoiler]
Purwokerto (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, akan membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.

Akan tetapi, pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.

Oleh karena itu, sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.

Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.

"Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," katanya.

Sejumlah anggota DPRD Banyumas yang datang ke Stasiun Besar Purwokerto segera melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto di tempat itu.

Saat ditemui wartawan usai pertemuan, seorang anggota DPRD Banyumas Estiningrum mengatakan bahwa pihaknya minta agar pembongkaran bangunan tersebut ditunda hingga Desember 2013 atau hingga batas negoisasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Ia menjelaskan DPRD Banyumas telah berkonsultasi ke Dirjen Perekeretaapian dan hingga saat ini masih dirapatkan.

"Kepala Daop 5 Purwokerto menggunakan sisi aturan, tanpa memperhatikan kemanusiaan. Mereka tetap akan melakukan pembongkaran hari ini," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tetap akan dilaksanakan pada Senin siang.

"Kami minta para penghuni bangunan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan. Kami akan tetap melakukan pembongkaran siang ini," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan rencana pembongkaran bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto sejak tahun 2009.

Saat itu, kata dia, lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan taman.

"Oleh karena tempat parkir Stasiun Besar Purwokerto sudah tidak mampu menampung kendaraan, lahan bekas bangunan-bangunan yang akan dibongkar bakal digunakan untuk perluasan area parkir," katanya.

Bahkan, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto diperkirakan akan semakin banyak karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto berencana menambah rangkaian kereta api yang diberangkatkan dari tempat itu.

"Dua rangkaian KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Jakarta yang biasanya diberangkatkan dari Stasiun Kroya, nantinya akan diberangkatkan dari Purwokerto. Selain itu, sebuah kereta api argo juga akan diberangkatkan dari Purwokerto, sehingga tentunya jumlah pengunjung akan semakin banyak," kata dia.

Surono mencontohkan jadwal keberangkatan KA Serayu Pagi akan berimpitan dengan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember dan KA Serayu Malam akan berimpitan dengan KA Progo jurusan Yogyakarta-Jakarta.

Dengan demikian, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto pada jadwal keberangkatan rangkaian KA tersebut akan semakin banyak.

Disinggung mengenai permintaan ganti rugi dari para pemilik bangunan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak akan diberikan karena dalam kontrak yang telah berakhir pada akhir 2008 disebutkan jika lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), para penghuni bangunan harus mau menyerahkannya secara sukarela tanpa adanya kompensasi.

"Kontrak telah berakhir pada akhir 2008 dan tidak diperpanjang lagi, sehingga sejak 2009 hingga 2012 tidak lagi membayar sewa," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan lahan eks-Stasiun Purwokerto Timur yang akan digunakan untuk pembangunan mal oleh PT KA Property Manajemen (KAPM) untuk kepentingan bisnis, sedangkan lahan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto untuk kepentingan pelayanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo[/spoiler]
Reply
JAKK emang suka gitu kok, suka suka mau di MRI atau JAKK. Gajayana sama Taksaka ini Kereta yg ga jelas disimpennya, bisa di JAKK atau MRI.

(12-07-2013, 11:15 AM)abdurrahman Wrote: Daop V akan punya argo, dan stlh tanya org daop, KA ini bisa saja jadi argo
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan bongkar bangunan sekitar stasiun Purwokerto
[spoiler]
Purwokerto (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, akan membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.

Akan tetapi, pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.

Oleh karena itu, sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.

Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.

"Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," katanya.

Sejumlah anggota DPRD Banyumas yang datang ke Stasiun Besar Purwokerto segera melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto di tempat itu.

Saat ditemui wartawan usai pertemuan, seorang anggota DPRD Banyumas Estiningrum mengatakan bahwa pihaknya minta agar pembongkaran bangunan tersebut ditunda hingga Desember 2013 atau hingga batas negoisasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Ia menjelaskan DPRD Banyumas telah berkonsultasi ke Dirjen Perekeretaapian dan hingga saat ini masih dirapatkan.

"Kepala Daop 5 Purwokerto menggunakan sisi aturan, tanpa memperhatikan kemanusiaan. Mereka tetap akan melakukan pembongkaran hari ini," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tetap akan dilaksanakan pada Senin siang.

"Kami minta para penghuni bangunan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan. Kami akan tetap melakukan pembongkaran siang ini," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan rencana pembongkaran bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto sejak tahun 2009.

Saat itu, kata dia, lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan taman.

"Oleh karena tempat parkir Stasiun Besar Purwokerto sudah tidak mampu menampung kendaraan, lahan bekas bangunan-bangunan yang akan dibongkar bakal digunakan untuk perluasan area parkir," katanya.

Bahkan, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto diperkirakan akan semakin banyak karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto berencana menambah rangkaian kereta api yang diberangkatkan dari tempat itu.

"Dua rangkaian KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Jakarta yang biasanya diberangkatkan dari Stasiun Kroya, nantinya akan diberangkatkan dari Purwokerto. Selain itu, sebuah kereta api argo juga akan diberangkatkan dari Purwokerto, sehingga tentunya jumlah pengunjung akan semakin banyak," kata dia.

Surono mencontohkan jadwal keberangkatan KA Serayu Pagi akan berimpitan dengan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember dan KA Serayu Malam akan berimpitan dengan KA Progo jurusan Yogyakarta-Jakarta.

Dengan demikian, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto pada jadwal keberangkatan rangkaian KA tersebut akan semakin banyak.

Disinggung mengenai permintaan ganti rugi dari para pemilik bangunan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak akan diberikan karena dalam kontrak yang telah berakhir pada akhir 2008 disebutkan jika lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), para penghuni bangunan harus mau menyerahkannya secara sukarela tanpa adanya kompensasi.

"Kontrak telah berakhir pada akhir 2008 dan tidak diperpanjang lagi, sehingga sejak 2009 hingga 2012 tidak lagi membayar sewa," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan lahan eks-Stasiun Purwokerto Timur yang akan digunakan untuk pembangunan mal oleh PT KA Property Manajemen (KAPM) untuk kepentingan bisnis, sedangkan lahan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto untuk kepentingan pelayanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo[/spoiler]

Ini kenapa ga dijadiin Satwa aja yaa, kalo Argo kayaknya bakalan aneh. Soalnya tau lah sekarang DAOP yg punya real Argo cuma dikit...
Atau ntar kalo Argo palingan rangkaiannya campur campur ga jelas :v
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
(12-07-2013, 11:15 AM)abdurrahman Wrote: Daop V akan punya argo, dan stlh tanya org daop, KA ini bisa saja jadi argo
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan bongkar bangunan sekitar stasiun Purwokerto
[spoiler]
Purwokerto (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, akan membongkar bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto guna memperluas lahan parkir di tempat itu.

Akan tetapi, pembongkaran bangunan yang direncanakan pada Senin pagi itu, sempat terhambat karena puluhan pemilik bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto memperdebatkan rencana tersebut kendati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan satu eskavator dan sejumlah mobil bak terbuka guna memperlancar proses pembongkaran.

Oleh karena itu, sejumlah petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bernegosiasi dengan para pemilik bangunan agar mereka dapat segera mengeluarkan perabotannya sebelum pembongkaran dilaksanakan.

Seorang pemilik warung makan, Ahmad Fatoni, mengaku tidak akan pergi meninggalkan tempat itu sebelum ada keputusan bersama.

"Saya sudah 31 tahun berjualan di sini. Saya tidak akan pergi sebelum ada keputusan bersama dan kami minta adanya ganti rugi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," katanya.

Sejumlah anggota DPRD Banyumas yang datang ke Stasiun Besar Purwokerto segera melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto di tempat itu.

Saat ditemui wartawan usai pertemuan, seorang anggota DPRD Banyumas Estiningrum mengatakan bahwa pihaknya minta agar pembongkaran bangunan tersebut ditunda hingga Desember 2013 atau hingga batas negoisasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Ia menjelaskan DPRD Banyumas telah berkonsultasi ke Dirjen Perekeretaapian dan hingga saat ini masih dirapatkan.

"Kepala Daop 5 Purwokerto menggunakan sisi aturan, tanpa memperhatikan kemanusiaan. Mereka tetap akan melakukan pembongkaran hari ini," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan bahwa pembongkaran bangunan tetap akan dilaksanakan pada Senin siang.

"Kami minta para penghuni bangunan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan. Kami akan tetap melakukan pembongkaran siang ini," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan rencana pembongkaran bangunan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto sejak tahun 2009.

Saat itu, kata dia, lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan taman.

"Oleh karena tempat parkir Stasiun Besar Purwokerto sudah tidak mampu menampung kendaraan, lahan bekas bangunan-bangunan yang akan dibongkar bakal digunakan untuk perluasan area parkir," katanya.

Bahkan, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto diperkirakan akan semakin banyak karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto berencana menambah rangkaian kereta api yang diberangkatkan dari tempat itu.

"Dua rangkaian KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Jakarta yang biasanya diberangkatkan dari Stasiun Kroya, nantinya akan diberangkatkan dari Purwokerto. Selain itu, sebuah kereta api argo juga akan diberangkatkan dari Purwokerto, sehingga tentunya jumlah pengunjung akan semakin banyak," kata dia.

Surono mencontohkan jadwal keberangkatan KA Serayu Pagi akan berimpitan dengan KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember dan KA Serayu Malam akan berimpitan dengan KA Progo jurusan Yogyakarta-Jakarta.

Dengan demikian, kata dia, jumlah pengunjung Stasiun Besar Purwokerto pada jadwal keberangkatan rangkaian KA tersebut akan semakin banyak.

Disinggung mengenai permintaan ganti rugi dari para pemilik bangunan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak akan diberikan karena dalam kontrak yang telah berakhir pada akhir 2008 disebutkan jika lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), para penghuni bangunan harus mau menyerahkannya secara sukarela tanpa adanya kompensasi.

"Kontrak telah berakhir pada akhir 2008 dan tidak diperpanjang lagi, sehingga sejak 2009 hingga 2012 tidak lagi membayar sewa," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan lahan eks-Stasiun Purwokerto Timur yang akan digunakan untuk pembangunan mal oleh PT KA Property Manajemen (KAPM) untuk kepentingan bisnis, sedangkan lahan di sekitar Stasiun Besar Purwokerto untuk kepentingan pelayanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo[/spoiler]

Wacana yg uda lama koq
Uda dr sblom K9 di grounded & diubah jd go green, tp kembali lg ptama kali batal krn rangkean yg uda tinggal dikirim ke DAOP 5 diminta buat bantu SBI, sempet ngecer ngumpulinnya dpt M1 akhirnya diminta ke JAKK, dpt BP diminta ke SDT, CN dah siap mutasi ke PWT tp diminta ke DAOP 6, skrang bnernya gw jg ragu bner ada rangkaian buat jalaninnya tanpa ganggu gugat purwojaya yg dah ada duluan pa ga, terlebih baru 2 rangkean K9 yg dinyatakan SO stelah modifikasi dr INKA malah brapa banyak K1 dr DAOP yg dimutasi ke DIVRE & gw ga yakin kalo di DAOP masi ada cukup K1 buat serangkean K1 PWT ini
Reply
tp yang bilang itu mister surono lho yang notabene humas daop 5, dan jelas2 orang dalem bukan cuma RF yang anaknya mantan pegawe pt spoor ? harusnya ga usah ragu dong Ngeledek
Reply
(12-07-2013, 11:42 AM)Billy Dancing Wrote: JAKK emang suka gitu kok, suka suka mau di MRI atau JAKK. Gajayana sama Taksaka ini Kereta yg ga jelas disimpennya, bisa di JAKK atau MRI.

(12-07-2013, 11:15 AM)abdurrahman Wrote: Daop V akan punya argo, dan stlh tanya org daop, KA ini bisa saja jadi argo

Ini kenapa ga dijadiin Satwa aja yaa, kalo Argo kayaknya bakalan aneh. Soalnya tau lah sekarang DAOP yg punya real Argo cuma dikit...
Atau ntar kalo Argo palingan rangkaiannya campur campur ga jelas :v

Prinsip marketing palingan alesan yg munculnya
Kalo dr harga kan walopun perbedaannya tipis antara satwa ma argo 1 seat nya, tp kalo diakumulasiin kan lumayan jg itu perbedaan harga, terlebih PWT-KYA-CP termasuk sapiperah yg bnernya bikin kuatir KA bendera DAOP 6 jg kan krn lebi jd prioritas pilihan penumpang, bagaimanapun rangkeannya asumsi mreka pasti dpenumpang brani naek itu dg harga mahal karna udah ada bawaan image dr purwo yg skalipun exis tp K1nya dah senyaman & pelayanan sekelas argo, smentara depo PWT pun terkenal bagus dlm perawatannya, jd hanya perlu waktu aja PWT memaksimalkan rangkean itu, belang ga jd masalah, pelayanan utama, kenyamanan terjamin, gt doank kan

(12-07-2013, 01:15 PM)warsito Wrote: tp yang bilang itu mister surono lho yang notabene humas daop 5, dan jelas2 orang dalem bukan cuma RF yang anaknya mantan pegawe pt spoor ? harusnya ga usah ragu dong Ngeledek

FYI ajah
Pa surono itu mantan humas DAOP 3 yg uda gw kenal. Ga smua apa yg dia bilang ke pers 100% apa adanya, coba ente telusuri aja apa peran2 humas & tanggung jawabnya, plus tanya soal total kbenaran yg apa adanya. Humas wajib membentuk image buat perusahaannya dibalik bagaimana keadaan perusahaan yg masih perlu diperbaiki, beda sama ente ngobrol ma humas yg non resmi ato skedar untuk silaturahmi, jawaban yg munculpun akan lebi terang2an, beda ma jawaban yg kudu dia bawa kalo ngadepin pers.

Be real dhe, kalo emang apa yg dikata humas bner, coba jawab: "uda brapa kali berita yg memunculkan wacana itu muncul di pers dr sblom brita ini dirilis & apa bner uda jalan skarang?" "Kalo emank yg skarang juga uda positip jalan, pa rono uda bilang uda siap jalan ato kapan jalannya & kasi tau jadwalnya di berita itu?" Simple aja gw kasinya dha.
Reply
waw keren - kolega internal Playboy

tapi sy lebih percaya omongannya mister surono

Ngakak Ngakak Ngakak
Reply
Hari minggu tanggal 14 purwojaya formasinya
CC201 83 15 - 5 K2 - M1 argo - 1 K1 argo pesawat - 2 K1 argo biasa - 1 MP2
Kemaren liat sama ngevideoin di Buaran
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)