Poll: Apakah Lokomotif DD 300 mampu menjadi lokomotif KA Barang termasuk babaranjang
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat Setuju
33.33%
2 33.33%
Setuju
33.33%
2 33.33%
Tidak Setuju
16.67%
1 16.67%
Sangat Tidak Setuju
0%
0 0%
Tidak Memilih
16.67%
1 16.67%
Total 6 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Lokomotif DD 300 (Lokomotif Babaranjang)
#1
Saya akan mencoba merancang lokomotif khusus KA Barang yaitu DD 300 dengan spesifikasi sebagai berikut:
Lokomotif ini bergandar Do'Do,artinya setiap roda penggerak yang berjumlah 8 seluruhnya memiliki motor traksi.kecepatan maksimum lokomotif ini adalah 150 km/h.keluaran daya lokomotif ini adalah 3200 HP.memiliki berat sekitar 95 TON.Lokomotif ini juga menggunakan BBG sebagai bahan bakarnya.Kelebihan lokomotif ini adalah mampu membawa gerbong barang babaranjang hingga 50 gerbong dengan kecepatan 120 km/h atau setara 3 lokomotif CC 202 dan CC 205.Selain itu lokomotif ini nantinya diproyeksikan khusus PT TEL yang dimana CC 203 sudah tidak mampu lagi dinasan KA Pulp.Saya berharap agar semua mengusulkan rancangan lokomotif DD 300 mengingat PT TEL sangat membutuhkan lokomotif baru untuk membawa rangkaian Pulp dan PT Bukit Asam yang membutuhkan DD 300 untuk dinasan babaranjang.Salam S35
"MY TRAIN MY ADVENTURE"



[Image: DSC_0288.jpg]

Reply
#2
Threadnya sepi.ayo sundul thread ini kalau ingin lebih gagah dari CC 206.
"MY TRAIN MY ADVENTURE"



[Image: DSC_0288.jpg]

Reply
#3
Ya saya setuju saja, kalo jadi kan menjadi suatu kemajuan bagi perkereta apian Indonesia Tersenyuum
Reply
#4
Photo 
Okesip.
8 axle dengan massa 95 ton, berarti axleloadnya cuma 12 ton (kurang dikit). Kenapa gak dibikin 144 ton sekalian? (axleload 18 ton)
Konfigurasi Do'Do', lokomotif diesel-hidraulik gimana bisa punya motor traksi individual? Lokomotif diesel-hidraulik biasanya pake' transmisi hidrodinamik, transfer dayanya pake' gardan, mirip truk, dan satu bogie digerakkan oleh satu gardan yg sama, jadi konfigurasinya D'D'. Kalau nekat pake' motor traksi individual berarti harus pake' transmisi hidrostatik (sama dgn transmisinya compactor aspal), kalo pake' ini, max speed-nya bukan 150 km/jam tapi 1,5 km/jam.
Bogie 4 axle, pake' bogie 4 axle berarti panjang wheelbase bogie akan relatif panjang, akibatnya radius tikungan dan panjang wesel minimum yang bisa dilewati jadi lebih besar. Apa jalurnya sudah memadai untuk bogie 4 axle?
Bahan bakar BBG Daya 3200 HP, alias 2400 kW. Konsumsi gasnya sekitar 650 Nm3/jam. Untuk operasi 6 jam butuh 3900 Nm3. Kalo gasnya disimpan dalam bentuk CNG, asumsi kompresinya 100:1, maka butuh tangki 3900 liter, dan harus berbentuk tabung. Kalo gak salah, untuk menampung energi yang sama dgn solar, CNG butuh kapasitas 3-4 kali lipat.
Bisa narik 50 gerbong KKBW, asumsikan massa total rangkaian 50 x 60 ton + 95 ton = 3095 ton, buletin aja ke 3100. Kalo nanjak grade 1%, berarti gaya tariknya 310 kN, loko DH 95 ton paling mentok STE-nya 285 kN (asumsi adhesi 30%, nyatanya loko DH adhesinya dan STE-nya biasanya lebih rendah dari loko DE). Karena resistansinya (310 kN) lebih gede dari traksinya (285 kN), maka dijamin kereta gak bakal bisa gerak. Ini baru nanjak 1%, belum termasuk rolling resistance, curve resistance, wind resistance, dll. Target narik 50 gerbong harus pake' setidaknya 2 loko.

Udah ah, maaf klo cuma bisa komentar doang. Kalo komen ane ada yg salah tolong dibenerin ya. Bobok
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>
Reply
#5
(17-06-2013, 03:01 AM)ArdWar Wrote: Okesip.
8 axle dengan massa 95 ton, berarti axleloadnya cuma 12 ton (kurang dikit). Kenapa gak dibikin 144 ton sekalian? (axleload 18 ton)
Konfigurasi Do'Do', lokomotif diesel-hidraulik gimana bisa punya motor traksi individual? Lokomotif diesel-hidraulik biasanya pake' transmisi hidrodinamik, transfer dayanya pake' gardan, mirip truk, dan satu bogie digerakkan oleh satu gardan yg sama, jadi konfigurasinya D'D'. Kalau nekat pake' motor traksi individual berarti harus pake' transmisi hidrostatik (sama dgn transmisinya compactor aspal), kalo pake' ini, max speed-nya bukan 150 km/jam tapi 1,5 km/jam.
Bogie 4 axle, pake' bogie 4 axle berarti panjang wheelbase bogie akan relatif panjang, akibatnya radius tikungan dan panjang wesel minimum yang bisa dilewati jadi lebih besar. Apa jalurnya sudah memadai untuk bogie 4 axle?
Bahan bakar BBG Daya 3200 HP, alias 2400 kW. Konsumsi gasnya sekitar 650 Nm3/jam. Untuk operasi 6 jam butuh 3900 Nm3. Kalo gasnya disimpan dalam bentuk CNG, asumsi kompresinya 100:1, maka butuh tangki 3900 liter, dan harus berbentuk tabung. Kalo gak salah, untuk menampung energi yang sama dgn solar, CNG butuh kapasitas 3-4 kali lipat.
Bisa narik 50 gerbong KKBW, asumsikan massa total rangkaian 50 x 60 ton + 95 ton = 3095 ton, buletin aja ke 3100. Kalo nanjak grade 1%, berarti gaya tariknya 310 kN, loko DH 95 ton paling mentok STE-nya 285 kN (asumsi adhesi 30%, nyatanya loko DH adhesinya dan STE-nya biasanya lebih rendah dari loko DE). Karena resistansinya (310 kN) lebih gede dari traksinya (285 kN), maka dijamin kereta gak bakal bisa gerak. Ini baru nanjak 1%, belum termasuk rolling resistance, curve resistance, wind resistance, dll. Target narik 50 gerbong harus pake' setidaknya 2 loko.

Udah ah, maaf klo cuma bisa komentar doang. Kalo komen ane ada yg salah tolong dibenerin ya. Bobok
Ini kan untuk Divre 3,bukan untuk Jawa buat PT TEL.Nggak apa2,saya pakai hitungan kasarannya.Terima kasih berkat anda ilmu saya jadi bertambahXie Xie
"MY TRAIN MY ADVENTURE"



[Image: DSC_0288.jpg]

Reply
#6
Mohon tanya,Syarat TE yang cocok jika berat lokomotif DD 300 yang saya desain ini 120 ton,Daya 3200 HP bisa membawa 50 KKBW tanpa DT dan konfigurasinya D'D'.
:xie xie
"MY TRAIN MY ADVENTURE"



[Image: DSC_0288.jpg]

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)