Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
pemerintahan yang aneh, masyarakat yang sadar sudah teriak agar subsidi BBM dihapus karena tidak tepat sasaran, tp pemerintah lebih memikirkan pencitraan demi 2014
Reply
Dari awal judulnya memang sudah salah sih...
seharusnya pemerintah yang tidak merakyat lagi, bukan kereta apinya...he3...

sama aja sama BUMN laen macam PERT**INA, apa mereka harus disalahin kalo harga BBMnya tinggi, sementara pemerintah ga ngasih subsidi BBM ke mereka?Ngikik

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(04-04-2013, 11:32 PM)warsito Wrote: yang pasti kebijakan ignatius saat ini menggembirakan pengusaha otobus tapi membuat hati panas pengusaha angkutan barang

Yg jelas menggembirakan teman2nya Pak Dirut di perbankan lah. Kalo permintaan kendaraan bermotor meningkat kan lembaga pembiayaan kredit kendaraan bermotor berlimpah nasabah. Nggak yakin jg pengusaha otobus itu belinya cash. Ngakak



(05-04-2013, 12:40 AM)randi20 Wrote: menggembirakann buat otobus , menyengsarakan masyaakat kang. liburan kmrn aja, purwokerto-jogja smpe 7 jam. gbs ngebayangin klo lebaran.
semoga bisa cepat dsubsidi ini kereta.

Kalo Lebaran ya, Kang...? Mesti nanya Kang zmidth dech. Tapi pernah dengar cerita teman, Lebaran tahun 2010 dari Klaten - Purwokerto ditempuh dlm waktu 10 jam pake kendaraan pribadi. Lebaran tahun 2012, Jogja - Purwokerto bs 24 jam. Ngakak



(05-04-2013, 09:17 AM)warsito Wrote: pemerintahan yang aneh, masyarakat yang sadar sudah teriak agar subsidi BBM dihapus karena tidak tepat sasaran, tp pemerintah lebih memikirkan pencitraan demi 2014

Pencitraan jg udah nggak laku lg itu rezim. Lha kalo rezim yg sekarang udah ada ikatan kontrak dgn investor industri otomotif gimana tuch, Kang...? Mereka siap bayar pajak yg gede tp dgn catatan kasih BBM bersubsidi dlm jumlah banyak sepanjang tahun, bangun jalan tol & tdk boleh memberdayakan kereta api. Trus piye...?



(05-04-2013, 09:35 AM)Joe_cn Wrote: Dari awal judulnya memang sudah salah sih...
seharusnya pemerintah yang tidak merakyat lagi, bukan kereta apinya...he3...

sama aja sama BUMN laen macam PERT**INA, apa mereka harus disalahin kalo harga BBMnya tinggi, sementara pemerintah ga ngasih subsidi BBM ke mereka?Ngikik

Judulnya udah betul itu, Kang... itu salah satu curhatan pengguna KA, ntah curhat atau curcol itu... Ngakak
Kalo Pemerintah tetep merakyat koq, buktinya kredit kepemilikan kendaraan pribadi dibuat gampang, uang muka nggak perlu tinggi2, BBM yg disubsidi jg disediakan sepanjang tahun & harganya masih sama dlm 5 tahun terakhir ini. Apa nggak hebat tuch...
Reply
(04-04-2013, 11:32 PM)warsito Wrote: yang pasti kebijakan ignatius saat ini menggembirakan pengusaha otobus tapi membuat hati panas pengusaha angkutan barang
Ayo buka pikiran Anda. Bus memang saingan Kereta api, tapi bukan yang terberat dan sebaliknya. Sadar atau tidak, musuh nyata bagi Kereta api dan bus adalah kendaraan Pribadi. Seharusnya antara Kereta api dan bus harus bersinergi, dan saling terintegrasi antar moda transportasi. Begitu kan pesan undang-undang

(05-04-2013, 11:59 PM)Logawa_ATB Wrote:
(05-04-2013, 12:40 AM)randi20 Wrote: menggembirakann buat otobus , menyengsarakan masyaakat kang. liburan kmrn aja, purwokerto-jogja smpe 7 jam. gbs ngebayangin klo lebaran.
semoga bisa cepat dsubsidi ini kereta.

Kalo Lebaran ya, Kang...? Mesti nanya Kang zmidth dech. Tapi pernah dengar cerita teman, Lebaran tahun 2010 dari Klaten - Purwokerto ditempuh dlm waktu 10 jam pake kendaraan pribadi. Lebaran tahun 2012, Jogja - Purwokerto bs 24 jam. Ngakak
Lho kok saya ikut disangkutin sich. Saya sich bukan masternya mudik. Udah 4tahun ngga mudik **ya iya ngga mudiklah kan udah hidup di kampung*. Saya jawab sepengetahuanku saja ya. Kalau saya memonitor di SPH, sekarang ngga perlu nunggu lebaran tiba untuk mendapatkan moment jalan penuh dengan kendaraan pribadi, lihat aja kemarin pas libur paskah. Jalan raya Sumpiuh penuh dengan mobil plat D, H, AB dan B. Kalau lebaran mah pasti lebih parah kali. GB - SPH bisa 2 jam(kalau pake KA cukup sekitar 15menit)
(05-04-2013, 09:17 AM)warsito Wrote: pemerintahan yang aneh, masyarakat yang sadar sudah teriak agar subsidi BBM dihapus karena tidak tepat sasaran, tp pemerintah lebih memikirkan pencitraan demi 2014
Saya sich sudah ngga bisa berharap banyak dengan pemerintah yang sekarang. PSO cair tahun sekarang ya syukur, nggak juga ngga apa-apa. Paling bersabar aja. Ya semoga saja di tahun 2014, ada calon Presiden yang punya komitmen membangun transportasi massal yang lebih baik.

Untuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero), saya sangat mendukung kebijakan tarif progresif. Semoga bukan hanya KRL aja, tapi semua kereta api di Indonesia pake sistem tersebut. Untuk sistem sich memang sudah mumpuni, tinggal diperbaiki jadi yang lebih baik lagi.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
Persoalan KA yang tidak merakyat..Saya kutip pernyataan Pak IJ waktu diwawancara di TV yang..menurut saya (kali ini) ada benarnya

kali ini dia menanggapi soal Tiket Kereta Ekonomi ber AC,konteks nya adalah KRL CL..tapi rasanya masih relevan dengan KA Ekonomi jarak jauh yg sekarang dipasang AC

"..kalau PEMERINTAH mau memberikan SUBSIDI..Ya Silahkan. Kalau Pemerintah TIDAK MAU memberikan subsidi,Ya harganya menyesuaikan.."

jadi intinya..ya Pemerintah nya peduli apa nggak soal transportasi yang terjangkau untuk seluruh WN nya

cmiiw
693-5073-893-673
Reply
(07-04-2013, 02:51 PM)tomrys Wrote: Persoalan KA yang tidak merakyat..Saya kutip pernyataan Pak IJ waktu diwawancara di TV yang..menurut saya (kali ini) ada benarnya

kali ini dia menanggapi soal Tiket Kereta Ekonomi ber AC,konteks nya adalah KRL CL..tapi rasanya masih relevan dengan KA Ekonomi jarak jauh yg sekarang dipasang AC

"..kalau PEMERINTAH mau memberikan SUBSIDI..Ya Silahkan. Kalau Pemerintah TIDAK MAU memberikan subsidi,Ya harganya menyesuaikan.."

jadi intinya..ya Pemerintah nya peduli apa nggak soal transportasi yang terjangkau untuk seluruh WN nya

cmiiw

Pemerintah mana peduli? lagi mikir 2014 tuh orang2nya Wek
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(07-04-2013, 02:51 PM)tomrys Wrote: Persoalan KA yang tidak merakyat..Saya kutip pernyataan Pak IJ waktu diwawancara di TV yang..menurut saya (kali ini) ada benarnya

kali ini dia menanggapi soal Tiket Kereta Ekonomi ber AC,konteks nya adalah KRL CL..tapi rasanya masih relevan dengan KA Ekonomi jarak jauh yg sekarang dipasang AC

"..kalau PEMERINTAH mau memberikan SUBSIDI..Ya Silahkan. Kalau Pemerintah TIDAK MAU memberikan subsidi,Ya harganya menyesuaikan.."

jadi intinya..ya Pemerintah nya peduli apa nggak soal transportasi yang terjangkau untuk seluruh WN nya

cmiiw

Memang benar demikian adanyaNgakak
Kalau udah politik (yang kotor dan ultramodern) masuk ke dalam aspek kehidupan, jangan harap masyarakat dapat fasilitas ya, khususnya sektor yang (dari dulu) ga diperhatikan layaknya kereta api ini
Jadi pernyataan Jonan tue ada benarnya juga, meskipun kebijakannya belum tentu benar

[Image: 8359555449_fd6dd08f73.jpg]
Reply
(07-04-2013, 04:34 PM)Anugrah Bima Wrote:
(07-04-2013, 02:51 PM)tomrys Wrote: Persoalan KA yang tidak merakyat..Saya kutip pernyataan Pak IJ waktu diwawancara di TV yang..menurut saya (kali ini) ada benarnya

kali ini dia menanggapi soal Tiket Kereta Ekonomi ber AC,konteks nya adalah KRL CL..tapi rasanya masih relevan dengan KA Ekonomi jarak jauh yg sekarang dipasang AC

"..kalau PEMERINTAH mau memberikan SUBSIDI..Ya Silahkan. Kalau Pemerintah TIDAK MAU memberikan subsidi,Ya harganya menyesuaikan.."

jadi intinya..ya Pemerintah nya peduli apa nggak soal transportasi yang terjangkau untuk seluruh WN nya

cmiiw

Memang benar demikian adanyaNgakak
Kalau udah politik (yang kotor dan ultramodern) masuk ke dalam aspek kehidupan, jangan harap masyarakat dapat fasilitas ya, khususnya sektor yang (dari dulu) ga diperhatikan layaknya kereta api ini
Jadi pernyataan Jonan tue ada benarnya juga, meskipun kebijakannya belum tentu benar

Perlu diingat Kawan RF semua bahwa tahun politik sudah didepan mata mungkin saja nanti ada pahlawan kesiangan yang muncul dengan kebijakan yang pro pengguna jasa KA yg hanya untuk menggaet suara dan setelah mereka bertengger sbg penguasa dengan mudahnya mengkesampingkan moda transportasi massal ini menjadi prioritas kesekian. sory oot, menhub bukannya orang partai yah?
" Only an idiot people who driving on a sidewalk "
Reply
(07-04-2013, 05:06 PM)KinjengCilik Wrote:
(07-04-2013, 04:34 PM)Anugrah Bima Wrote:
(07-04-2013, 02:51 PM)tomrys Wrote: Persoalan KA yang tidak merakyat..Saya kutip pernyataan Pak IJ waktu diwawancara di TV yang..menurut saya (kali ini) ada benarnya

kali ini dia menanggapi soal Tiket Kereta Ekonomi ber AC,konteks nya adalah KRL CL..tapi rasanya masih relevan dengan KA Ekonomi jarak jauh yg sekarang dipasang AC

"..kalau PEMERINTAH mau memberikan SUBSIDI..Ya Silahkan. Kalau Pemerintah TIDAK MAU memberikan subsidi,Ya harganya menyesuaikan.."

jadi intinya..ya Pemerintah nya peduli apa nggak soal transportasi yang terjangkau untuk seluruh WN nya

cmiiw

Memang benar demikian adanyaNgakak
Kalau udah politik (yang kotor dan ultramodern) masuk ke dalam aspek kehidupan, jangan harap masyarakat dapat fasilitas ya, khususnya sektor yang (dari dulu) ga diperhatikan layaknya kereta api ini
Jadi pernyataan Jonan tue ada benarnya juga, meskipun kebijakannya belum tentu benar

Perlu diingat Kawan RF semua bahwa tahun politik sudah didepan mata mungkin saja nanti ada pahlawan kesiangan yang muncul dengan kebijakan yang pro pengguna jasa KA yg hanya untuk menggaet suara dan setelah mereka bertengger sbg penguasa dengan mudahnya mengkesampingkan moda transportasi massal ini menjadi prioritas kesekian. sory oot, menhub bukannya orang partai yah?

Coba saja kita lihat pas mereka kampanye. Apa mereka menyuarakan tentang KA? Kalaupun ada pasti jarang sekali. Saya sih pengen ada subsidi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Misalnya saja KRD KTS. Kan udah mulai ashee tuh, nah asheenya ditanggung Pemprov Jatim, terus tetek bengek lain dari pusat. Ya menhubnya aja orang partai, coba saja menhubnya professional transportasi, terlebih pakar transportasi KA. Bisa saja proyek tol TransJawa, Trans Sumatera, dll, dibatalkan diganti proyek DT....Ngakak
Reply
(07-04-2013, 09:48 PM)dozykayen Wrote: Coba saja kita lihat pas mereka kampanye. Apa mereka menyuarakan tentang KA? Kalaupun ada pasti jarang sekali. Saya sih pengen ada subsidi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Misalnya saja KRD KTS. Kan udah mulai ashee tuh, nah asheenya ditanggung Pemprov Jatim, terus tetek bengek lain dari pusat. Ya menhubnya aja orang partai, coba saja menhubnya professional transportasi, terlebih pakar transportasi KA. Bisa saja proyek tol TransJawa, Trans Sumatera, dll, dibatalkan diganti proyek DT....Ngakak

Selamat malam, Kang...

Ikutan nimbrung lagi..., kalo Menhubnya dari orang profesional transportasi tapi Presidennya masih cenderung berpihak ke kendaraan pribadi ya siap2 ajah Menhub itu "masuk kotak". Udah hukum alam itu... Ngakak
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)