Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
(27-03-2013, 12:02 AM)Logawa_ATB Wrote:
(26-03-2013, 01:49 AM)bonesetter Wrote: Saya setuju dengan rata-rata.pendapat ts diatas
..kalo mau protes lebih baik ke pemerintah bukan PT. KAI karena rata-rata negara lain di eropa Kereta api itu untuk hajat hidup orang banyak...dan memang rata2 disubsidi oleh pemerintah...

Selamat malam, Kang... Mau nanya kalo di Eropa sana, kereta api yg disubsidi oleh Pemerintah itu kelas ekonomi saja atau malah semua kelas...? Sharing2 dong...



(25-03-2013, 12:02 PM)KinjengCilik Wrote: Bonus buat PT sepur yaitu stasiun Bekasi diblokir massa kaitan KA sudah tidak merakyat lagi dengan menghapus KRL ekonomi..........

Kalo saya lihat sich ini bagian dari skenario operator KA, kalo istilah Jawanya "nabok nyilih tangan..." buat ngingetin Pemerintah akan transportasi massal ini, Kang... Diblokir jg nggak apa2, rugi dikit paling2 kasih kompensasi ke penumpang KA yg tertahan (nggak tau dikasih apa nggak).


(25-03-2013, 01:20 PM)sonyazis Wrote: Lah k3 jauh bisa sampe 125rb, bukan ekonomi lagi itu.. Merakyat gimana kalau seperti itu? Wkwkwk...
Walau saya masih tetap cinta KA sebagai railfan, tapi kalau soal beginian, saya tetaplah penumpang biasa yg harus memperhitungkan biaya, dan ya, hasilnya memang tidak merakyat.
Jadi terbayang, yg penghasilanya lebih rendah dari saya dan harus menghidupi sekeluarga tapi perjalananya banyak bergantung pada k3, pasti lebih bingung muter duitnya biar cukup.Sedih

Istilah merakyat menurut saya masih ambigu, Kang... Koq cuma melihat yg kelas ekonomi tok sich...? Lha nasibe penumpang K1 & K2 gimana...? Mereka jg rakyat, bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia kan...?

Pahami dulu istilah K2+K1
K1+K2 kan intinya Kelas atas+Menengah yang harus Mencoba jadi Penghubung K3.
Nah K3 kan kalau dapat Subsidi wajar, tapi operasionalnnya mendapatkan PSO/Subsidi makanya wajar dibilang kelas rakyat.
Untuk Diatasnya kan yang diutamakan adalah kenyamanan meskipun secara kasarnya K2 dulunya cuma Nyaman di Tempat Duduk. begitu mas
Reply
nemu ini di internet
Quote:Kereta Apiku Kini Sudah Tak Seperti Dulu Lagi
Kereta apiku kini sudah tak seperti dulu lagi,

Apakah jajarannya sudah berisi orang yang tak perduli dengan rakyat kecil, semakin banyak saja kesulitan yang didapat kami rakyat kalangan biasa,

Mulanya dengan tidak berhentinya di stasiun-stasiun kecil yang ingin di tuju penumpang, di tambah lagi ditiadakan kereta ekonomi yang jurusan jakarta – bekasi dan sekarang di tambah lagi jurusan jakarta – malang.

Apakah kalian tidak pernah menjadi orang miskin? , dengan dalil kenyamanan kalian menghilangkan kereta non ac apakah kalian tahu ada kalanya orang tidak suka menggunakan ac yang dapat membuat pusing kepala.

Dengan dalil menghindari calo kalian membuat pemesanan tiket tidak bisa di hari h keberangkatan, pada prakteknya masih banyak calo berkeliaran. Bahkan semakin sulit mendapatkan tiket untuk orang daerah yang hanya ada stasiun kecil di kotanya,

Saya sebagai bacpacker yang suka menggunakan kereta untuk berpergian dari satu kota ke kota lain sangat miris dengan keadaan ini

Bagaimana dengan kalian?

Kereta apiku apakah kau hanya milik kalangan berada kini.

Maaf jika tak sesuai eyd


Salam kereta api
Sedih

[Image: a_sig]
ig : @resdohafizh
My Flickr Photostream
Reply
alangkah malunya bila kita sebagai pecintannya membiarkan kai terkapar seorang diri terlindas komersialisasi
hanya ingin masyarakat tertib namun hanya dengan cara apalagi kita membuat kita tidak ditertawakan kapitalisasi.
mudah2an pemahamannya dibuka oleh hikmah yang tidak mentah ditengah jalan.
Reply
(25-03-2013, 11:14 AM)benbeny Wrote: ya saya setuju kalau memang kereta mahal, karena untuk harga yang sama apabila memakai moda transportasi lain bisa mendapat fasilitas yang lebih baik...
tetapi sampai sekarang kereta mampu menjangkau tempat - tempat yang sulit dijangkau dan masih sebagai sarana transportasi tercepat...
mungkin ada baiknya HST direalisasikan, karena dengan waktu tempuh yang hampir sama dan harga yang bersaing, pada akhirnya kereta bakal lebih diminati...
Menjangkau tempat2 yg sulit dicapai? maksudnya? kan selama ini daerah2 yg bisa dicapai dgn KA masih bisa dicapai dgn kendaraaan bermotor lainnya (kecuali beberapa daerah terpencil)
(27-03-2013, 12:10 PM)ardial Wrote: alangkah malunya bila kita sebagai pecintannya membiarkan kai terkapar seorang diri terlindas komersialisasi
hanya ingin masyarakat tertib namun hanya dengan cara apalagi kita membuat kita tidak ditertawakan kapitalisasi.
mudah2an pemahamannya dibuka oleh hikmah yang tidak mentah ditengah jalan.

siapa yg bisa diharapkan dalam kondisi seperti ini? Wek
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
@ om Logawa_ATB, kalau penumpang k2 k1 kan emang bisa dibilang mampu om, dalam segi pendapatan. Memang kata 'merakyat' definisi pastinya saya juga tidak bisa bilang, tapi yg jelas dimasyarakat sekitar saya, kata 'merakyat' berarti dapat diterima atau dekat dengan semua golongan, atas, tengah, sampai bawah. Nah kalau sekarang walau belum ada penelitian yg pasti, saya yakin udah ga terjangkau lagi sama yg golongan bawah, jadi eksklusif untuk 2 golongan aja kan tengah dan atas (dan bagi pt ka emang wajar, namanya juga pt, cari untung, kalo ga mampu ya jangan naik, ga ada yg maksa juga, yg jelas sekarang saya ga bisa lagi 'promoin' buat naik ka ke temen-temen saya lagi, biar naik moda lain aja deh. wkwkwk).

Tapi yg jelas, karena pemerintah adem ayem aja k3 'hilang' (ada sih, tapi tarifnya bukan k3) berarti pemerintahlah biang keroknya, soalnya kalo pemerintah nuding pt ka, tudingan malah balik ke pemerintah sendiri, bisa babak belur, tapi kalau memang masalahnya subsidi, seharusnya pt ka jelasin ke masyarakat kalo pemerintah yg ngurangin/ngilangin duit subsidi/pso, jadi mereka ga jadi sasaran demo (tapi pt ka n pemerintah ko diem2an, hayo ada apa..?? Wkwkwk)

Duit hasil pajak negara ini pasti gede, tapi atap sekolah aja bisa ambruk, boro-boro mau subsidi.
Mau sih, tapi subsidi buat bensin, sampe tekor juga dijabanin, kalo bensin murah kan orang masih suka beli dan naik kendaraan pribadi, jadi duit dari pajak n industri otomotif jalan terus. Jadi jangan harap orang mau naik transportasi umum, lah wong jatuhnya jauh lebih murah naik kendaraan pribadi. Wkwkwkwk..
(Sori oot, pusing lihat transportasi umum carut marut)Sakit
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
di Pembaca Penulis Koran JPos ada calon penumpang KA Pasundan dari MN-SGU awal nya Rp. 38.000 meroket jadi 120.000 ktanya PT. KAI mencari Laba dengan memberi Fasilitas AC Ekonomi.
Make yourself usefull to other.
Reply
(27-03-2013, 05:42 PM)Alifiardi Aditya M Wrote: di Pembaca Penulis Koran JPos ada calon penumpang KA Pasundan dari MN-SGU awal nya Rp. 38.000 meroket jadi 120.000 ktanya PT. KAI mencari Laba dengan memberi Fasilitas AC Ekonomi.

Banyak kok yg berpikir seperti itu. Tapi kebanyakan dari mereka yang menuduh ngga tau apa yg terjadi dibalik semua itu. Mereka taunya tarif K3 yg super murah, mereka ngga mikir TAC, PSO dan sebagainya (#karna emang bukan urusan mereka). Kita sebagai railfans jaman sekarang yg sudah tau internet hendaknya lebih cerdas dan lebih dewasa dalam menghadapi mereka(#kalau ketemu, kalau ngga ketemu jangan dicari yak)

Era perkeretaapian yang murah meriah akan segera berakhir, akan segera diganti Era perkeretaapian Indonesia yang mandiri tanpa PSO. PSO emang masih ada tapi tidak akan keluar dalam bentuk subsidi setiap tiket seperti sekarang. PSO hanya akan diberikan kepada Rakyat kecil, jadi tidak semua orang bisa mendapatkan tiket murah. Itu yang Pak Dirut mau, dan juga direstui sama Kemenhub. Itu Yang saya tangkap dari berita-berita yg beredar di dunia maya. Bisa jadi seperti anggota TNI yang sekarang bisa dapet diskon tarif hanya dengan menunjukkan kartu anggota.

Tapi semua itu masih dalam tahap perencanaan sambil menunggu proses e-ticketing "matang" dalam pelaksanaannya. Jadi kita hanya bisa bersabar dan lihat perkembangannya. Yang ngga enak kan kalau perencanaannya ngga selesai-selesai jadinya semua KA jadi non-PSO deh. Oh ya, selain itu kalau mau naik Kereta api pake tarif super murah tapi tanpa PSO ya cuma kalau ada promo doank
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
baru ngeh saya istilah " nabok minjem tangan ", ternyata PT sepur mencoba untuk bermain cerdas dengan menyesuaikan PSO yg didapat dengan berbagai macam trik. dimulai pembatasan penumpang, pengurangan armada K3 PSO dlm satu rangkaian, menghilangkan K3 PSO ( brantas and the gank ) and last but not least menghapus KL3 dan mengkomuterkan seluruh KLnya.
yang saya tangkap disini PT sepur tidak ingin beroposit dengan pemerintah secara langsung karena pengebirian PSO yang didapat menyusut tiap tahun melainkan melalui para pengguna jasanya yang sudah pasti akan berteriak dan ujungnya demo kemarin di stasiun bekasi alias nabok pinjem tangan yang akhirnya didengar senayan dan kemenhub. kalau sudah begini PT sepur bisa bertepuk tanganTepuk TanganTepuk TanganTepuk Tangan.... IMHO
" Only an idiot people who driving on a sidewalk "
Reply
(27-03-2013, 08:06 PM)KinjengCilik Wrote: baru ngeh saya istilah " nabok minjem tangan ", ternyata PT sepur mencoba untuk bermain cerdas dengan menyesuaikan PSO yg didapat dengan berbagai macam trik. dimulai pembatasan penumpang, pengurangan armada K3 PSO dlm satu rangkaian, menghilangkan K3 PSO ( brantas and the gank ) and last but not least menghapus KL3 dan mengkomuterkan seluruh KLnya.
yang saya tangkap disini PT sepur tidak ingin beroposit dengan pemerintah secara langsung karena pengebirian PSO yang didapat menyusut tiap tahun melainkan melalui para pengguna jasanya yang sudah pasti akan berteriak dan ujungnya demo kemarin di stasiun bekasi alias nabok pinjem tangan yang akhirnya didengar senayan dan kemenhub. kalau sudah begini PT sepur bisa bertepuk tanganTepuk TanganTepuk TanganTepuk Tangan.... IMHO

Ahh saya rasa ngga seperti itu. Demo di Bekasi itu bukan yg pertama yg menentang kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Masih ingat dikala Pasundan ditahan oleh pedagang Des 2011, lokasinya di Geneng. Lalu apa respon Pemerintah? Adem ayem. Masih ingat ngga K3 lokal Daop VIII disandera warga karena sudah ngga berhenti lagi di stasiun kecil. Apa respon pemerintah? Apa Panataran cs berhenti lagi di stasiun kecil. Lalu apa respon pemerintah setelah demo di Bekasi? Kemenhub cuma bilang "minta ditunda" bro.

Kalau mau didengar Senayan kan ngga perlu nyuruh2 masyarakat demo, toh Pak Dirut kan sudah pernah rapat dengan DPR(#beritanya sich curhat gitu).

Yang ngga enak kan kalau masalah Perkeretaapian ini ditumpangi nuansa Politis. Inget lho setahun lagi Pemilu. Bisa aja saat tarif KA sudah mahal dan rakyat sudah teriak2 kemahalan, lalu munculah Pak Pejabat dari partai X yang seolah-olah jadi pahlawan agar tarif KA balik lagi seperti semula atau seenggaknya turun gitu. Biar dia atau partainya naik popularitasnya gitu... #hanyaKemungkinan
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
Good bye K3 Ekonomi skrg K3 jg ada batas atas batas bawah

Tarif Komersial KA Ekonomi Segera Ditetapkan



BANDUNG, suaramerdeka.com - Direktur Komersial PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sulistyo Wimbo Hardjito menyatakan pihaknya segera mengeluarkan kebijakan pentarifan KA Ekonomi yang mulai Mei menjadi kelas komersial.

Dengan pemasangan AC di kabin kereta kelas tiga itu, KA tersebut tak lagi mendapatkan subsidi terutama untuk rute-rute jarak jauh. Sejak akhir tahun lalu, operator plat merah itu sudah menjalankan program tersebut secara bertahap.

Menurut dia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberlakukan kebijakan tarif batas atas dan tarif batas bawah untuk KA Ekonomi. Dia memperkirakan rentang tarifnya dapat antara Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu.

"Makin penuh, makin mahal," kata Sulistyo Wimbo Hardjito di sela-sela kunjungan Komisi XI DPR RI di Kantor Pusat Bandung, Rabu (27/3).

Ditegaskan, program tersebut bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dia menilai kebutuhan AC sudah tak terpisahkan selayaknya yang terpasang di kendaraan.
( Setiady Dwi / CN37 / JBSM )
RF bambangwitjak, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)