Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
apa PT Sepur tidak bisa berinovasi tanpa harus mterugikan konsumen y? seperti misalnya bikin kelas ATB (AC tarif biasa) di dunia perbisan, klo kt ane ini bisa dipake untuk menyebut K3 AC split tentunya tarif menyesuaikan....jadi ada 3 macam KA Ekonomi: K3 PSO, K3 ATB dan K3 biru nonPSO....tp apa PT Sepur mau bikin ky gt? wallohu a"lam....
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
(23-03-2013, 06:32 AM)zmidth Wrote: yang ditarik bukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tapi aset milik Kemenhub seperti KRDE AC Kaligung dan seangkatannya, K3AC Majapahit dan sejenisnya, terus diserahkan ke Kementerian BUMN, lalu Kementerian BUMN mendirikan badan Usaha baru yg bergerak di bidang perkeretaapian agar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) punya pesaing gitu

Ada operator swasta/operator lain itu akan membuat persaingan(dalam hal ini yg sehat aja ya, kalau yg sakit masuk rumah sakit aja). Emang sich jelas ngga bisa semurah seperti K3 hot sekarang. Tapi kita bisa membandingkan mana yg lebih logis antara pelayanan dengan harga yang ditawarkan. Bagi penumpang, kan semakin banyak pilihan semakin baik(tapi ada pula semakin banyak pilihan malah semakin bingung). Kalau sekarang kan, kalau kecewa sama pelayanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau lari kemana? Kan ngga ada operator KA yg lain. Makanya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) satu-satunya operator yg berani bilang "Silakan cari moda transportasi lainnya", kalau maskapai penerbangan berani bilang begituan ngga?

DJKA kan cuma ngurusin Tarif Batas Bawah dan Batas Atas. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kalau tarif normalnya (bukan tarif promo) melebihi batas atas pasti juga disemprit sama DJKA

Selamat malam, Kang... Saya bermaksud mengkomentari tulisan sampeyan yg saya bold ya...
Kalo saya sich positive thinking dgn slogan tsb. Saya mencoba berbagi pandangan saja nich. Saya rasa sampeyan tahu operator KA yg merupakan BUMN awalnya adalah perusahaan merugi. Di bawah pimpinan Dirut sebelumnya nggak bisa untung, akhirnya diganti dgn Dirut baru (IJ). Dikasih banyak permasalahan, mulai dr nasib karyawannya sampai soal investasi sarana & prasarana.
Seandainya sebelumnya sdh ada kompetitor yg berbisnis di jalan rel saya rasa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggak akan pake slogan itu, ntah pake slogan apa. Cuma cara menyelamatkan perusahaan nggak akan beda jauh dgn Garuda Indonesia pd saat restrukturisasi, yaitu mulai efisiensi rute2 (yg dinilai rugi akan langsung ditutup), efisiensi sarana/armada sampai penawaran program pensiun dini buat karyawan2nya. Garuda Indonesia jg udah ada saingannya kan...?

Lha berhubung masih pemain tunggal, menurut saya itu dilema bagi IJ. Pasti nanti akan dicap monopoli ya sekarepe dhewe. Namanya PT ya mesti mandiri & harus bs untung. Dari keadaan rugi bagaimana nyari duit buat nggaji karyawannya agar lbh baik kehidupannya. Selain itu jg buat ngerawat sarana dari lokomotif, gerbong & kereta. Nah yg lebih berat lg dihadapkan dgn skema IMO = TAC (impas2an). Sebagai org yg lama di dunia perbankan, saya rasa dia sdh mempelajari data2 yg telah terjadi pada saat dipimpin Dirut sebelumnya, mulai dari harga tiket sampai bagaimana cara berinvestasi di dunia kereta api. Nah karena ada skema IMO = TAC, ketimbang dia udah usaha tp ternyata akan tergerus akhirnya dia terpaksa menaikkan harga tiket dgn ditumpangi dgn biaya perawatan infrastruktur. Setelah di-hitung2, weh ladalah.... Ngakak
Untuk rute JKT - SB lha koq bersaing harganya dgn pesawat...? Utk rute2 yg lain koq harganya meninggalkan jauh dari tarif bis & travel...? Ya sudah, akhirnya dia pasang slogan itu dgn harapan kalo masih ada yg mau naik ya akan diantar, kalo nggak ada yg mau (nggak suka dgn harganya) ya silakan ditinggalkan nggak apa2, silakan menggunakan moda transportasi yg lain.

Kalo yg saya amati dgn mengibarkan slogan itu pasti akan ditinggalkan konsumen, tp IJ udah siap menghadapinya. Mana ada sich bisnis jaman sekarang hanya karena pemain tunggal di jalan rel trus bangga dgn pasang tarif segitu mahal bertahun2...? Sementara kompetitor di jalan aspal terus bertumbuh dgn berbagai inovasi. Konsumen kan semakin pintar & cerdas dlm memilih, kalo ada yg nyaman & murah kenapa mesti bayar yg mahal. Kalo ada yg cepat dan harga terjangkau kenapa mesti bayar yg harganya sama tp lama...? Terbukti dari tahun ke tahun jumlah penumpang cenderung turun.

Tapi saya malah salut dgn slogan ini, Kang... Lha koq bisa...? Menurut saya ini bs jd salah satu pemicu pertumbuhan perekonomian Indonesia. Para penumpang yg awalnya menggunakan jasa KA karena harganya dah nggak rasional akhirnya survive, ada yg beli/kredit motor, ada yg beli/kredit mobil ada yg naik bis. Perusahaan bis berlomba2 berinovasi dgn berbagai bentuk bis & menawarkan kenyamanan, leasing2 akhirnya panen. Dan yg tak kalah, maskapai jg mulai borong armada kan...? Apa nggak mantap tuch... Ngakak



(24-03-2013, 07:17 AM)zmidth Wrote: Yang ini kayaknya sudah saya jawab. Mau dipikir2 sampai muter tujuh keliling ntar mentoknya sama saja. Sektor perkeretaapian Indonesia selama ini stagnan atau malah mundur karena emang support dari Pemerintah yg kurang. Pemerintah lebih memilih membangun jalan tol, agar yang beli mobil banyak, yang beli motor banyak. Agar pajaknya banyak. Giliran subsidi BBM jebol, bingung. Susah-susah bikin UU eh malah ngga ada implementasinya.

Nah, finally you find the answer.

(24-03-2013, 07:17 AM)zmidth Wrote: Kalau masalah balik modal, sarana baru atau bekas, untung atau rugi itu resiko investasi. Investor harus siap menerima apapun resikonya.

Kalau JKT-BD sehari masih bisa pp(masih dalam batas kemampuan manusia dalam mengendarai kendaraan). Coba aja yang waktu tempuhnya lebih dari 6 jam seperti JKT-YK. Secara hitung2 kayak gitu emang transportasi KA emang mahal. Tapi dari segi keamanan, kecepatan dan rasa cape, tentu saja KA menang.

Kalo Tol Trans Jawa dari Cikampek dah nyambung sampai Semarang & Solo, perjalanan dari JKT ke YK akan terasa cepat. Masyarakat akan memilih menggunakan mobil pribadi selama BBM masih (menurut saya) murah. Macet nggak apa2 yg penting bengsine murah, culturenya kan kyk gitu. Makanya saya pesimis ada operator KA swasta utk KA Penumpang rute jarak jauh di pulau Jawa ini, apalg investasi KA tdk sedikit nilainya.

(24-03-2013, 07:17 AM)zmidth Wrote: Sekarang saya mau nanya sama kang Logawa, ada ngga PO bus yang pake pool&halte saingannya. Seandainya terminal bus Pulo Gadung bukan milik pemerintah melainkan milik salah satu PO bus, apakah PO yang lain mau masuk ke dalam terminal Pulo Gadung. Seandainya juga Bandara Soekarno Hatta itu milik Garuda, apakah pesawat maskapai yang lain mau mendarat(kalau ngga terpaksa). Saya anggap PT KCJ jadi satu sama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) karena PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih bisa intervensi PT KCJ(contoh di thread sebelah yg Dirut dimarahi sama Pak menteri).

Kalo menurut saya sich tergantung kesepakatan kontrak & sangsi. Kalo terjadi unfair play kan bs naik ke pengadilan. Lha di sini baru bs kita lihat, tp sekarang kan kondisinya blm ada yg nyoba....
Seandainya saja nich, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) karena faktor historis dari jaman SS & nggak mau melepas warisan SS akhirnya mendirikan anak perusahaan utk jd pengelola prasarana kan sama ajah kondisinya dgn sekarang, Kang...

(24-03-2013, 07:17 AM)zmidth Wrote: Ya jelaslah pilih bayar TAC daripada pake (◣_◢)┌∩┐. Kalau pake (◣_◢)┌∩┐ kan resikonya lebih gede(termasuk resiko pungli, Indonesia gitu loh)

Merk2 yg disebutkan diatas kan ada yang pakai sistem franchise/waralaba. Apakah kang Logawa tau siapa yg jadi terwaralaba ngga? Ngga hanya di GMR, tapi juga di stasiun lainnya? Yakin yg mendirikan Ind*****t itu dari luar, bukan dari dalam.

Kalo pun dari dlm kan itu sistemnya jg bagi hasil. Investor dpt duit, yg nyediain lapak jg dpt duit. CMIIW ya...

[spoiler=Oh ya ini ada video hasil browsing2 Youtube, semoga berkenan...]
▶ YouTube
[/spoiler]

Terima kasih. Xie Xie
Reply
ya saya setuju kalau memang kereta mahal, karena untuk harga yang sama apabila memakai moda transportasi lain bisa mendapat fasilitas yang lebih baik...
tetapi sampai sekarang kereta mampu menjangkau tempat - tempat yang sulit dijangkau dan masih sebagai sarana transportasi tercepat...
mungkin ada baiknya HST direalisasikan, karena dengan waktu tempuh yang hampir sama dan harga yang bersaing, pada akhirnya kereta bakal lebih diminati...
Reply
Bonus buat PT sepur yaitu stasiun Bekasi diblokir massa kaitan KA sudah tidak merakyat lagi dengan menghapus KRL ekonomi..........
" Only an idiot people who driving on a sidewalk "
Reply
Lah k3 jauh bisa sampe 125rb, bukan ekonomi lagi itu.. Merakyat gimana kalau seperti itu? Wkwkwk...
Walau saya masih tetap cinta KA sebagai railfan, tapi kalau soal beginian, saya tetaplah penumpang biasa yg harus memperhitungkan biaya, dan ya, hasilnya memang tidak merakyat.
Jadi terbayang, yg penghasilanya lebih rendah dari saya dan harus menghidupi sekeluarga tapi perjalananya banyak bergantung pada k3, pasti lebih bingung muter duitnya biar cukup.Sedih
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
(23-03-2013, 01:10 AM)warsito Wrote: intinya ignatius brengsek

gue cuma mau quote yg ini duank
entah kenapa baca nih tulisan gue ngakak2 sendiri Ngakak
cemungud gaaaan hajjjaaaar Ngakak
Reply
(25-03-2013, 01:20 PM)sonyazis Wrote: Lah k3 jauh bisa sampe 125rb, bukan ekonomi lagi itu.. Merakyat gimana kalau seperti itu? Wkwkwk...
Walau saya masih tetap cinta KA sebagai railfan, tapi kalau soal beginian, saya tetaplah penumpang biasa yg harus memperhitungkan biaya, dan ya, hasilnya memang tidak merakyat.
Jadi terbayang, yg penghasilanya lebih rendah dari saya dan harus menghidupi sekeluarga tapi perjalananya banyak bergantung pada k3, pasti lebih bingung muter duitnya biar cukup.Sedih

dengan K3 melambung tinggi begitu mungkin jonan mau mulai diversifikasi usaha kali gan dengan berternak kambing kayak jaman dulu....
" Only an idiot people who driving on a sidewalk "
Reply
Saya setuju dengan rata-rata.pendapat ts diatas
..kalo mau protes lebih baik ke pemerintah bukan PT. KAI karena rata-rata negara lain di eropa Kereta api itu untuk hajat hidup orang banyak...dan memang rata2 disubsidi oleh pemerintah...
Reply
Saya rasa ada hubungannya sama thread ini...
Quote:Kemenhub Minta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Tunda Tarik KRL Ekonomi Sampai Sistem Tiket Siap
[spoiler]
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menunda penarikan KRL Ekonomi hingga Juli 2013. Sementara ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) diimbau untuk melakukan sosialisasi hingga sistem tiket elektronik siap.

"KRL Ekonomi non AC untuk sementara masih tetap beroperasi sampai sistem e-ticketing terpadu bisa eksis yang diperkirakan bulan Juni-Juli 2013. Sambil itu kita lakukan sosialiasasi bagaimana nanti proses atau mekanisme pemberian subsidi kepada masyarakat yang memiliki daya beli rendah," kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan.

Hal itu dikatakan Tundjung ketika dimintai tanggapan atas penarikan KRL Ekonomi per 1April 2013, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2013).

Yang jelas, bagaimana subsidi nanti tepat sasaran pada masyarakat yang berdaya beli rendah. Parameternya seperti, memiliki kartu Gakin (Keluarga Miskin), Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Jamkesmas dan sebagainya.

"Nanti kita cari di Wapres ada data base-nya itu. Orang-orang itulah yang nanti berhak mendapat PSO (public service obligation). Tetapi nanti setelah sistemnya jalan dia bebas menggunakan Commuter Line yang AC tapi orangnya tertentu yang bisa disubsidi," paparnya.

Sebelumnya Pemerintah menetapkan nilai dana subsidi Perkeretaapian tahun ini mencapai Rp 704 miliar, sesuai dengan persetujuan DPR. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 770miliar. Penetapan dana subsidi tersebut tertuang dalam surat Direktur Jenderal Anggaran tertanggal 9 Januari 2013.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga mengusulkan subsidi bagi warga tak mampu yang naik kereta itu diberikan dalam bentuk kartu tiket.

Mengenai alasan gerbong KRL Ekonomi sudah tidak layak beroperasi, Tundjung tak setuju.

"Jangan bilang tidak layak. Kereta api kalau dibilang mogok itu bukan hanya kereta KRL Ekonomi saja, Commuter pun juga pernah mogok jadi tidak bisa dijadikan dasar justifikasi. Tapi yang paling penting adalah keberpihakan, sense untuk masyarakat harus ada. Oke dari segi bisnis monggo, tapi jangan sekarang. Ditundalah dulu. Perlu waktu untuk sosialisasi sampai sistemnya dapat," imbau Tundjung.

Kemenhub akan memanggil direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada Rabu (27/3/2013) besok pukul 14.30 WIB.
SumberBig Grinetik.com
[/spoiler]

Owh kata-kata yg dipake "Tunda" dalam pikiran saya memang benar kalau Kemenhub memang sudah merestui KRL Ekonomi ditarik dari peredaran dan diganti KRL Adem(tarifnya disesuaikan dulu baru yang murah-murah dihilangkan). Untuk K3 jarak jauh kayaknya sama deh. K3 dikasih AC dan tarifnya disesuaikan juga sudah dapet restu dari Kemenhub. Pantas aja ketika Brantas cs jadi non PSO, yg bagian ngasih PSO adem ayem ngga komen apa-apa.

Kalau ntar sistem eticketing sudah lancar, bagi yg ngga mampu beli, selain bawa KTP bawa kartu pendukung seperti Jamkesmas yak #Subsidinya mo cair. Kira-kira dapet potongan tarif berapa yak? Moga-moga nyampe 100% #Ngimpi.com Ngakak

Kalau sistem sudah jalan, kan bebas menggunakan Commuter Line yang AC. Kalau di KA jarak jauh, semoga juga bebas pilih KA. Ngarep bisa naik KA Eksekutif dengan tarif diskon pake kartu Jamkesmas #Duuuubbbbraaaaaaaakkkkkk Ngakak #kkkkaaabbbuuuuuuuurrrrrrr
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
(26-03-2013, 01:49 AM)bonesetter Wrote: Saya setuju dengan rata-rata.pendapat ts diatas
..kalo mau protes lebih baik ke pemerintah bukan PT. KAI karena rata-rata negara lain di eropa Kereta api itu untuk hajat hidup orang banyak...dan memang rata2 disubsidi oleh pemerintah...

Selamat malam, Kang... Mau nanya kalo di Eropa sana, kereta api yg disubsidi oleh Pemerintah itu kelas ekonomi saja atau malah semua kelas...? Sharing2 dong...



(25-03-2013, 12:02 PM)KinjengCilik Wrote: Bonus buat PT sepur yaitu stasiun Bekasi diblokir massa kaitan KA sudah tidak merakyat lagi dengan menghapus KRL ekonomi..........

Kalo saya lihat sich ini bagian dari skenario operator KA, kalo istilah Jawanya "nabok nyilih tangan..." buat ngingetin Pemerintah akan transportasi massal ini, Kang... Diblokir jg nggak apa2, rugi dikit paling2 kasih kompensasi ke penumpang KA yg tertahan (nggak tau dikasih apa nggak).


(25-03-2013, 01:20 PM)sonyazis Wrote: Lah k3 jauh bisa sampe 125rb, bukan ekonomi lagi itu.. Merakyat gimana kalau seperti itu? Wkwkwk...
Walau saya masih tetap cinta KA sebagai railfan, tapi kalau soal beginian, saya tetaplah penumpang biasa yg harus memperhitungkan biaya, dan ya, hasilnya memang tidak merakyat.
Jadi terbayang, yg penghasilanya lebih rendah dari saya dan harus menghidupi sekeluarga tapi perjalananya banyak bergantung pada k3, pasti lebih bingung muter duitnya biar cukup.Sedih

Istilah merakyat menurut saya masih ambigu, Kang... Koq cuma melihat yg kelas ekonomi tok sich...? Lha nasibe penumpang K1 & K2 gimana...? Mereka jg rakyat, bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia kan...?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)