Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
#71
emang di kalo dihitung dari operasional, harga tiket ekonomi yang sekarang sama sekali ga bakal cukup, tp mbok ya subsidi jangan dihapus, kalo emang mau hapus subsidi ya hapus subsidi bensin yang penikmatnya malah orang2 kaya yang punya mobil, motor makan ceban buat seminggu juga masih sisa, sedangkan mobil ? ceban bisa cuma buat jalan 30 kilo paling jauh. hapusin aja subsidi bbm, alihkan ke subsidi transportasi umum
Reply
#72
(18-03-2013, 02:38 PM)warsito Wrote: emang di kalo dihitung dari operasional, harga tiket ekonomi yang sekarang sama sekali ga bakal cukup, tp mbok ya subsidi jangan dihapus, kalo emang mau hapus subsidi ya hapus subsidi bensin yang penikmatnya malah orang2 kaya yang punya mobil, motor makan ceban buat seminggu juga masih sisa, sedangkan mobil ? ceban bisa cuma buat jalan 30 kilo paling jauh. hapusin aja subsidi bbm, alihkan ke subsidi transportasi umum


setuju sih, tapi pemerintah berani ga? ntar nama pemerintah jatuh loh (karena kebijakannya sangat tidak populis)
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#73
(18-03-2013, 02:38 PM)warsito Wrote: emang di kalo dihitung dari operasional, harga tiket ekonomi yang sekarang sama sekali ga bakal cukup, tp mbok ya subsidi jangan dihapus, kalo emang mau hapus subsidi ya hapus subsidi bensin yang penikmatnya malah orang2 kaya yang punya mobil, motor makan ceban buat seminggu juga masih sisa, sedangkan mobil ? ceban bisa cuma buat jalan 30 kilo paling jauh. hapusin aja subsidi bbm, alihkan ke subsidi transportasi umum

lha kan Endonesa lagi terkenal dengan Jargon, bensin seliter 6000 DEMO, Rokok 15ribu diem aja.....Ngakak
Orang Endonesa itu kaya2, wong kadang2 orang yg(maaf) tinggal di bantaran kali aja, sanggup beli rokok sebungkus sehari....Playboy

Sampe kapanpun susah menghapus subsidi untuk BBm, kalo mental2nya masih begitu...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#74
(18-03-2013, 05:51 PM)Joe_cn Wrote:
(18-03-2013, 02:38 PM)warsito Wrote: emang di kalo dihitung dari operasional, harga tiket ekonomi yang sekarang sama sekali ga bakal cukup, tp mbok ya subsidi jangan dihapus, kalo emang mau hapus subsidi ya hapus subsidi bensin yang penikmatnya malah orang2 kaya yang punya mobil, motor makan ceban buat seminggu juga masih sisa, sedangkan mobil ? ceban bisa cuma buat jalan 30 kilo paling jauh. hapusin aja subsidi bbm, alihkan ke subsidi transportasi umum

lha kan Endonesa lagi terkenal dengan Jargon, bensin seliter 6000 DEMO, Rokok 15ribu diem aja.....Ngakak
Orang Endonesa itu kaya2, wong kadang2 orang yg(maaf) tinggal di bantaran kali aja, sanggup beli rokok sebungkus sehari....Playboy

Sampe kapanpun susah menghapus subsidi untuk BBm, kalo mental2nya masih begitu...

masyarakat sudah terlalu tergantung dengan harga bbm yang murah mas, ketika subsidi dicabut harga2 barang yg lain (terutama sembako) ntar ikut2an naik. padahal subsidi bbm sekian ratus triliun itu selain tidak tepat sasaran juga rawan diselundupkan. yang bisa dilakukan sekarang ya paling mengatur ulang mekanisme pemberian subsidi bbm tersebut agar lebih tepat sasaran.
KA Sumber Kentjono
Reply
#75
Oleh karena itu, kita sebagai manusia generasi masa depan, ayo kita rubah pikiran dan kebiasaan masyarakat untuk beralih ke KA lah, kita kan RF. Atau buat saja ancaman, barang siapa yang tidak naik KA dalam melakukan aktivitas (sekolah, kantor), didenda 1 juta perhari untuk subsidi KA ... Ngakak Sekali-kali kita harus 'garang', seperti garangnya CC 205 ...
-  R y z k y   W i d i   A T m a j a  -
Reply
#76
apalagi yang ampuh kena denda 1 juta itu orang yang biasa membuat subsidi bbm jebol gaa2 gengsi kapitalis/pengguna mobil pribadi yang mobilnya lebih dari 1-3
efek kedua akibat penggunaan mobil pribadi adalah kesehatan.
tapi denda tersebut harus diikuti dengan disiplinnya pengguna KA, sebab bila pengguna komuter ataupun pengguna ka jarak jauhnya tetap paa status quo sama saja bohong
Reply
#77
Menurut saya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengalami dilema ketika mereka harus mementingkan kebutuhan masyarakat terutama kelas bawah, dilain pihak mereka harus mengejar keuntungan.
pastinya salah satunya akan ada yang dikorbankan. dan kecenderungan kebijakan pemerintah kita adalah lebih baik mengorbankan rakyatnya (tanya kenapa?).
dengan perubahan menjadi PT itu adalah konsekwensi logis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak bisa bersikap seperti masih PJKA ato Perumka. karena memang karakterisitik dari badan usaha PT seperti itu yaitu harus mencari profit.

hal lain yang saya tambahkan bagaimana PT. KAI harus melakukan perawatan gerbong dan jalur yang nilainya gak kecil. terutama untuk jalur kereta, seharusnya itu tanggungjawab pemerintah bukan perusahaan.
pada akhirnya PT. KAI dihadapkan untuk memenuhi kas keuangan mereka agar operasional kereta tetap berjalan. hal ini belum ditambah biaya perawatan gerbong lama yang notabene suku cadangnya sudah sulit dan mahal.

jadi klo maw kereta api menjadi transportasi merakyat kembali, tergantung pada kebijakan pemerintah, karena PT. KAI hanya operator
Sebagian besar Railfans sejatinya adalah konsumen pengguna kereta
Reply
#78
(19-03-2013, 11:31 AM)A_Nugroho Wrote: Menurut saya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengalami dilema ketika mereka harus mementingkan kebutuhan masyarakat terutama kelas bawah, dilain pihak mereka harus mengejar keuntungan.
pastinya salah satunya akan ada yang dikorbankan. dan kecenderungan kebijakan pemerintah kita adalah lebih baik mengorbankan rakyatnya (tanya kenapa?).
dengan perubahan menjadi PT itu adalah konsekwensi logis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak bisa bersikap seperti masih PJKA ato Perumka. karena memang karakterisitik dari badan usaha PT seperti itu yaitu harus mencari profit.

hal lain yang saya tambahkan bagaimana PT. KAI harus melakukan perawatan gerbong dan jalur yang nilainya gak kecil. terutama untuk jalur kereta, seharusnya itu tanggungjawab pemerintah bukan perusahaan.
pada akhirnya PT. KAI dihadapkan untuk memenuhi kas keuangan mereka agar operasional kereta tetap berjalan. hal ini belum ditambah biaya perawatan gerbong lama yang notabene suku cadangnya sudah sulit dan mahal.

jadi klo maw kereta api menjadi transportasi merakyat kembali, tergantung pada kebijakan pemerintah , karena PT. KAI hanya operator

kira-kira kebijakan seperti apa mas yang harus dilakukan oleh pemerintah?
KA Sumber Kentjono
Reply
#79
Quote:kira-kira kebijakan seperti apa mas yang harus dilakukan oleh pemerintah?

Kebijakan seperti mengembalikan KAI sebagai perusahaan yang bertujuan untuk murni melayani kepentingan umum (bukan BUMN), tanpa memikirkan keuntungan. Sehingga seluruh cost ditanggung oleh negara. Kasarnya seluruh modal dasarnya dari pemerintah dan akan kembali ke pemerintah.
Tapi pasti sulit, keuangan negara kita tidak cukup untuk mensubsidi kereta. Makanya KAI menjadi BUMN
Sebagian besar Railfans sejatinya adalah konsumen pengguna kereta
Reply
#80
(19-03-2013, 01:12 PM)A_Nugroho Wrote:
Quote:kira-kira kebijakan seperti apa mas yang harus dilakukan oleh pemerintah?

Kebijakan seperti mengembalikan KAI sebagai perusahaan yang bertujuan untuk murni melayani kepentingan umum (bukan BUMN), tanpa memikirkan keuntungan. Sehingga seluruh cost ditanggung oleh negara. Kasarnya seluruh modal dasarnya dari pemerintah dan akan kembali ke pemerintah.
Tapi pasti sulit, keuangan negara kita tidak cukup untuk mensubsidi kereta. Makanya KAI menjadi BUMN
Kalo mau negara menyubsidi KA (dan mengubah badan hukum operator KA menjadi jawatan/Perum lagi) ya subsidi BBM di Indonesia dihapus (atau minimal di Jawa saja) Wek

Pertanyaannya, berani ga pemerintah melakukan hal itu? :v
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)