Posts: 975
Threads: 0
Joined: Jul 2012
Reputation:
24
(15-03-2013, 06:50 PM)Ryzky_Widi Wrote: Urun rembug ya ...
Memang sekarang PT. KAI memiliki kelebihan dan kekurangannya. PT. KAI selaku operator tunggal kereta api di negeri ini harus berusaha sekuatnya untuk menghidupi perusahaan dan pegawainya. Lain halnya dengan di Amerika Serikat, dimana perusahaan KA-nya banyak dan istilahnya bisa berbagi pendapatan dan okupansi. Karena PT. KAI menanggung beban sendiri, jadi lumrah kalau segalanya dinaikkan, termasuk tarif ekonomi, kecuali ada subsidi atau bantuan dari pemerintah atau masyarakat umum, mungkin tiket akan murah meriah. Untuk AC juga kita coba apresiasi, di saat dulu para ekomomer (penumpang setia klas ekonomi) sumpek dan gerah di dalam K3 yang pengap dan panas, kini sudah dipasang solusinya, yaitu AC meskipun split. Ya imbasnya, harus rela tarif dinaikkan. Bahasa bisnisnya 'Kalau ingin enak (sukses), ya harus berkorban lebih, karena tidak ada kamusnya orang tanpa pengorbanan mendapatkan hasil banyak' ...
Apapun kebijakan PT. KAI, selama kita melihat sisi positifnya, pasti semua juga untuk para penumpang ... Mulai pemasangan AC, boarding pass yang bak bandara, serta pedagang dilarang masuk KA.
Sekian, mohon maaf jika ada yang tak berkenan ...
Memang kita harus postive thinking kepada KAI, karena pasti ke depannya ada efeknya. Seperti ac-nisasi. Efeknya, mungkin rakyat akan biasa dengan ketertiban, dll....Tapi, kalo penghapusah KA Lokal yang sedang 'giat-giatnya' dilakukan (seperti di D8, CMIIW), saya sngat tidak setuju..saya tau sih, PT KA kayaknya kekurangan lok...tapi itu dijadikan alasan penghapusan. Seperti contoh SuSi. Alasannya perawatan. Tapi, apakah sekarang sudah jalan?
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(15-03-2013, 08:10 PM)dozykayen Wrote: Memang kita harus postive thinking kepada KAI, karena pasti ke depannya ada efeknya. Seperti ac-nisasi. Efeknya, mungkin rakyat akan biasa dengan ketertiban, dll....Tapi, kalo penghapusah KA Lokal yang sedang 'giat-giatnya' dilakukan (seperti di D8, CMIIW), saya sngat tidak setuju..saya tau sih, PT KA kayaknya kekurangan lok...tapi itu dijadikan alasan penghapusan. Seperti contoh SuSi. Alasannya perawatan. Tapi, apakah sekarang sudah jalan?
Yg bener itu penghapusan atau pembatalan sementara ya, Kang...? Kalo kemaren saya sempat lihat foto di jejaring sosial itu dibatalkan sementara. Saya pikir nanti kalo Daop VIII sdh tercukupi kebutuhan lokomotif kereta2 lokalan akan jalan lg dech... Apalg kalo bs ditawarkan dgn harga non PSO, makin semangat itu operator.
Posts: 377
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
0
(15-03-2013, 02:54 PM)benbeny Wrote: sebenarnya banyak kelebihan pt sepur dibanding jaman dirut sebelumnya, terutama soal ketepatan waktu dan semua penumpang boleh duduk dan pelayanan kereta ac...
saya masih ingat saat lebaran jaman dulu, bahkan gerbong bagasi dibuat mengangkut manusia, yang menunjukkan bahwa manusia lebih buruk daripada binatang...
jadi menurut saya tidak terlalu tepat untuk mengkritik dirut yang baru ini dengan banyak kritik bernada negatif yang saya lihat bertebaran di forum ini... Saya sependapat, karena sisi pelayanan sudah lumayan. Justru pengambil kebijakan dan yang punya kewenangan harusnya paham, seperti yang pernah saya katakan, DPR itu jangan cuma diam dan mengkritik tapi liat langsung konsidi di bawah...
Posts: 995
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
14
IMHO, PSO dialihkan ke KA komuter aja deh. biar orang2 beralih ke transportasi umum. dan beban jalanan di kota menjadi terkurangi.
Posts: 140
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
4
Sekali lagi menurut saya, pemasangan AC di K3 yang dilakukan saat ini adalah akal-akalan atau halusnya "trik" untuk menaikkan harga K3. Mengapa akal-akalan? Karena dengan terpasangnya AC di K3, maka gugurlah status K3 sebagai KA bersubsidi, dengan demikan akan ada alasan untuk menaikkan harga tiket K3.
Padahal hampir semua AC dipasang di K3 adalah AC split yang peruntukannya dipasang di rumah/gedung. Sehingga jika dipaksakan dipasang di kereta/gerbong jelas akan berbeda performanya. Suhu kurang dingin, biaya perawatan tinggi, tidak awet, dll akan menjadi hal yang sering terjadi jika dipaksakan seperti ini. (Tips: bawa saja remote AC universal jika ingin "mengatur sendiri" suhu AC di KA. Set remote sesuai dengan merk AC yg terpasang lalu bebas dah mainin suhunya.)
Lebih baik harga tiket K3 non-AC saat ini dinaikkan saja asal tidak terlalu tinggi, daripada mengganti K3 menjadi K3AC kemudian "mengganti" harganya. Dengan kenaikan 3x lipat, sudah bukan naik lagi, tapi ganti harga.
Saya tetap mengapresiasi positif peraturan untuk membatasi penumpang KA menjadi maksimal 100% tempat duduk. Itu langkah yang SANGAT BAGUS SEKALI menurut saya, tetapi untuk ACnisasi K3 dan penghapusan KA-KA lokal itu menjadi hal yang sangat disayangkan. Mungkin langkah-langkah tsb, untuk mengganti pendapatan yang berkurang karena pembatasan penumpang, tapi harusnya masih banyak cara lain selain trik AC Split-isasi K3.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(16-03-2013, 03:09 PM)Toentang Wrote: Sekali lagi menurut saya, pemasangan AC di K3 yang dilakukan saat ini adalah akal-akalan atau halusnya "trik" untuk menaikkan harga K3. Mengapa akal-akalan? Karena dengan terpasangnya AC di K3, maka gugurlah status K3 sebagai KA bersubsidi, dengan demikan akan ada alasan untuk menaikkan harga tiket K3.
Padahal hampir semua AC dipasang di K3 adalah AC split yang peruntukannya dipasang di rumah/gedung. Sehingga jika dipaksakan dipasang di kereta/gerbong jelas akan berbeda performanya. Suhu kurang dingin, biaya perawatan tinggi, tidak awet, dll akan menjadi hal yang sering terjadi jika dipaksakan seperti ini. (Tips: bawa saja remote AC universal jika ingin "mengatur sendiri" suhu AC di KA. Set remote sesuai dengan merk AC yg terpasang lalu bebas dah mainin suhunya.)
Lebih baik harga tiket K3 non-AC saat ini dinaikkan saja asal tidak terlalu tinggi, daripada mengganti K3 menjadi K3AC kemudian "mengganti" harganya. Dengan kenaikan 3x lipat, sudah bukan naik lagi, tapi ganti harga.
Saya tetap mengapresiasi positif peraturan untuk membatasi penumpang KA menjadi maksimal 100% tempat duduk. Itu langkah yang SANGAT BAGUS SEKALI menurut saya, tetapi untuk ACnisasi K3 dan penghapusan KA-KA lokal itu menjadi hal yang sangat disayangkan. Mungkin langkah-langkah tsb, untuk mengganti pendapatan yang berkurang karena pembatasan penumpang, tapi harusnya masih banyak cara lain selain trik AC Split-isasi K3.
Masalahnya sederhana: Pemerintah ogah2an menurunkan subsidi untuk menjalankan K3 panas, jadi Jonan lebih memilih mengACkan K3 supaya bisa dijual dengan harga komersial (dan tidak terikat kewajiban pemerintah lagi) Quote:(Tips: bawa saja remote AC universal jika ingin "mengatur sendiri" suhu AC di KA. Set remote sesuai dengan merk AC yg terpasang lalu bebas dah mainin suhunya.)
Selama Daop 8 dan 9 mengggunakan AC rumahan Panasonic, selama itu pulalah aku akan membawa remote AC rumah untuk menyetelnya menjadi 16°C dengan kipas kecepatan tinggi
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 912
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
9
(16-03-2013, 03:40 PM)CC-201-23 Wrote: (16-03-2013, 03:09 PM)Toentang Wrote: Sekali lagi menurut saya, pemasangan AC di K3 yang dilakukan saat ini adalah akal-akalan atau halusnya "trik" untuk menaikkan harga K3. Mengapa akal-akalan? Karena dengan terpasangnya AC di K3, maka gugurlah status K3 sebagai KA bersubsidi, dengan demikan akan ada alasan untuk menaikkan harga tiket K3.
Padahal hampir semua AC dipasang di K3 adalah AC split yang peruntukannya dipasang di rumah/gedung. Sehingga jika dipaksakan dipasang di kereta/gerbong jelas akan berbeda performanya. Suhu kurang dingin, biaya perawatan tinggi, tidak awet, dll akan menjadi hal yang sering terjadi jika dipaksakan seperti ini. (Tips: bawa saja remote AC universal jika ingin "mengatur sendiri" suhu AC di KA. Set remote sesuai dengan merk AC yg terpasang lalu bebas dah mainin suhunya.)
Lebih baik harga tiket K3 non-AC saat ini dinaikkan saja asal tidak terlalu tinggi, daripada mengganti K3 menjadi K3AC kemudian "mengganti" harganya. Dengan kenaikan 3x lipat, sudah bukan naik lagi, tapi ganti harga.
Saya tetap mengapresiasi positif peraturan untuk membatasi penumpang KA menjadi maksimal 100% tempat duduk. Itu langkah yang SANGAT BAGUS SEKALI menurut saya, tetapi untuk ACnisasi K3 dan penghapusan KA-KA lokal itu menjadi hal yang sangat disayangkan. Mungkin langkah-langkah tsb, untuk mengganti pendapatan yang berkurang karena pembatasan penumpang, tapi harusnya masih banyak cara lain selain trik AC Split-isasi K3.
Masalahnya sederhana: Pemerintah ogah2an menurunkan subsidi untuk menjalankan K3 panas, jadi Jonan lebih memilih mengACkan K3 supaya bisa dijual dengan harga komersial (dan tidak terikat kewajiban pemerintah lagi)Quote:(Tips: bawa saja remote AC universal jika ingin "mengatur sendiri" suhu AC di KA. Set remote sesuai dengan merk AC yg terpasang lalu bebas dah mainin suhunya.)
Selama Daop 8 dan 9 mengggunakan AC rumahan Panasonic, selama itu pulalah aku akan membawa remote AC rumah untuk menyetelnya menjadi 16°C dengan kipas kecepatan tinggi 
Tapi nggak semua remote AC Panasonic cocok lho........... mending bawa yang universal aja
Posts: 131
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
1
weitss kyknya banyak yang mengkritik terhadap kenaikan harga K3 nih, tp tenang aja beberapa waktu lagi tarifnya pasti bakal turun lagi kok menjadi rata2 50rb. mengingat pengajuan tentang penambahan subsidi untuk KA ekonomi sedang di"godok" di DPR sono.
Naik Penataran = Murah meriah plus bonus pemandangan indah Daop VIII
Posts: 288
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
1
sebenar hari gini yg namanya AC memang sdh wajib.. apalagi daerah Pantura.. bida dibayangkan masuk kotak logam tanpa pendingin disiang hari
http://m.detik.com/news/read/2013/03/16/...pasangi-ac
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(16-03-2013, 06:28 PM)LufthansaPilot Wrote: (16-03-2013, 03:40 PM)CC-201-23 Wrote: (16-03-2013, 03:09 PM)Toentang Wrote: Sekali lagi menurut saya, pemasangan AC di K3 yang dilakukan saat ini adalah akal-akalan atau halusnya "trik" untuk menaikkan harga K3. Mengapa akal-akalan? Karena dengan terpasangnya AC di K3, maka gugurlah status K3 sebagai KA bersubsidi, dengan demikan akan ada alasan untuk menaikkan harga tiket K3.
Padahal hampir semua AC dipasang di K3 adalah AC split yang peruntukannya dipasang di rumah/gedung. Sehingga jika dipaksakan dipasang di kereta/gerbong jelas akan berbeda performanya. Suhu kurang dingin, biaya perawatan tinggi, tidak awet, dll akan menjadi hal yang sering terjadi jika dipaksakan seperti ini. (Tips: bawa saja remote AC universal jika ingin "mengatur sendiri" suhu AC di KA. Set remote sesuai dengan merk AC yg terpasang lalu bebas dah mainin suhunya.)
Lebih baik harga tiket K3 non-AC saat ini dinaikkan saja asal tidak terlalu tinggi, daripada mengganti K3 menjadi K3AC kemudian "mengganti" harganya. Dengan kenaikan 3x lipat, sudah bukan naik lagi, tapi ganti harga.
Saya tetap mengapresiasi positif peraturan untuk membatasi penumpang KA menjadi maksimal 100% tempat duduk. Itu langkah yang SANGAT BAGUS SEKALI menurut saya, tetapi untuk ACnisasi K3 dan penghapusan KA-KA lokal itu menjadi hal yang sangat disayangkan. Mungkin langkah-langkah tsb, untuk mengganti pendapatan yang berkurang karena pembatasan penumpang, tapi harusnya masih banyak cara lain selain trik AC Split-isasi K3.
Masalahnya sederhana: Pemerintah ogah2an menurunkan subsidi untuk menjalankan K3 panas, jadi Jonan lebih memilih mengACkan K3 supaya bisa dijual dengan harga komersial (dan tidak terikat kewajiban pemerintah lagi)Quote:(Tips: bawa saja remote AC universal jika ingin "mengatur sendiri" suhu AC di KA. Set remote sesuai dengan merk AC yg terpasang lalu bebas dah mainin suhunya.)
Selama Daop 8 dan 9 mengggunakan AC rumahan Panasonic, selama itu pulalah aku akan membawa remote AC rumah untuk menyetelnya menjadi 16°C dengan kipas kecepatan tinggi 
Tapi nggak semua remote AC Panasonic cocok lho........... mending bawa yang universal aja Selain itu ada juga AC yang bermerek LG, mungkin perlu bawa remote universal kali ya
(16-03-2013, 11:20 PM)ariadiere Wrote: weitss kyknya banyak yang mengkritik terhadap kenaikan harga K3 nih, tp tenang aja beberapa waktu lagi tarifnya pasti bakal turun lagi kok menjadi rata2 50rb. mengingat pengajuan tentang penambahan subsidi untuk KA ekonomi sedang di"godok" di DPR sono.  Ya kalo dapet (dan mencukupi) kalo ngga? silahkan memilih moda transportasi lainnya
(16-03-2013, 11:39 PM)fajarwe Wrote: sebenar hari gini yg namanya AC memang sdh wajib.. apalagi daerah Pantura.. bida dibayangkan masuk kotak logam tanpa pendingin disiang hari
http://m.detik.com/news/read/2013/03/16/...pasangi-ac
Tambah dingin (dan tambah mahal)
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
|