Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About KA MALABAR [Sejarah, Diskusi]
(07-03-2013, 12:35 PM)ardial Wrote: nah ini masalahnya
kebanyakan Calon2 maling ini bisa jadi Dari daerah Jember-Pasuruan yang biasa naik Senja Singosari yang habis turun dari Tawang alun Sambung Senja+Sudah beli tiket senja Di Stasiun Keberangkatan mulai Jember-Pasuruan dengan tujuan jakarta.
karena apa? rata2 yang kerja dipusat yang biasanya turun di Kramat, Kemayoran dan Kampung bandan sebagai Stasiun Besar masuk Kantornya diatas Jam 08:00
apalagi kalau mereka bukan tipikal yang suka liat Forum+hanya taunya masuk diatas jam 08:00
apalagi buat yang Melampiaskan Kekecewaan Dihapusnya Sensin untuk April akan memilih Malabar+GOPAR untuk meyatakan masih bisa kok merasakan aura almarhum sensin malahan lebih murah ini daripada majapahit.
Hati2, jangan2 sampai maling2 Malabar Berkeliaran Mulai dari Kediri, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Paron, Walikukun, Sragen, Solobalapan, Tugu dan Kutoarjo mengintai setiap saat
nah yang pinter dia beli 2 Tiket sekaligus serentak di stasiun Keberangkatan

dan berita bagusnya adalah Tawang alun tiba di ML 13.05 dan Malabar berangkat ML 12.45 alias tidak bisa nyambung.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
(07-03-2013, 04:37 PM)zmidth Wrote:
(07-03-2013, 12:35 PM)ardial Wrote: nah ini masalahnya
kebanyakan Calon2 maling ini bisa jadi Dari daerah Jember-Pasuruan yang biasa naik Senja Singosari yang habis turun dari Tawang alun Sambung Senja+Sudah beli tiket senja Di Stasiun Keberangkatan mulai Jember-Pasuruan dengan tujuan jakarta.
karena apa? rata2 yang kerja dipusat yang biasanya turun di Kramat, Kemayoran dan Kampung bandan sebagai Stasiun Besar masuk Kantornya diatas Jam 08:00
apalagi kalau mereka bukan tipikal yang suka liat Forum+hanya taunya masuk diatas jam 08:00
apalagi buat yang Melampiaskan Kekecewaan Dihapusnya Sensin untuk April akan memilih Malabar+GOPAR untuk meyatakan masih bisa kok merasakan aura almarhum sensin malahan lebih murah ini daripada majapahit.
Hati2, jangan2 sampai maling2 Malabar Berkeliaran Mulai dari Kediri, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Paron, Walikukun, Sragen, Solobalapan, Tugu dan Kutoarjo mengintai setiap saat
nah yang pinter dia beli 2 Tiket sekaligus serentak di stasiun Keberangkatan

dan berita bagusnya adalah Tawang alun tiba di ML 13.05 dan Malabar berangkat ML 12.45 alias tidak bisa nyambung.

Good News For The Thieft But For Backpacker is the bad News
asalkan Si malabar Konstan jalannya Dibelakang 43+Tiketnya Ketat Maling2 Daerah yang disebutin akan Pikir2 2 Kali Ngeteng.
Reply
Berangkatnya juga 12.45, apa bedanya sama kereta2 ke Jakarta?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(07-03-2013, 04:54 PM)CC-201-23 Wrote: Berangkatnya juga 12.45, apa bedanya sama kereta2 ke Jakarta?

ini kan ke Bandung
Alm Sensin saja Tercepat 13:25 dari ML, mundur pakai Slot Si 31.
Bisa dibayangkan Significant Other Impactnya seperti apa. yang penting K2nya jangan Diisi sama orang2 yang kecewa sama Sensin akhirnya dia berangkat dari Malang ikut Malabar+Ngeteng GOPAR.
sami mawon bobade/useless karena Harga Tiket sama dengan KA Majapahit, cuma beda 20 ribu malahan tambah GOPAR tekor, terkecuali dapat Promo.
MALABAR saat ini hanya diisi oleh penumpang yang bener2 Turun Terjauh Stasiun akhir yaitu Bandung.
Reply
(07-03-2013, 06:09 PM)ardial Wrote:
(07-03-2013, 04:54 PM)CC-201-23 Wrote: Berangkatnya juga 12.45, apa bedanya sama kereta2 ke Jakarta?

ini kan ke Bandung
Alm Sensin saja Tercepat 13:25 dari ML, mundur pakai Slot Si 31.
Bisa dibayangkan Significant Other Impactnya seperti apa. yang penting K2nya jangan Diisi sama orang2 yang kecewa sama Sensin akhirnya dia berangkat dari Malang ikut Malabar+Ngeteng GOPAR.
sami mawon bobade/useless karena Harga Tiket sama dengan KA Majapahit, cuma beda 20 ribu malahan tambah GOPAR tekor, terkecuali dapat Promo.
MALABAR saat ini hanya diisi oleh penumpang yang bener2 Turun Terjauh Stasiun akhir yaitu Bandung.
Tenang aja Wek Malabar itu uda punya pasar sendiri. ga semua penumpang mau ribet buat pindah2 kereta. Selama tiket KA ke Jakarta baik via utara atau selatan yang langsungan mash ada si mereka tetep pilih gmana caranya cepet langsung ke Jakarta :v
kecuali kalau kasusnya tiket habis...itu beda crita Ngakak
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
(07-03-2013, 10:47 PM)Illia Wrote:
(07-03-2013, 06:09 PM)ardial Wrote:
(07-03-2013, 04:54 PM)CC-201-23 Wrote: Berangkatnya juga 12.45, apa bedanya sama kereta2 ke Jakarta?

ini kan ke Bandung
Alm Sensin saja Tercepat 13:25 dari ML, mundur pakai Slot Si 31.
Bisa dibayangkan Significant Other Impactnya seperti apa. yang penting K2nya jangan Diisi sama orang2 yang kecewa sama Sensin akhirnya dia berangkat dari Malang ikut Malabar+Ngeteng GOPAR.
sami mawon bobade/useless karena Harga Tiket sama dengan KA Majapahit, cuma beda 20 ribu malahan tambah GOPAR tekor, terkecuali dapat Promo.
MALABAR saat ini hanya diisi oleh penumpang yang bener2 Turun Terjauh Stasiun akhir yaitu Bandung.
Tenang aja Wek Malabar itu uda punya pasar sendiri. ga semua penumpang mau ribet buat pindah2 kereta. Selama tiket KA ke Jakarta baik via utara atau selatan yang langsungan mash ada si mereka tetep pilih gmana caranya cepet langsung ke Jakarta :v
kecuali kalau kasusnya tiket habis...itu beda crita Ngakak

Nambahin sudut pandang dari pekerja aja deh ya .... utamanya pekerja kantor pemerintahan seperti Korps Negara Dana Rakca. Orang yang kerja di Jakarta kalo harus rempong mampir dulu di Bandung dan oper GoPar, ya bisa telat masuk kerja itu. Setiap telat masuk = potong gaji, akumulasi waktu telat sudah melebihi jumlah tertentu = dapet peringatan, keseringan dapet peringatan = hukuman disiplin.

Lagian kok ya segitunya amat, gak punya K2 ke Jakarta sampe bela-belain mampir Bandung dulu. Ya kalo eR eP yang bukan pekerja kantor atau punya waktu luang sih mungkin bisa lah ya ada kejadian "unik" seperti itu (gak bisa move on dari K2). Lha ini kalo pekerja mana urusan, yang penting kan nyampe Jakarta. Entah mau pindah Argo Karet atau Argo Langit atau gimana lah. Soalnya urusannya udah sama gaji dan perut itu. Ngikik

Yaaa kalo masih ngotot kudu naek K2 ke Jakarta sih tinggal ke terminal atau agen trepel ajah, ke Surabaya, oper naek Gummy, wkwkwkwk Ngikik
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
(07-03-2013, 10:47 PM)Illia Wrote: Tenang aja Wek Malabar itu uda punya pasar sendiri. ga semua penumpang mau ribet buat pindah2 kereta. Selama tiket KA ke Jakarta baik via utara atau selatan yang langsungan mash ada si mereka tetep pilih gmana caranya cepet langsung ke Jakarta :v
kecuali kalau kasusnya tiket habis...itu beda crita Ngakak

Setuju.
Malabar sudah punya pangsa pasar sendiri, yang ke Jakarta baik memakai 7023 atau Majapahit juga demikian. Yang ingin lebih cepat sampai Jakarta silakan pilih 7023 dengan harga lebih mahal dibandingkan 89(15 jam an perjalanan dan nggak harus oper kendaraan lain yang tentu menambah biaya dan waktu perjalanan).
Saya pun demikian, sebenarnya punya kesempatan untuk menjajal Malabar dari dan ke dari rumah saya di Kab Bekasi ke Malang. Waktu tempuh dari rumah ke stasiun Bandung dan Gambir relatif sama(2 jam an), tapi karena masalah efisien waktunya, dan kebiasaan saja akhirnya belum berjodoh naik KA 89/90. Mungkin di lain waktu akan saya coba naik Malabar Tersenyuum Tetapi bukan karena ingin 'maling' atau sekedar nostalgia ngerasain K2nya yah Wekeace:

Mas-mas ini kalau diskusi bahasanya galak tenan sampe ada istilah 'maling' Wekeace:
Saya sih positive thinking, andai memang demikian saya syukuri saja berarti KA Malabar ini laku tenan. Berharap saja pihak KAI, mau memperpanjang rangkaiannya(jika memungkinkan) atau dikemudian hari menambah jadwal perjalanannya(jika kondisi mengharapkan demikian).
Reply
(07-03-2013, 11:43 PM)Hungry Soul Wrote:
(07-03-2013, 10:47 PM)Illia Wrote:
(07-03-2013, 06:09 PM)ardial Wrote:
(07-03-2013, 04:54 PM)CC-201-23 Wrote: Berangkatnya juga 12.45, apa bedanya sama kereta2 ke Jakarta?

ini kan ke Bandung
Alm Sensin saja Tercepat 13:25 dari ML, mundur pakai Slot Si 31.
Bisa dibayangkan Significant Other Impactnya seperti apa. yang penting K2nya jangan Diisi sama orang2 yang kecewa sama Sensin akhirnya dia berangkat dari Malang ikut Malabar+Ngeteng GOPAR.
sami mawon bobade/useless karena Harga Tiket sama dengan KA Majapahit, cuma beda 20 ribu malahan tambah GOPAR tekor, terkecuali dapat Promo.
MALABAR saat ini hanya diisi oleh penumpang yang bener2 Turun Terjauh Stasiun akhir yaitu Bandung.
Tenang aja Wek Malabar itu uda punya pasar sendiri. ga semua penumpang mau ribet buat pindah2 kereta. Selama tiket KA ke Jakarta baik via utara atau selatan yang langsungan mash ada si mereka tetep pilih gmana caranya cepet langsung ke Jakarta :v
kecuali kalau kasusnya tiket habis...itu beda crita Ngakak

Nambahin sudut pandang dari pekerja aja deh ya .... utamanya pekerja kantor pemerintahan seperti Korps Negara Dana Rakca. Orang yang kerja di Jakarta kalo harus rempong mampir dulu di Bandung dan oper GoPar, ya bisa telat masuk kerja itu. Setiap telat masuk = potong gaji, akumulasi waktu telat sudah melebihi jumlah tertentu = dapet peringatan, keseringan dapet peringatan = hukuman disiplin.

Lagian kok ya segitunya amat, gak punya K2 ke Jakarta sampe bela-belain mampir Bandung dulu. Ya kalo eR eP yang bukan pekerja kantor atau punya waktu luang sih mungkin bisa lah ya ada kejadian "unik" seperti itu (gak bisa move on dari K2). Lha ini kalo pekerja mana urusan, yang penting kan nyampe Jakarta. Entah mau pindah Argo Karet atau Argo Langit atau gimana lah. Soalnya urusannya udah sama gaji dan perut itu. Ngikik

Yaaa kalo masih ngotot kudu naek K2 ke Jakarta sih tinggal ke terminal atau agen trepel ajah, ke Surabaya, oper naek Gummy, wkwkwkwk Ngikik

Tambahin aja scara sense orang normal
Gopar & malabar sama2 KA komersil
Artinya pangsa pasarnya yg diraup orang2 yg menengah berada yg artinya 90% dr mreka terikat jam kerja/aktifitas yg bersifat rutin terjadwal kayak yg diikatain arwah
Malabar sendiri perjalanannya uda 16-17 jam sendiri prakteknya sjauh ini
Gopar perjalanannya 3 jam
Waktu transit di BD paling cepet jg stengah jam
Emank kalo ente sendiri rul, ditaro di dlm rangkean sgitu lama ga bakal ngeluh pegel, bosen, pengap, buang waktu, bla bla bla, dll, dst?
Ente sendiri aja di trit brente cuma ngemeng lama, bosen, petak neraka, dll
Penumpang di dlm nya ga cuma RF doank, lebi banyak orang yg punya keperluan & sebisa mungkin berusaha untuk dapet angkutan yg cepet.
Logisnya mana mungkin orang mau bayar mahal kerja cuma duduk anteng tanpa tidur dg posisi yg bner2 relax slama 20-21 jam?
Cuma sedikit gan orang yg semaniak itu, RF aja ga smuanya sampe seniat itu malabar langsung nyambung gopar kebrangkatan terdeketnya.
Dari segi harga ja kalo diakumulasiin uda sama ma harga c*tyl*nk, mendingan naek itu sklian stenga jam sampe (di tambah skitar 1-1,5 jam buat sampe tempat yg dituju) & dpt tuslah pula
So, what do u think about that?
Reply
(08-03-2013, 11:29 AM)oke_sr Wrote:
(07-03-2013, 10:47 PM)Illia Wrote: Tenang aja Wek Malabar itu uda punya pasar sendiri. ga semua penumpang mau ribet buat pindah2 kereta. Selama tiket KA ke Jakarta baik via utara atau selatan yang langsungan mash ada si mereka tetep pilih gmana caranya cepet langsung ke Jakarta :v
kecuali kalau kasusnya tiket habis...itu beda crita Ngakak

Setuju.
Malabar sudah punya pangsa pasar sendiri, yang ke Jakarta baik memakai 7023 atau Majapahit juga demikian. Yang ingin lebih cepat sampai Jakarta silakan pilih 7023 dengan harga lebih mahal dibandingkan 89(15 jam an perjalanan dan nggak harus oper kendaraan lain yang tentu menambah biaya dan waktu perjalanan).
Saya pun demikian, sebenarnya punya kesempatan untuk menjajal Malabar dari dan ke dari rumah saya di Kab Bekasi ke Malang. Waktu tempuh dari rumah ke stasiun Bandung dan Gambir relatif sama(2 jam an), tapi karena masalah efisien waktunya, dan kebiasaan saja akhirnya belum berjodoh naik KA 89/90. Mungkin di lain waktu akan saya coba naik Malabar Tersenyuum Tetapi bukan karena ingin 'maling' atau sekedar nostalgia ngerasain K2nya yah Wekeace:

Mas-mas ini kalau diskusi bahasanya galak tenan sampe ada istilah 'maling' Wekeace:
Saya sih positive thinking, andai memang demikian saya syukuri saja berarti KA Malabar ini laku tenan. Berharap saja pihak KAI, mau memperpanjang rangkaiannya(jika memungkinkan) atau dikemudian hari menambah jadwal perjalanannya(jika kondisi mengharapkan demikian).

Malabar itu,
selain penumpang yang ramai..
barang juga tak kalah ramai...
2/3 K1 + MP2+2 K2 + 2K3+ 2 B(Barang,bukan aling2)
Udah panjang.. Big Grin
sembilan sampai sepuluh kereta... Big Grin
Tidak punya waktu ...
Reply
(08-03-2013, 11:29 AM)oke_sr Wrote:
(07-03-2013, 10:47 PM)Illia Wrote: Tenang aja Wek Malabar itu uda punya pasar sendiri. ga semua penumpang mau ribet buat pindah2 kereta. Selama tiket KA ke Jakarta baik via utara atau selatan yang langsungan mash ada si mereka tetep pilih gmana caranya cepet langsung ke Jakarta :v
kecuali kalau kasusnya tiket habis...itu beda crita Ngakak

Setuju.
Malabar sudah punya pangsa pasar sendiri, yang ke Jakarta baik memakai 7023 atau Majapahit juga demikian. Yang ingin lebih cepat sampai Jakarta silakan pilih 7023 dengan harga lebih mahal dibandingkan 89(15 jam an perjalanan dan nggak harus oper kendaraan lain yang tentu menambah biaya dan waktu perjalanan).
Saya pun demikian, sebenarnya punya kesempatan untuk menjajal Malabar dari dan ke dari rumah saya di Kab Bekasi ke Malang. Waktu tempuh dari rumah ke stasiun Bandung dan Gambir relatif sama(2 jam an), tapi karena masalah efisien waktunya, dan kebiasaan saja akhirnya belum berjodoh naik KA 89/90. Mungkin di lain waktu akan saya coba naik Malabar Tersenyuum Tetapi bukan karena ingin 'maling' atau sekedar nostalgia ngerasain K2nya yah Wekeace:

Mas-mas ini kalau diskusi bahasanya galak tenan sampe ada istilah 'maling' Wekeace:
Saya sih positive thinking, andai memang demikian saya syukuri saja berarti KA Malabar ini laku tenan. Berharap saja pihak KAI, mau memperpanjang rangkaiannya(jika memungkinkan) atau dikemudian hari menambah jadwal perjalanannya(jika kondisi mengharapkan demikian).

Iya, lebih baik kayaknya dipecah, yang satu Malabar bawa Exa+Bisnis+Ekonomi (kalau nggak bawa Bisnis+Ekonomi doang) dengan pemberhentian yang sama kyk sekarang terus satu full exa dengan pemberhentian hanya di BL, KD, MN, SLO, YK, TSM, CPD doang (yang jelas impossible ini...........)

[Image: 15620049065_16949137b2_o.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)