Oke bertemu lagi dengan Raden Mas Megaloblast
maaf ketidaktersediaan kuota internet membuat TR ini mangkrak.
oke, sampai dimana kemaren? Terowongan Notog ya? #PadahalDiatasAda :p
Ls NTG
Sampailah kita di Tapsiyun Purwokerto. Jantungnya Daop 5.
Terdengar suara khas lagu Ditepi Sungai Serayunya dan pastinya, "Mendoan, mendoan"

Oke, inilah sedikit gambaran visual Stasiun PWT
Ngga berapa lama KA 99 S40 aman berangkat.
Berhubung jalur DT ngga banyak yang mengesankan, bahkan ngga berpapasan sama sekali dengan kereta lain

Berikut urutan tasiyunnya...
Ls KGD
Ls KRR
Ls PAT
Dan KA BLB di Kretek (KRT) tunggu silang KA 80 Purwojaya. Disinilah kesengsaraan dan bulan-bulanan dimulai

Mengapa sengsara? karena KA 99 ini 90% kalah disetiap persilangan. Mungkin emang begitu atau emang saya apes tapi ngga tau juga saya ngga apal sama gapeka 99 (begitupun dengan KA lain)
:p , Cuma menang sama KA 134 (itupun ditahan dulu di sinyal masuk BMA) dan 7016 (Gawong nomor PLBnya 7016 kan ya?

)
oke, setelah lumayan lama ngendong. Munculah KA 80 melenggang dengan tengilnya...
Berangkaaaaaaat....
Lanjut lagi meliuk-liuk dijalur khas Daop 5 ini, Melewati jembatan Sakalimolas dengan pelannya dan berhenti.
Setelah dapan aspek hijau, merayap lagi dengan pasti meledek KA 134 yang stamformasinya belang-belang bawa K3 punya KTA, PWT bahkan SLO!
Merayap di sepur salah karena meja layanan KRT-LGA belum jadi, lalu (lagi-lagi) mengalah di LGA.
Omong2 hari makin siang, saya makin lapar tentunya. dan awalnya rindu bistik KA 106 ya jd mau nyicipin bistiknya KA 99 yang ternyata lebih mahal
Setelah memesan 2 porsi (tambah nasi, maklum Nasionalis

) sang prama pun pergi (dan tak kembali lagi, halah). Saya menanti dengan galau sambil ngemil mendoan.
Agak lama, sang prama pun datang dengan tangan kosong, "Maaf mas, bistiknya kosong adanya tinggal nasi goreng."
Oke, ngga papalah namanya lapar pesanlah 2 porsi nasi goreng kampung seharga 20rb.
Suer, masakan nasi goreng buatan saya dirumah jauuuuh lebih enak.

Ngga berapa lama KA 99 BLB di Linggapura tunggu silang KA 100.
Berangkat lagi dengan iringan rintik hujan yang cukup membuat saya buru-buru nutup jendela, dan KA 99 BLB lagi di Prupuk.
Kalah silang maning jonnnn
Sayup-sayup terdengar dari pengeras suara KA 99 tunggu silang KA 10. Lama bener.... clingak clinguk malas beranjak akhirnya cuma ngendog dikursi selonjoran karena sebelah saya kosong
Setelah KA 10 sombong melintas, kesengsaraan belum berakhir.
oke masuk jalur Prupuk-Prujakan inilah urutan stasiunnya.
Ls SGG
KA 99 BLB LAGI di Larangan, dan sudah menanti KA 7016 PLB Gajah Wong yang ngga lama kemudian berangkat.
Namun KA 99 belum berangkat, dan ternyata tunggu bersilang KA 40 Taksaka Pagi. Hadeeeeeeh
(KA 99 X KA 40)
![[Image: 598670_582798248399478_1665281274_n.jpg]](http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/598670_582798248399478_1665281274_n.jpg)
seperti biasa KA yang menang silang lama bener datengnya.
Ls KGG
BLB lagi di Ketanggungan Barat, tunggu silang KA 104 Sawunggalih Utama Pagi yang juga tunggu silang KA 7. Berarti KA 99 Disusul. Horeee!!!!!!
(sesungguhnya disusul di jalur tunggal itu lebih menyakitkan daripada jalur ganda)
KA 104
Lama bener ini sepur e wong sugih
Setelah KA 7 sombong melaju, ngga lama KA 104 berangkat. Tidak demikian dengan KA 99 yang kudu-musti-wajib nunggu KA 7 sampai stasiun berikutnya (Ciledug)
Oke, membaur saya dengan penumpang KA 99 yang mukanya jutek semua kegerahan dan pada turun buat merokok.
Setelah dapat S40 aman semua penumpang dipersilahkan naik. Setelah ini saya ngga tau lagi apa yang terjadi karena sudah tertambat mesra di alam mimpi. Lalu saya terbangun dan segera waspada oleh alarm khas Cirebon Prujakan

(konon kata bapak saya dulu, stasiun ini rawan "jambret" tas-tas yang ada dirak besi atas, maka saya tiap nyepur harus-kudu-musti-wajib mengikat tali ransel ke sekat-sekat rak besi).
Masuk Cirebon Kejaksan KA 99 menyusul KA Kontainer dan Kres Dengan KA Kontainer pula namun saya kian lelah dan tak peduli ingin segera sampai ke jakarta lalu tidur dikasur.
Entah dimana ketemu GBMS saya asik merem-melek-merem-melek (jangan bayangin yang nggak-nggak

)
Di DT CN-CKP KA bertemu KA Ekonomi (Nah ini GBMS atau Matarmaja, persetanlah saya ngantuk berat).
Memasuki DT CKP-JNG Mulai bertemu KA Ekonomi yang puanjang (Pasti 282) dan ekonomi cebol (sepertinya Kertajaya) Brantas AC, Bangunkarta dan K1 yang saya ngga tau apa. Masuk JNG KA cukup lama ditahan dibelakang CL. Sepertinya didepan CL itu Bogowonto/Argo Lawu. Lalu CL Masuk KA 99 Ditahan lagi (Padahal biasanya CL dibuang ke Jalur 3 kalo ada KA Dari Timur yang sudah padat. Oke, sampailah saya di stasiun kesayangan dar jaman kanak-kanak, JATINEGAR +16
Sekian Trip Report geje dari saya, mohon maaf jika agak absurd...