Posts: 535
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
11
(18-12-2012, 08:13 PM)06051996 Wrote: ada hal yang bikin saya bingung:
1. di YK yang masuk kategori stasiun besar tidak dijumpai rumah sinyal yg lazimnya ada di ujung2 emplasemen (rumah sinyal mekanik bukan elektrik)
2. di LPN justru rumah sinyal ada diujung2 emplasemen tetapi tidak dipakai, dan anehnya di ruang PPKA tidak ada alat pengendali sinyal elektrik. nah pengendalian sinyal dilakukan dr mana? apakah terintegrasi jadi 1 dg YK? bila memang begitu untuk proses langsiran yg pakai wesel dan sinyal elektrik bagaimana koordinasi petugas pengendali sinyal dg juru langsir/masinis?
ada yg bisa memberi penjelasan?
harusnya ada,tp mungkin ada di ruangan berbeda..saya jg kurang memperhatikan
untuk integrasi sinyal dengan YK bisa saja (bukan integrasi dlm artian interlocking)
why?1.sinyal keluar barat LPN itu merangkap sinyal muka stasiun YK
2.di YK ada PK/OC sekaligus stasiun pusat DAOP VI dan biasanya di stasiun pusat DAOP itu ada pengendali sinyal dan wesel yg terpusat..saya lupa namanya,yg jelas dia punya kendali penuh terhadap persinyalan dan wilayahnya..pernah ada yg bahas kok di forum ini
(19-12-2012, 12:23 AM)hanskucing Wrote: makasih sekali pak atas pencerahannya 
Oh iya nambah lagi deh pak, maaf kalo kebanyakan 
saya sering lihat beberapa kaya pos kecil peninggalan Staatsspoorwegen, itu bekas rumah sinyal ato apa yah pak? saya banyak ketemu di jalur Bogor-Jakarta yang notabene salah satu jalur kesayangan Nederlandsche-Indie jaman dulu (dan masih jalur kesayangan KAI sekarang, jalur yang paling sering troble sinyal ama wesel ) fotonya nanti kalo sempat saya upload, soalnya sulit ambil gambarnya karena adanya di posisi tertentu sebelah kanan rel.
----------------------------------------------------------------------
wah iya, baru tau saya di stasiun bogor ternyata gedung yang mirip kaya di bandara itu adalah rumah sinyal
Kalo PPKA punya kontrol penuh terhadap sinyal dimana beliau bertugas, jadi kalo aspek tetep merah tapi kereta memang harus berjalan maka kereta tetep jalan yah biar aspek sinyal keluar dikasih merah? (soalnya pas PLH cilebut nov kemarin, pas 12 perjalanan kereta dari bogor itu sinyal keluarnya selalu merah tapi kereta tetep jalan)
1.bisa jadi pak..sebagai pos control untuk wesel or sinyal,yg letaknya jauh dari stasiun,apakah di dekatnya ada sinyal/wesel atau bekas wesel dan semacamnya?
2.kenapa waktu PLH cilebut kereta diperbolehkan lepas dari BOO dengan sinyal merah?karena besar kemungkinan interlocking di stasiun BOO ikut terganggu karena longsoran tsb,pdhl aspek sinyal blm bisa dibalik tanpa ada warta aman dr stasiun berikutnya
mungkin itu KRL jalan pake sinyal darurat pak..lampu sinyal utama tetep merah tp tanda segitiga di tengah tiangnya nyala
SAVE HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE)
Posts: 179
Threads: 0
Joined: Jul 2012
(18-12-2012, 08:27 PM)G_Rardz Stramala Wrote: lho....di ruang PPKA nya LPN gak ada meja layannya sama sekali...?? heee baru tau saya.....
mas punya foto penampakan ruangannya, gak?? minta dong hehehe....  iy tidak ada, untuk foto saya blm penah mengambil krn itu hasil pengamatan langsung di lapangan
(18-12-2012, 11:34 PM)stasiunkastephanie Wrote: Coba jawab:
1. Kenapa seinhuis lama di YK tidak ada saat ini dg kondisi YK sudah memakai sinyal elektrik? Jawabannya, karena pada waktu itu seinhuis lama dibongkar/dirobohkan, jadi sekarang sudah tidak ada sama sekali bekas seinhuis lama di situ, & seinhuis ini dirobohkan sekitar tahun '80-'90an klo g salah (ingat, sinyal elektrik YK itu seangkatan ma LPN, SMT, SMC, SGU, WO, CN (lama), & CKP, dimana sinyal itu sudah dipasang sejak pertengahan '80an, buktinya ada foto SGU tahun 1991 pake loko livery PJKA logo Perumka, dimana saat itu SGU sudah pake sinyal elektrik, jadi kemungkinan besar sebelum tahun itu sudah dipasang sinyal elektriknya).
2. Meja layanan di LPN itu sebenernya bukan di ruang PPKAnya, tapi di ruang pengendali yg terpisah dari bangunan utama LPN. Kalo situ jeli keliling2 LPN, pasti bakal ketemu sama ruang pengendali sinyal yg sama sekali terpisah. Kasus ini juga ditemui di hampir semua stasiun besar yg sudah pake sinyal elektrik. kemungkinan seperti itu juga mungkin terjadi, kira2 letak seinhuis YK ada di sebelah mana ya?
(19-12-2012, 01:18 AM)bayucool Wrote: harusnya ada,tp mungkin ada di ruangan berbeda..saya jg kurang memperhatikan
untuk integrasi sinyal dengan YK bisa saja (bukan integrasi dlm artian interlocking)
why?1.sinyal keluar barat LPN itu merangkap sinyal muka stasiun YK
2.di YK ada PK/OC sekaligus stasiun pusat DAOP VI dan biasanya di stasiun pusat DAOP itu ada pengendali sinyal dan wesel yg terpusat..saya lupa namanya,yg jelas dia punya kendali penuh terhadap persinyalan dan wilayahnya..pernah ada yg bahas kok di forum ini  berarti praktis juga ya klo 1 wilayah dikendalikan dr 1 stasiun.
Posts: 244
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
0
(19-12-2012, 01:18 AM)bayucool Wrote: (18-12-2012, 08:13 PM)06051996 Wrote: ada hal yang bikin saya bingung:
1. di YK yang masuk kategori stasiun besar tidak dijumpai rumah sinyal yg lazimnya ada di ujung2 emplasemen (rumah sinyal mekanik bukan elektrik)
2. di LPN justru rumah sinyal ada diujung2 emplasemen tetapi tidak dipakai, dan anehnya di ruang PPKA tidak ada alat pengendali sinyal elektrik. nah pengendalian sinyal dilakukan dr mana? apakah terintegrasi jadi 1 dg YK? bila memang begitu untuk proses langsiran yg pakai wesel dan sinyal elektrik bagaimana koordinasi petugas pengendali sinyal dg juru langsir/masinis?
ada yg bisa memberi penjelasan?
harusnya ada,tp mungkin ada di ruangan berbeda..saya jg kurang memperhatikan
untuk integrasi sinyal dengan YK bisa saja (bukan integrasi dlm artian interlocking)
why?1.sinyal keluar barat LPN itu merangkap sinyal muka stasiun YK
2.di YK ada PK/OC sekaligus stasiun pusat DAOP VI dan biasanya di stasiun pusat DAOP itu ada pengendali sinyal dan wesel yg terpusat..saya lupa namanya,yg jelas dia punya kendali penuh terhadap persinyalan dan wilayahnya..pernah ada yg bahas kok di forum ini 
(19-12-2012, 12:23 AM)hanskucing Wrote: makasih sekali pak atas pencerahannya 
Oh iya nambah lagi deh pak, maaf kalo kebanyakan 
saya sering lihat beberapa kaya pos kecil peninggalan Staatsspoorwegen, itu bekas rumah sinyal ato apa yah pak? saya banyak ketemu di jalur Bogor-Jakarta yang notabene salah satu jalur kesayangan Nederlandsche-Indie jaman dulu (dan masih jalur kesayangan KAI sekarang, jalur yang paling sering troble sinyal ama wesel ) fotonya nanti kalo sempat saya upload, soalnya sulit ambil gambarnya karena adanya di posisi tertentu sebelah kanan rel.
----------------------------------------------------------------------
wah iya, baru tau saya di stasiun bogor ternyata gedung yang mirip kaya di bandara itu adalah rumah sinyal
Kalo PPKA punya kontrol penuh terhadap sinyal dimana beliau bertugas, jadi kalo aspek tetep merah tapi kereta memang harus berjalan maka kereta tetep jalan yah biar aspek sinyal keluar dikasih merah? (soalnya pas PLH cilebut nov kemarin, pas 12 perjalanan kereta dari bogor itu sinyal keluarnya selalu merah tapi kereta tetep jalan)
1.bisa jadi pak..sebagai pos control untuk wesel or sinyal,yg letaknya jauh dari stasiun,apakah di dekatnya ada sinyal/wesel atau bekas wesel dan semacamnya?
2.kenapa waktu PLH cilebut kereta diperbolehkan lepas dari BOO dengan sinyal merah?karena besar kemungkinan interlocking di stasiun BOO ikut terganggu karena longsoran tsb,pdhl aspek sinyal blm bisa dibalik tanpa ada warta aman dr stasiun berikutnya
mungkin itu KRL jalan pake sinyal darurat pak..lampu sinyal utama tetep merah tp tanda segitiga di tengah tiangnya nyala
kalo wesel nggak ada, soalnya posisinya cukup jauh dari stasiun berikutnya (lokasinya antara BOO-CLT, TNT-PSM, sama percabangan di MRI yang menuju JAKK dan loop THB-PSE-JNG) kalo sinyal seinget saya ada, tapi udah elektrik.
Kalo rel putus itu memang terdeteksi otomatis di sistem persinyalan yah pak? apakah hal yang sama berlaku juga untuk rel retak?
*lupa lihatin sinyalnya waktu itu  sekarang udah normal lagi
BOO-THB-PLM
my "lovely" route hahaha...
Posts: 1,059
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
1
Di thread yang lain ada sistem persinyalan baru yang diklaim "anti ngantuk" yang diresmikan di stasiun Gumilir. Ada yang sudah mendapat bocorannya mengenai sistem kerjanya?
Posts: 259
Threads: 0
Joined: Apr 2011
(20-12-2012, 02:51 AM)aditnugie Wrote: Di thread yang lain ada sistem persinyalan baru yang diklaim "anti ngantuk" yang diresmikan di stasiun Gumilir. Ada yang sudah mendapat bocorannya mengenai sistem kerjanya?
ini yang saya bingung , maksudnya 'anti ngantuk' itu apa  ,sinyal ini juga baru ada di stasiun Gumilir Doang
Posts: 2,236
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
14
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
18 Desember 2012, dari KA. SAWUNGGALIH UTAMA KTA-PSE, saya menjumpai beberapa hal baru yang belum pernah saya liat sebelumnya.
Di lintas CN-JNG, pada jalur KA sebelah kiri, saya melihat ada tiang dengan lingkaran satu warna. Masing2 hijau, kuning, dan merah yang dipasang dengan jarak tertentu. Di tiap2 tiang tersebut, di bawahnya tercantum tulisan MJ lalu ada angka di belakang huruf MJ. Posisi tiang2 tersebut dipasang dari timur ke barat di jalur rel dari barat ke timur.
Apakah ini bentuk sinyal baru atau rambu baru atau semboyan baru????
Di akhir tiang dengan lingkaran merah ke depannya ada tiang dengan kotak hitam dan tanda X. Itu artinya apa ya???
Sori gak sempet foto tiang2 yang saya tanya ini.
Thanks buat jawabannya. Mohon di langsir ke trit yang tepat jika pertanyaan saya tidak cocok di trit ini.
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 453
Threads: 0
Joined: Mar 2012
Reputation:
6
(21-12-2012, 02:19 AM)POERWOKERTO +75M Wrote: 18 Desember 2012, dari KA. SAWUNGGALIH UTAMA KTA-PSE, saya menjumpai beberapa hal baru yang belum pernah saya liat sebelumnya.
Di lintas CN-JNG, pada jalur KA sebelah kiri, saya melihat ada tiang dengan lingkaran satu warna. Masing2 hijau, kuning, dan merah yang dipasang dengan jarak tertentu. Di tiap2 tiang tersebut, di bawahnya tercantum tulisan MJ lalu ada angka di belakang huruf MJ. Posisi tiang2 tersebut dipasang dari timur ke barat di jalur rel dari barat ke timur.
Apakah ini bentuk sinyal baru atau rambu baru atau semboyan baru????
Di akhir tiang dengan lingkaran merah ke depannya ada tiang dengan kotak hitam dan tanda X. Itu artinya apa ya???
Sori gak sempet foto tiang2 yang saya tanya ini.
Thanks buat jawabannya. Mohon di langsir ke trit yang tepat jika pertanyaan saya tidak cocok di trit ini.
agak sedikit bingung membayangkannya.....
apakah wujudnya serupa dengan yang dibawah ini....??
[spoiler=Picture by Mr.Warteg]
![[Image: wartegrelkeretategal.jpg]](http://img708.imageshack.us/img708/7524/wartegrelkeretategal.jpg)
[/spoiler]
Ini sinyal untuk spoor salah, mas.....saya mengacu pada deskripsi tentang 'lingkaran' dan posisi tiang yang mas jelaskan..
Ngomong-ngomong Mas Poerwokerto kok bisa memperhatikan sebegitu detilnya,ya??
Padahal bukannya KA jalan lumayan ngebut ya di daerah situ?......
Posts: 535
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
11
(19-12-2012, 10:32 AM)hanskucing Wrote: kalo wesel nggak ada, soalnya posisinya cukup jauh dari stasiun berikutnya (lokasinya antara BOO-CLT, TNT-PSM, sama percabangan di MRI yang menuju JAKK dan loop THB-PSE-JNG) kalo sinyal seinget saya ada, tapi udah elektrik.
Kalo rel putus itu memang terdeteksi otomatis di sistem persinyalan yah pak? apakah hal yang sama berlaku juga untuk rel retak?
*lupa lihatin sinyalnya waktu itu sekarang udah normal lagi
maybe itu bekas pos bwt jaga sinyal jaman dulu pak,cmiiw..soalnya saya jg kurang hapal daerah sana 
—————
untuk sistem persinyalan elektrik bisa mendeteksi rel putus pak,karena di sistem persinyalan trsebut ada sensor2 untuk interlockingnya yg terletak di rel..bentuknya kotak kecil warna kuning tp lebih mini dibandingkan motor wesel (dan itu perlu listrik dgn daya rendah yg dialirkan lewat rel,jd klo putus pasti ketahuan),gangguan wesel saja bs langsung terdeteksi di meja layan PPKA kok,cm klo untuk kasus rel retak saya kurang tau pak
SAVE HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE)
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
(21-12-2012, 01:07 PM)G_Rardz Stramala Wrote: (21-12-2012, 02:19 AM)POERWOKERTO +75M Wrote: 18 Desember 2012, dari KA. SAWUNGGALIH UTAMA KTA-PSE, saya menjumpai beberapa hal baru yang belum pernah saya liat sebelumnya.
Di lintas CN-JNG, pada jalur KA sebelah kiri, saya melihat ada tiang dengan lingkaran satu warna. Masing2 hijau, kuning, dan merah yang dipasang dengan jarak tertentu. Di tiap2 tiang tersebut, di bawahnya tercantum tulisan MJ lalu ada angka di belakang huruf MJ. Posisi tiang2 tersebut dipasang dari timur ke barat di jalur rel dari barat ke timur.
Apakah ini bentuk sinyal baru atau rambu baru atau semboyan baru????
Di akhir tiang dengan lingkaran merah ke depannya ada tiang dengan kotak hitam dan tanda X. Itu artinya apa ya???
Sori gak sempet foto tiang2 yang saya tanya ini.
Thanks buat jawabannya. Mohon di langsir ke trit yang tepat jika pertanyaan saya tidak cocok di trit ini.
agak sedikit bingung membayangkannya.....
apakah wujudnya serupa dengan yang dibawah ini....??
[spoiler=Picture by Mr.Warteg]
![[Image: wartegrelkeretategal.jpg]](http://img708.imageshack.us/img708/7524/wartegrelkeretategal.jpg)
[/spoiler]
Ini sinyal untuk spoor salah, mas.....saya mengacu pada deskripsi tentang 'lingkaran' dan posisi tiang yang mas jelaskan..
Ngomong-ngomong Mas Poerwokerto kok bisa memperhatikan sebegitu detilnya,ya??
Padahal bukannya KA jalan lumayan ngebut ya di daerah situ?......
Bukan seperti itu gambarnya.
Saya ada di kursi sebelah kiri pas naik KA. SAWUNGGALIH UTAMA KTA-PSE 18 Desember 2012.
Tiang2 dengan lingkaran berwarna yang saya maksud ini dipasang di sebelah kiri. Jadi jika KA berjalan sepur salah, maka posisi tiang2 dengan lingkaran berwarna ini akan menghadap muka KA yang melaju di sepur salah dari timur ke barat. Saya sih kurang yakin kalo ini semboyan karena ada tulisan MJ disertai angka.
Saya kebetulan liat di sepanjang lintas CN-JNG. Sialnya gak sempet foto, padahal hape ada di tangan.
OOT: KA-nya emang ngebut cuma waktu itu mata saya emang liat keluar jendela terus, maklum jarang naik KA jarak jauh, jadinya euforia
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
|