Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Lama St. Zuid Batavia-St. Angke
#21
Melihat dua peta diatas, saya jadi sedikit bingung.

1. Berarti dulunya Setasiun Jakarta Kota bukan setasiun terminus. Yang merupakan setasiun terminus adalah Batavia Noord. Benar gak???

2. Kapan tepatnya jalur menuju Setasiun Angke yang melewati Batavia Noord dibangun???? (Adakah petanya)

3. Kapan dinonatifkannya jalur menuju Setasiun Angke dari Setasiun Jakarta Kota?????

4. Kalo melihat posisi rel Setasiun Jakarta Gudang dan Setasiun Jakarta Kota, apakah rel2 yang sekarang ada di Jakarta Gudang dulunya adalah rel yang mengarah ke Batavia Noord?????

5. Dari peta yang kedua, berarti relasi perjalanan KA dari Batavia Noord adalah ke Tanjung Priok dan Gambir. Sedangkan relasi perjalanan KA dari BOS menuju Tanjung Priok dan Pasar Senen. Benar begitu???

6. Jalur ke Angke dimasa sekarang kalo diliat dari peta sepertinya menggunakan jalur yang sama dengan yang ada di peta kedua ya, tapi kok diterangkan di postingan awal lokasi bekas jalan relnya berbeda dengan di masa sekarang (ada bukti fisiknya)?????

7. Perpotongan rel di sekitar Kampung Bandan jalur BOS dan Batavia Noord apakah itu yang sekarang kita kenal dengan Setasiun Kampung Bandan???

8. Di sebelah utara Setasiun Kampung Bandan sekarang kan ada jalur rel yang buntu yang biasa dipakai langsiran KA menuju Angke/Jakarta Kota, apakah itu sisa Jalur Batavia Noord - Tanjung Priok???

9. Tak adakah di Indonesia ini yang punya peta, foto, denah, informasi detail mengenai Batavia Noord???? Apakah semua informasi tersebut harus kita cari ke Negeri Belanda???

Masa sih PT KA tidak punya divisi arsip ato sejarah ato apalah namanya yang tugasnya mengumpulkan informasi atau data2 perkeretaapian dari jaman mbiyen sampe sekarang?????

Sori banyak nanya ya......

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#22
(04-12-2012, 07:36 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Melihat dua peta diatas, saya jadi sedikit bingung.

1. Berarti dulunya Setasiun Jakarta Kota bukan setasiun terminus. Yang merupakan setasiun terminus adalah Batavia Noord. Benar gak???

2. Kapan tepatnya jalur menuju Setasiun Angke yang melewati Batavia Noord dibangun???? (Adakah petanya)

3. Kapan dinonatifkannya jalur menuju Setasiun Angke dari Setasiun Jakarta Kota?????

4. Kalo melihat posisi rel Setasiun Jakarta Gudang dan Setasiun Jakarta Kota, apakah rel2 yang sekarang ada di Jakarta Gudang dulunya adalah rel yang mengarah ke Batavia Noord?????

5. Dari peta yang kedua, berarti relasi perjalanan KA dari Batavia Noord adalah ke Tanjung Priok dan Gambir. Sedangkan relasi perjalanan KA dari BOS menuju Tanjung Priok dan Pasar Senen. Benar begitu???

6. Jalur ke Angke dimasa sekarang kalo diliat dari peta sepertinya menggunakan jalur yang sama dengan yang ada di peta kedua ya, tapi kok diterangkan di postingan awal lokasi bekas jalan relnya berbeda dengan di masa sekarang (ada bukti fisiknya)?????

7. Perpotongan rel di sekitar Kampung Bandan jalur BOS dan Batavia Noord apakah itu yang sekarang kita kenal dengan Setasiun Kampung Bandan???

8. Di sebelah utara Setasiun Kampung Bandan sekarang kan ada jalur rel yang buntu yang biasa dipakai langsiran KA menuju Angke/Jakarta Kota, apakah itu sisa Jalur Batavia Noord - Tanjung Priok???

9. Tak adakah di Indonesia ini yang punya peta, foto, denah, informasi detail mengenai Batavia Noord???? Apakah semua informasi tersebut harus kita cari ke Negeri Belanda???

Masa sih PT KA tidak punya divisi arsip ato sejarah ato apalah namanya yang tugasnya mengumpulkan informasi atau data2 perkeretaapian dari jaman mbiyen sampe sekarang?????

Sori banyak nanya ya......

Salam Kenal mas, ya tidak apa2 banyak nanya khan butuh info, saya coba jawab nomer per nomer (ada juga yang sekaligus) dan beberapa jawaban saya anjurkan kepada yg lebih tahu, karena saya tdk punya data otentiknya.

1. St. Zuid Batavia adalah juga stasiun terminus, pada masa itu bila mau menuju Angke terus ke St. Duri kereta api di stasiun ini melakukan gerakan seperti langsir (mundur dulu baru maju) kemudian melewati sisi selatan stasiun. Pada Postingan Post:#6 di thread ini Mas we supratman memberikan cukup detail. (trims ya mas we supratman).

2,3,4,5. saya gabung jawabnya : Di Batavia dulu ada 3 Perusahaan KA yakni NIS, BOS dan SS (St. Noord Batavia dipakai oleh NIS, sedangkan St. Zuid Batavia dipakai oleh BOS dan SS). Masing2 Perusahaan memiliki jalur pelayanan tertentu, hingga diwaktu kemudian semua jalur di Batavia menjadi milik SS. Stasiun Jakarta Kota yang sekarang ini yang diresmikan 1929 adalah bukti penggabungan semua perusahaan KA tersebut.
Menurut peta 1919 di maps.kit.nl, jalur St. Zuid Batavia menuju Angke lewat Pekojan sudah tidak dipakai walau masih ada gambarnya.

6. Ada bedanya mas, saya kasih peta 1921 yang ada dua jalur dari St. Zuid Batavia menuju Angke. Jalur lama lewat pekojan, jalur yang baru lewat sebelah utaranya jalur yang lama (eks NIS plus jalur rel baru)
http://maps.kit.nl/cgi-bin/iipview?krtid...ng=1#focus

7,8. secara pribadi saya blm pernah ngecek disitu, mungkin ada teman2 yang pernah mblusuk disitu mungkin bisa menjelaskan lebih baik dan akurat.

9. Arsip di PT. KAI (mungkin ??!!) ada, tapi yang saya tahu seluruh asset milik SS dengan kondisi terakhirlah yang menjadi pedoman bagi PT. KAI dalam membukukan pengarsipannya. Sebagai contoh : ada perbedaan pendapat ttg St. Samarang atau St. Kemijen sbg stasiun pertama di Indonesia. Dan Jalur St. Zuid Batavia menuju Angke lewat Pekojan saya pribadi meyakini tidak tercatat sbg asset PT. KAI krn jalur tersebut ditutup setelah penggabungan 3 Perusahaan spt tsb diatas, jauh sebelum diserah terimakan ke PT. KAI. Mungkin teman2 dari IRPS lebih banyak mengetahui ttg hal ini.

Demikian jawaban saya, bila ada teman2 yg mau mengkoreksi atau menambahkan saya sangat hargai. semoga berkenan. Trims
Reply
#23
(05-12-2012, 12:12 PM)Disa Poeang Wrote: [spoiler]
(04-12-2012, 07:36 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Melihat dua peta diatas, saya jadi sedikit bingung.

1. Berarti dulunya Setasiun Jakarta Kota bukan setasiun terminus. Yang merupakan setasiun terminus adalah Batavia Noord. Benar gak???

2. Kapan tepatnya jalur menuju Setasiun Angke yang melewati Batavia Noord dibangun???? (Adakah petanya)

3. Kapan dinonatifkannya jalur menuju Setasiun Angke dari Setasiun Jakarta Kota?????

4. Kalo melihat posisi rel Setasiun Jakarta Gudang dan Setasiun Jakarta Kota, apakah rel2 yang sekarang ada di Jakarta Gudang dulunya adalah rel yang mengarah ke Batavia Noord?????

5. Dari peta yang kedua, berarti relasi perjalanan KA dari Batavia Noord adalah ke Tanjung Priok dan Gambir. Sedangkan relasi perjalanan KA dari BOS menuju Tanjung Priok dan Pasar Senen. Benar begitu???

6. Jalur ke Angke dimasa sekarang kalo diliat dari peta sepertinya menggunakan jalur yang sama dengan yang ada di peta kedua ya, tapi kok diterangkan di postingan awal lokasi bekas jalan relnya berbeda dengan di masa sekarang (ada bukti fisiknya)?????

7. Perpotongan rel di sekitar Kampung Bandan jalur BOS dan Batavia Noord apakah itu yang sekarang kita kenal dengan Setasiun Kampung Bandan???

8. Di sebelah utara Setasiun Kampung Bandan sekarang kan ada jalur rel yang buntu yang biasa dipakai langsiran KA menuju Angke/Jakarta Kota, apakah itu sisa Jalur Batavia Noord - Tanjung Priok???

9. Tak adakah di Indonesia ini yang punya peta, foto, denah, informasi detail mengenai Batavia Noord???? Apakah semua informasi tersebut harus kita cari ke Negeri Belanda???

Masa sih PT KA tidak punya divisi arsip ato sejarah ato apalah namanya yang tugasnya mengumpulkan informasi atau data2 perkeretaapian dari jaman mbiyen sampe sekarang?????

Sori banyak nanya ya......
[/spoiler]

Salam Kenal mas, ya tidak apa2 banyak nanya khan butuh info, saya coba jawab nomer per nomer (ada juga yang sekaligus) dan beberapa jawaban saya anjurkan kepada yg lebih tahu, karena saya tdk punya data otentiknya.

1. St. Zuid Batavia adalah juga stasiun terminus, pada masa itu bila mau menuju Angke terus ke St. Duri kereta api di stasiun ini melakukan gerakan seperti langsir (mundur dulu baru maju) kemudian melewati sisi selatan stasiun. Pada Postingan Post:#6 di thread ini Mas we supratman memberikan cukup detail. (trims ya mas we supratman).

2,3,4,5. saya gabung jawabnya : Di Batavia dulu ada 3 Perusahaan KA yakni NIS, BOS dan SS (St. Noord Batavia dipakai oleh NIS, sedangkan St. Zuid Batavia dipakai oleh BOS dan SS). Masing2 Perusahaan memiliki jalur pelayanan tertentu, hingga diwaktu kemudian semua jalur di Batavia menjadi milik SS. Stasiun Jakarta Kota yang sekarang ini yang diresmikan 1929 adalah bukti penggabungan semua perusahaan KA tersebut.
Menurut peta 1919 di maps.kit.nl, jalur St. Zuid Batavia menuju Angke lewat Pekojan sudah tidak dipakai walau masih ada gambarnya.

6. Ada bedanya mas, saya kasih peta 1921 yang ada dua jalur dari St. Zuid Batavia menuju Angke. Jalur lama lewat pekojan, jalur yang baru lewat sebelah utaranya jalur yang lama (eks NIS plus jalur rel baru)
http://maps.kit.nl/cgi-bin/iipview?krtid...ng=1#focus

7,8. secara pribadi saya blm pernah ngecek disitu, mungkin ada teman2 yang pernah mblusuk disitu mungkin bisa menjelaskan lebih baik dan akurat.

9. Arsip di PT. KAI (mungkin ??!!) ada, tapi yang saya tahu seluruh asset milik SS dengan kondisi terakhirlah yang menjadi pedoman bagi PT. KAI dalam membukukan pengarsipannya. Sebagai contoh : ada perbedaan pendapat ttg St. Samarang atau St. Kemijen sbg stasiun pertama di Indonesia. Dan Jalur St. Zuid Batavia menuju Angke lewat Pekojan saya pribadi meyakini tidak tercatat sbg asset PT. KAI krn jalur tersebut ditutup setelah penggabungan 3 Perusahaan spt tsb diatas, jauh sebelum diserah terimakan ke PT. KAI. Mungkin teman2 dari IRPS lebih banyak mengetahui ttg hal ini.

Demikian jawaban saya, bila ada teman2 yg mau mengkoreksi atau menambahkan saya sangat hargai. semoga berkenan. Trims

pengertian Stasiun terminus kan klo seluruh ujung rel berakhir badug mas, sementara itu rel ke Stasiun Angke ada di sayap selatan. Berarti Stasiun Jakarta Kota itu bisa disebut semi terminus dulunya? benarkah begitu?
Kalo kereta mau ke Stasiun Angke misal dulu dimasukkan ke rel yg di sayap selatan Stasiun Jakarta Kota berarti tidak perlu gerakan langsir dulu kan? Bye Bye
Reply
#24
Semalam saya iseng2 membandingkan antara peta jadul di trit ini dengan peta Jakara dari www.streetdirectory.co.id, jalur rel lama di peta jadul antara Jakarta Kota - Angke via Pekojan, Jakarta Kota - Rajawali via Jayakarta dan Mangga Besar sekarang ini sudah berubah jadi jalan, hanya saja saya kurang paham apakah jalur rel jadul itu dulunya ditimbun ato dicabut.

Membaca trit ini jadi kepengen mblusukan, cuma kok saya jadi bingung apa yang saya mau dokumentasikan Ngakak Pilihannya banyak sih

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#25
(05-12-2012, 02:13 PM)06051996 Wrote: pengertian Stasiun terminus kan klo seluruh ujung rel berakhir badug mas, sementara itu rel ke Stasiun Angke ada di sayap selatan. Berarti Stasiun Jakarta Kota itu bisa disebut semi terminus dulunya? benarkah begitu?
Kalo kereta mau ke Stasiun Angke misal dulu dimasukkan ke rel yg di sayap selatan Stasiun Jakarta Kota berarti tidak perlu gerakan langsir dulu kan? Bye Bye

rel di sisi selatan beos ada platform/peron atau tidak? kalau tidak berarti kereta harus masuk beos dengan gerakan langsir. maka masih tergolong stasiun terminus. seperti rel tasiun prio dari pelabuhan/pasoso.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#26
(06-12-2012, 05:56 AM)ady_mcady Wrote: rel di sisi selatan beos ada platform/peron atau tidak? kalau tidak berarti kereta harus masuk beos dengan gerakan langsir. maka masih tergolong stasiun terminus. seperti rel tasiun prio dari pelabuhan/pasoso.

nah itu yg belum jelas, klo mengacu pd peta itu jalur terusan. jadi tidak masuk platform. Salah satu jalur yg mati paling awal juga ya,
Reply
#27
(05-12-2012, 07:24 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Semalam saya iseng2 membandingkan antara peta jadul di trit ini dengan peta Jakara dari www.streetdirectory.co.id, jalur rel lama di peta jadul antara Jakarta Kota - Angke via Pekojan, Jakarta Kota - Rajawali via Jayakarta dan Mangga Besar sekarang ini sudah berubah jadi jalan, hanya saja saya kurang paham apakah jalur rel jadul itu dulunya ditimbun ato dicabut.

Membaca trit ini jadi kepengen mblusukan, cuma kok saya jadi bingung apa yang saya mau dokumentasikan Ngakak Pilihannya banyak sih

Saya sudah mblusuk sesuai thread ini, dan saya foto pakai HP hanya sayang belum sempat di upload HP itu juga dirampok orang di lokasi mblusuk pada saat mblusuk yg kedua kalinya.
St BOS menuju Rajawali memang rute relnya jauh beda dengan sekarang. Bila Mas POERWOKERTO mau mblusuk mohon bagi2 info ya.. tentu dengan bikin Thread yg baru. Trims
Reply
#28
Gimana kalo sebelum akhir tahun kita iseng2 mblusuk bikin dokumentasi antara Angke-Beos-Kampung Bandan????

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
#29
Bagaimana kawan2??? Ada yang berniat mblusukan??? Buat nambahin informasi di trit ini. Akhir tahun sudah menjelang nih. Sms ya kalo ada yang berminat.

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)