Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
Sesuai dengan judul trit ini, saya mencoba berkomentar ya. Mohon dikoreksi bila ada kesalahan.
Pantas ato tidaknya sebuah pernyataan dari seorang RF mengenai perkeretaapian di Indonesia adalah sebuah wujud dari pengalamannya pribadi berkereta api. Saya bilang wajar aja jika ada RF yang berkomentar pro ataupun kontra terhadap pemerintah dan PT KA. Selama pernyataan2 tersebut bersifat membangun dan memberi solusi. Okelah mengumbar emosi sebagai wujud kekecewaan, siapa sih yang tidak bisa marah dan kecewa. Tapi diimbangi lah porsinya pada saat memberi pernyataan. Karena pernyataan yang bermuatan negatif tidak akan memberi perubahan apa2 yang ada orang2 mungkin akan ikut terpancing emosinya.
Saya bukannya munafik, tapi jika saya mau sedikit subjektif dalam memandang perkeretaapian Indonesia, saya akan bilang:
"Persetan dengan kereta api. Tapi sialnya gw gak suka naik mobil ato bus buat mudik karena gw alergi ruang sempit. Naik pesawat mahal, lagian gw juga alergi ketinggian. Rasanya pengen gw culik tuh bos kereta2 api dan siapapun yang bertanggung jawab atau berperan bikin kebijakan2 di PT KA. Gw culik, gw ikat, gw gebukin, gw caci maki abis itu gw seret ke lapangan buat liat realita dari hasil kebijkan yang mereka buat. Mau naik kereta aja kok dipersulit, dibikin sulit dan tambah sulit. Sial. Sarana dan prasarana banyak yang uzur, gak keurus, ilang tanpa bekas dll. Sompret lo semua"
Itu kalo saya mau emosi dan subjektif.
tapi kalo saya mau sedikit objektif dan melihat sejarah, saya akan berkata:
Setiap jalan menuju perubahan untuk masa depan yang lebih baik, pasti akan melalui jalan yang berliku, terjal. Intinya tidak enaklah, ada pro ada kontra. Nah itulah yang kita hadapi sekarang jika kita melihat perkeretaapian Indonesia. Perubahan sedang berjalan, sedang terjadi.
Ke arah manakah perubahan ini??? Ke arah yang baik atau yang buruk??? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Terlepas dari rencana2 perkeretaapian ke depannya sebagainmana yang sudah dipaparkan rekan2 RF di forum semboyan35, saya menilai bahwa PT KA sedang berupaya keras untuk bisa survive di era modern ini, mencoba maju walau tertatih, mencoba untuk tetap hidup dan bertahan.
Ini adalah sektor jasa. Yang intinya adalah memberi pelayanan terbaik bagi para pelanggan. Tapi harus diingat juga, pelayanan terbaik membutuhkan harga. Ada harga ada rupa. Saya berasumsi memang PT KA sengaja membuat banyak kebijakan2/aturan2 yg menjengkelkan, dengan tujuan untuk bereksperimen/ujicoba, bahwa dari sekian banyak eksperimen tersebut akan membuahkan suatu hasil yang baik yang akan membuat perkeretaapian Indonesia menjadi baik.
Cuma disini letak masalahnya, mental dan karakter dari orang yang membuat kebijakan dan menjalankan kebijakan tersebut. Itu juga harus diperbaiki, jangan cuma hanya memperbaiki sarana dan prasarana.
Sekarang mungkin penumpang dan/atau RF merasa benci atau dirugikan dengan kebijakan2 PT KA, anggaplah itu bagian dari perubahan sekalipun itu pahit buat kita. Kita tidak didengar, tidak digubris, okelah, jangan lantas kita marah2, anggap itu sebagai jalan menuju perubahan. Waktu, cepat atau lambat dengan sendirinya akan memberitahukan kepada PT KA melalui angka2 dan statistik apakah kebijakan merka baik atau tidak.
Saya berharap PT KA menyadari satu hal dalam setiap pembuatan kebijakan/aturan, bahwa uang bukan segala2nya, keuntungan mutlak dengan modal kecil bukanlah jaminan perusahaan akan tetap hidup. Serakah adalah pangkal dari kesia-siaan.
Maaf ya kalo komentar saya terlalu OOT dan kurang berbobot sesuai dengan fakta di lapangan.
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 426
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
5
(03-12-2012, 11:10 AM)spoor_jadul Wrote: Memang benar rencana kedepan, pendapatan pt KA terdiri 70% dari KA barang dan 30% dari KA penumpang, saat ini komposisi nya 60% dari KA penumpang dan 40% dari KA barang. kedepan jumlah trip akan diperbanyak untuk KA-KA barang baru, termasuk pengadaan lokomotif CC205 dan CC206 nanti ini juga akan diprioritaskan untuk dinas KA barang. namun demikian pt KA tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan KA penumpang, tahun 2013 sebanyak 60 unit K1 akan diupgrade ke K1 new image dengan kualitas setara K1 new image buatan pabrik pt inka, plus toilet diganti dengan toilet ramah lingkungan. upgrade 60 unit K1 ini akan dikerjakan di Balai Yasa Manggarai dan hasilnya akan digunakan prioritas untuk mengganti K1 pada KA-KA kelas Argo. selain itu nanti di tahun 2013 - 2014, PT KA akan meluncurkan KA-KA baru antara lain Semarang Ekspress, Argo Lawu 2 dan Bima 2 dengan spesifikasi K1 yang lebih 'wah' (baik dari sisi interior, eksterior maupun tempat duduk).
Terus kira2 kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengutamakan pendapatan KA Barang kira2 di Gapeka 2013 nanti nomer KA nya jd seperti apa, Kang...? Apakah mungkin KA Antaboga menjadi KA1 s/d 4, sementara ABA menjadi KA101 s/d 104...? :p
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
04-12-2012, 11:06 PM
(This post was last modified: 04-12-2012, 11:34 PM by Andrew_CN.)
(03-12-2012, 11:10 AM)spoor_jadul Wrote: [spoiler=Postingan spoor_jadul:] (01-12-2012, 01:38 AM)rizkygacor Wrote: permisi para sesepuh. mungkin thread ini menganggu cuman saya sedikit risih dengan statement yang saya baca di jejaring social muka buku
[spoiler]Code: para petinggi PT. Sepur .. saya tahu kalian mencoba meniru kebijakan seperti maskapai penerbangan .. mulai dari model jendela kereta yg meniru pesawat, sistem boarding pass, dan sekarang yg lagi ngetren stasiun ga melayani penjualan tiket
tapi INGAT ! Kereta Api bukanlah pesawat dan gak akan pernah bisa jadi kayak pesawat .. karena Kereta Api selama ini terkenal sebagai angkutan massal yg merakyat dan murah .. kenapa ga sekalian kalian bikin Maskapai Penerbangan Kereta Api Indonesia dan beli B-737 apa A320 biar cita2 kalian tercapai ?? I'm Railfans but I'm not PT. Sepur Indonesia fans #IlangRespect
[/spoiler]
di atas adalah statement salah satu pecinta kereta api di indonesia. memebaca hal tersebut ada sesuatu yang mengganjal di hati saya. apakah pantas. kita berstatement seperti itu ? mohon petunjuk para suhu.
saya mohon maaf karena ScreeShootnya kecil jadi tidak saya upload
tidak benar informasi yang mengatakan bahwa stasiun tidak melayani penjualan tiket !.
yang benar adalah kebijakan stasiun tidak lagi melayani pemesanan/reservasi tiket H-90 mulai berlaku 15 desember 2012. pembelian tiket H-90 dapat melalui online (call center / internet) atau pihak eksternal (agen, kantor pos, alfamart, indomart, dan sebagainya). kebijakan tersebut bertujuan untuk menekan aktivitas percaloan.
stasiun masih tetap melayani penjualan tiket pada hari H keberangkatan ('go show').
dengan pemberlakukan sistem boarding pass oleh PT KA, menurut pak EE mangindaan (menteri perhubungan) memang diakui jumlah penumpang menjadi menurun, tapi kualitas pelayanan dan kenyamanan menjadi meningkat. ada yang tidak setuju dengan pendapat dari pak EE mangindaan ?
(01-12-2012, 01:48 AM)rizkygacor Wrote: kalau pun risih kenapa harus seperti ituloh. ndak adakah yg lebih baik lagi
yg saya dapat seperti itu bang terlalu banyak jadi panas juga dengerinya
[spoiler]
Code: baru tau kalo ternyata Bapak Dirut PT. Sepur dapet peringkat 3 CEO of the Year 2012 .. pertanyaannya cuma 1 .. kok bisa dengan kebijakan2 yg hanya menguntungkan perusahaan dan merugikan para konsumen bisa dapet peringkat 3 ?? -___-
[/spoiler]
itu ada satu lagi bang. hmmm pantaskah kita berbicara seperti itu kepada yg empunya kereta apapun keadaanya ?
prestasi pak jonan (direktur utama PT KA) mendapat meraih penghargaan peringkat ke-3 The Best CEO of the year 2012 dalam Anugerah Business Review merupakan bukti peningkatan pelayanan PT KA kepada masyarakat. kalo memang ada yang tidak sependapat dengan lembaga independent pemberi penghargaan tersebut, silahkan gugat lembaga-nya ke ranah hukum, jangan salahkan pak jonan.
(01-12-2012, 11:59 AM)rizkygacor Wrote: [spoiler]
Code: memangnya anda siapa?silahkan beropini..tp g hrs menghujat kebijakan para petinggi pt.kereta api..anda ngmg klo anda railfans..tp knp hrs menjelek"an krta api?
drpd anda ngmg kyk gn d jejaring sosial lbh baik krm uneg" anda k almt email pt.KA..prkra didengar ato tdk itu urusan manajemen..krn mrka jg byk kerjaan yg hrs diselesaikan..
klo pt.ka brsha menerapkan sistm ticketing,boarding pass sprti pesawat itu krn mrka pny mksd..bkn asal tiru..
tlg jgn asl bcra dan jgn asal menghujat.
tks.
[/spoiler]
ini ada tanggapan dari RF yang jadi pegawai.
ya maksut saya. mbok yo rada halus dikit.loh bentar bentar. bingung juga saya gmna mengutarakannya
setuju. pak Wimbo (direktur komersil PT KA) akan mengadakan acara Gathering pada 7-8 Desember 2012. Acara tersebut bertujuan untuk menampung aspirasi para pengguna kereta api. bagi yang ingin menyampaikan aspirasi, lebih baik menyampaikan langsung ke pak Wimbo melalui acara tersebut. lebih baik disampaikan langsung daripada menghujat/mencela melalui media sosial. untuk memperoleh undangan ke acara tersebut, silahkan menghubungi komunitas-komunitas railfans. bagi yang rutin membeli tiket KA lewat call center 121, anda akan prioritas mendapatkan undangan. bagi yang mau mencela/menghujat, silahkan sudah dikasih kesempatan untuk menyampaikan langsung ke pak wimbo, berani atau tidak ?
(02-12-2012, 09:26 AM)KinjengCilik Wrote: jadi selama PT sepur masih bermain sendiri (monopoli) mereka tidak akan pernah terlecut semangat pelayannya thd penumpang berbeda dgn para busmania yang dimanjakan dengan adanya persaingan sehingga mendapatkan kualitas pelayanan NUMERO UNO. kompetisi itu sangat penting dalam dunia bisnis untuk melahirkan pelayanan yang prima tapi kl masih single operator ya jgn berharap terlalu banyak.
Tidak benar PT KA melakukan monopoli, bukti nya apa ?. silahkan baca Undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian yang berisi bahwa pemerintah memberi peluang kepada swasta atau pemerintah daerah sebagai operator serta membangun infrastruktur perkeretaapian (baik sarana maupun prasarana).
(01-12-2012, 09:50 PM)hanskucing Wrote: waduh kayanya agak panas yah
di grup FB Soludaritas Jabodetabek Untuk KRL yang Lebih Baik udah sering banyak cercaan kasar untuk KAI dan anaknya KCJ
wajar aja, lah KRL yang penuh bisa tertahan karena gangguan bisa 2 jam lebih, dengan harga yang semestinya...
Kalo kita jual jasa, kalo jasa kita gak sesuai dengan permintaan customer yah mesti terima dimarahin, toh customer ada yang nrimo ada yang tegas terhadap hak dan kewajibannya, jadi mesti berbenah diri juga untuk si penyedia jasa, terutama yang menyangkut hal yang berhubungan langsung dengan penumpang. Soal sistem boarding pass sebenernya baik, cuma menimbulkan masalah terpisahkannya kereta komuter dengan non-komuter di DAOP I lebih spesifiknya lagi di stasiun gambir yang saat ini banyak disayangkan pengguna jasa
*maaf jika agak OOT, cuma menyampaikan opini
stasiun gambir yang saat ini berdiri memang di-design untuk stasiun krl kommuter bukan stasiun KA jarak jauh. kedepan stasiun manggarai akan menjadi stasiun terpadu yang mengintegrasikan KA jarak jauh, KRL commuter, KRL bandara dan bus. tahun 2014, ditjen perkeretaapian (kemenhub) akan mulai proyek revitalisasi stasiun manggarai menjadi stasiun terpadu. apabila proyek ini sudah selesai, pemberhentian/pemberangkatan KA jarak jauh akan dipindah dari gambir ke manggarai.
(03-12-2012, 01:23 AM)hujanturun Wrote: sepertinya pt sepur ataupun kcj "berharap" agar konsumen mereka untuk cepat kabur/beralih ke tranportasi lain.
dengan semakin brkurangnya jmlh penmpang, maka tugas mereka akan lbh mudah, lebih manageable.
harapan mrk soal pendaptan adl di angk. barang yg lebih untung.
Memang benar rencana kedepan, pendapatan pt KA terdiri 70% dari KA barang dan 30% dari KA penumpang, saat ini komposisi nya 60% dari KA penumpang dan 40% dari KA barang. kedepan jumlah trip akan diperbanyak untuk KA-KA barang baru, termasuk pengadaan lokomotif CC205 dan CC206 nanti ini juga akan diprioritaskan untuk dinas KA barang. namun demikian pt KA tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan KA penumpang, tahun 2013 sebanyak 60 unit K1 akan diupgrade ke K1 new image dengan kualitas setara K1 new image buatan pabrik pt inka, plus toilet diganti dengan toilet ramah lingkungan. upgrade 60 unit K1 ini akan dikerjakan di Balai Yasa Manggarai dan hasilnya akan digunakan prioritas untuk mengganti K1 pada KA-KA kelas Argo. selain itu nanti di tahun 2013 - 2014, PT KA akan meluncurkan KA-KA baru antara lain Semarang Ekspress, Argo Lawu 2 dan Bima 2 dengan spesifikasi K1 yang lebih 'wah' (baik dari sisi interior, eksterior maupun tempat duduk).[/spoiler]
Ehm...
Kebanyakan diantara kami punya masalah ma operator mengenai harga yg mahal, sementara kalo toh acara gath itu buat mengkomunikasikan apa yg ga nyampe di telinga direksi secara langsung, terbesit dikepala gw:
“Menyampaikan saran & kritik scara langsung aja qta musti bayar?â€
Sorry aja kalo buat gw pribadi yg ga setuju dg banyak hal dr operator makin kesininya harus bayar jg pdhl gw yg bayar mahal, ga dapet pelayanan yg sepadan, malah cuma buat membrikan kritik & saran masi harus bayar lg, sebuah hal yg konyol minta ampun.
Look, I don't care who u are, or how old are u
Tapi kalo ente emang mengenal kondisi operator full dr atas sampe bawah & ente mengerti how to stay in a business, ente seharusnya lebi mengerti resikonya operator makin kehilangan penumpang dg jawaban yg dianggap sarcastic atau mengusir penumpang saat dibaca public, sklipun keadaan mau sesulit apapun atasan operator itu dibuat pemerintah, ga acceptable meskipun ente R6 untuk menjawab penumpang dg cara spt itu, skarang apa fakta terdahulunya kritik & saran2 yg disampaikan dg baek itu dijawab sampe pengguna jasa mengerti keadaan operator ato sampe terpuaskan dg jawaban itu?
Gw pribadi waktu slesai off air acara liputan 6 barometer pasca PLH PTA 2010 lalu smpet menyampaikan scara langsung sama pa tundjung inderawan keluhan2 pelayanan dg perbandingan harga yg gw tau & perlakuan petugas2 yg saat itu masi sering ditemui yg ga ramah terhadap penumpang, tp ttp hasilnya nihil. So, take a note bahwa ge bukan pemaen kandang aja, skrang kalo buat menyampaikan lg gw musti bayar? Lucu amat, lebi lucunya lagi petugas2 operator yg dibilang itu tabiatnya ttp aja ga brubah.
(03-12-2012, 09:38 PM)stasiunkastephanie Wrote: Memang benar yg disampaikan spoor_jadul, sebenernya yg salah bukan PT KA, tapi pemerintah (dalam hal ini Presiden) yg kebijakannya GOBLOK, TOLOL, dsb., ya gitu dah ujung2nya, KA jadi korban, PT KA jg jadi kambing hitam. (bagi yg bener2 ingin menghujat/mencaci pemerintah, silakan masuk trit ini)
Emank kalo dibilang awal mulanya jg krn pemerintah yg ga pro dg angkutan masal yg terefisien gw jg setuju, tp kalo dibilang seberapa nilai setuju gw, gw bilang hanya minim karna sejujurnya orang2 disini uda lama menanyakan contoh peritungan real PSO sama penggunaannya ditangan operator kan, krn slama ga ada contoh itu operator bilang merugi & PSO kurang sklipun uda subsidi silang dg KA komersil pdhl harga terus melambung naek begitu ya jlas diragukan ga cuma sama pengguna jasa rutin, bahkan RF, terlebih orang komersil dr operatorpun bilang "itu semua bullshit kalo operator bilang ga untung2 dg harga KA komersil sgitu tingginya, skarang aja biaya sewa rumah dines aja dinaekin 5x lipet dr semula langsung. Kalo emang PSO kurang, masa ya Pso kurang bisa langsung mengadakan K3ac split?"
Kalo toh pemerintah ga mendukung dlm hal PSO, ga perlu sampe ada cerita "mulai tgl 15 des 2012 stasiun besar CN tidak lagi melayani reservasi tiket & kedepannya seluruh stasiun akan disosialisasikan hal yg sama" itu bukan peningkatan keamanan & menurut gw ga berkaitan dg tuntutan pemerintah.
So the question should be:
why? Kenapa harus ada kebijakan konyol yg ga berkaitan dg PSO malah membebankan penumpang yg reservasi dg charge via agen2?
Krn gw percaya pertanyaan ini baru akan menggaung dimulut tiap penumpang walaupun persoalan penggunaan PSO udah bisa dijabarkan & dimengerti.
Sorry about all things, I just say the truth.
(04-12-2012, 08:30 AM)Anugrah Bima Wrote: Maaf banget ya kalau ada yang tersinggung, tapi kalau menurutku kalau kebanyakan dari kita memang ahli kalau ngasih kritik, entah itu yang halus atau paling kasar sekalipun, tapi ada satu yang ga ada yang mengikuti kritik tersebut. Pemecahan masalah, atau solusinya. Kalau kita cuma bisa nuntut aja tanpa ngasih solusinya, wajar aja mereka tersinggung, pikiran mereka "rewel mulu tapi ga pernah ngasih bantuan". Ga hanya PT. Sepur aja, tapi juga perusahaan jasa lainnya. Btw, kalau aku ngerasa juga termasuk diri sendiri, ya kurang bersyukur dengan apa yang ada, jadinya aku ngliat diri sendiri.
Perusahaan roda karet kenapa mau maju karena ya kalau aku lihat dibekingi oleh "Organda" yang kedudukannya seakan bisa memberi hak veto buat Kemenhub, sulit banget untuk mendobrak hegemoni mereka, sedangkan PT. Sepur ya tau sendiri kan?
Untuk membuat PT Sepur baru memerlukan modal dan komitmen yang tinggi, perawatan infrastruktur yang rutin, dan sdm yang kompeten. Jika perlu, pengadaan infrastruktur mandiri
Sedikit menjawab dr sudut pandang gw aja yak.
Menyanggah yg ga memberikan kontribusi malah cenderung mengeluh2 doank sehingga dipikir sama operator kalo qta ini rewel.
Gw cuma setengah setuju dg itu.
Ini penjelasan yg mengesampingkan nama komunitas mana2, diluar adanya konflik ato ngga gw ato member laen dg komunitas tertentu.
Ada 1 komunitas yg slalu memberikan sumbangsih sukarela tiap lebaran dg membantu posko mudik-balik, ada 1 komunitas laen yg hampir tiap bulannya mengajukan kegiatan cuci lok di depo, ada 1 komunitas yg membantu preservasi menghidupkan & me-reshape 2 lok tua yg paling terkenal skarang: bonbon & CC 20015, bahkan kalo blom ada diantara qta yg tau saat ini ada 1 komunitas yg lg melaksanakan amanat dr operator DAOPnya untuk mensurvey ulang harga & waktu keberangkatan yg cocok dg penumpang, serta membantu pemasangan mesin2 baru pd 1 KA untuk menghidupkan kembali KA itu yg diminta kehadirannya sama masyarakat.
Tapi masalahnya apa? Ga smua RF yg diberikan lampu ijo buat membantu operator, jadi ya lebih banyak diantara RF yg tampak cuma kayak orang kurang kerjaan, joyride, tanpa memberikan effort cuma dianggep ngeluh mulu sama mreka, pdhl RF sndiripun kan punya kegiatan rutin masing2. Buat sampe bisa komunitas terakhir yg gw sebut disetujui oleh operator buat kerja sama itu pun prosesnya ga mudah krn ga jarang operatorpun ga menilai RF itu incompetent ato ga mengerti latar blakang masalah mreka.
RF yg emank terkoordinir dg baek mampu koq memberikan sumbangsih yg besar, tp operator mau ngga memberikan lampu ijo?
Krn kalo busmania bisa memberikan sumbangsih yg berarti, itu krn operator yg welcome tiap kegiatan positive mereka, malah mreka mau2nya meminta fans mreka buat bantu mereka.
Bahkan ga cuma rewel, diantara RF sndiri skrang mulai bermunculan orang2 yg berpikir "ga mengambil tawaran dr operator, yg penting bisa membantu operator"
Selama orang2 itu mampu buat beli tiket perjalanan dg harga full, mreka menolak menggunakan tiket promo, krn keinginan orang2 itu ga cuma berlaku netral (dg cuma happy2 dg KA) tp mereka mencari kesempatan dimana operator membolehkan mereka memberi kegiatan berarti buat sarana & pra sarana operator (entah itu cuci lok, entah itu bersih2 depo, entah itu posko, ato apa laennya yg blom pernah terpikir sblomnya)
Jd perbedaan pemikiran ini yg kalo toh emang menyebabkan salah paham, kudu ditinjau ulang & kesadaran diri dr masing2 RF
Posts: 543
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
7
(04-12-2012, 11:06 PM)Andrew_CN Wrote: Ehm...
Kebanyakan diantara kami punya masalah ma operator mengenai harga yg mahal, sementara kalo toh acara gath itu buat mengkomunikasikan apa yg ga nyampe di telinga direksi secara langsung, terbesit dikepala gw:
“Menyampaikan saran & kritik scara langsung aja qta musti bayar?â€
Sorry aja kalo buat gw pribadi yg ga setuju dg banyak hal dr operator makin kesininya harus bayar jg pdhl gw yg bayar mahal, ga dapet pelayanan yg sepadan, malah cuma buat membrikan kritik & saran masi harus bayar lg, sebuah hal yg konyol minta ampun.
Look, I don't care who u are, or how old are u
Tapi kalo ente emang mengenal kondisi operator full dr atas sampe bawah & ente mengerti how to stay in a business, ente seharusnya lebi mengerti resikonya operator makin kehilangan penumpang dg jawaban yg dianggap sarcastic atau mengusir penumpang saat dibaca public, sklipun keadaan mau sesulit apapun atasan operator itu dibuat pemerintah, ga acceptable meskipun ente R6 untuk menjawab penumpang dg cara spt itu, skarang apa fakta terdahulunya kritik & saran2 yg disampaikan dg baek itu dijawab sampe pengguna jasa mengerti keadaan operator ato sampe terpuaskan dg jawaban itu?
Gw pribadi waktu slesai off air acara liputan 6 barometer pasca PLH PTA 2010 lalu smpet menyampaikan scara langsung sama pa tundjung inderawan keluhan2 pelayanan dg perbandingan harga yg gw tau & perlakuan petugas2 yg saat itu masi sering ditemui yg ga ramah terhadap penumpang, tp ttp hasilnya nihil. So, take a note bahwa ge bukan pemaen kandang aja, skrang kalo buat menyampaikan lg gw musti bayar? Lucu amat, lebi lucunya lagi petugas2 operator yg dibilang itu tabiatnya ttp aja ga brubah.
tidak benar informasi yang mengatakan bahwa untuk menyampaikan saran & kritik scara langsung musti bayar. untuk menghadiri acara Gathering pada 7-8 Desember 2012, PT KA memberikan voucher yang diberikan secara GRATIS kepada peserta gathering yang telah mendapatkan undangan. voucher tersebut harus ditukarkan dengan tiket kereta api untuk perjalanan pulang-pergi.
yang anda sampaikan itu benar bahwa operator dibentuk oleh pemerintah, dan kenyataannya semua lembaga yang dibentuk oleh pemerintah pasti karyawannya memiliki pola pikir dan jiwa birokratis, ini salah satu yang mengganggu kinerja PT KA dalam melayani konsumennya. untuk mengubah tabiat itu tentu perlu waktu, dan itu baru dimulai tahun 2009.
(04-12-2012, 10:10 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Sesuai dengan judul trit ini, saya mencoba berkomentar ya. Mohon dikoreksi bila ada kesalahan.
Pantas ato tidaknya sebuah pernyataan dari seorang RF mengenai perkeretaapian di Indonesia adalah sebuah wujud dari pengalamannya pribadi berkereta api. Saya bilang wajar aja jika ada RF yang berkomentar pro ataupun kontra terhadap pemerintah dan PT KA. Selama pernyataan2 tersebut bersifat membangun dan memberi solusi. Okelah mengumbar emosi sebagai wujud kekecewaan, siapa sih yang tidak bisa marah dan kecewa. Tapi diimbangi lah porsinya pada saat memberi pernyataan. Karena pernyataan yang bermuatan negatif tidak akan memberi perubahan apa2 yang ada orang2 mungkin akan ikut terpancing emosinya.
Saya bukannya munafik, tapi jika saya mau sedikit subjektif dalam memandang perkeretaapian Indonesia, saya akan bilang:
"Persetan dengan kereta api. Tapi sialnya gw gak suka naik mobil ato bus buat mudik karena gw alergi ruang sempit. Naik pesawat mahal, lagian gw juga alergi ketinggian. Rasanya pengen gw culik tuh bos kereta2 api dan siapapun yang bertanggung jawab atau berperan bikin kebijakan2 di PT KA. Gw culik, gw ikat, gw gebukin, gw caci maki abis itu gw seret ke lapangan buat liat realita dari hasil kebijkan yang mereka buat. Mau naik kereta aja kok dipersulit, dibikin sulit dan tambah sulit. Sial. Sarana dan prasarana banyak yang uzur, gak keurus, ilang tanpa bekas dll. Sompret lo semua"
Itu kalo saya mau emosi dan subjektif.
tapi kalo saya mau sedikit objektif dan melihat sejarah, saya akan berkata:
Setiap jalan menuju perubahan untuk masa depan yang lebih baik, pasti akan melalui jalan yang berliku, terjal. Intinya tidak enaklah, ada pro ada kontra. Nah itulah yang kita hadapi sekarang jika kita melihat perkeretaapian Indonesia. Perubahan sedang berjalan, sedang terjadi.
Ke arah manakah perubahan ini??? Ke arah yang baik atau yang buruk??? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Terlepas dari rencana2 perkeretaapian ke depannya sebagainmana yang sudah dipaparkan rekan2 RF di forum semboyan35, saya menilai bahwa PT KA sedang berupaya keras untuk bisa survive di era modern ini, mencoba maju walau tertatih, mencoba untuk tetap hidup dan bertahan.
Ini adalah sektor jasa. Yang intinya adalah memberi pelayanan terbaik bagi para pelanggan. Tapi harus diingat juga, pelayanan terbaik membutuhkan harga. Ada harga ada rupa. Saya berasumsi memang PT KA sengaja membuat banyak kebijakan2/aturan2 yg menjengkelkan, dengan tujuan untuk bereksperimen/ujicoba, bahwa dari sekian banyak eksperimen tersebut akan membuahkan suatu hasil yang baik yang akan membuat perkeretaapian Indonesia menjadi baik.
Cuma disini letak masalahnya, mental dan karakter dari orang yang membuat kebijakan dan menjalankan kebijakan tersebut. Itu juga harus diperbaiki, jangan cuma hanya memperbaiki sarana dan prasarana.
Sekarang mungkin penumpang dan/atau RF merasa benci atau dirugikan dengan kebijakan2 PT KA, anggaplah itu bagian dari perubahan sekalipun itu pahit buat kita. Kita tidak didengar, tidak digubris, okelah, jangan lantas kita marah2, anggap itu sebagai jalan menuju perubahan. Waktu, cepat atau lambat dengan sendirinya akan memberitahukan kepada PT KA melalui angka2 dan statistik apakah kebijakan merka baik atau tidak.
Saya berharap PT KA menyadari satu hal dalam setiap pembuatan kebijakan/aturan, bahwa uang bukan segala2nya, keuntungan mutlak dengan modal kecil bukanlah jaminan perusahaan akan tetap hidup. Serakah adalah pangkal dari kesia-siaan.
Maaf ya kalo komentar saya terlalu OOT dan kurang berbobot sesuai dengan fakta di lapangan.
dari pada saya dituduh yang macam-macam oleh anda semua, lebih baik anda semua baca saja hasil review dari majalah bisnis SWA edisi XXVIII (22 november 2012 -5 Desember 2012) kepada kinerja PT KA selama ini dan mengulas bagaimana strategi PT KA melakukan transformasi/perubahan-perubahan KE ARAH YANG LEBIH BAIK dari kondisi sebelum dan sesudahnya. harga majalah ini di toko adalah Rp 33300, namun untuk anda semua, saya kasih GRATIS. Untuk download file PDF nya ( 4 MB ), silahkan klik di sini. di majalah bisnis tersebut, PT KA terpilih sebagai salah satu Indonesia Best Corporate Transformation 2012.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Posts: 406
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
3
Setelah membaca artikel majalah SWA tadi, saya yang tadinya ga kepikiran bahwa sebelumnya ada BUMN dengan kondisi yang sama, juga mengalami transformasi, dan itu saja memerlukan waktu sepuluh tahun. Bahkan dimana dia sekarang sudah dianggap bagus, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki
Apalagi PT Sepur kali ini, memang perlu waktu untuk berubah, tapi dari sekarang, lebih baik menunggu dan saya rasa kali ini (semoga saja) saya salah perkiraan.
Anyway, many thanks to spoor jadul atas informasinya
Posts: 1,487
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
5
(04-12-2012, 08:30 AM)Anugrah Bima Wrote: Maaf banget ya kalau ada yang tersinggung, tapi kalau menurutku kalau kebanyakan dari kita memang ahli kalau ngasih kritik, entah itu yang halus atau paling kasar sekalipun, tapi ada satu yang ga ada yang mengikuti kritik tersebut. Pemecahan masalah, atau solusinya. Kalau kita cuma bisa nuntut aja tanpa ngasih solusinya, wajar aja mereka tersinggung, pikiran mereka "rewel mulu tapi ga pernah ngasih bantuan". Ga hanya PT. Sepur aja, tapi juga perusahaan jasa lainnya. Btw, kalau aku ngerasa juga termasuk diri sendiri, ya kurang bersyukur dengan apa yang ada, jadinya aku ngliat diri sendiri.
Perusahaan roda karet kenapa mau maju karena ya kalau aku lihat dibekingi oleh "Organda" yang kedudukannya seakan bisa memberi hak veto buat Kemenhub, sulit banget untuk mendobrak hegemoni mereka, sedangkan PT. Sepur ya tau sendiri kan?
Untuk membuat PT Sepur baru memerlukan modal dan komitmen yang tinggi, perawatan infrastruktur yang rutin, dan sdm yang kompeten. Jika perlu, pengadaan infrastruktur mandiri Saya setuju, kritik mulu sih... kasar, menghujat lagi..
Tapi hati-hati, nanti diketawain sama prama yg kemaren katanya ke Jepang.. saya aja diketawain~
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Emang agak banyak RF yg protes sama kebijakannya Jonan (termasuk saya juga, hehehe) karena perubahan peraturan yg ada juga melibatkan pengubahan budaya, dari bermental birokrat menjadi bermental perusahaan swasta yg saingan....
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 3,962
Threads: 0
Joined: Feb 2010
Reputation:
47
(05-12-2012, 11:01 AM)spoor_jadul Wrote: (04-12-2012, 11:06 PM)Andrew_CN Wrote: Ehm...
Kebanyakan diantara kami punya masalah ma operator mengenai harga yg mahal, sementara kalo toh acara gath itu buat mengkomunikasikan apa yg ga nyampe di telinga direksi secara langsung, terbesit dikepala gw:
“Menyampaikan saran & kritik scara langsung aja qta musti bayar?â€
Sorry aja kalo buat gw pribadi yg ga setuju dg banyak hal dr operator makin kesininya harus bayar jg pdhl gw yg bayar mahal, ga dapet pelayanan yg sepadan, malah cuma buat membrikan kritik & saran masi harus bayar lg, sebuah hal yg konyol minta ampun.
Look, I don't care who u are, or how old are u
Tapi kalo ente emang mengenal kondisi operator full dr atas sampe bawah & ente mengerti how to stay in a business, ente seharusnya lebi mengerti resikonya operator makin kehilangan penumpang dg jawaban yg dianggap sarcastic atau mengusir penumpang saat dibaca public, sklipun keadaan mau sesulit apapun atasan operator itu dibuat pemerintah, ga acceptable meskipun ente R6 untuk menjawab penumpang dg cara spt itu, skarang apa fakta terdahulunya kritik & saran2 yg disampaikan dg baek itu dijawab sampe pengguna jasa mengerti keadaan operator ato sampe terpuaskan dg jawaban itu?
Gw pribadi waktu slesai off air acara liputan 6 barometer pasca PLH PTA 2010 lalu smpet menyampaikan scara langsung sama pa tundjung inderawan keluhan2 pelayanan dg perbandingan harga yg gw tau & perlakuan petugas2 yg saat itu masi sering ditemui yg ga ramah terhadap penumpang, tp ttp hasilnya nihil. So, take a note bahwa ge bukan pemaen kandang aja, skrang kalo buat menyampaikan lg gw musti bayar? Lucu amat, lebi lucunya lagi petugas2 operator yg dibilang itu tabiatnya ttp aja ga brubah.
tidak benar informasi yang mengatakan bahwa untuk menyampaikan saran & kritik scara langsung musti bayar. untuk menghadiri acara Gathering pada 7-8 Desember 2012, PT KA memberikan voucher yang diberikan secara GRATIS kepada peserta gathering yang telah mendapatkan undangan. voucher tersebut harus ditukarkan dengan tiket kereta api untuk perjalanan pulang-pergi.
yang anda sampaikan itu benar bahwa operator dibentuk oleh pemerintah, dan kenyataannya semua lembaga yang dibentuk oleh pemerintah pasti karyawannya memiliki pola pikir dan jiwa birokratis, ini salah satu yang mengganggu kinerja PT KA dalam melayani konsumennya. untuk mengubah tabiat itu tentu perlu waktu, dan itu baru dimulai tahun 2009.
Houw, ga bayar toh
Karna gw cuma dpt photo kasar dari grup BBM & ga begitu jelas buat dibaca, sekilas kebaca ada mengenai pungutan biaya, tp ga kebaca emank apa yg ditulis itu, krn layar BB gw kecil
Kalo omong merubah karakter para ujung tombak, tp nyatanya masih ada aja pihak2 yg ga bertanggung jawab menanggapi komentar real bisnis tempatnya bekerja dg cara sperti yg di quote diatas itu? & ente sempet bilang setuju lho terhadap quote itu.
Point gw, emank operator lg susah karna dipersulit mulu sama pemerintah sendiri, tp dlm bisnis sesulit apapun 'pembeli adl raja' kan hukum solid, ini mah sama aja ma tabiat petugas loket yg dulu2 membentak penumpang kalo nyari tiket promo ato kebanyakan nanya.
Apa yg disebarkan melalui sosmed lebi cpet memberikan dampak dibanding laen2nya lho & apa hal2 spt ini diketahui sama atasan mereka?
Kalo trus menerus penumpang diperlakukan negatif bgini mau nantinya emank cuma disisain 40% doank KA penumpang pun, penumpang yg kabur krn diberikan jawaban yg ditelinga mreka dianggap ga pantas buat mreka lebi besar jumlahnya dr 25% & saat membangun pencitraan angkutan penumpang 40% namun optimal jlas kecil kemungkinan tercapai, penumpang yg kecewa kebanyakan bersifat paten dlm hal jasa, karna moda laen jauh lebi baek dg harga sama & kualitas angkutan nyaman.
Posts: 2,972
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
14
sebenarnya saya sangat inters dengan diangkatnya pak jonan jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kerena beliau adalah seorang profesional perbankan kalau tidak salah . saya yakin memang tidak mudah merubah kultur perusahaan dan pegawainya yang sekian puluh tahun bermental birokratis ke mental melayani penumpang. kita tidak pungkiri sekarang keadaan stasiun lebih tertib dan hanya penumpang bertiket yang dapat masuk ke areal stasiun.mungkin maksudnya diantaranya untuk menghentikan praktih percaloan yang melibatkan orang dalam seperti yang selama ini di tuduhkan banyak orang.
namun saya ikuti terus kebijakan kebijakan baru yang muncul satu persatu ko kayanya masyarakt seperti di buat susah ya hanya untuk mencari kendaraan yang murah meriah dan cepat. contohnya saat ini semua kereta ekonomi jarak jauh yang tadinya berangkat dari tanah abang saat ini di pindah ke senen dan priok.kalau orang yang berdomisili di seputar jakarta mah masih gampang menuju ke senen lah kalau yang dari arah barat misalkan daerah tangsel dan tangerang kan makin jauh dan mau tidak mau nambah ongkosnya
dan lagi kaya kereta lokal semisal kereta pwk jakarta yang tidak semua stasiun berhenti. padahal setiap pagi para comuter dari timur yang mencari nafkah di jakrta dan sekitarnya banyak yang turun di dekat tempat kerjanya ada yang di klender dsb dan lagi kereta langsam dari rangkas yang tidak berhenti lagi di semua stasiun yang di lewatinya akibatnya beberapa hari yang lalu pennumpang ka dari tiga raksa yang menyandera kereta dengan duduk duduk di tengah rel dengan harapan agar ka kembali berhenti di stasiun itu. karena kalau tidak berhenti mereka harus naik bus kecil ke stasiun atau langsung ke jakarta yang berarti ongkos transport mereka nambah dua hingga tiga jkali lipat dari normal.
aneh katanya pemerintah menaruh harapan dengan mejadikan ka sebagai tulang punggung transportasi sehingga dapat mengurangi jutaan bikers yang bekerja di jakarta sehingga dapt menekan angka kecelakaan di jalan raya.ko sekarang kaya di persulit aja sih nai ka !
Posts: 1,184
Threads: 0
Joined: Dec 2011
Reputation:
13
Ngomong2 TSnya mana nih? Ngabur gt aja
|