Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[All About] CC206 / GE CM20EMP
(13-11-2012, 03:50 PM)Dirgah de zimwess Wrote: kok sekarang amrik yg niru china? Wek
[spoiler]
[Image: blif6.jpg][/spoiler]

btw.. kalo dipakenya di divre buat narik babaranjang, bakalan terjadi dualisme pengangkut babaranjang dong dengan C5...
dua jenis ini kan beda paberik, maintenance-nya bakal lebih sulit... mulai dari SDM, pembelian suku cadang, n g bisa silang MU antara C5 sama C6 cmiiw.
apalagi dengan perbedaan kalo C6 ini lebih advans teknologinya...

kalo menurut saya yg awam, kenapa dari dulu sebelum C5 masuk.. Buat loko raksasa konfigurasi DD, dengan berat yang sesuai untuk jumlah gardan (mis-nya 200-240ton) dengan tenaga yang g nanggung, agar babaranjang bisa ditarik 1 loko.. kan lebih efisien dari segi apapun.

Hehehe sebenernya ide bagus, tapi sayangnya tidak mungkin direalisasikan. Pertama, karena beban loko bakal melebihi tingkat kemampuan loading rel. Kedua, itu loko bukannya gak kuat, tapi bakal selip kalo narik rangkaian babaranjang dikarenakan gaya gesek roda ke rel kurang besar. Penggunaan traksi ganda bukan cuma masalah kuat atau tidaknya, tetapi juga dipertimbangkan beban rel dan gaya gesek. Penggunaan traksi ganda jauh lebih baik daripada penggunaan 1 loko besar tetapi mengorbankan rel yang ada...

[Image: 064.gif]
Reply
(15-11-2012, 09:59 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote: Justru lok yang di cina itu buatan GE mas Xie Xie (CMIIW)
iya buatan GE... tapi tetep aja loko yg miripnya ada di cina Xie Xie



(16-11-2012, 08:41 AM)mdnboy Wrote:
(13-11-2012, 03:47 PM)Imamnawi Wrote: apa nanti bisa kobong?

jelas gak bisa, karena dapat dipastikan mesin-mesin baru menggunakan EFI (Electronic Fuel Injection)

saya sendiri gak suka lihat foto lok kobong karena sebenarnya hal itu mempercepat kerusakan mesin dan memperpendek usia pakai loko....

IMHO mungkin masih bisa om... loko2 lamapun mesinnya ya pake injeksi, injeksi pastilah diatur elektronik... loko lamapun diset agar tidak kobong, tapi karena umur, kondisi loko n masinis yg naikin throtle seenak udel ya terjadilah kobong..

phepe_ph ' Wrote: Hehehe sebenernya ide bagus, tapi sayangnya tidak mungkin direalisasikan. Pertama, karena beban loko bakal melebihi tingkat kemampuan loading rel. Kedua, itu loko bukannya gak kuat, tapi bakal selip kalo narik rangkaian babaranjang dikarenakan gaya gesek roda ke rel kurang besar. Penggunaan traksi ganda bukan cuma masalah kuat atau tidaknya, tetapi juga dipertimbangkan beban rel dan gaya gesek. Penggunaan traksi ganda jauh lebih baik daripada penggunaan 1 loko besar tetapi mengorbankan rel yang ada...

[Image: 064.gif]

iya sih om... ini kan menurut pendapat awam.. hehehe hanya mimpi...
btw menurut perhitungan sih 240ton dibagi konfigurasi DD masih kuat ditopang di Sumatera.. n buat masalah selip.. TE dgn tekanan per gandar 14ton..dgn tenaga 4000hp.. bisa kok bawa babaranjang dgn 1 loko Xie Xie
Senangnya kulihat para petani melepas lelah dan berhenti sejenak untuk melihat Kereta Api melewati ladang mereka.....
Terharu
Reply
(16-11-2012, 09:01 PM)Dirgah de zimwess Wrote:
(15-11-2012, 09:59 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote: Justru lok yang di cina itu buatan GE mas Xie Xie (CMIIW)
iya buatan GE... tapi tetep aja loko yg miripnya ada di cina Xie Xie



(16-11-2012, 08:41 AM)mdnboy Wrote:
(13-11-2012, 03:47 PM)Imamnawi Wrote: apa nanti bisa kobong?

jelas gak bisa, karena dapat dipastikan mesin-mesin baru menggunakan EFI (Electronic Fuel Injection)

saya sendiri gak suka lihat foto lok kobong karena sebenarnya hal itu mempercepat kerusakan mesin dan memperpendek usia pakai loko....

IMHO mungkin masih bisa om... loko2 lamapun mesinnya ya pake injeksi, injeksi pastilah diatur elektronik... loko lamapun diset agar tidak kobong, tapi karena umur, kondisi loko n masinis yg naikin throtle seenak udel ya terjadilah kobong..

phepe_ph ' Wrote: Hehehe sebenernya ide bagus, tapi sayangnya tidak mungkin direalisasikan. Pertama, karena beban loko bakal melebihi tingkat kemampuan loading rel. Kedua, itu loko bukannya gak kuat, tapi bakal selip kalo narik rangkaian babaranjang dikarenakan gaya gesek roda ke rel kurang besar. Penggunaan traksi ganda bukan cuma masalah kuat atau tidaknya, tetapi juga dipertimbangkan beban rel dan gaya gesek. Penggunaan traksi ganda jauh lebih baik daripada penggunaan 1 loko besar tetapi mengorbankan rel yang ada...

[Image: 064.gif]

iya sih om... ini kan menurut pendapat awam.. hehehe hanya mimpi...
btw menurut perhitungan sih 240ton dibagi konfigurasi DD masih kuat ditopang di Sumatera.. n buat masalah selip.. TE dgn tekanan per gandar 14ton..dgn tenaga 4000hp.. bisa kok bawa babaranjang dgn 1 loko Xie Xie

Pengalaman Amerika dengan EMD DD40AX nya.....malah gak efisien.
Di scrap semua....cuma tinggal 1 yg masih jalan: UP 6936
Akhirnya gak pernah lagi bikin lokomotif dengan konfigurasi gandar DD.
Itu di Amerika loh ya... Xie Xie

[Image: photo_by_craig_walker__dd40x_6927.jpg_smaller.jpg]
Reply
(16-11-2012, 09:01 PM)Dirgah de zimwess Wrote: IMHO mungkin masih bisa om... loko2 lamapun mesinnya ya pake injeksi, injeksi pastilah diatur elektronik... loko lamapun diset agar tidak kobong, tapi karena umur, kondisi loko n masinis yg naikin throtle seenak udel ya terjadilah kobong..

maaf mas...setau saya sistem injeksi (solar maupun bensin) itu teknologi yg'agak'baru..istilahnya EFI (electronic fuel injection) dan sistem injeksi itu blm tentu harus diatur oleh komputer atau sistem perangkat lunak/elektronik,mesin diesel msh banyak kok yg injeksinya pke mekanis (itulah kenapa mesin diesel lawas cenderung lebih berisik..karena jg ada motor bwt injeksi tsb),toh di lok sistem bahan bakarnya sami mawon sama mesin diesel lain,cm penyaluran tenaga ke motor traksinya aja yg beda

dan setau saya jg,lok di jawa yg pke pengaturan elektronik di sistem bahan bakarnya (EFI) itu baru CC204 series..CMIIW
klo udh EFI tp msh kobong ya berarti ada gangguan itu di sistem bahan bakarnya,karena CC204 udh di program ga bisa langsung lompat throttle (klo ga salah malah mati mesinnya klo nekat) CMIIW lg

sekali lg mohon maaf jikalau salah Xie Xie
SAVE HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE)
Reply
(18-11-2012, 02:05 AM)bayucool Wrote:
(16-11-2012, 09:01 PM)Dirgah de zimwess Wrote: IMHO mungkin masih bisa om... loko2 lamapun mesinnya ya pake injeksi, injeksi pastilah diatur elektronik... loko lamapun diset agar tidak kobong, tapi karena umur, kondisi loko n masinis yg naikin throtle seenak udel ya terjadilah kobong..

maaf mas...setau saya sistem injeksi (solar maupun bensin) itu teknologi yg'agak'baru..istilahnya EFI (electronic fuel injection) dan sistem injeksi itu blm tentu harus diatur oleh komputer atau sistem perangkat lunak/elektronik,mesin diesel msh banyak kok yg injeksinya pke mekanis (itulah kenapa mesin diesel lawas cenderung lebih berisik..karena jg ada motor bwt injeksi tsb),toh di lok sistem bahan bakarnya sami mawon sama mesin diesel lain,cm penyaluran tenaga ke motor traksinya aja yg beda

dan setau saya jg,lok di jawa yg pke pengaturan elektronik di sistem bahan bakarnya (EFI) itu baru CC204 series..CMIIW
klo udh EFI tp msh kobong ya berarti ada gangguan itu di sistem bahan bakarnya,karena CC204 udh di program ga bisa langsung lompat throttle (klo ga salah malah mati mesinnya klo nekat) CMIIW lg

sekali lg mohon maaf jikalau salah Xie Xie

bener yg ente bilang bos bayucool, lok di indonesia yang baru menggunakan sistem EFI itu mulai CC204, CC201 ataupun CC203 belum menggunakan sistem EFI dalam penggunaan BBM, kalau CC202/205 saya kurang paham sudah mengaplikasikan sistem ini atau belum.
Jadi lebih jelasnya gini sistem ini mengatur konsumsi BBM buat lok, kalau lok CC201/203 pertama jalan masinis langsung mengatur notch pada angka 3 maka konsumsi BBM yang dialiri ya....kebutuhan BBM pada notch 3 sehingga ada BBM yang gagal dalam sistem pengapiannya sehingga menyebabkan "kobong", nah kalo di CC204 walaupun masinis mengatur notch pada angka 3 tapi karena lok baru berjalan maka secara otomatis komputer akan mengatur konsumsi BBM hanya untuk notch 1 sampai perputaran mesin stabil baru mengatur lagi ke notch 2 sampai seterusnya.
jadi pada intinya lok yang sudah menggunakan sistem ini untuk kerja mesin lebih stabil karena tidak bisa langsung digeber sehingga umur lok bisa disesuaikan dengan masa pakai yang diatur oleh pabrikan.
kalau ada salah mohon dikoreksilah sama para sesepuh Semboyan 35 yang lebih paham mengenai hal ini, btw back to topik.
kalau dilihat dari pict. yg ada, kayaknya CC206 lebih panjang ya dari CC204???....
Reply
Teman-teman RF.. khabar gembira nih..
saya sudah dikirimin mahluknya sudah didalam kapal Tersenyuum

siap-siap jemput



[Image: CC206.jpg]

Reply
sudah dimana nih kapalnya? Bingung

tahun depan dari januari-april 44 lokomotif CC205 juga akan sampai di Indonesia Bye Bye

[Image: siggymj.jpg]

PASUKAN BABARANJANG
Reply
wah putih @_@
Reply
Wah siap2 jemput Ngiler
Mari bersulang! Ngakak
Reply
putih,, panjang,, pesek.,
@_@
a Finepixer Amateur Railgrapher
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)