Posts: 436
Threads: 0
Joined: Nov 2011
Reputation:
2
(27-08-2012, 09:39 PM)kikansha_otaku Wrote: (26-08-2012, 12:07 AM)Adi Sutjipto Wrote: Kalau boleh saya berbagi,
mungkin sedikit panjang, asal berkenan membaca,
ya buka saja yang dibawah ini.
[spoiler]Sebenarnya, kereta api kan hampir mirip dengan kendaraan [mobil] matic.
Kalau hanya menjalankan saja, ya pasti bergerak keretanya.
Yang penting kan harus halus pergerakannya.
Saya perhatikan, beberapa masinis mempunyai kebiasaan sendiri-sendiri.
Saat mulai berangkat.
- 1.
Ada yang suka, saat mulai menjalankan,
posisi rem [loko] masih diikat, lalu tuas dipindah keposisi satu.
Putaran mesin mulai naik dan sebenarnya, kereta mulai bergerak, tapi masih ditahan oleh rem [loko].
Lalu rem mulai dilepas perlahan, dan kereta bergerak halus.
Ini karena waktu mulai bergerak, tadi masih ditahan oleh rem.
Rem kereta kan beda denga mobil atau sepeda motor,
baik mengikat atau melepas, membutuhkan waktu.
- 2.
Tuas digeser keposisi satu, lalu rem [loko] dilepas,
kereta akan bergerak maju perlahan.
Ini semua dapat bergerak dengan mulus,
jika saat berhenti, posisi gandengan dalam keadaan menarik.
Nah,
seninya jika ingin berhenti,
bagaimana sewaktu berhenti, sehalus mungkin.
Sehingga posisi gandengan, tetap dalam keadaan saling menarik,
dari depan sampai yang paling belakang.
Ini yang menentukan nanti,
pada saat mulai berangkat, terjadi hentakan atau tidak.
Ini saya perhatikan,
juga ada dua cara yang sering dilakukan masinis.
- 1.
Begitu masinis tahu jarak untuk berhenti dititk mana,
secara pengalaman dan feeling, setelah posisi tuas kecepatan digeser
pada angka kecil, 2 atau 1, sambil rem [rangkaian] mulai dikerjakan sedikit.
Begitu mendekati titik berhenti, tuas rem [rangkaian] mulai dikerjakan dengan
menarik sedikit lebih kuat,
agar kereta terasa mulai berkurang kecepatannya.
Tepat yang diperkirakan harus berhenti dan loko terasa masih menarik,
tapi sudah sangat-sangat perlahan, lalu rem [rangkaian] diikat sampai
rangkaian berhenti, lalu rem loko diikat dan rem rangkaian dilepas.
Baru tuas kecepatan digeser ke posisi iddle.
- 2.
Saat kereta akan berhenti,
rem rangkaian mulai dikerjakan, sambil memainkan tuas rem, ikat dan lepas,
tuas kecepatan juga mulai dikurangi,
dan diposisikan antara 2-1-0.
Ini butuh perasaan dan pengalaman.
Masinis akan tahu, gandengan tetap dalam posisi menarik dan berjalan [erlahan
dan akan berhenti dibelakang sinyal.
Tuas kecepatan sudah dalam posisi nol
dan karena beratnya bobot kereta, akan berhenti dan gandengan
tetap dalam posisi saling menarik.
Begitu berhenti, langsung secepatnya,
tuas rem [loko] dikerjakan.
Jika kereta dalam kecepatan yang belum terlalu pelan dalam batas
kecepatan tertentu, dan rem segera diikat,
kadang yang belakang mendorong yang depan,
ini yang menyebabkan tumburan pelan antar gerbong.
selain mengagetkan penumpang, gelas juga bisa tumpah airnya.
Karena gaya tarik sepatu rem tiap gerbong,
pasti tidak akan sama.
ada yang sudah sedikit haus, atau ada yang masih baik.
Saya sendiri,
lebih senang pengereman cara kedua,
ini membutuhkan seni dan perasaan kita akan bertambah senang,
jika berhenti dengan mulus.
Sekalian sedikit hiburan untuk diri sendiri saat melakukan pengereman.
Ini seperti jika kita menyetir mobil matic.
Jika berhenti dilampu merah, jalan dalam keadaan datar,
walau posisi tuas versneling dalam posisi D, lalu kita rem,
memang mobil akan berhenti.
Jika lampu menyala hijau, tinggal rem dilepas,
dan mobil akan jalan.
Akan lebih baik,
jika saat berhenti, posisi tuas di N, lalu rem tangan ditarik.
Ini mengurangi beban mesin yang sebenarnya, tetap ingin bergerak maju,
hanya saja kekuatan rem yang kita injak, lebih kuat.
S4.
[sepurane seandainya saya salah].
[/spoiler]
(25-08-2012, 11:53 PM)phepe_ph Wrote: (25-08-2012, 11:18 PM)Adi Sutjipto Wrote: Sungguhan ?
Bisa memainkan throttle,
bagaimana cara mengerem yang halus,
tanpa hentakan dari belakang, tepat dibelakang sinyal,
atau waktu berangkat dengan halus dalam 10 menit ?

Serius... belajar sebentar jadi... Apalagi supir2 truk, perhitungan rem mereka lebih jago lagi. Soal throttle halus itu gampang. Tapi supir berpengalaman lho, bukan yang asal nyetir apalagi bisanya cuma kebut2an.
Kalau soal sinyal beda cerita dong... ...
Ya sudah,
kapan-kapan saya diajari ya...
Waaw.. makasih, Pak 
Jadi ngiler pingin pegang loko, paling gak BB300 atau D300 gpp deh... tapi gak akan mungkin sih secara saya bukan masinis... 
Mau tanya dikit nih, rem loko itu gak ikut kepasang waktu rem rangkaian diikat/diaktifkan ya?
Setau saya waktu baca-baca di internet, rem loko ngikut rem rangkaian tapi bisa dilepas secara manual saat rem rangkaian diaktifkan (bail out).
Trus, teknik pemakaian rem dinamik biasanya gimana ya? Supaya waktu diaktifkan bisa seimbang dengan rem rangkaian sehingga loko tidak kesundul kereta.

Kalau gak salah rem dinamik cuma ada di lok DE dan cuma bisa diaktifkan jika throtle di posisi rendah ... Mungkin RF masinis atau pak kadaop xxx atau yg lain bisa membantu??
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
(27-08-2012, 10:01 PM)paulus Wrote: Kalau gak salah rem dinamik cuma ada di lok DE dan cuma bisa diaktifkan jika throtle di posisi rendah ... Mungkin RF masinis atau pak kadaop xxx atau yg lain bisa membantu??
Sepertinya sih begitu...
Hayo,
para pakar mungkin bisa membantu ?
Soalnya kan D Elektrik...
Memang dalam posisi kecepatan rendah,
maks 35 km atau berapa gitu,
lupa juga sih...
Posts: 333
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
2
(28-08-2012, 09:58 PM)Adi Sutjipto Wrote: (27-08-2012, 10:01 PM)paulus Wrote: Kalau gak salah rem dinamik cuma ada di lok DE dan cuma bisa diaktifkan jika throtle di posisi rendah ... Mungkin RF masinis atau pak kadaop xxx atau yg lain bisa membantu??
Sepertinya sih begitu...
Hayo,
para pakar mungkin bisa membantu ?
Soalnya kan D Elektrik...
Memang dalam posisi kecepatan rendah,
maks 35 km atau berapa gitu,
lupa juga sih... 
Rem dinamik itu bukan di kecepatan rendah, tapi pada posisi mesin (mendekati) idle. Mesin cuma menyuplai sedikit listrik untuk kumparan medan TM. Kebalikannya, rem dinamik cuma berfungsi di kecepatan (jalan) tinggi karena di kecepatan rendah torsi pengereman dari TM tidak terlalu besar. Bisa dianalogikan dengan dinamo lampu sepeda, makin cepat sepedanya jalan makin terang lampunya.
Efek rem dinamik lumayan kuat, kalau nggak perhitungan bisa menyebabkan rangkaian anjlok.
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'
RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Posts: 1,487
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
5
(01-09-2012, 12:14 PM)kikansha_otaku Wrote: Rem dinamik itu bukan di kecepatan rendah, tapi pada posisi mesin (mendekati) idle. Mesin cuma menyuplai sedikit listrik untuk kumparan medan TM. Kebalikannya, rem dinamik cuma berfungsi di kecepatan (jalan) tinggi karena di kecepatan rendah torsi pengereman dari TM tidak terlalu besar. Bisa dianalogikan dengan dinamo lampu sepeda, makin cepat sepedanya jalan makin terang lampunya.
Efek rem dinamik lumayan kuat, kalau nggak perhitungan bisa menyebabkan rangkaian anjlok.
Setahu saya rem dinamik itu kerjanya nahan atau muter balik putaran TM lok. Biasanya dipakai di lintasan menurun tajam, jadi ga ngabisin kanvas rem~
Posts: 460
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
11
tanyak ya, masinis itu boleh menjalankan semua type loko atau tiap type loko musti belajar dan ujian dulu seperti pesawat?
Thanks sebelumnya.
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(10-09-2012, 02:08 AM)antonius_123 Wrote: tanyak ya, masinis itu boleh menjalankan semua type loko atau tiap type loko musti belajar dan ujian dulu seperti pesawat?
Thanks sebelumnya.
Kalo ga salah, ada yg namanya brevet, yaitu kemampuan masinis untuk mengoperasikan suatu tipe loko spesifik tertentu (CMIIW)
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 460
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
11
thanks, seperti pesawat kalau gitu.
Posts: 56
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
2
10-09-2012, 09:41 PM
(This post was last modified: 10-09-2012, 09:48 PM by Martu Hares P.)
Mau tanya dikit nih, rem loko itu gak ikut kepasang waktu rem rangkaian diikat/diaktifkan ya?
Setau saya waktu baca-baca di internet, rem loko ngikut rem rangkaian tapi bisa dilepas secara manual saat rem rangkaian diaktifkan (bail out).
Biar loko ga ikut ngerem, handle independent brake/rem loknya diganjel mas, biasanya pake kayu atau batu, kadang pake pulpen atau korek gas  pkoknya yg bisa buat ganjel, biar anginnya loss.
Sepertinya sih begitu...
Hayo,
para pakar mungkin bisa membantu ?
Soalnya kan D Elektrik...
Memang dalam posisi kecepatan rendah,
maks 35 km atau berapa gitu,
lupa juga sih... 
[/quote]
Rem dinamik itu bukan di kecepatan rendah, tapi pada posisi mesin (mendekati) idle. Mesin cuma menyuplai sedikit listrik untuk kumparan medan TM. Kebalikannya, rem dinamik cuma berfungsi di kecepatan (jalan) tinggi karena di kecepatan rendah torsi pengereman dari TM tidak terlalu besar. Bisa dianalogikan dengan dinamo lampu sepeda, makin cepat sepedanya jalan makin terang lampunya.
Efek rem dinamik lumayan kuat, kalau nggak perhitungan bisa menyebabkan rangkaian anjlok.
[/quote]
Dinamic brake digunakan pada V min 30 km/jam, throttle harus posisi idle. Jarang atau bahkan ga pernah digunakan sama sekali. Untuk 204 sih mungkin masih oke kalo mau coba digunakan tp utk 201/203 grid/tahanannya sudah tdk bgtu baik takutnya malah TMnya bisa kebakar.
RF Martu Hares P, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
(10-09-2012, 09:41 PM)Martu Hares P Wrote: Rem dinamik itu bukan di kecepatan rendah, tapi pada posisi mesin (mendekati) idle. Mesin cuma menyuplai sedikit listrik untuk kumparan medan TM. Kebalikannya, rem dinamik cuma berfungsi di kecepatan (jalan) tinggi karena di kecepatan rendah torsi pengereman dari TM tidak terlalu besar. Bisa dianalogikan dengan dinamo lampu sepeda, makin cepat sepedanya jalan makin terang lampunya.
Efek rem dinamik lumayan kuat, kalau nggak perhitungan bisa menyebabkan rangkaian anjlok.
Dinamic brake digunakan pada V min 30 km/jam, throttle harus posisi idle. Jarang atau bahkan ga pernah digunakan sama sekali. Untuk 204 sih mungkin masih oke kalo mau coba digunakan tp utk 201/203 grid/tahanannya sudah tdk bgtu baik takutnya malah TMnya bisa kebakar. Nah,
sudah dijawab oleh pakarnya tuh...
Posts: 1
Threads: 0
Joined: Jul 2012
Reputation:
0
oooo begitu ya caranya nyupir KA
|