Thread Rating:
  • 2 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About Argo Bromo & Argo Bromo Anggrek
Kalau ternyata Pembangkit GG tdk layak memakai K9, apa tidak sebaiknya diganti dengan K5/K8 ?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(31-07-2012, 05:27 PM)spoor_jadul Wrote:
(29-06-2012, 03:25 PM)Maulana Malik Wrote: Tadi pagi, KA 3 Argo Bromo Anggrek dari Surabaya masuk JNG pukul 06:32 Dengan susunan lok - 2 bagasi - 3 k1 - m1 - 3 k1 - P Argo

[spoiler=Buntutnya]
[Image: Foto3300.jpg][/spoiler]

2 unit BP Go Green tidak akan bergabung dengan rolling stock K1 Go Green dan M1 Go green dalam waktu dekat. Hasil test run menunjukkan perlu modifikasi signifikan pada bogie agar bisa support konfigurasi F52. Saat ini masih dalam proses perbaikan di PT INKA.

Bearing e msh bermasalah to om?
perasaan BPne ABA K9 sering banget bermasalah dari dulu?
Misale diganti pake K5 / k8 gt, apa kah ga ada efek pada suspensi keretane?
katane Alm Pakde Totok dulu sampe K9 sampe jebol suspensinya justru karena sering pake BP non K9?

Smoga kedepan segera beres itu BPnya Xie Xie
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
KA 1 ABA melintas di Tegal Selatan


[Image: wartegargo.jpg]
[Spoiler= Livery ombak]


[Image: wartegargo.jpg][/Spoiler]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Hari Kamis kemarin (9 Agustus 2012), akhirnya dapat kesempatan naek ABA GG dengan no KA 2, dari Jakarta ke Surabaya , kereta dengan bogie K9 dan ditemani oleh 3 gerbong bogie K5/K8. ABA GG waktu itu dengan stamformasi CC20411xx + 1 BP livery ombak + 3 K1 GG + M1 GG + 2 K1 GG + 1 Toraja + 1 Barang. ABA GG ini berangkat dari Jakarta telat dan tiba di Surabaya kecepetan.
Sebelumnya saya ingin berkomentar mengenai ABA GG ini, jujur gerbong GG ini adalah angkutan umum darat paling nyaman yang pernah ada, walaupun kondisi kursi ada beberapa yang sudah rusak, pintu otomatis belakang di gerbong saya jebol, lampu terang banget ( ngga terlalu berpengaruh juga sih ), passenger information display-nya ngga tersistem ( padahal bagus lhoh kalo dimanpaatin, 3 warna dan lebih atraktif, kalo kereta lainnya cuma warna merah doank ), tapi saya kasih 4 jempol deh. Ini memang kereta yang nyaman ketika kereta dalam kondisi berjalan, apalagi kalau bisa ngebut, meskipun ngga prama ato prami pun sekalipun ngga akan berpengaruh bagi saya, ngga tahu kalo bagi yang laennya. Bogie K9 yang baru sekarang ini memang lebih revolusioner daripada bogie K9 sebelumnya, bisa meredam guncangan tapi justru lebih banyak getaran vertical seperti kursi pijat, getaran banyak terjadi saat kereta dalam kondisi akselerasi. Waktu di perjalanan, saya sempet berdiri di bordes, saya mencoba mengamati gerbong belakang saya dan melihat bagaimana guncangan kereta ini jika dibandingkan dengan kereta dengan bogie K5, ternyata guncangan tidak terlalu dalem seperti K5, cuma saya menyayangkan sudah tahu seperti itu kereta hanya stabil di 90 - 95 km/jam.
OK. Berikut TR singkatnya, saya memakai handphone dengan jam tersetting otomatis sesuai jam operator. Seperti biasa, ABA ngetem di jalur 1, berangkat dari Stasiun Gambir 09.38, seperti biasa, ketahan bentar sebelum masuk Manggarai tapi ngga berhenti, ketahan lagi di Jatinegara, berhenti berntar, kemungkinan lokomotif masuk dipo. Lewat jatinegara dipaculah kereta hingga 104 km/jam tapi bentar doank cuma sampai stasiun apa ya, lupa pokoknya masih sejajar dengan jalan yang ada buswaynya. melewati Bekasi dengan 90 km/jam, kereta jalan stabil 80-95 km/jam sampai di Cikampek 10.37 ( ini pertama kalinya naek kreta Jkt - Cikampek kurang dari 1 jam ), berjalan perlahan, tancap terus, tapi lagi-lagi tetep kereta stabil di 95km/jam, ya udahlah, di Stasiun kadokangabus ketemu KLB terpal biru ( KRL Kfw dari Inka, berjalan lambat), tiduran bentar, puasa soalnya, ngantuk melulu, eeeh ternyata tiba di Cirebon kecepetan 3 menit yaitu jam 12.10, lumayan Jakarta - Cirebon 2 jam 32 menit, berangkat jam 12.20, sepanjang Cirebon - Semarang ngga terlalu banyak memperhatikan waktu, cuma di Pekalongan berhenti seharusnya ngga padahal. Nah, di petak Pekalongan - Semarang ada belokan dengan tikungan tajam yaitu sebelum masuk Stasium Kalibodri ( kecepatan sekitar 95 km/jam ) bikin badan tersentak ke kiri, saya pikir bakal anjlok nih, eeh tidak ternyata, perbaikin lagi dech jalurmya. Di petak ini kereta stabil di kecepatan 90-95km/jam dengan kecepatan minimal 65 km/jam di jalur pantai. Tiba di Semarang jam 15.23, telat 1 menit, berangkat lagi jam 15.30, setelah GPS HP error, ya udah liat perkembangan jalur ganda saja, udah cukup signifikan perkembangannya di Alastuwa - Cepu. Hari sudah mulai gelap, saatnya berbuka di kereta makan, meskipun mahal gpp lah, sekali-kali, lagian beli juga ngga sering, joz, minim guncangan, jadi bisa makan dengan tenang, waktu terus berjalan, ngga kerasa kereta sudah di Lamongan pada jam 18.35, ketemu Sembrani di Kandangan jam 18.53, telat berangkat ni, coba nyalain GPS lagi, bisa ternyata,Kandangan - Turi sampe 90 - 93 km/jam, akhirnya sampe juga di pasar Turi jam 19.10 menit alias kecepeten 1 menit. Berharap bisa diteruskan sampe Malang nih kereta, haha..
Nah, dari Jakarta - Surabaya total waktu yang dibutuhkan adalah 19.10 - 09.38 atao 18. 70 - 09.38 sehingga 9 jam 32 menit dengan kecepatan kereta stabil di kisaran 80,90,dan 95 km/jam,bebrapa hambatan kereta ini adalah tertahan di Manggarai, Jatinegara, taspat di Karawang, berjalan perlahan di Cikampek, Jatibarang, berhenti di Cirebon, berjalan perlahan di Brebes, Tegal, berhenti di Pemalang, Pekalongan, taspat petak Plabuan, taspat di Semarang - Alastuwa, dan beberapa di Alastuwa - Surabaya karena pembangunan jembatan buat DT. Kalo DT sudah jadi 7,5 jam bisa asal kereta stabil 100 - 110 km/jam. Saya yakin bogie K9 bisa dibawa sampe 130 km/jam, karena kecepatan 95 km/jam ngga terlalu kerasa sebenarnya. Tau dah kpan.
Jadi kesimpulan saya, semoga kelak PT Spor bisa membeli banyak gerbong K9, inilah kenyamanan yang sesungguhnya.
Reply
(13-08-2012, 12:07 AM)bramoy Wrote: [spoiler]
Hari Kamis kemarin (9 Agustus 2012), akhirnya dapat kesempatan naek ABA GG dengan no KA 2, dari Jakarta ke Surabaya , kereta dengan bogie K9 dan ditemani oleh 3 gerbong bogie K5/K8. ABA GG waktu itu dengan stamformasi CC20411xx + 1 BP livery ombak + 3 K1 GG + M1 GG + 2 K1 GG + 1 Toraja + 1 Barang. ABA GG ini berangkat dari Jakarta telat dan tiba di Surabaya kecepetan.
Sebelumnya saya ingin berkomentar mengenai ABA GG ini, jujur gerbong GG ini adalah angkutan umum darat paling nyaman yang pernah ada, walaupun kondisi kursi ada beberapa yang sudah rusak, pintu otomatis belakang di gerbong saya jebol, lampu terang banget ( ngga terlalu berpengaruh juga sih ), passenger information display-nya ngga tersistem ( padahal bagus lhoh kalo dimanpaatin, 3 warna dan lebih atraktif, kalo kereta lainnya cuma warna merah doank ), tapi saya kasih 4 jempol deh. Ini memang kereta yang nyaman ketika kereta dalam kondisi berjalan, apalagi kalau bisa ngebut, meskipun ngga prama ato prami pun sekalipun ngga akan berpengaruh bagi saya, ngga tahu kalo bagi yang laennya. Bogie K9 yang baru sekarang ini memang lebih revolusioner daripada bogie K9 sebelumnya, bisa meredam guncangan tapi justru lebih banyak getaran vertical seperti kursi pijat, getaran banyak terjadi saat kereta dalam kondisi akselerasi. Waktu di perjalanan, saya sempet berdiri di bordes, saya mencoba mengamati gerbong belakang saya dan melihat bagaimana guncangan kereta ini jika dibandingkan dengan kereta dengan bogie K5, ternyata guncangan tidak terlalu dalem seperti K5, cuma saya menyayangkan sudah tahu seperti itu kereta hanya stabil di 90 - 95 km/jam.
OK. Berikut TR singkatnya, saya memakai handphone dengan jam tersetting otomatis sesuai jam operator. Seperti biasa, ABA ngetem di jalur 1, berangkat dari Stasiun Gambir 09.38, seperti biasa, ketahan bentar sebelum masuk Manggarai tapi ngga berhenti, ketahan lagi di Jatinegara, berhenti berntar, kemungkinan lokomotif masuk dipo. Lewat jatinegara dipaculah kereta hingga 104 km/jam tapi bentar doank cuma sampai stasiun apa ya, lupa pokoknya masih sejajar dengan jalan yang ada buswaynya. melewati Bekasi dengan 90 km/jam, kereta jalan stabil 80-95 km/jam sampai di Cikampek 10.37 ( ini pertama kalinya naek kreta Jkt - Cikampek kurang dari 1 jam ), berjalan perlahan, tancap terus, tapi lagi-lagi tetep kereta stabil di 95km/jam, ya udahlah, di Stasiun kadokangabus ketemu KLB terpal biru ( KRL Kfw dari Inka, berjalan lambat), tiduran bentar, puasa soalnya, ngantuk melulu, eeeh ternyata tiba di Cirebon kecepetan 3 menit yaitu jam 12.10, lumayan Jakarta - Cirebon 2 jam 32 menit, berangkat jam 12.20, sepanjang Cirebon - Semarang ngga terlalu banyak memperhatikan waktu, cuma di Pekalongan berhenti seharusnya ngga padahal. Nah, di petak Pekalongan - Semarang ada belokan dengan tikungan tajam yaitu sebelum masuk Stasium Kalibodri ( kecepatan sekitar 95 km/jam ) bikin badan tersentak ke kiri, saya pikir bakal anjlok nih, eeh tidak ternyata, perbaikin lagi dech jalurmya. Di petak ini kereta stabil di kecepatan 90-95km/jam dengan kecepatan minimal 65 km/jam di jalur pantai. Tiba di Semarang jam 15.23, telat 1 menit, berangkat lagi jam 15.30, setelah GPS HP error, ya udah liat perkembangan jalur ganda saja, udah cukup signifikan perkembangannya di Alastuwa - Cepu. Hari sudah mulai gelap, saatnya berbuka di kereta makan, meskipun mahal gpp lah, sekali-kali, lagian beli juga ngga sering, joz, minim guncangan, jadi bisa makan dengan tenang, waktu terus berjalan, ngga kerasa kereta sudah di Lamongan pada jam 18.35, ketemu Sembrani di Kandangan jam 18.53, telat berangkat ni, coba nyalain GPS lagi, bisa ternyata,Kandangan - Turi sampe 90 - 93 km/jam, akhirnya sampe juga di pasar Turi jam 19.10 menit alias kecepeten 1 menit. Berharap bisa diteruskan sampe Malang nih kereta, haha..
Nah, dari Jakarta - Surabaya total waktu yang dibutuhkan adalah 19.10 - 09.38 atao 18. 70 - 09.38 sehingga 9 jam 32 menit dengan kecepatan kereta stabil di kisaran 80,90,dan 95 km/jam,bebrapa hambatan kereta ini adalah tertahan di Manggarai, Jatinegara, taspat di Karawang, berjalan perlahan di Cikampek, Jatibarang, berhenti di Cirebon, berjalan perlahan di Brebes, Tegal, berhenti di Pemalang, Pekalongan, taspat petak Plabuan, taspat di Semarang - Alastuwa, dan beberapa di Alastuwa - Surabaya karena pembangunan jembatan buat DT. Kalo DT sudah jadi 7,5 jam bisa asal kereta stabil 100 - 110 km/jam. Saya yakin bogie K9 bisa dibawa sampe 130 km/jam, karena kecepatan 95 km/jam ngga terlalu kerasa sebenarnya. Tau dah kpan.
Jadi kesimpulan saya, semoga kelak PT Spor bisa membeli banyak gerbong K9, inilah kenyamanan yang sesungguhnya.[/spoiler]

Sebenarnya pusing juga om saya baca postingan sampeyan.....Ngakak
Yang bikin saya kaget ya yang saya bold itu om, kenapa koq di PK ABA dibilang aneh kalo berhenti, padahal kan emang uda sejatinya ABA emang berhenti normal di PK.
Terus juga yang jadi hambatan2 yang uda saya garis bawahi agak ga setuju aja om, kalo ABA ga berhenti di CN wah bisa2 masinis bakal kedodoran om, uda dari sononya masinis harus ganti di CN, kalo terus dibablasin wah ntar bisa2 melanggar aturan lagi deh....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(13-08-2012, 11:25 AM)Joe_cn Wrote:
(13-08-2012, 12:07 AM)bramoy Wrote: [spoiler]
Hari Kamis kemarin (9 Agustus 2012), akhirnya dapat kesempatan naek ABA GG dengan no KA 2, dari Jakarta ke Surabaya , kereta dengan bogie K9 dan ditemani oleh 3 gerbong bogie K5/K8. ABA GG waktu itu dengan stamformasi CC20411xx + 1 BP livery ombak + 3 K1 GG + M1 GG + 2 K1 GG + 1 Toraja + 1 Barang. ABA GG ini berangkat dari Jakarta telat dan tiba di Surabaya kecepetan.
Sebelumnya saya ingin berkomentar mengenai ABA GG ini, jujur gerbong GG ini adalah angkutan umum darat paling nyaman yang pernah ada, walaupun kondisi kursi ada beberapa yang sudah rusak, pintu otomatis belakang di gerbong saya jebol, lampu terang banget ( ngga terlalu berpengaruh juga sih ), passenger information display-nya ngga tersistem ( padahal bagus lhoh kalo dimanpaatin, 3 warna dan lebih atraktif, kalo kereta lainnya cuma warna merah doank ), tapi saya kasih 4 jempol deh. Ini memang kereta yang nyaman ketika kereta dalam kondisi berjalan, apalagi kalau bisa ngebut, meskipun ngga prama ato prami pun sekalipun ngga akan berpengaruh bagi saya, ngga tahu kalo bagi yang laennya. Bogie K9 yang baru sekarang ini memang lebih revolusioner daripada bogie K9 sebelumnya, bisa meredam guncangan tapi justru lebih banyak getaran vertical seperti kursi pijat, getaran banyak terjadi saat kereta dalam kondisi akselerasi. Waktu di perjalanan, saya sempet berdiri di bordes, saya mencoba mengamati gerbong belakang saya dan melihat bagaimana guncangan kereta ini jika dibandingkan dengan kereta dengan bogie K5, ternyata guncangan tidak terlalu dalem seperti K5, cuma saya menyayangkan sudah tahu seperti itu kereta hanya stabil di 90 - 95 km/jam.
OK. Berikut TR singkatnya, saya memakai handphone dengan jam tersetting otomatis sesuai jam operator. Seperti biasa, ABA ngetem di jalur 1, berangkat dari Stasiun Gambir 09.38, seperti biasa, ketahan bentar sebelum masuk Manggarai tapi ngga berhenti, ketahan lagi di Jatinegara, berhenti berntar, kemungkinan lokomotif masuk dipo. Lewat jatinegara dipaculah kereta hingga 104 km/jam tapi bentar doank cuma sampai stasiun apa ya, lupa pokoknya masih sejajar dengan jalan yang ada buswaynya. melewati Bekasi dengan 90 km/jam, kereta jalan stabil 80-95 km/jam sampai di Cikampek 10.37 ( ini pertama kalinya naek kreta Jkt - Cikampek kurang dari 1 jam ), berjalan perlahan, tancap terus, tapi lagi-lagi tetep kereta stabil di 95km/jam, ya udahlah, di Stasiun kadokangabus ketemu KLB terpal biru ( KRL Kfw dari Inka, berjalan lambat), tiduran bentar, puasa soalnya, ngantuk melulu, eeeh ternyata tiba di Cirebon kecepetan 3 menit yaitu jam 12.10, lumayan Jakarta - Cirebon 2 jam 32 menit, berangkat jam 12.20, sepanjang Cirebon - Semarang ngga terlalu banyak memperhatikan waktu, cuma di Pekalongan berhenti seharusnya ngga padahal. Nah, di petak Pekalongan - Semarang ada belokan dengan tikungan tajam yaitu sebelum masuk Stasium Kalibodri ( kecepatan sekitar 95 km/jam ) bikin badan tersentak ke kiri, saya pikir bakal anjlok nih, eeh tidak ternyata, perbaikin lagi dech jalurmya. Di petak ini kereta stabil di kecepatan 90-95km/jam dengan kecepatan minimal 65 km/jam di jalur pantai. Tiba di Semarang jam 15.23, telat 1 menit, berangkat lagi jam 15.30, setelah GPS HP error, ya udah liat perkembangan jalur ganda saja, udah cukup signifikan perkembangannya di Alastuwa - Cepu. Hari sudah mulai gelap, saatnya berbuka di kereta makan, meskipun mahal gpp lah, sekali-kali, lagian beli juga ngga sering, joz, minim guncangan, jadi bisa makan dengan tenang, waktu terus berjalan, ngga kerasa kereta sudah di Lamongan pada jam 18.35, ketemu Sembrani di Kandangan jam 18.53, telat berangkat ni, coba nyalain GPS lagi, bisa ternyata,Kandangan - Turi sampe 90 - 93 km/jam, akhirnya sampe juga di pasar Turi jam 19.10 menit alias kecepeten 1 menit. Berharap bisa diteruskan sampe Malang nih kereta, haha..
Nah, dari Jakarta - Surabaya total waktu yang dibutuhkan adalah 19.10 - 09.38 atao 18. 70 - 09.38 sehingga 9 jam 32 menit dengan kecepatan kereta stabil di kisaran 80,90,dan 95 km/jam,bebrapa hambatan kereta ini adalah tertahan di Manggarai, Jatinegara, taspat di Karawang, berjalan perlahan di Cikampek, Jatibarang, berhenti di Cirebon, berjalan perlahan di Brebes, Tegal, berhenti di Pemalang, Pekalongan, taspat petak Plabuan, taspat di Semarang - Alastuwa, dan beberapa di Alastuwa - Surabaya karena pembangunan jembatan buat DT. Kalo DT sudah jadi 7,5 jam bisa asal kereta stabil 100 - 110 km/jam. Saya yakin bogie K9 bisa dibawa sampe 130 km/jam, karena kecepatan 95 km/jam ngga terlalu kerasa sebenarnya. Tau dah kpan.
Jadi kesimpulan saya, semoga kelak PT Spor bisa membeli banyak gerbong K9, inilah kenyamanan yang sesungguhnya.[/spoiler]

Sebenarnya pusing juga om saya baca postingan sampeyan.....Ngakak
Yang bikin saya kaget ya yang saya bold itu om, kenapa koq di PK ABA dibilang aneh kalo berhenti, padahal kan emang uda sejatinya ABA emang berhenti normal di PK.
Terus juga yang jadi hambatan2 yang uda saya garis bawahi agak ga setuju aja om, kalo ABA ga berhenti di CN wah bisa2 masinis bakal kedodoran om, uda dari sononya masinis harus ganti di CN, kalo terus dibablasin wah ntar bisa2 melanggar aturan lagi deh....

ABA malam dari GMR sekarang LS PK mas Bro.
Yang berhenti cm ABA siang. wakakakakakakaka. dulu pernah naik ABA malam. mau ngasih roti ke pegawai d PK. eh ga twnya LS :v akhirnya d lempar tu roti Ngakak

ABA ne ketahan d PK malam itu bisa jd karena stasiun Batang blm aman. biasnaya kan d batang susul Senja SM dan SIlang Parcel Big Grin
jd kalau blm aman ya kudu mandeg PK walau seharusnya enggak.
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
(13-08-2012, 11:31 AM)Illia Wrote:
(13-08-2012, 11:25 AM)Joe_cn Wrote:
(13-08-2012, 12:07 AM)bramoy Wrote: [spoiler]
Hari Kamis kemarin (9 Agustus 2012), akhirnya dapat kesempatan naek ABA GG dengan no KA 2, dari Jakarta ke Surabaya , kereta dengan bogie K9 dan ditemani oleh 3 gerbong bogie K5/K8. ABA GG waktu itu dengan stamformasi CC20411xx + 1 BP livery ombak + 3 K1 GG + M1 GG + 2 K1 GG + 1 Toraja + 1 Barang. ABA GG ini berangkat dari Jakarta telat dan tiba di Surabaya kecepetan.
Sebelumnya saya ingin berkomentar mengenai ABA GG ini, jujur gerbong GG ini adalah angkutan umum darat paling nyaman yang pernah ada, walaupun kondisi kursi ada beberapa yang sudah rusak, pintu otomatis belakang di gerbong saya jebol, lampu terang banget ( ngga terlalu berpengaruh juga sih ), passenger information display-nya ngga tersistem ( padahal bagus lhoh kalo dimanpaatin, 3 warna dan lebih atraktif, kalo kereta lainnya cuma warna merah doank ), tapi saya kasih 4 jempol deh. Ini memang kereta yang nyaman ketika kereta dalam kondisi berjalan, apalagi kalau bisa ngebut, meskipun ngga prama ato prami pun sekalipun ngga akan berpengaruh bagi saya, ngga tahu kalo bagi yang laennya. Bogie K9 yang baru sekarang ini memang lebih revolusioner daripada bogie K9 sebelumnya, bisa meredam guncangan tapi justru lebih banyak getaran vertical seperti kursi pijat, getaran banyak terjadi saat kereta dalam kondisi akselerasi. Waktu di perjalanan, saya sempet berdiri di bordes, saya mencoba mengamati gerbong belakang saya dan melihat bagaimana guncangan kereta ini jika dibandingkan dengan kereta dengan bogie K5, ternyata guncangan tidak terlalu dalem seperti K5, cuma saya menyayangkan sudah tahu seperti itu kereta hanya stabil di 90 - 95 km/jam.
OK. Berikut TR singkatnya, saya memakai handphone dengan jam tersetting otomatis sesuai jam operator. Seperti biasa, ABA ngetem di jalur 1, berangkat dari Stasiun Gambir 09.38, seperti biasa, ketahan bentar sebelum masuk Manggarai tapi ngga berhenti, ketahan lagi di Jatinegara, berhenti berntar, kemungkinan lokomotif masuk dipo. Lewat jatinegara dipaculah kereta hingga 104 km/jam tapi bentar doank cuma sampai stasiun apa ya, lupa pokoknya masih sejajar dengan jalan yang ada buswaynya. melewati Bekasi dengan 90 km/jam, kereta jalan stabil 80-95 km/jam sampai di Cikampek 10.37 ( ini pertama kalinya naek kreta Jkt - Cikampek kurang dari 1 jam ), berjalan perlahan, tancap terus, tapi lagi-lagi tetep kereta stabil di 95km/jam, ya udahlah, di Stasiun kadokangabus ketemu KLB terpal biru ( KRL Kfw dari Inka, berjalan lambat), tiduran bentar, puasa soalnya, ngantuk melulu, eeeh ternyata tiba di Cirebon kecepetan 3 menit yaitu jam 12.10, lumayan Jakarta - Cirebon 2 jam 32 menit, berangkat jam 12.20, sepanjang Cirebon - Semarang ngga terlalu banyak memperhatikan waktu, cuma di Pekalongan berhenti seharusnya ngga padahal. Nah, di petak Pekalongan - Semarang ada belokan dengan tikungan tajam yaitu sebelum masuk Stasium Kalibodri ( kecepatan sekitar 95 km/jam ) bikin badan tersentak ke kiri, saya pikir bakal anjlok nih, eeh tidak ternyata, perbaikin lagi dech jalurmya. Di petak ini kereta stabil di kecepatan 90-95km/jam dengan kecepatan minimal 65 km/jam di jalur pantai. Tiba di Semarang jam 15.23, telat 1 menit, berangkat lagi jam 15.30, setelah GPS HP error, ya udah liat perkembangan jalur ganda saja, udah cukup signifikan perkembangannya di Alastuwa - Cepu. Hari sudah mulai gelap, saatnya berbuka di kereta makan, meskipun mahal gpp lah, sekali-kali, lagian beli juga ngga sering, joz, minim guncangan, jadi bisa makan dengan tenang, waktu terus berjalan, ngga kerasa kereta sudah di Lamongan pada jam 18.35, ketemu Sembrani di Kandangan jam 18.53, telat berangkat ni, coba nyalain GPS lagi, bisa ternyata,Kandangan - Turi sampe 90 - 93 km/jam, akhirnya sampe juga di pasar Turi jam 19.10 menit alias kecepeten 1 menit. Berharap bisa diteruskan sampe Malang nih kereta, haha..
Nah, dari Jakarta - Surabaya total waktu yang dibutuhkan adalah 19.10 - 09.38 atao 18. 70 - 09.38 sehingga 9 jam 32 menit dengan kecepatan kereta stabil di kisaran 80,90,dan 95 km/jam,bebrapa hambatan kereta ini adalah tertahan di Manggarai, Jatinegara, taspat di Karawang, berjalan perlahan di Cikampek, Jatibarang, berhenti di Cirebon, berjalan perlahan di Brebes, Tegal, berhenti di Pemalang, Pekalongan, taspat petak Plabuan, taspat di Semarang - Alastuwa, dan beberapa di Alastuwa - Surabaya karena pembangunan jembatan buat DT. Kalo DT sudah jadi 7,5 jam bisa asal kereta stabil 100 - 110 km/jam. Saya yakin bogie K9 bisa dibawa sampe 130 km/jam, karena kecepatan 95 km/jam ngga terlalu kerasa sebenarnya. Tau dah kpan.
Jadi kesimpulan saya, semoga kelak PT Spor bisa membeli banyak gerbong K9, inilah kenyamanan yang sesungguhnya.[/spoiler]

Sebenarnya pusing juga om saya baca postingan sampeyan.....Ngakak
Yang bikin saya kaget ya yang saya bold itu om, kenapa koq di PK ABA dibilang aneh kalo berhenti, padahal kan emang uda sejatinya ABA emang berhenti normal di PK.
Terus juga yang jadi hambatan2 yang uda saya garis bawahi agak ga setuju aja om, kalo ABA ga berhenti di CN wah bisa2 masinis bakal kedodoran om, uda dari sononya masinis harus ganti di CN, kalo terus dibablasin wah ntar bisa2 melanggar aturan lagi deh....

ABA malam dari GMR sekarang LS PK mas Bro.
Yang berhenti cm ABA siang. wakakakakakakaka. dulu pernah naik ABA malam. mau ngasih roti ke pegawai d PK. eh ga twnya LS :v akhirnya d lempar tu roti Ngakak

ABA ne ketahan d PK malam itu bisa jd karena stasiun Batang blm aman. biasnaya kan d batang susul Senja SM dan SIlang Parcel Big Grin
jd kalau blm aman ya kudu mandeg PK walau seharusnya enggak.

Lha itu dia ngmg ABA 2 jeng, bukane ABA 2 ini Aba pagi dari GMR?Bingung

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(31-07-2012, 10:23 PM)bramoy Wrote:
(31-07-2012, 05:34 PM)Gopar new image Wrote:
(31-07-2012, 05:27 PM)spoor_jadul Wrote:
(29-06-2012, 03:25 PM)Maulana Malik Wrote: Tadi pagi, KA 3 Argo Bromo Anggrek dari Surabaya masuk JNG pukul 06:32 Dengan susunan lok - 2 bagasi - 3 k1 - m1 - 3 k1 - P Argo

[spoiler=Buntutnya]
[Image: Foto3300.jpg][/spoiler]

2 unit BP Go Green tidak akan bergabung dengan rolling stock K1 Go Green dan M1 Go green dalam waktu dekat. Hasil test run menunjukkan perlu modifikasi signifikan pada bogie agar bisa support konfigurasi F52. Saat ini masih dalam proses perbaikan di PT INKA.
loh emangnya bogi di BP beda? Bingung
harusnya kalo udah ada patern modifikasi yang kemaren sama aja kan tiap bogi harusnya

BP K9 sebenarnya cuma 2 ato lebih ? kalo memang hasil test run perlu modifikasi pada BP K9 apa karena ini faktor pegas sekunder (pegas udara) yang tidak terlalu kuat menahan berat dari generator atau faktor lain ?

Hasil test run set ke-3 Go Green (K1, M1, BP) dengan kereta Fasilitas Uji Dinamik KA (Fudika) ini menunjukkan hasil yang baik, dengan deviasi performance hanya ± 2% dari benchmark value. Ini kabar menggembirakan karena artinya pihak Inka sudah menemukan 'formula' setting bogie K9+ yang ideal.
Puncak kecepatan rangkaian test run set ke-3 Go Green ini mencapai 110 km/jam, kurva deviasi osilasi vertikal dan horisontal masih masuk toleransi spesifikasi bogie.
rangkaian Go Green set ke-1 dan ke-2 juga akan segera masuk kembali ke Inka untuk modifikasi setting bogie K9+ menyesuaikan dengan setting di rangkaian set ke-3.
Sejak Jum'at 10 agustus 2012, set ke-3 go green (BP, K1, M1) sudah operasional di lintas.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply
(13-08-2012, 05:05 PM)spoor_jadul Wrote:
(31-07-2012, 10:23 PM)bramoy Wrote:
(31-07-2012, 05:34 PM)Gopar new image Wrote:
(31-07-2012, 05:27 PM)spoor_jadul Wrote:
(29-06-2012, 03:25 PM)Maulana Malik Wrote: Tadi pagi, KA 3 Argo Bromo Anggrek dari Surabaya masuk JNG pukul 06:32 Dengan susunan lok - 2 bagasi - 3 k1 - m1 - 3 k1 - P Argo

[spoiler=Buntutnya]
[Image: Foto3300.jpg][/spoiler]

2 unit BP Go Green tidak akan bergabung dengan rolling stock K1 Go Green dan M1 Go green dalam waktu dekat. Hasil test run menunjukkan perlu modifikasi signifikan pada bogie agar bisa support konfigurasi F52. Saat ini masih dalam proses perbaikan di PT INKA.
loh emangnya bogi di BP beda? Bingung
harusnya kalo udah ada patern modifikasi yang kemaren sama aja kan tiap bogi harusnya

BP K9 sebenarnya cuma 2 ato lebih ? kalo memang hasil test run perlu modifikasi pada BP K9 apa karena ini faktor pegas sekunder (pegas udara) yang tidak terlalu kuat menahan berat dari generator atau faktor lain ?

Hasil test run set ke-3 Go Green (K1, M1, BP) dengan kereta Fasilitas Uji Dinamik KA (Fudika) ini menunjukkan hasil yang baik, dengan deviasi performance hanya ± 2% dari benchmark value. Ini kabar menggembirakan karena artinya pihak Inka sudah menemukan 'formula' setting bogie K9+ yang ideal.
Puncak kecepatan rangkaian test run set ke-3 Go Green ini mencapai 110 km/jam, kurva deviasi osilasi vertikal dan horisontal masih masuk toleransi spesifikasi bogie.
rangkaian Go Green set ke-1 dan ke-2 juga akan segera masuk kembali ke Inka untuk modifikasi setting bogie K9+ menyesuaikan dengan setting di rangkaian set ke-3.
Sejak Jum'at 10 agustus 2012, set ke-3 go green (BP, K1, M1) sudah operasional di lintas.

Berarti udah 3 Set GG yg beroperasi? Jadi udah gak ada ABA Abal lg dong?
Apa ada yg mantau?
Reply
(13-08-2012, 06:17 PM)iwag21 Wrote:
(13-08-2012, 05:05 PM)spoor_jadul Wrote:
(31-07-2012, 10:23 PM)bramoy Wrote:
(31-07-2012, 05:34 PM)Gopar new image Wrote:
(31-07-2012, 05:27 PM)spoor_jadul Wrote: 2 unit BP Go Green tidak akan bergabung dengan rolling stock K1 Go Green dan M1 Go green dalam waktu dekat. Hasil test run menunjukkan perlu modifikasi signifikan pada bogie agar bisa support konfigurasi F52. Saat ini masih dalam proses perbaikan di PT INKA.
loh emangnya bogi di BP beda? Bingung
harusnya kalo udah ada patern modifikasi yang kemaren sama aja kan tiap bogi harusnya

BP K9 sebenarnya cuma 2 ato lebih ? kalo memang hasil test run perlu modifikasi pada BP K9 apa karena ini faktor pegas sekunder (pegas udara) yang tidak terlalu kuat menahan berat dari generator atau faktor lain ?

Hasil test run set ke-3 Go Green (K1, M1, BP) dengan kereta Fasilitas Uji Dinamik KA (Fudika) ini menunjukkan hasil yang baik, dengan deviasi performance hanya ± 2% dari benchmark value. Ini kabar menggembirakan karena artinya pihak Inka sudah menemukan 'formula' setting bogie K9+ yang ideal.
Puncak kecepatan rangkaian test run set ke-3 Go Green ini mencapai 110 km/jam, kurva deviasi osilasi vertikal dan horisontal masih masuk toleransi spesifikasi bogie.
rangkaian Go Green set ke-1 dan ke-2 juga akan segera masuk kembali ke Inka untuk modifikasi setting bogie K9+ menyesuaikan dengan setting di rangkaian set ke-3.
Sejak Jum'at 10 agustus 2012, set ke-3 go green (BP, K1, M1) sudah operasional di lintas.

Berarti udah 3 Set GG yg beroperasi? Jadi udah gak ada ABA Abal lg dong?
Apa ada yg mantau?

Bukan, tetapi rangkaian ke-3 sudha lulus uji coba, dan akan dioperasikan. Tinggal menunggu rangakian 1 & 2 untuk dilakukan pengaturan serupa, yg berarti akan ada 1-2 rangkaian ABAL.
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)