Thread Rating:
  • 4 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Argo Parahyangan.???
(27-07-2012, 10:37 PM)kvintaviari Wrote:
(27-07-2012, 10:03 PM)dtRAiNeR Wrote:
(27-07-2012, 09:18 PM)Garry KAHP Wrote: Sekarang K1 GoPar yang batik kemana ya ?
Soalnya semua GoPar skrg pake K1 Argo Ombak biasa,ga ada lagi yg batik

Denger-denger, katanya dicopot Batiknya, sehubungan lagi di-PA K1 0 02 14 yg dikenakan cutting sticker Batik tersebut... Bethe

Moga aja sih nggak, tapi kalo sampe beneran dicopot, apa ya alasannya? Mikir Dulu

Mudah2an jangan sampe ilang batiknya, sayang banget kalau ilang! Sakit kecuali kalau diganti dengan batik yang baru Ngeledek
Kalau dicopot..., sayang..., itu kan Kereta Batik Pertama..., jangan dicopot dong... Sad
Proud to be a Railfans!
Reply
kalo dicopot mah gak papa asal diganti yang baru
orang cutting stikernya sendiri udah luntur warnanya Ngeledek
My Train Frequent Passanger Card

[spoiler]
[Image: 0951262e89bc11e1a92a1231381b6f02_7.jpg]
[/spoiler]
Reply
(28-07-2012, 12:17 PM)Gopar new image Wrote: kalo dicopot mah gak papa asal diganti yang baru
orang cutting stikernya sendiri udah luntur warnanya Ngeledek

Nah itu mas, kalau diganti baru kan gak apa2 Xie Xie lah kalau dihilangkan, berarti GoPar kehilangan 'Batik' kebanggannya Bethe
Indonesian RailFans | Fans of CC 203 03 Dipo Induk BD

[Image: ac0d966bf7f7cb70c311_1.jpg]
Reply
Kalo ane perhatiin, Gopar yg nyampe Jakarta jam 19.30 bawa 3k-1 kmp-2 dan 3k-2, nah p s doi balik bandung di belakang Argo Lawu, yg dipake cuman 2k-2 alias k2 paling belakang dikosongin, apa ga rugi tuh? Secara cuman bawa 3 k-1 ama 2k-2 doank.... kan mendingan di full in kek pas dari Bandung, bisa optimalin semua kelas bisnisnya......soalnya kalo di amati, okupansi bisnisnya lumayan koq, ane ga bicara ttg krlas exe nya seh, xexexe
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
Soal K1 Batik, ya berharap memang diganti sama yang baru, agar tidak hilang identitas "Kereta Batik Pertama"-nya. Selain itu, menjadi "penyedap rasa" daripada melihat nuansa warna yang sama terus... Big Grin

Soal yg GoPar Eksekutif-Bisnis, waktu berangkat dari BD memang diisi, tapi saat pulang tidak dapat diisi karena masih "terikat" peraturan gerbong aling-aling di ujung belakang rangkaian. Dulu sempat memakai gerbong barang, sehingga seluruh kereta kelas Bisnis yang dibawa bisa dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini tidak lagi membawa gerbong barang, mungkin karena jumlah gerbong barang di Dipo Kereta BD yang berkurang akibat ada yang dimutasi ke dipo lain akhir-akhir ini...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
^^^^
hmmmm gitu.... ternyata. Eh ta pi, sering kali doi ga bawa bp tapi cuman pake kmp2, nah kalo gitu ketika dr bdg semua kelas exe dibuat penumpang, alias paling belakang adalah k1-3 dan ga pake aling aling belakang.....
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
(29-07-2012, 11:16 PM)dtRAiNeR Wrote: Soal K1 Batik, ya berharap memang diganti sama yang baru, agar tidak hilang identitas "Kereta Batik Pertama"-nya. Selain itu, menjadi "penyedap rasa" daripada melihat nuansa warna yang sama terus... Big Grin

Soal yg GoPar Eksekutif-Bisnis, waktu berangkat dari BD memang diisi, tapi saat pulang tidak dapat diisi karena masih "terikat" peraturan gerbong aling-aling di ujung belakang rangkaian. Dulu sempat memakai gerbong barang, sehingga seluruh kereta kelas Bisnis yang dibawa bisa dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini tidak lagi membawa gerbong barang, mungkin karena jumlah gerbong barang di Dipo Kereta BD yang berkurang akibat ada yang dimutasi ke dipo lain akhir-akhir ini...

Kenapa ga minjem B daop lain aja? atau pake K3-nya BD, kan soalnya jumlah K3 pd lokalan BD raya dah dikurangi...
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(29-07-2012, 11:24 PM)Bangunkarta Wrote: ^^^^
hmmmm gitu.... ternyata. Eh ta pi, sering kali doi ga bawa bp tapi cuman pake kmp2, nah kalo gitu ketika dr bdg semua kelas exe dibuat penumpang, alias paling belakang adalah k1-3 dan ga pake aling aling belakang.....

Kasus begitu pernah terjadi, tapi posisi MP2-nya di ujung belakang, dan tetap membawa M1 atau KM2, jadi MP2-nya hanya berfungsi sebagai sumber tenaga listrik... Big Grin

Makanya kenapa Eksekutif selalu diisi penuh, karena sejak era aling-aling selalu ada "pelapis" di belakang jejeran K1, kecuali pada Argo Parahyangan Tambahan non-Harina dulu, memang pernah bawa K1 LD (termasuk pada hari pertama pemberlakuan aling-aling pasca-PLH Langen, karena tidak ada pemberitahuan jelas penumpang Eksekutif 1 masuk ke dalam K1 LD)...

(30-07-2012, 02:19 AM)CC-201-23 Wrote:
(29-07-2012, 11:16 PM)dtRAiNeR Wrote: Soal K1 Batik, ya berharap memang diganti sama yang baru, agar tidak hilang identitas "Kereta Batik Pertama"-nya. Selain itu, menjadi "penyedap rasa" daripada melihat nuansa warna yang sama terus... Big Grin

Soal yg GoPar Eksekutif-Bisnis, waktu berangkat dari BD memang diisi, tapi saat pulang tidak dapat diisi karena masih "terikat" peraturan gerbong aling-aling di ujung belakang rangkaian. Dulu sempat memakai gerbong barang, sehingga seluruh kereta kelas Bisnis yang dibawa bisa dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini tidak lagi membawa gerbong barang, mungkin karena jumlah gerbong barang di Dipo Kereta BD yang berkurang akibat ada yang dimutasi ke dipo lain akhir-akhir ini...

Kenapa ga minjem B daop lain aja? atau pake K3-nya BD, kan soalnya jumlah K3 pd lokalan BD raya dah dikurangi...

Nah itu yang kurang tau juga. Bawa B mungkin akan terlihat lebih "elegan" ketimbang K3, walau pernah beberapa KA Argo membawa K3 LD... Ngakak
Atau mungkin agak ribet juga ya minjem B? Dulu pas di BD masih "berlimpah" B, termasuk yg RTF K2, sampe KRD Ekonomi pun dipasangi aling-aling dengan gerbong barang ini. Tapi semenjak ada yg dimutasi, KRD Ekonomi kini tidak lagi memakai aling-aling (secara resmi)...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
(29-07-2012, 11:16 PM)dtRAiNeR Wrote: Nah itu yang kurang tau juga. Bawa B mungkin akan terlihat lebih "elegan" ketimbang K3, walau pernah beberapa KA Argo membawa K3 LD... Ngakak
Atau mungkin agak ribet juga ya minjem B? Dulu pas di BD masih "berlimpah" B, termasuk yg RTF K2, sampe KRD Ekonomi pun dipasangi aling-aling dengan gerbong barang ini. Tapi semenjak ada yg dimutasi, KRD Ekonomi kini tidak lagi memakai aling-aling (secara resmi)...

Wahaha, kalau K3 dipasang di aling2 argo kelihatan betul perbedaan kelasnya dan K3 itu kesannya kelas bawah banget sampe dijadiin aling2 argo Ngeledek , jahat banget walaupun K3 yang mungkin udah lama banget gak PA Bethe
Ahahah iya mas KRD Ekonomi gak pake aling2, tapi kalaupun pake, terutama pake K3 yang udah dikunci semi permanen pintu2nya, dijamin jebol juga terutama pas jam2 pergi / pulang kerja Ngakak
Indonesian RailFans | Fans of CC 203 03 Dipo Induk BD

[Image: ac0d966bf7f7cb70c311_1.jpg]
Reply
Selamat Tinggal K1 0 02 14 - Rahayu Nang Bawono...
Jasamu selalu dikenang...
Proud to be a Railfans!
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)