Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Joglosemar Riwayatmu Kini.....
#11
:peace ah:peace peace all railfans bukan maksud ane hanya suka mengkritik dan menghujat pt ka karena tidak bisa memberikan pelayanan yang prima bagi pengguna jasa ka.saya sebenarnya hanya menyampaikan uneg uneg saya berdasarkan apa yang terjadi di lapangan apa adanya.saya juga tahu bahwa pengalaman2 yang minor selama ini terjadi agar bisa di jadikan cambuk pt ka untuk segera berbenah.jadi kelak ka tetap jadi primadona masyarakat seperti pada saat masa jayanya ka uap.

(11-07-2012, 12:33 AM)Nicodio Wrote:
(10-07-2012, 05:40 PM)abdisetiawan Wrote: :sedih banget:ya mas dani emang betul sungguh memprihatinkan banyak pihak khususnya bagi konsumen ka dan para railfans.inilah gambaran pt ka kalau mengelola usahanya asal asalan kalau udah dapat untung ujung2nya buntung selamanya.sepertinya sudah jadi tradisi dan budaya di pt ka di era masa lalu dan sekarang ini.pt ka suka menggumbar omongan saja tapi wujudnya selalu nihil.ka tidak hanya joglo semar yang umur beroperasinya pendek tetapi saudara2nya juga banyak yang jadi korban pt ka sendiri misal pandan wangi,banyu biru,maleks,caneks,surokerto,prieks dll dengan alasan okupansinya sedikit,tarif mahal jadi daya belinya lemah dan armadanya rusak.inilah yang harus segera di benahi dan dirombak oleh pt ka untuk selamanya agar ke depanya ka bisa terus diminati dan dicintai para penggunanya.
Pertanyaan saya :
1. Warna merah pertama : maksudnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) usaha asal-asalan apa mas?
2. Warna merah ke dua : maksud PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengumbar omongan apa?dan contoh pernyataan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengumbar omongan?
3. Warnah merah ke tiga : pnp antri tiket mulai tengah malam, untuk perjalanan 90 hari sebelum perjalanan apa itu tidak dicintai dan diminati?

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah membuat perubahan yang signifikan selama dipegang Pak Yonan, dan saya melihat sangat bagus. Mas abdi kan mengkritik PT.KAI. Ayo dijawab maksud kritkan anda, kita diskusikan forum ini dengan nyaman.
Reply
#12
(11-07-2012, 12:50 PM)abdisetiawan Wrote: Pisss ahhh...peace peace all railfans bukan maksud ane hanya suka mengkritik dan menghujat pt ka karena tidak bisa memberikan pelayanan yang prima bagi pengguna jasa ka.saya sebenarnya hanya menyampaikan uneg uneg saya berdasarkan apa yang terjadi di lapangan apa adanya.saya juga tahu bahwa pengalaman2 yang minor selama ini terjadi agar bisa di jadikan cambuk pt ka untuk segera berbenah.jadi kelak ka tetap jadi primadona masyarakat seperti pada saat masa jayanya ka uap.


Mgkn ada benernya kok, kalau anda cinta anda boleh mengkritik kekurangan. Sama halnya anda punya pacar, pacar anda ga beres ya dikritik. Kalau makin ga beres dan dikritik ga mau dengerin ya punya cuma dua pilihan,
1. Anda tetep cinta dan ngikutin apa semua kemauannya
2. Cari alternatip lain yang lebih baik

ya itu lah yang terjadi saat ini realnya emg seperti itu hubungan antara RF ama operator kita xixixix Ngikik
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#13
(11-07-2012, 12:33 AM)Nicodio Wrote:
(10-07-2012, 05:40 PM)abdisetiawan Wrote: Sedihya mas dani emang betul sungguh memprihatinkan banyak pihak khususnya bagi konsumen ka dan para railfans.inilah gambaran pt ka kalau mengelola usahanya asal asalan kalau udah dapat untung ujung2nya buntung selamanya.sepertinya sudah jadi tradisi dan budaya di pt ka di era masa lalu dan sekarang ini.pt ka suka menggumbar omongan saja tapi wujudnya selalu nihil.ka tidak hanya joglo semar yang umur beroperasinya pendek tetapi saudara2nya juga banyak yang jadi korban pt ka sendiri misal pandan wangi,banyu biru,maleks,caneks,surokerto,prieks dll dengan alasan okupansinya sedikit,tarif mahal jadi daya belinya lemah dan armadanya rusak.inilah yang harus segera di benahi dan dirombak oleh pt ka untuk selamanya agar ke depanya ka bisa terus diminati dan dicintai para penggunanya.
Pertanyaan saya :
1. Warna merah pertama : maksudnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) usaha asal-asalan apa mas?
2. Warna merah ke dua : maksud PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengumbar omongan apa?dan contoh pernyataan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengumbar omongan?
3. Warnah merah ke tiga : pnp antri tiket mulai tengah malam, untuk perjalanan 90 hari sebelum perjalanan apa itu tidak dicintai dan diminati?

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah membuat perubahan yang signifikan selama dipegang Pak Yonan, dan saya melihat sangat bagus. Mas abdi kan mengkritik PT.KAI. Ayo dijawab maksud kritkan anda, kita diskusikan forum ini dengan nyaman.

sekarang begini aja mas nicodio, sekarang kalau PT.KA gak asal-asalan dan mengumbar omongan kenapa masih ada KA seperti pandanwangi atau banyubiru yang dilikuidasi, padahal peminatnya banyak? dan yang parah KA joglosemar baru setahun jalan, dan belum banyak orang tahu, apa kami sebagai pelanggan salah dengan statement itu?
soal kebijakan pak jonan sekarang juga belum semuanya bagus, soal tiket tanpa tiket berdiri dan tiket harus euai nomer KTP memang saya acungi jempol, namun soal pembatasan rangkaian K3 apa itu rasional, mengingat anggaran PSO dalam berita sebelumnya dinaikan? satu lagi soal pernyataan "siahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang", apakah itu mencerminkan sebuah pelayanan maksimal?


coba pikir lagi, kalau PT.KAI sudah bagus, kenapa masih banyak keluhan di media sosial milik PT.KAI ataupun surat pembaca media massa?
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#14
(11-07-2012, 04:58 PM)enrico Wrote: [Spoiler]
(11-07-2012, 12:33 AM)Nicodio Wrote:
(10-07-2012, 05:40 PM)abdisetiawan Wrote: Sedihya mas dani emang betul sungguh memprihatinkan banyak pihak khususnya bagi konsumen ka dan para railfans.inilah gambaran pt ka kalau mengelola usahanya asal asalan kalau udah dapat untung ujung2nya buntung selamanya.sepertinya sudah jadi tradisi dan budaya di pt ka di era masa lalu dan sekarang ini.pt ka suka menggumbar omongan saja tapi wujudnya selalu nihil.ka tidak hanya joglo semar yang umur beroperasinya pendek tetapi saudara2nya juga banyak yang jadi korban pt ka sendiri misal pandan wangi,banyu biru,maleks,caneks,surokerto,prieks dll dengan alasan okupansinya sedikit,tarif mahal jadi daya belinya lemah dan armadanya rusak.inilah yang harus segera di benahi dan dirombak oleh pt ka untuk selamanya agar ke depanya ka bisa terus diminati dan dicintai para penggunanya.
Pertanyaan saya :
1. Warna merah pertama : maksudnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) usaha asal-asalan apa mas?
2. Warna merah ke dua : maksud PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengumbar omongan apa?dan contoh pernyataan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengumbar omongan?
3. Warnah merah ke tiga : pnp antri tiket mulai tengah malam, untuk perjalanan 90 hari sebelum perjalanan apa itu tidak dicintai dan diminati?

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah membuat perubahan yang signifikan selama dipegang Pak Yonan, dan saya melihat sangat bagus. Mas abdi kan mengkritik PT.KAI. Ayo dijawab maksud kritkan anda, kita diskusikan forum ini dengan nyaman.
[/Spoiler]

sekarang begini aja mas nicodio, sekarang kalau PT.KA gak asal-asalan dan mengumbar omongan kenapa masih ada KA seperti pandanwangi atau banyubiru yang dilikuidasi, padahal peminatnya banyak? dan yang parah KA joglosemar baru setahun jalan, dan belum banyak orang tahu, apa kami sebagai pelanggan salah dengan statement itu?
soal kebijakan pak jonan sekarang juga belum semuanya bagus, soal tiket tanpa tiket berdiri dan tiket harus euai nomer KTP memang saya acungi jempol, namun soal pembatasan rangkaian K3 apa itu rasional, mengingat anggaran PSO dalam berita sebelumnya dinaikan? satu lagi soal pernyataan "siahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang", apakah itu mencerminkan sebuah pelayanan maksimal?


coba pikir lagi, kalau PT.KAI sudah bagus, kenapa masih banyak keluhan di media sosial milik PT.KAI ataupun surat pembaca media massa?

Memang tidak selamanya perubahan itu bagus. PT.KAI membuat pernyataan "silahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang" itu ditujukan untuk kelas apa, mungkin saja ekonomi. yang notabene adalah kereta subsidi. Karena tidak mau rugi banyak ya dialihkan ke Ekonom AC. Pak Yonan sebelumnya kepala Citibank(tidak punya background kerja di kereta api. Ini menurut cerita senior saya). Makanya kereta api sekarang serba ekonomis. Jika tidak untung ya gimana lagi. Banyak keluhan tapi, pnp masih banyak. Dengan sistem tempat duduk keuangan tidak lagi bocor,pemasukan jelas. Dari tiket per gerbong yang terjual,ekonomi jelas pemasukannya. Sebelumnya dengan tiket mirip kartu domino,apa ada setengah gerbong yang membayar. Jadi semua serba ekonomis
Reply
#15
(11-07-2012, 05:14 PM)Nicodio Wrote:
(11-07-2012, 04:58 PM)enrico Wrote: [Spoiler]
(11-07-2012, 12:33 AM)Nicodio Wrote:
(10-07-2012, 05:40 PM)abdisetiawan Wrote: Sedihya mas dani emang betul sungguh memprihatinkan banyak pihak khususnya bagi konsumen ka dan para railfans.inilah gambaran pt ka kalau mengelola usahanya asal asalan kalau udah dapat untung ujung2nya buntung selamanya.sepertinya sudah jadi tradisi dan budaya di pt ka di era masa lalu dan sekarang ini.pt ka suka menggumbar omongan saja tapi wujudnya selalu nihil.ka tidak hanya joglo semar yang umur beroperasinya pendek tetapi saudara2nya juga banyak yang jadi korban pt ka sendiri misal pandan wangi,banyu biru,maleks,caneks,surokerto,prieks dll dengan alasan okupansinya sedikit,tarif mahal jadi daya belinya lemah dan armadanya rusak.inilah yang harus segera di benahi dan dirombak oleh pt ka untuk selamanya agar ke depanya ka bisa terus diminati dan dicintai para penggunanya.
Pertanyaan saya :
1. Warna merah pertama : maksudnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) usaha asal-asalan apa mas?
2. Warna merah ke dua : maksud PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengumbar omongan apa?dan contoh pernyataan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengumbar omongan?
3. Warnah merah ke tiga : pnp antri tiket mulai tengah malam, untuk perjalanan 90 hari sebelum perjalanan apa itu tidak dicintai dan diminati?

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah membuat perubahan yang signifikan selama dipegang Pak Yonan, dan saya melihat sangat bagus. Mas abdi kan mengkritik PT.KAI. Ayo dijawab maksud kritkan anda, kita diskusikan forum ini dengan nyaman.
[/Spoiler]

sekarang begini aja mas nicodio, sekarang kalau PT.KA gak asal-asalan dan mengumbar omongan kenapa masih ada KA seperti pandanwangi atau banyubiru yang dilikuidasi, padahal peminatnya banyak? dan yang parah KA joglosemar baru setahun jalan, dan belum banyak orang tahu, apa kami sebagai pelanggan salah dengan statement itu?
soal kebijakan pak jonan sekarang juga belum semuanya bagus, soal tiket tanpa tiket berdiri dan tiket harus euai nomer KTP memang saya acungi jempol, namun soal pembatasan rangkaian K3 apa itu rasional, mengingat anggaran PSO dalam berita sebelumnya dinaikan? satu lagi soal pernyataan "siahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang", apakah itu mencerminkan sebuah pelayanan maksimal?


coba pikir lagi, kalau PT.KAI sudah bagus, kenapa masih banyak keluhan di media sosial milik PT.KAI ataupun surat pembaca media massa?

Memang tidak selamanya perubahan itu bagus. PT.KAI membuat pernyataan "silahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang" itu ditujukan untuk kelas apa, mungkin saja ekonomi. yang notabene adalah kereta subsidi. Karena tidak mau rugi banyak ya dialihkan ke Ekonom AC. Pak Yonan sebelumnya kepala Citibank(tidak punya background kerja di kereta api. Ini menurut cerita senior saya). Makanya kereta api sekarang serba ekonomis. Jika tidak untung ya gimana lagi. Banyak keluhan tapi, pnp masih banyak. Dengan sistem tempat duduk keuangan tidak lagi bocor,pemasukan jelas. Dari tiket per gerbong yang terjual,ekonomi jelas pemasukannya. Sebelumnya dengan tiket mirip kartu domino,apa ada setengah gerbong yang membayar. Jadi semua serba ekonomis

ya memang, apapun kebijakannya PT.KAI gak bakal ditinggal oleh konsumennya, dengan alasan ekonomis saja gak cukup untuk merubah tradisi lama KA, harus ada paling tidak solusi cerdas untuk menyapu semua peminat KA bukanya langsung lepas tangan begitu saja. sekarang balik ke joglosemar dan pandan wangi yang notabene KA komuter (temapt duduk bebas), padahal potensi jelas besar, peminat juga sudah banyak, bukannya pelayanannya ditingkatkan, kenapa malah dihapus? apa armadanya sudah tua? tetapi kalau memang serius kenapa gak diback up dengan KA yg stabling di SLO atau SMC? teringat jelas waktu itu status pandanwangi itu K2 dan banyubiru K3 namun pelanyanannya memang terkesan asal2an. apalagi banyubiru yang keberangkatan dari SMC pagi hari saja sering telat, padahal jarak diponya cuma 500meter dari stasiun.
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#16
(11-07-2012, 05:14 PM)Nicodio Wrote: Memang tidak selamanya perubahan itu bagus. PT.KAI membuat pernyataan "silahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang" itu ditujukan untuk kelas apa, mungkin saja ekonomi. yang notabene adalah kereta subsidi. Karena tidak mau rugi banyak ya dialihkan ke Ekonom AC. Pak Yonan sebelumnya kepala Citibank(tidak punya background kerja di kereta api. Ini menurut cerita senior saya). Makanya kereta api sekarang serba ekonomis. Jika tidak untung ya gimana lagi. Banyak keluhan tapi, pnp masih banyak. Dengan sistem tempat duduk keuangan tidak lagi bocor,pemasukan jelas. Dari tiket per gerbong yang terjual,ekonomi jelas pemasukannya. Sebelumnya dengan tiket mirip kartu domino,apa ada setengah gerbong yang membayar. Jadi semua serba ekonomis
Itu ga cuma untuk kelas eko kok. Kelas eksa dengan harga mahal dan pelayanan apa adanya juga dapat statment tersebut Wek.
Kelas eksa harga mahal, pelayanan yang di dapat hanya AC dan KA terlambat jg sering. Malah aku bilang lebih tepat kalau naik K3 malahan wkwkwkw. Gak inget kali ya, pas Dirut PT Sepur di komplain mentri BUMN soal pelayana KA kelas eksa malah berkelit kabur dari komplainan tersebut. Banyak yang komplain soal KA kelas eksa tp dijawab "anda ga suka? silahkan menggunakan Alternatip lain" ya ga masalah sih, masih banyak Bus dan Pesawat yang siap menampung penumpang dengan harga yang realistis dan pelayanan yang sesuai dengan di bayarkan. Bahkan sekarang bilang "Sudah tidak butuh penumpang lagi" ooo ya uda kalau begitu Ngikik karena tujuannya uda mencari untung kereta api memang bukan lagi untuk rakyat. Tapi cuma untuk orang menengah ke atas yang mau menerima pelayanan apa adanya.
Silahkan berkaca ke jaman masa2 TOP 21....itu jaman2 dimana Kereta APi Eksa bener2 masih sesuai dengan kapasitas eksekutif yang sebenarnya.

Inget mas Kereta api itu dulu dibuat buat rakyat. Apa lg K3 dari anggaran daerah yang jelas2 itu duit dari rakyat jg. Wek. xixixixix. Soal karcis domino banyak kambing dll itu tergantung petugasnya gmana? displin apa ga? ada kambing ya tendang keluar. Soale dari petugas atau KP dalamnya aja mentalnya memelihara "kambing" bukan salah karcisnya mau domino atau kertas itu ga ada urusannya? kayak soal calo, masih banyak tuh petugas yang kerja sama ama calo sampe detik ini juga saya temukan di beberapa stasiun besar di Jakarta. Artinya kalau dari perusahaannya sendiri uda ga disiplin....gmana mau mau melayani penumpang yak? Ngakak

(11-07-2012, 05:31 PM)enrico Wrote: ya memang, apapun kebijakannya PT.KAI gak bakal ditinggal oleh konsumennya, dengan alasan ekonomis saja gak cukup untuk merubah tradisi lama KA, harus ada paling tidak solusi cerdas untuk menyapu semua peminat KA bukanya langsung lepas tangan begitu saja. sekarang balik ke joglosemar dan pandan wangi yang notabene KA komuter (temapt duduk bebas), padahal potensi jelas besar, peminat juga sudah banyak, bukannya pelayanannya ditingkatkan, kenapa malah dihapus? apa armadanya sudah tua? tetapi kalau memang serius kenapa gak diback up dengan KA yg stabling di SLO atau SMC? teringat jelas waktu itu status pandanwangi itu K2 dan banyubiru K3 namun pelanyanannya memang terkesan asal2an. apalagi banyubiru yang keberangkatan dari SMC pagi hari saja sering telat, padahal jarak diponya cuma 500meter dari stasiun.
Simplenya gini om enrico. Sebenarnya itu dihapus karena menurut perusahaan tidak menguntungkan. Serta tiketnya terlalu murah. Makanya KA macam Feeder BJ dihapus supaya penumpang pindah ke Blojeks yang harganya lebih mahal. Dengan begitu pendapatan perusahaan dapat terpenuhi. Selain itu seperti kasus Pandanwangi jg sama, sebenare pandanwangi penuh kok dan bertiket semua. Tapi karena ramenya di petak Semarang-Gundih doank makanya Daop 6 Solo ga mau rugi. Akhirnya the end dah pandanwangi. Walau alibinya rangkeannya rusak....tp buktinya msh ngebut bawa xgung bisnis KRD tuh. Soale anak emasnya daop 4 skrg ya Xgung ama Blojeks sih yang terlihat penumpange lumayan banyak. Ya secara Xgung jg uda lebih dikenal masyarakat sih Wek. Hasil kesabaran Perusahaan Sepur dimasa lalu berefek sampe sekarang. coba kalau perusahaan sepur yang sekarang? Mana ada kereta yang bertahan lama seperti xgung untuk komuter Wek?

ya lagi-lagi masalah menguntungkan? atau ga?
Selamat datang di Dunia Kereta Api 2012
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#17
(11-07-2012, 06:23 PM)Illia Wrote:
(11-07-2012, 05:14 PM)Nicodio Wrote: Memang tidak selamanya perubahan itu bagus. PT.KAI membuat pernyataan "silahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang" itu ditujukan untuk kelas apa, mungkin saja ekonomi. yang notabene adalah kereta subsidi. Karena tidak mau rugi banyak ya dialihkan ke Ekonom AC. Pak Yonan sebelumnya kepala Citibank(tidak punya background kerja di kereta api. Ini menurut cerita senior saya). Makanya kereta api sekarang serba ekonomis. Jika tidak untung ya gimana lagi. Banyak keluhan tapi, pnp masih banyak. Dengan sistem tempat duduk keuangan tidak lagi bocor,pemasukan jelas. Dari tiket per gerbong yang terjual,ekonomi jelas pemasukannya. Sebelumnya dengan tiket mirip kartu domino,apa ada setengah gerbong yang membayar. Jadi semua serba ekonomis
Itu ga cuma untuk kelas eko kok. Kelas eksa dengan harga mahal dan pelayanan apa adanya juga dapat statment tersebut Wek.
Kelas eksa harga mahal, pelayanan yang di dapat hanya AC dan KA terlambat jg sering. Malah aku bilang lebih tepat kalau naik K3 malahan wkwkwkw. Gak inget kali ya, pas Dirut PT Sepur di komplain mentri BUMN soal pelayana KA kelas eksa malah berkelit kabur dari komplainan tersebut. Banyak yang komplain soal KA kelas eksa tp dijawab "anda ga suka? silahkan menggunakan Alternatip lain" ya ga masalah sih, masih banyak Bus dan Pesawat yang siap menampung penumpang dengan harga yang realistis dan pelayanan yang sesuai dengan di bayarkan. Bahkan sekarang bilang "Sudah tidak butuh penumpang lagi" ooo ya uda kalau begitu Ngikik karena tujuannya uda mencari untung kereta api memang bukan lagi untuk rakyat. Tapi cuma untuk orang menengah ke atas yang mau menerima pelayanan apa adanya.
Silahkan berkaca ke jaman masa2 TOP 21....itu jaman2 dimana Kereta APi Eksa bener2 masih sesuai dengan kapasitas eksekutif yang sebenarnya.

Inget mas Kereta api itu dulu dibuat buat rakyat. Apa lg K3 dari anggaran daerah yang jelas2 itu duit dari rakyat jg. Wek. xixixixix. Soal karcis domino banyak kambing dll itu tergantung petugasnya gmana? displin apa ga? ada kambing ya tendang keluar. Soale dari petugas atau KP dalamnya aja mentalnya memelihara "kambing" bukan salah karcisnya mau domino atau kertas itu ga ada urusannya? kayak soal calo, masih banyak tuh petugas yang kerja sama ama calo sampe detik ini juga saya temukan di beberapa stasiun besar di Jakarta. Artinya kalau dari perusahaannya sendiri uda ga disiplin....gmana mau mau melayani penumpang yak? Ngakak

(11-07-2012, 05:31 PM)enrico Wrote: ya memang, apapun kebijakannya PT.KAI gak bakal ditinggal oleh konsumennya, dengan alasan ekonomis saja gak cukup untuk merubah tradisi lama KA, harus ada paling tidak solusi cerdas untuk menyapu semua peminat KA bukanya langsung lepas tangan begitu saja. sekarang balik ke joglosemar dan pandan wangi yang notabene KA komuter (temapt duduk bebas), padahal potensi jelas besar, peminat juga sudah banyak, bukannya pelayanannya ditingkatkan, kenapa malah dihapus? apa armadanya sudah tua? tetapi kalau memang serius kenapa gak diback up dengan KA yg stabling di SLO atau SMC? teringat jelas waktu itu status pandanwangi itu K2 dan banyubiru K3 namun pelanyanannya memang terkesan asal2an. apalagi banyubiru yang keberangkatan dari SMC pagi hari saja sering telat, padahal jarak diponya cuma 500meter dari stasiun.
Simplenya gini om enrico. Sebenarnya itu dihapus karena menurut perusahaan tidak menguntungkan. Serta tiketnya terlalu murah. Makanya KA macam Feeder BJ dihapus supaya penumpang pindah ke Blojeks yang harganya lebih mahal. Dengan begitu pendapatan perusahaan dapat terpenuhi. Selain itu seperti kasus Pandanwangi jg sama, sebenare pandanwangi penuh kok dan bertiket semua. Tapi karena ramenya di petak Semarang-Gundih doank makanya Daop 6 Solo ga mau rugi. Akhirnya the end dah pandanwangi. Walau alibinya rangkeannya rusak....tp buktinya msh ngebut bawa xgung bisnis KRD tuh. Soale anak emasnya daop 4 skrg ya Xgung ama Blojeks sih yang terlihat penumpange lumayan banyak. Ya secara Xgung jg uda lebih dikenal masyarakat sih Wek. Hasil kesabaran Perusahaan Sepur dimasa lalu berefek sampe sekarang. coba kalau perusahaan sepur yang sekarang? Mana ada kereta yang bertahan lama seperti xgung untuk komuter Wek?

ya lagi-lagi masalah menguntungkan? atau ga?
Selamat datang di Dunia Kereta Api 2012

Namanya juga proyek, dan usaha perbaikan pasti ada kegagalan dan keberhasilan. Kalo tidak untung gimana mau bayar gaji pegawai, biaya operasional sarana dan prasarana. Kalo dampak PSO, ya daripada buntung, apa adanya saja gerbongnya lagian penumpang ya masih banyak. Karena mentalnya itu, makanya dibuat karcis tempat duduk biar gak bocor itu dhuwit. Sekarang uang jelas masuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bukan petugas.
Reply
#18
(11-07-2012, 06:23 PM)Illia Wrote:
(11-07-2012, 05:14 PM)Nicodio Wrote: Memang tidak selamanya perubahan itu bagus. PT.KAI membuat pernyataan "silahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang" itu ditujukan untuk kelas apa, mungkin saja ekonomi. yang notabene adalah kereta subsidi. Karena tidak mau rugi banyak ya dialihkan ke Ekonom AC. Pak Yonan sebelumnya kepala Citibank(tidak punya background kerja di kereta api. Ini menurut cerita senior saya). Makanya kereta api sekarang serba ekonomis. Jika tidak untung ya gimana lagi. Banyak keluhan tapi, pnp masih banyak. Dengan sistem tempat duduk keuangan tidak lagi bocor,pemasukan jelas. Dari tiket per gerbong yang terjual,ekonomi jelas pemasukannya. Sebelumnya dengan tiket mirip kartu domino,apa ada setengah gerbong yang membayar. Jadi semua serba ekonomis
Itu ga cuma untuk kelas eko kok. Kelas eksa dengan harga mahal dan pelayanan apa adanya juga dapat statment tersebut .
Kelas eksa harga mahal, pelayanan yang di dapat hanya AC dan KA terlambat jg sering. Malah aku bilang lebih tepat kalau naik K3 malahan wkwkwkw. Gak inget kali ya, pas Dirut PT Sepur di komplain mentri BUMN soal pelayana KA kelas eksa malah berkelit kabur dari komplainan tersebut. Banyak yang komplain soal KA kelas eksa tp dijawab "anda ga suka? silahkan menggunakan Alternatip lain" ya ga masalah sih, masih banyak Bus dan Pesawat yang siap menampung penumpang dengan harga yang realistis dan pelayanan yang sesuai dengan di bayarkan. Bahkan sekarang bilang "Sudah tidak butuh penumpang lagi" ooo ya uda kalau begitu karena tujuannya uda mencari untung kereta api memang bukan lagi untuk rakyat. Tapi cuma untuk orang menengah ke atas yang mau menerima pelayanan apa adanya.
Silahkan berkaca ke jaman masa2 TOP 21....itu jaman2 dimana Kereta APi Eksa bener2 masih sesuai dengan kapasitas eksekutif yang sebenarnya.

Inget mas Kereta api itu dulu dibuat buat rakyat. Apa lg K3 dari anggaran daerah yang jelas2 itu duit dari rakyat jg. Wek. Soal karcis domino banyak kambing dll itu tergantung petugasnya gmana? displin apa ga? ada kambing ya tendang keluar. Soale dari petugas atau KP dalamnya aja mentalnya memelihara "kambing" bukan salah karcisnya mau domino atau kertas itu ga ada urusannya? kayak soal calo, masih banyak tuh petugas yang kerja sama ama calo sampe detik ini juga saya temukan di beberapa stasiun besar di Jakarta. Artinya kalau dari perusahaannya sendiri uda ga disiplin....gmana mau mau melayani penumpang yak? Ngakak

(11-07-2012, 05:31 PM)enrico Wrote: ya memang, apapun kebijakannya PT.KAI gak bakal ditinggal oleh konsumennya, dengan alasan ekonomis saja gak cukup untuk merubah tradisi lama KA, harus ada paling tidak solusi cerdas untuk menyapu semua peminat KA bukanya langsung lepas tangan begitu saja. sekarang balik ke joglosemar dan pandan wangi yang notabene KA komuter (temapt duduk bebas), padahal potensi jelas besar, peminat juga sudah banyak, bukannya pelayanannya ditingkatkan, kenapa malah dihapus? apa armadanya sudah tua? tetapi kalau memang serius kenapa gak diback up dengan KA yg stabling di SLO atau SMC? teringat jelas waktu itu status pandanwangi itu K2 dan banyubiru K3 namun pelanyanannya memang terkesan asal2an. apalagi banyubiru yang keberangkatan dari SMC pagi hari saja sering telat, padahal jarak diponya cuma 500meter dari stasiun.
Simplenya gini om enrico. Sebenarnya itu dihapus karena menurut perusahaan tidak menguntungkan. Serta tiketnya terlalu murah. Makanya KA macam Feeder BJ dihapus supaya penumpang pindah ke Blojeks yang harganya lebih mahal. Dengan begitu pendapatan perusahaan dapat terpenuhi. Selain itu seperti kasus Pandanwangi jg sama, sebenare pandanwangi penuh kok dan bertiket semua. Tapi karena ramenya di petak Semarang-Gundih doank makanya Daop 6 Solo ga mau rugi. Akhirnya the end dah pandanwangi. Walau alibinya rangkeannya rusak....tp buktinya msh ngebut bawa xgung bisnis KRD tuh. Soale anak emasnya daop 4 skrg ya Xgung ama Blojeks sih yang terlihat penumpange lumayan banyak. Ya secara Xgung jg uda lebih dikenal masyarakat sih Wek. Hasil kesabaran Perusahaan Sepur dimasa lalu berefek sampe sekarang. coba kalau perusahaan sepur yang sekarang? Mana ada kereta yang bertahan lama seperti xgung untuk komuter Wek?

ya lagi-lagi masalah menguntungkan? atau ga?
Selamat datang di Dunia Kereta Api 2012

memang, skala prioritas perlu (dalam hal ini yang diproritaskan KA kaligung) tapi seharusnya gak usah mengorbankan pandanwangi juga kali...Bethe
tapi kalau cuma untuk petak gundih-brumbung yang ramai saya kurang setuju soalnya daerah gundih-solobalapan juga luamayan ramai kalau siang terutama di stasiun salem (gemolong)
jadi fungsinya jadi komuter sematang untuk petak gundih-semarang poncol dan komuter solo untuk petak gundih-solobalapan
Xie Xie
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#19
(11-07-2012, 07:08 PM)enrico Wrote: [Spoiler]
(11-07-2012, 06:23 PM)Illia Wrote:
(11-07-2012, 05:14 PM)Nicodio Wrote: Memang tidak selamanya perubahan itu bagus. PT.KAI membuat pernyataan "silahkan cari transportasi lain, kami tidak butuh penumpang" itu ditujukan untuk kelas apa, mungkin saja ekonomi. yang notabene adalah kereta subsidi. Karena tidak mau rugi banyak ya dialihkan ke Ekonom AC. Pak Yonan sebelumnya kepala Citibank(tidak punya background kerja di kereta api. Ini menurut cerita senior saya). Makanya kereta api sekarang serba ekonomis. Jika tidak untung ya gimana lagi. Banyak keluhan tapi, pnp masih banyak. Dengan sistem tempat duduk keuangan tidak lagi bocor,pemasukan jelas. Dari tiket per gerbong yang terjual,ekonomi jelas pemasukannya. Sebelumnya dengan tiket mirip kartu domino,apa ada setengah gerbong yang membayar. Jadi semua serba ekonomis
Itu ga cuma untuk kelas eko kok. Kelas eksa dengan harga mahal dan pelayanan apa adanya juga dapat statment tersebut .
Kelas eksa harga mahal, pelayanan yang di dapat hanya AC dan KA terlambat jg sering. Malah aku bilang lebih tepat kalau naik K3 malahan wkwkwkw. Gak inget kali ya, pas Dirut PT Sepur di komplain mentri BUMN soal pelayana KA kelas eksa malah berkelit kabur dari komplainan tersebut. Banyak yang komplain soal KA kelas eksa tp dijawab "anda ga suka? silahkan menggunakan Alternatip lain" ya ga masalah sih, masih banyak Bus dan Pesawat yang siap menampung penumpang dengan harga yang realistis dan pelayanan yang sesuai dengan di bayarkan. Bahkan sekarang bilang "Sudah tidak butuh penumpang lagi" ooo ya uda kalau begitu karena tujuannya uda mencari untung kereta api memang bukan lagi untuk rakyat. Tapi cuma untuk orang menengah ke atas yang mau menerima pelayanan apa adanya.
Silahkan berkaca ke jaman masa2 TOP 21....itu jaman2 dimana Kereta APi Eksa bener2 masih sesuai dengan kapasitas eksekutif yang sebenarnya.

Inget mas Kereta api itu dulu dibuat buat rakyat. Apa lg K3 dari anggaran daerah yang jelas2 itu duit dari rakyat jg. Wek. Soal karcis domino banyak kambing dll itu tergantung petugasnya gmana? displin apa ga? ada kambing ya tendang keluar. Soale dari petugas atau KP dalamnya aja mentalnya memelihara "kambing" bukan salah karcisnya mau domino atau kertas itu ga ada urusannya? kayak soal calo, masih banyak tuh petugas yang kerja sama ama calo sampe detik ini juga saya temukan di beberapa stasiun besar di Jakarta. Artinya kalau dari perusahaannya sendiri uda ga disiplin....gmana mau mau melayani penumpang yak? Ngakak

(11-07-2012, 05:31 PM)enrico Wrote: ya memang, apapun kebijakannya PT.KAI gak bakal ditinggal oleh konsumennya, dengan alasan ekonomis saja gak cukup untuk merubah tradisi lama KA, harus ada paling tidak solusi cerdas untuk menyapu semua peminat KA bukanya langsung lepas tangan begitu saja. sekarang balik ke joglosemar dan pandan wangi yang notabene KA komuter (temapt duduk bebas), padahal potensi jelas besar, peminat juga sudah banyak, bukannya pelayanannya ditingkatkan, kenapa malah dihapus? apa armadanya sudah tua? tetapi kalau memang serius kenapa gak diback up dengan KA yg stabling di SLO atau SMC? teringat jelas waktu itu status pandanwangi itu K2 dan banyubiru K3 namun pelanyanannya memang terkesan asal2an. apalagi banyubiru yang keberangkatan dari SMC pagi hari saja sering telat, padahal jarak diponya cuma 500meter dari stasiun.
Simplenya gini om enrico. Sebenarnya itu dihapus karena menurut perusahaan tidak menguntungkan. Serta tiketnya terlalu murah. Makanya KA macam Feeder BJ dihapus supaya penumpang pindah ke Blojeks yang harganya lebih mahal. Dengan begitu pendapatan perusahaan dapat terpenuhi. Selain itu seperti kasus Pandanwangi jg sama, sebenare pandanwangi penuh kok dan bertiket semua. Tapi karena ramenya di petak Semarang-Gundih doank makanya Daop 6 Solo ga mau rugi. Akhirnya the end dah pandanwangi. Walau alibinya rangkeannya rusak....tp buktinya msh ngebut bawa xgung bisnis KRD tuh. Soale anak emasnya daop 4 skrg ya Xgung ama Blojeks sih yang terlihat penumpange lumayan banyak. Ya secara Xgung jg uda lebih dikenal masyarakat sih Wek. Hasil kesabaran Perusahaan Sepur dimasa lalu berefek sampe sekarang. coba kalau perusahaan sepur yang sekarang? Mana ada kereta yang bertahan lama seperti xgung untuk komuter Wek?

ya lagi-lagi masalah menguntungkan? atau ga?
Selamat datang di Dunia Kereta Api 2012
[/Spoiler]

memang, skala prioritas perlu (dalam hal ini yang diproritaskan KA kaligung) tapi seharusnya gak usah mengorbankan pandanwangi juga kali...Bethe
tapi kalau cuma untuk petak gundih-brumbung yang ramai saya kurang setuju soalnya daerah gundih-solobalapan juga luamayan ramai kalau siang terutama di stasiun salem (gemolong)
jadi fungsinya jadi komuter sematang untuk petak gundih-semarang poncol dan komuter solo untuk petak gundih-solobalapan
Xie Xie

Gimana lagi mas rico, mungkin PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang punya datanya. Kenapa dihentikan operasinya
Reply
#20
(11-07-2012, 07:05 PM)Nicodio Wrote: Namanya juga proyek, dan usaha perbaikan pasti ada kegagalan dan keberhasilan. Kalo tidak untung gimana mau bayar gaji pegawai, biaya operasional sarana dan prasarana. Kalo dampak PSO, ya daripada buntung, apa adanya saja gerbongnya lagian penumpang ya masih banyak. Karena mentalnya itu, makanya dibuat karcis tempat duduk biar gak bocor itu dhuwit. Sekarang uang jelas masuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bukan petugas.

Wek kenapa pas itu perusahaan nolak PSO di depan WAPRES Boediono ya? bilangnya "kami uda tidak butuh bantuan pemerintah dan PSO dari pemerintah" tp kok skrg berdalih karena PSO telat dibayar dan lain2. xixixixix.

wkwkwkw perasaan jaman perumka ga segitunya buat proyek. jaman perumka perusahaan selalu sabar dalam mendapatkan hasil Wek kagak buru2 kayak sekarang. dianggap gagal lalu hapus. Padahal jg promosinya jg tidak maksimal. itu makanya jd sepi perjalanannya. Beda ama jaman perumka yang selalu maksimal kalau promosi. xixixixi. Sebenarnya kegagalannya cm ya itu promosi seadanya dan Proyek baru lagi Wek tw lah proyek baru = Ada bagian "lain" baru lagi wkwkwkw.

Sebenare aku setuju untuk karcis tempat duduk. Tapi apa etis lalu kereta dikurangin? dan tiket di jual ke calo2? :v. ya proyeknya uda pindah kerja sama pegawai tiketing ama calo. kebukti dari PS kemaren uda jelas uda beberapa sindikat ketauan xixixix.

ada hal yang lebih mencegangkan. Ketika di PSE, THB, dan JAKK tiket dibilang abis. Ternyata di merak yang di jual Online bisa beli tiket KA jarak jauh. dan jumlahnya masih banyak......ya sisa sisa buat jaga2 kerja sama ama calo mgkn ya? smoga si gak Wek

(11-07-2012, 07:08 PM)enrico Wrote: memang, skala prioritas perlu (dalam hal ini yang diproritaskan KA kaligung) tapi seharusnya gak usah mengorbankan pandanwangi juga kali...Bethe
tapi kalau cuma untuk petak gundih-brumbung yang ramai saya kurang setuju soalnya daerah gundih-solobalapan juga luamayan ramai kalau siang terutama di stasiun salem (gemolong)
jadi fungsinya jadi komuter sematang untuk petak gundih-semarang poncol dan komuter solo untuk petak gundih-solobalapan
Xie Xie

wkwkwwkkw ya gmana lg? aku jg melihat jalur itu rame kalau siang. dan beberapa cek tkp mereka pada beli karcis kok Wek. jd sebenare ga rugi. cm karena harga tiketnya murah. Makannya di berhentikan Wek.
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)