Posts: 1,214
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
22
(17-06-2012, 11:49 PM)dnstywn Wrote: Setelah Bangunkarta menjadi full K1 dan mengalami pengurangan stasiun pemberhentian, sampe ada kebijakan blb distasiun yg dulunya jadi stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun minimal 5penumpang yang akan turun atau naik. Tapi sampai saat ini saya belum pernah melihat atau mendengarnya, apa teman-teman disini pernah?? 
Untuk Masalah stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun yang ditiadakan alasannya adalah:
1.Efisiensi, jadi hanya di Stasiun Besar+Persilangan pemberhentian yang diperbolehkan Berhenti namun belum tentu distasiun Persilangan boleh naik penumpang
2.Statusnya Bukan Berhenti Normal tapi BLB, cukup membuang waktu apabila Ditambah BLB Macam Caruban, Walikukun, Jebres.
karena bila ditambah malahan tidak efektif+Atur Ulang Gapeka+Preipal Untuk Jatahnya Tidak Cukup.
Posts: 283
Threads: 0
Joined: Oct 2011
Reputation:
1
20-06-2012, 07:42 PM
(This post was last modified: 20-06-2012, 07:42 PM by dnstywn.)
(20-06-2012, 03:14 PM)ardial Wrote: (17-06-2012, 11:49 PM)dnstywn Wrote: Setelah Bangunkarta menjadi full K1 dan mengalami pengurangan stasiun pemberhentian, sampe ada kebijakan blb distasiun yg dulunya jadi stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun minimal 5penumpang yang akan turun atau naik. Tapi sampai saat ini saya belum pernah melihat atau mendengarnya, apa teman-teman disini pernah?? 
Untuk Masalah stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun yang ditiadakan alasannya adalah:
1.Efisiensi, jadi hanya di Stasiun Besar+Persilangan pemberhentian yang diperbolehkan Berhenti namun belum tentu distasiun Persilangan boleh naik penumpang
2.Statusnya Bukan Berhenti Normal tapi BLB, cukup membuang waktu apabila Ditambah BLB Macam Caruban, Walikukun, Jebres.
karena bila ditambah malahan tidak efektif+Atur Ulang Gapeka+Preipal Untuk Jatahnya Tidak Cukup.
kalo emg karena peraturan baru dari bangunkarta nya itu emang masalah efisiensi dan mungkin juga jumlah penumpang yang akan naik ke atas kereta juga sedikit, cuma saya tanya kalo dulu ada kebijakan >5 pnp dr wk/crb bangunkarta dapat di blb kan apakah itu udah pernah terjadi ???
(20-06-2012, 03:14 PM)ardial Wrote: (17-06-2012, 11:49 PM)dnstywn Wrote: Setelah Bangunkarta menjadi full K1 dan mengalami pengurangan stasiun pemberhentian, sampe ada kebijakan blb distasiun yg dulunya jadi stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun minimal 5penumpang yang akan turun atau naik. Tapi sampai saat ini saya belum pernah melihat atau mendengarnya, apa teman-teman disini pernah?? 
Untuk Masalah stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun yang ditiadakan alasannya adalah:
1.Efisiensi, jadi hanya di Stasiun Besar+Persilangan pemberhentian yang diperbolehkan Berhenti namun belum tentu distasiun Persilangan boleh naik penumpang
2.Statusnya Bukan Berhenti Normal tapi BLB, cukup membuang waktu apabila Ditambah BLB Macam Caruban, Walikukun, Jebres.
karena bila ditambah malahan tidak efektif+Atur Ulang Gapeka+Preipal Untuk Jatahnya Tidak Cukup.
kalo emg karena peraturan baru dari bangunkarta nya itu emang masalah efisiensi dan mungkin juga jumlah penumpang yang akan naik ke atas kereta juga sedikit, cuma saya tanya kalo dulu ada kebijakan >5 pnp dr wk/crb bangunkarta dapat di blb kan apakah itu udah pernah terjadi ???
Posts: 812
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
8
Kemarin, KA 44 Bangunkarta Eksa tujuan Jombang masuk JNG pukul 16.13. Di tarik Loko JNG, CC 203 22. Dengan formasi :
Loko CC 203 22, 4 K1, KM1, 2 K1, Pembangkit.
Penampakannya :
Posts: 59
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
0
(20-06-2012, 07:42 PM)dnstywn Wrote: (20-06-2012, 03:14 PM)ardial Wrote: (17-06-2012, 11:49 PM)dnstywn Wrote: Setelah Bangunkarta menjadi full K1 dan mengalami pengurangan stasiun pemberhentian, sampe ada kebijakan blb distasiun yg dulunya jadi stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun minimal 5penumpang yang akan turun atau naik. Tapi sampai saat ini saya belum pernah melihat atau mendengarnya, apa teman-teman disini pernah?? 
Untuk Masalah stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun yang ditiadakan alasannya adalah:
1.Efisiensi, jadi hanya di Stasiun Besar+Persilangan pemberhentian yang diperbolehkan Berhenti namun belum tentu distasiun Persilangan boleh naik penumpang
2.Statusnya Bukan Berhenti Normal tapi BLB, cukup membuang waktu apabila Ditambah BLB Macam Caruban, Walikukun, Jebres.
karena bila ditambah malahan tidak efektif+Atur Ulang Gapeka+Preipal Untuk Jatahnya Tidak Cukup.
kalo emg karena peraturan baru dari bangunkarta nya itu emang masalah efisiensi dan mungkin juga jumlah penumpang yang akan naik ke atas kereta juga sedikit, cuma saya tanya kalo dulu ada kebijakan >5 pnp dr wk/crb bangunkarta dapat di blb kan apakah itu udah pernah terjadi ??? 
(20-06-2012, 03:14 PM)ardial Wrote: (17-06-2012, 11:49 PM)dnstywn Wrote: Setelah Bangunkarta menjadi full K1 dan mengalami pengurangan stasiun pemberhentian, sampe ada kebijakan blb distasiun yg dulunya jadi stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun minimal 5penumpang yang akan turun atau naik. Tapi sampai saat ini saya belum pernah melihat atau mendengarnya, apa teman-teman disini pernah?? 
Untuk Masalah stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun yang ditiadakan alasannya adalah:
1.Efisiensi, jadi hanya di Stasiun Besar+Persilangan pemberhentian yang diperbolehkan Berhenti namun belum tentu distasiun Persilangan boleh naik penumpang
2.Statusnya Bukan Berhenti Normal tapi BLB, cukup membuang waktu apabila Ditambah BLB Macam Caruban, Walikukun, Jebres.
karena bila ditambah malahan tidak efektif+Atur Ulang Gapeka+Preipal Untuk Jatahnya Tidak Cukup.
kalo emg karena peraturan baru dari bangunkarta nya itu emang masalah efisiensi dan mungkin juga jumlah penumpang yang akan naik ke atas kereta juga sedikit, cuma saya tanya kalo dulu ada kebijakan >5 pnp dr wk/crb bangunkarta dapat di blb kan apakah itu udah pernah terjadi ??? 
bisa ... aku sendiri yang ngalamin. kita bertujuh naik dari stasiun salem ,gemolong .tadinya seh mau naik argolawu,, trus kita nanya bangunkarta bisa diblbkan nggak.... n bisa, lumayan hemat waktu dari rumah, dari pada ke solo balapan,,, selamat mencoba
RF eksazawa, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(11-06-2012, 09:44 PM)eri4nto Wrote: @AGXfari
pelayanan ya standar reska mas (selimut terbungkus plastik, bantal, trus tawaran makan dan minum).. untuk kebersihannya sangat terjaga karena petugas otc selalu rajin bersihin toilet, ngepel lantai kereta, ngumpulin sampah, dsb.. interior masih sangat oke karena panel2 dinding dan plafon tertata rapi dan bersih, jendela dan gorden bersih dan terpelihara, lampu interior nyala semua, pintu elektrik berfungsi, tv lcd wide screen dan speaker nyala semua dgn baik, reclining seat dan foot rest berfungsi dgn baik.. namun sayangnya di beberapa kereta ada tambahan lampu plafon yg sangat terang dan silau sehingga bagi yg suka tidur dengan cahaya temaram atau gelap jadi terganggu..
iya cak... tapi sekarang, BK pake selambu yg warnanya ijo pupus iru jadi kek gimana gitu yaa  ... aga kurang sedep aja dipandang.... masih bagus pas dulu2 pas masih pake selambu warna krem muda.... kesannya lebih match ama interiornya dan kesannya lebih mewah.... apa karna dari Jombang yak, jadi dibikin kesan Jombang (ijo abang).. so kursi warna merah, terus selambu ijo
oh iya, panel petunjuk tasiun2 yg dilewati udah ga fungsi lagi neh... dulu2 panel itu menunjukkan mo masuk tasiun mana, terus ada tulisan melintas tasiun xxxx .... sekarang cuman ada tulisan DAOP VII MN.... apa udah ga ada operatornya tuh....
yaaa, harapan kami seh, BK tidak akan jadi salah satu "korban" retrofitisme  dimana jadi jendela kecil (ga bisa liat pemanbdangan malem n silangan sepur.... masa suru liat KATV, secara siaran KATV yaaaa  ), trus jok kursi kain yg selama ini nyaman moga2 ga diganti jok kulit sintetis yg sempit dan keras kek Turangga, Sembrani ama Dwipangga
@ dnstywn dan Ardial : selama ane naek BK, di DAOP VII, cuman brnti di Jombang (ya iya lah), KTS, Nganjuk, Mediun n Paron ga pernah tuh brenti Caruban ato Walikukun... di DAOP VI, tidak melayani, di DAOP IV, normal di SMT, PK dan TG .... cuman 43 sekarang suka ngodong di petak SMC-Plabuan....
yaa, ke depannya seh, mending di TG di LS ajah... secara hampir tidak ada aktivitas naek-turun pnp di TG
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 283
Threads: 0
Joined: Oct 2011
Reputation:
1
24-06-2012, 07:07 PM
(This post was last modified: 24-06-2012, 07:32 PM by dnstywn.)
(23-06-2012, 07:57 AM)eksazawa Wrote: (20-06-2012, 07:42 PM)dnstywn Wrote: (20-06-2012, 03:14 PM)ardial Wrote: [quote='dnstywn' pid='322433' dateline='1339951787']
Setelah Bangunkarta menjadi full K1 dan mengalami pengurangan stasiun pemberhentian, sampe ada kebijakan blb distasiun yg dulunya jadi stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun minimal 5penumpang yang akan turun atau naik. Tapi sampai saat ini saya belum pernah melihat atau mendengarnya, apa teman-teman disini pernah?? 
Untuk Masalah stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun yang ditiadakan alasannya adalah:
1.Efisiensi, jadi hanya di Stasiun Besar+Persilangan pemberhentian yang diperbolehkan Berhenti namun belum tentu distasiun Persilangan boleh naik penumpang
2.Statusnya Bukan Berhenti Normal tapi BLB, cukup membuang waktu apabila Ditambah BLB Macam Caruban, Walikukun, Jebres.
karena bila ditambah malahan tidak efektif+Atur Ulang Gapeka+Preipal Untuk Jatahnya Tidak Cukup.
kalo emg karena peraturan baru dari bangunkarta nya itu emang masalah efisiensi dan mungkin juga jumlah penumpang yang akan naik ke atas kereta juga sedikit, cuma saya tanya kalo dulu ada kebijakan >5 pnp dr wk/crb bangunkarta dapat di blb kan apakah itu udah pernah terjadi ??? 
(20-06-2012, 03:14 PM)ardial Wrote: (17-06-2012, 11:49 PM)dnstywn Wrote: Setelah Bangunkarta menjadi full K1 dan mengalami pengurangan stasiun pemberhentian, sampe ada kebijakan blb distasiun yg dulunya jadi stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun minimal 5penumpang yang akan turun atau naik. Tapi sampai saat ini saya belum pernah melihat atau mendengarnya, apa teman-teman disini pernah?? 
Untuk Masalah stasiun pemberhentian kaya caruban/walikukun yang ditiadakan alasannya adalah:
1.Efisiensi, jadi hanya di Stasiun Besar+Persilangan pemberhentian yang diperbolehkan Berhenti namun belum tentu distasiun Persilangan boleh naik penumpang
2.Statusnya Bukan Berhenti Normal tapi BLB, cukup membuang waktu apabila Ditambah BLB Macam Caruban, Walikukun, Jebres.
karena bila ditambah malahan tidak efektif+Atur Ulang Gapeka+Preipal Untuk Jatahnya Tidak Cukup.
bisa ... aku sendiri yang ngalamin. kita bertujuh naik dari stasiun salem ,gemolong .tadinya seh mau naik argolawu,, trus kita nanya bangunkarta bisa diblbkan nggak.... n bisa, lumayan hemat waktu dari rumah, dari pada ke solo balapan,,, selamat mencoba
wah ternyata di salem juga bisa, dipikir cuma di ex. Stasiun pemberhentiannya terdahuluu! Jadi pengen coba
(24-06-2012, 11:57 AM)Bangunkarta Wrote: (11-06-2012, 09:44 PM)eri4nto Wrote: @AGXfari
pelayanan ya standar reska mas (selimut terbungkus plastik, bantal, trus tawaran makan dan minum).. untuk kebersihannya sangat terjaga karena petugas otc selalu rajin bersihin toilet, ngepel lantai kereta, ngumpulin sampah, dsb.. interior masih sangat oke karena panel2 dinding dan plafon tertata rapi dan bersih, jendela dan gorden bersih dan terpelihara, lampu interior nyala semua, pintu elektrik berfungsi, tv lcd wide screen dan speaker nyala semua dgn baik, reclining seat dan foot rest berfungsi dgn baik.. namun sayangnya di beberapa kereta ada tambahan lampu plafon yg sangat terang dan silau sehingga bagi yg suka tidur dengan cahaya temaram atau gelap jadi terganggu..
iya cak... tapi sekarang, BK pake selambu yg warnanya ijo pupus iru jadi kek gimana gitu yaa  ... aga kurang sedep aja dipandang.... masih bagus pas dulu2 pas masih pake selambu warna krem muda.... kesannya lebih match ama interiornya dan kesannya lebih mewah.... apa karna dari Jombang yak, jadi dibikin kesan Jombang (ijo abang).. so kursi warna merah, terus selambu ijo
oh iya, panel petunjuk tasiun2 yg dilewati udah ga fungsi lagi neh... dulu2 panel itu menunjukkan mo masuk tasiun mana, terus ada tulisan melintas tasiun xxxx .... sekarang cuman ada tulisan DAOP VII MN.... apa udah ga ada operatornya tuh....
yaaa, harapan kami seh, BK tidak akan jadi salah satu "korban" retrofitisme  dimana jadi jendela kecil (ga bisa liat pemanbdangan malem n silangan sepur.... masa suru liat KATV, secara siaran KATV yaaaa  ), trus jok kursi kain yg selama ini nyaman moga2 ga diganti jok kulit sintetis yg sempit dan keras kek Turangga, Sembrani ama Dwipangga
@ dnstywn dan Ardial : selama ane naek BK, di DAOP VII, cuman brnti di Jombang (ya iya lah), KTS, Nganjuk, Mediun n Paron ga pernah tuh brenti Caruban ato Walikukun... di DAOP VI, tidak melayani, di DAOP IV, normal di SMT, PK dan TG .... cuman 43 sekarang suka ngodong di petak SMC-Plabuan....
yaa, ke depannya seh, mending di TG di LS ajah... secara hampir tidak ada aktivitas naek-turun pnp di TG
lho, lebih baik stasiun pemberhentiannya udah gak perlu diubah menurut saya sih udah Cocok.
KA 43 nya : Jombang,Kertosono,Nganjuk,Madiun,Paron,SemarangTawang,Pekalongan,Comal,Tegal,Cirebon,Jatinegara,PasarSenen.
KA 44 nya :
PasarSenen,Cirebon,Tegal,Pekalongan,SemaranTawang,Kedungjati,Paron,Madiun,Nganjuk,Kertosono,Jombang
CMIIW hehehe
(24-06-2012, 11:57 AM)Bangunkarta Wrote: (11-06-2012, 09:44 PM)eri4nto Wrote: @AGXfari
pelayanan ya standar reska mas (selimut terbungkus plastik, bantal, trus tawaran makan dan minum).. untuk kebersihannya sangat terjaga karena petugas otc selalu rajin bersihin toilet, ngepel lantai kereta, ngumpulin sampah, dsb.. interior masih sangat oke karena panel2 dinding dan plafon tertata rapi dan bersih, jendela dan gorden bersih dan terpelihara, lampu interior nyala semua, pintu elektrik berfungsi, tv lcd wide screen dan speaker nyala semua dgn baik, reclining seat dan foot rest berfungsi dgn baik.. namun sayangnya di beberapa kereta ada tambahan lampu plafon yg sangat terang dan silau sehingga bagi yg suka tidur dengan cahaya temaram atau gelap jadi terganggu..
iya cak... tapi sekarang, BK pake selambu yg warnanya ijo pupus iru jadi kek gimana gitu yaa  ... aga kurang sedep aja dipandang.... masih bagus pas dulu2 pas masih pake selambu warna krem muda.... kesannya lebih match ama interiornya dan kesannya lebih mewah.... apa karna dari Jombang yak, jadi dibikin kesan Jombang (ijo abang).. so kursi warna merah, terus selambu ijo
oh iya, panel petunjuk tasiun2 yg dilewati udah ga fungsi lagi neh... dulu2 panel itu menunjukkan mo masuk tasiun mana, terus ada tulisan melintas tasiun xxxx .... sekarang cuman ada tulisan DAOP VII MN.... apa udah ga ada operatornya tuh....
yaaa, harapan kami seh, BK tidak akan jadi salah satu "korban" retrofitisme  dimana jadi jendela kecil (ga bisa liat pemanbdangan malem n silangan sepur.... masa suru liat KATV, secara siaran KATV yaaaa  ), trus jok kursi kain yg selama ini nyaman moga2 ga diganti jok kulit sintetis yg sempit dan keras kek Turangga, Sembrani ama Dwipangga
@ dnstywn dan Ardial : selama ane naek BK, di DAOP VII, cuman brnti di Jombang (ya iya lah), KTS, Nganjuk, Mediun n Paron ga pernah tuh brenti Caruban ato Walikukun... di DAOP VI, tidak melayani, di DAOP IV, normal di SMT, PK dan TG .... cuman 43 sekarang suka ngodong di petak SMC-Plabuan....
yaa, ke depannya seh, mending di TG di LS ajah... secara hampir tidak ada aktivitas naek-turun pnp di TG
lho, lebih baik stasiun pemberhentiannya udah gak perlu diubah menurut saya sih udah Cocok.
KA 43 nya : Jombang,Kertosono,Nganjuk,Madiun,Paron,SemarangTawang,Pekalongan,Comal,Tegal,Cirebon,Jatinegara,PasarSenen.
KA 44 nya :
PasarSenen,Cirebon,Tegal,Pekalongan,SemaranTawang,Kedungjati,Paron,Madiun,Nganjuk,Kertosono,Jombang
CMIIW hehehe
Posts: 812
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
8
Kemarin KA 43 Bangunkarta dari Jombang masuk Jatinegara pukul 06.27 dengan formasi sebagai berikut :
Loko CC 203 15 JNG, 3 K1, KM1, 3 K1, Pembangkit.
Setelah menurunkan penumpang, berangkat kembali ke Pasar Senen pukul 06.29.
[spoiler=KA 43 masuk JNG]
![[Image: 7448008834_ef88b729b5_z.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8015/7448008834_ef88b729b5_z.jpg) [/spoiler]
[spoiler= KA 43 berangkat menuju PSE]
![[Image: 7448011834_b640ea3f0e_z.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8144/7448011834_b640ea3f0e_z.jpg) [/spoiler]
Posts: 7,346
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
44
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.
Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...
Hibernasi ã„ã¿ã¯ ãÂÂã¦ã„ãÂÂã¾ãÂâ„¢. XDa
l
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(28-06-2012, 02:17 AM)Illia Wrote: (27-06-2012, 06:00 PM)indra_Mri Wrote: Kemarin KA 43 Bangunkarta dari Jombang masuk Jatinegara pukul 06.27 dengan formasi sebagai berikut :
Loko CC 203 15 JNG, 3 K1, KM1, 3 K1, Pembangkit.
Setelah menurunkan penumpang, berangkat kembali ke Pasar Senen pukul 06.29.
[spoiler=KA 43 masuk JNG]
[/spoiler]
[spoiler= KA 43 berangkat menuju PSE]
[/spoiler]
Telat juga ini.... wah, parah nih telat ampe 1,5 jam masuk JNG nya...... kenapa neh... pasti itu via speaker crew KA mengucapkan permintaan maaf berkali-kali karna telat parah
tapi untung pas hari biasa...... untung kalo Senin pagi ato hari  setelah wikend selalu prima..... soalnya Alhamdulillah, saya setiap abis pulkam BK 43 saya selalu prima nyampe JNG jam 5 an pagi
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 812
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
8
(28-06-2012, 08:38 AM)Bangunkarta Wrote: (28-06-2012, 02:17 AM)Illia Wrote: (27-06-2012, 06:00 PM)indra_Mri Wrote: Kemarin KA 43 Bangunkarta dari Jombang masuk Jatinegara pukul 06.27 dengan formasi sebagai berikut :
Loko CC 203 15 JNG, 3 K1, KM1, 3 K1, Pembangkit.
Setelah menurunkan penumpang, berangkat kembali ke Pasar Senen pukul 06.29.
[spoiler= KA 43 berangkat menuju PSE]
[/spoiler]
Telat juga ini.... wah, parah nih telat ampe 1,5 jam masuk JNG nya...... kenapa neh... pasti itu via speaker crew KA mengucapkan permintaan maaf berkali-kali karna telat parah 
tapi untung pas hari biasa...... untung kalo Senin pagi ato hari setelah wikend selalu prima..... soalnya Alhamdulillah, saya setiap abis pulkam BK 43 saya selalu prima nyampe JNG jam 5 an pagi
iya mas. Saya aja keget denger pengumuman dari PAP JNG "KA 43 Bangunkarta akan masuk jalur 2". Padahal udh jam segitu dia baru masuk.
Dan pastinya muka para penumpangnya udh pada  karena telat ampe 1 jam stengah.
berarti BK tgl 26 ini lg apes.
|