(20-06-2012, 12:22 AM)Bimantara Wrote: (19-06-2012, 11:16 AM)Joe_cn Wrote: itu rangkaian2 K-3 daripada nganggur mbok dibuat kereta feeder ato kereta dengan relasi baru....
Ato mungkin bisa ga seh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bikin rute baru dengan k-3 tapi tanpa PSO?
Tentu saja dengan harga yang wajar dengan tanpa PSO.....
Kadang merasa aneh , padahal kalo bawa k3 nya 7-8 kereta juga sama2 aja ya padahal kalau dilihat dari sisi pengeluarannya .
Setuju dengan ide kereta tanpa PSO.
Tentu layanannya ditambah, misalnya: AC, stasiun penberhentian tertentu, waktu lebih cepat. Kalau masalah WC, lampu, dan sistem sirkulasi udara semua KA harus terjamin.
Adakah rekan-rekan yang bisa menerangkan, seandainya sebuah lok CC201 diberi beban 6-7 kereta dengan 10-11 kereta, bagaimana pengaruh pemakaian bahan bakarnya? Apakah berbeda secara signifikan?
Kalau bedanya sedikit, bukankah dengan kereta lebih panjang berarti lebih banyak penumpang yang diangkut?
Kalau lebih banyak penumpang, bukankah pemasukan dari karcis lebih banyak?
Kalau lebih banyak pendapatan, bukankah selisih kebutuhan biaya operasional dengan PSO yang riil bisa didekati?
Atau alur pemikiran saya ini salah?
Yang benar seperti apa?
Salam kami
Nurcahyo
*******