Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
L O D A Y A - Malam (KA 76) vs Pagi (KA 73)
#11
(22-05-2012, 09:05 AM)Joe_cn Wrote: Wah dapat nomor 11A om?
Itu mah dulu nomor yang dipromoin buat lodaya malam....

Iya, di 11A. Sekarang promonya biasanya maju ke nomor 10/9, bisa juga 6 atau 4. Tapi yg malem itu duduk di depan saya orang PT. Kereta Api Indonesia (Persero), pas periksa tiket diminta KBD sama kondektur...

(22-05-2012, 06:31 AM)fajar_muhammadBJS Wrote: Iklan-nya dicepetin dong...

Baik, berikut lanjutan reportasenya...

Setelah rangkaian KA Argo Wilis dari Surabaya tiba di Stasiun Bandung, terdengar pengumuman gerakan langsiran lokomotif dinas KA Lodaya dari arah timur masuk ke jalur 2. Berhubung posisi berada di kereta paling depan, saya dapat melihat sorotan lampu lokomotif datang dari arah depan kereta. Perlahan, sorotan lampu itu makin mendekat hingga akhirnya coupler lokomotif dengan Eksekutif 1 tersambung. Ketika melihat nomor lokomotif yang mendekat, wah! Ternyata si Cepe yang narik! Awalnya gak percaya, tumben-tumbenan CC 201 yang ditugaskan menarik KA Lodaya. Ternyata memang, di depan si Cepe tersambung sebuah CC 204, nomor lambung 15 atau 08 08, salah satu favorit saya. Wow, spesial juga bagi saya, perjalanan perdana keluar Bandung dengan kereta selain Argo Parahyangan dan digeret dua lokomotif favorit saya. Apalagi, salah satunya adalah lokomotif terfavorit...

Langsung saja saya ngacir ke ujung depan rangkaian sebelum ditarik ke arah timur untuk memotret kedua lokomotif dinas KA 76 malam itu. Berikut fotonya...

[spoiler=CC 204 15 a.k.a. CC 204 08 08 berada di depan...]

[Image: 7246625862_22d257fb1c_c.jpg]

IMG_2356 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

[spoiler=CC 201 100 a.k.a. CC 201 92 10 diapit CC 204 15 dan K1 0 67 04 yang saya tumpangi...]

[Image: 7246630590_691191271b_c.jpg]

IMG_2359 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Foto terakhir sebelum keberangkatan KA 76 dari Stasiun Bandung, menampilkan papan nomor jalur, nama kereta, dan rangkaian yang tersedia...

[spoiler=KA 76 Lodaya Malam siap diberangkatkan dari jalur 2 Stasiun Bandung]

[Image: 7246634256_fa6932ac3c_c.jpg]

IMG_2360 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Setelah ini saya naik ke dalam kereta dan langsung melahap santap malam yang telah dibeli, sehingga hanya sempat membuat laporan tertulis di BB yang saya gunakan. Tepat pukul 20:00, PPKA Stasiun Bandung memberangkatkan Kereta Api Ekspres Malam Lodaya, dan kereta mulai bergerak dengan perlahan menuju tujuan akhir, Stasiun Solobalapan. Saking lambatnya pemberangkatan, perjalanan antara Stasiun Bandung dan Stasiun Cikudapateuh memakan waktu lebih dari 5 menit. Pukul 20:11, kereta berhenti di Stasiun Kiaracondong selama 2 menit untuk mengangkut penumpang, tapi tidak ada satupun yang masuk ke dalam Eksekutif 1 yang telah dipenuhi 50 penumpang sejak dari Stasiun Bandung.

Setelah kembali melanjutkan perjalanan, kondektur datang dan mulai memeriksa tiket penumpang dari Eksekutif 1 sampai Bisnis 3. Foto saat kondektur memeriksa tiket salah satu penumpang, maaf kalo kurang jelas, tapi apa daya dengan pencahayaan seadanya dan kondisi kereta berjalan dan bergoyang, inilah yang terbaik dari beberapa jepretan...

[spoiler=KP KA 76 in action]

[Image: 7246666612_8a12571d11_c.jpg]

IMG_2363 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Dalam perjalanan, saya tetap kontak-kontakan dengan dua orang rekan RF via BBM. Salah satunya memberi prediksi lama perjalanan di lintas Cicalengka-Leles: Cicalengka-Nagreg 11 menit, Nagreg-Lebakjero 9 menit, dan Lebakjero-Leles 9 menit. Dan menurut pantauan di lapangan, Cicalengka-Nagreg ditempuh dalam waktu 12 menit, Nagreg-Lebakjero 8 menit (memangkas keterlambatan semenit nih), dan Lebakjero hingga sinyal muka Leles 9 menit. Kereta pun ditahan selama kurang lebih 6 menit di sinyal muka Stasiun Leles. Sesuai dugaan, ternyata KA 76 menunggu KA 121 Pasundan dari Surabayagubeng untuk tujuan akhir Stasiun Kiaracondong masuk ke jalur belok Stasiun Leles. Ketika mendekat, saya pun menangkap nomor lokomotif dinas KA 121, CC 201 05 SDT, tanpa memotretnya karena posisi saya berada di dalam kereta yang berjalan.

Kereta terus melaju melewati beberapa stasiun sebelum akhirnya tiba di Stasiun Cipeundeuy 8 menit menjelang pukul 10 malam, masuk jalur 1. Di jalur 2 telah tersedia rangkaian Kereta Api Ekspres Malam Serayu dari Kroya tujuan akhir Jakartakota. Seperti biasa, di Stasiun Cipeundeuy seluruh kereta diwajibkan berhenti untuk pengecekan abar. Terlihat pula seorang petugas sedang menyoroti boogie kereta dengan senter. Maaf kalo fotonya terlalu gelap...

[spoiler=Pemeriksaan di Cipeundeuy]

[Image: IMG_2364copy.jpg]
[/spoiler]

Berpindah ke sisi sebelah, berikut buntut dari KA 143, membawa gerbong barang retrofit kereta penumpang kelas Bisnis. K2-78507 diubah menjadi B 0 78 ** berapa ya?

[spoiler=Buntut KA 143: B 0 78 ** ex. K2-78507]

[Image: IMG_2369copy.jpg]
[/spoiler]

Setelah berhenti selama kurang lebih 13 menit, terdengar pengumuman �dari jalur 1, KA Lodaya tujuan akhir Solobalapan siap untuk diberangkatkan. Selamat jalan, selamat sampai tujuan!� dan tidak berapa lama disambut sahut-sahutan semboyan 40-41-35. Kereta pun mulai berjalan kembali, dan ketika itu juga saya tidak dapat menahan rasa kantuk. Saya pun undur diri dari obrolan BBM dan tepat setelah KA 76 melewati Stasiun Ciawi, saya pun akhirnya tertidur...

Berakhirkah reportase ini atau masih ada lanjutannya? Jangan kemana-mana, tetaplah bersama kami...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#12
Lanjut Top Banget


Ditarik Lok Favoritnya CC201100+Mas Lavie Dibelakang Lok itu (K1 0 67 04)
Make yourself usefull to other.
Reply
#13
Iya mas, info niaganya jangan lama2.. Udah penasaran nih Big Grin
Reply
#14
(22-05-2012, 04:20 PM)Alifiardi Aditya M Wrote: Lanjut
Ditarik Lok Favoritnya CC201100+Mas Lavie Dibelakang Lok itu (K1 0 67 04)

Iya, hehehe... Lok paling depannya juga lok favorit...

(22-05-2012, 08:48 PM)kangen_naik_KA Wrote: Iya mas, info niaganya jangan lama2.. Udah penasaran nih

Baik, berikut lanjutannya, selamat menikmati!



Seperti yang sudah saya bilang, selepas Stasiun Ciawi saya pun akhirnya tertidur. Rencananya, saya akan bangun sekitar jam 00:30, kurang lebih saat KA 76 tiba di Sidareja. Berhubung selepas Cipeundeuy tidak ada lagi persilangan, maka saya memilih melewatkan Tasikmalaya dan Banjar untuk tidur sejenak mengumpulkan energi untuk tetap melek selepas Sidareja. Tapi, taunya, sekitar pukul 23:40 saya terbangun saking tidak betahnya tidur dalam posisi duduk. Ketika itu, kereta baru saja akan memasuki Stasiun Karangpucung. Kurang dari 10 menit, akhirnya kereta tiba di perbatasan Daerah Operasi II Bandung dengan Daerah Operasi V Purwokerto: Stasiun Banjar. Berhubung terlanjur melek dan belum ada niat untuk tidur, saya pun beranjak ke bordes untuk memotret peron stasiun yang amat sangat sepi. Hanya ada beberapa orang di peron, termasuk petugas stasiun, juga masinis, asisten masinis, dan kondektur penumpang yang melakukan pertukaran shift di stasiun ini...

[spoiler=Stasiun Banjar]

[Image: 7247674358_aacf6f3df6_c.jpg]

IMG_2374 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Setelah berangkat dari Banjar, saya kembali terlelap selama 1 jam. Sekitar 4 menit menjelang pukul 1 dini hari, kereta yang saya tumpangi berhenti di sinyal muka Stasiun Jeruklegi. Ternyata, disinilah kereta yang saya tumpangi bersilangan dengan sesama Lodaya Malam dari Solobalapan. Namun, saya hanya memantau dari tempat saya duduk. Hampir 15 menit berselang, KA 76 berjalan langsung di Stasiun Maos sekaligus bersilang dengan KA 95 Ekspres Malam Mutiara Selatan dari Surabayagubeng.

Pukul 01:26, kereta pun berhenti di Stasiun Kroya. Di tempat itu pula, KA 76 bersilang dengan KA 37 Ekspres Malam Turangga dari Surabayagubeng, yang setibanya KA 76 langsung berangkat dari stasiun percabangan ke Bandung dan Jakarta via jalur selatan...

[spoiler=Stasiun Kroya, KA 37 berangkat menuju BD]

[Image: 7247679450_43e22dd084_c.jpg]

IMG_2375 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Tiga menit berhenti, kereta kembali melanjutkan perjalanan. Di perjalanan, kereta sempat diberhentikan secara luar biasa di dua stasiun, Sumpiuh dan Tambak, tapi tidak terjadi persilangan apapun: hanya berhenti beberapa saat lalu kemudian diberi sinyal aman. Di Stasiun Ijo, KA 76 kembali diberhentikan luar biasa di jalur lurus pada pukul 01:58. Foto Stasiun Ijo ketika KA 76 tiba...

[spoiler=Stasiun Ijo]

[Image: 7247685426_8231c271df_c.jpg]

IMG_2378 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Ruang tunggu Stasiun Ijo, kosong...


[Image: 7247694254_4d0fa36330_c.jpg]

IMG_2380 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Papan nama Stasiun Ijo, +25 M, sekaligus koreksi pada artikel di Wikipedia mengenai Stasiun Ijo yang menuliskan elevasi stasiun ini lebih tinggi 30 meter, yaitu pada +55 M...


[Image: 7248976964_fa484a5217_c.jpg]

IMG_2381 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Di stasiun ini, KA 76 menunggu untuk bersilangan dengan KA 89 Ekspres Malabar dari Malang untuk tujuan akhir Bandung, yang dimasukkan ke jalur belok Stasiun Ijo. Pukul 02:04, yang ditunggu-tunggu pun datang juga: KA 89 digeret lokomotif bernomor lambung CC 204 13 milik Dipo Induk Lokomotif Bandung.

[spoiler=KA 89 ML-BD ft. CC 204 13 BD]

[Image: 540487_2921544492487_1677083769_1845314_...0874_n.jpg]
[/spoiler]

Setelah KA 89 masuk, KA 76 diberi sinyal aman untuk melanjutkan perjalanan. Seperti halnya KA 76 dalam cerita ini, laporan ini akan saya lanjutkan, namun setelah yang satu ini. Jangan kemana-mana...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#15
Wah mantap om , fotonya juga mantap gak gelap, jelas banget dan tulisannya juga enak dibaca membuat saya jadi terasa naek Lodaya lagi...Xie Xie
Iya tuh saya juga pas naek 76 ini BLB di Sumpiuh dan Tambak saya juga bingung kenapa bisa begitu....
Oh ya saya juga baru tau kali stasiun ijo ternyta +25 dan saya juga baru ke TKP Wiki dan benar ada kesalahan informasi disana tertulis +55...

Nice info om....Top Banget

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#16
(23-05-2012, 08:59 AM)Joe_cn Wrote: Wah mantap om , fotonya juga mantap gak gelap, jelas banget dan tulisannya juga enak dibaca membuat saya jadi terasa naek Lodaya lagi...
Iya tuh saya juga pas naek 76 ini BLB di Sumpiuh dan Tambak saya juga bingung kenapa bisa begitu....
Oh ya saya juga baru tau kali stasiun ijo ternyta +25 dan saya juga baru ke TKP Wiki dan benar ada kesalahan informasi disana tertulis +55...

Nice info om....

Terima kasih juga Mas... Xie Xie

Soal BLB SPH-TBK, begitu juga ya dulu? Hmm, apa mungkin regulernya begitu ya, menunggu kepastian silang 89 dimana?

Soal Ijo, iya kmrn pas cek di Wiki kaget, salah data. Cuma belum sempet dikoreksi di TKP-nya, baru bisa lewat TR ini saja...

Baik, berikut lanjutan reportasenya...



Selepas Stasiun Ijo, Lodaya terus melaju menyeberangi Terowongan Ijo. Tiba di ujung satunya, kereta kembali diberhentikan di stasiun berikutnya, Stasiun Gombong. Kereta Api Lodaya masuk ke jalur 1, mendampingi Kereta Api Ekonomi AC Bogowonto yang sudah siap sedia di jalur 3. Berbeda dengan suasana di dalam KA 76 yang sangat sepi karena penumpangnya banyak yang tertidur pulas, penumpang KA 112L terpantau masih banyak yang beraktivitas, bahkan turun ke peron, mungkin karena suhu AC kereta yang terkenal sangat dingin ini. Berikut saya coba foto kereta relasi Pasar Senen-Lempuyangan yang berada di jalur 3...

[spoiler=K3 0 10 11, KA Ekonomi AC Bogowonto]

[Image: IMG_2391copy-1.jpg]
[/spoiler]

Ternyata, di stasiun tersebut, kedua kereta itu akan disusul oleh Kereta Api Ekspres Malam Argo Lawu dari Stasiun Gambir untuk tujuan akhir Stasiun Solobalapan. Pukul 02:21, yang ditunggu-tunggu pun datang juga, ditarik lokomotif bernomor lambung CC 204 09 Dipo Induk Lokomotif Yogyakarta. Meskipun cowcatcher sebelah kiri pada foto masih penyok akibat menghantam truk di daerah Klaten pada 03 Mei 2012 silam � juga saat bertugas menarik rangkaian KA 8 � namun seluruh fog lamp berikut lampu semboyan berfungsi dengan baik...

[spoiler=KA 8 Ekspres Malam Argo Lawu ft. CC 204 09 YK]

[Image: IMG_2392copy-1.jpg]
[/spoiler]

Setelah Argo Lawu lewat, ternyata yang terlebih dahulu diberangkatkan adalah Kereta Api Bogowonto. Kereta Api Lodaya masih ditahan di Gombong sampai Kereta Api Sawunggalih Utama Malam dari Pasar Senen untuk tujuan akhir Kutoarjo masuk jalur 3, ditarik lokomotif bernomor lambung CC 201 60 Dipo Induk Lokomotif Purwokerto...

[spoiler=KA 106 Sawunggalih Utama Malam ft. CC 201 60 PWT]

[Image: 7253517174_c40c3f6509_c.jpg]

IMG_2393 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Kereta pun kembali berangkat pada pukul 02:32. Dalam perjalanan menuju Stasiun Kutoarjo, kereta berjalan cukup kencang melewati beberapa stasiun, termasuk Stasiun Kebumen. Kereta hanya menghabiskan waktu 18 menit untuk melahap rute Gombong-Kebumen. Pada akhirnya, kereta kembali berhenti di Kutoarjo setelah melewati perjalanan tanpa henti selama 43 menit...

Suasana stasiun berkode KTA pada dini hari itu, dipotret dari Kereta Api Ekspres Malam Lodaya yang berada di jalur 3...

[spoiler=Stasiun Kutoarjo]

[Image: 7253520138_e82609d6af_c.jpg]

IMG_2394 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Di sisi satunya lagi, terdapat rangkaian gerbong semen milik Daerah Operasi V Purwokerto, salah satunya bernomor seri GT 30 64 13...


[Image: IMG_2397copy-1.jpg]
[/spoiler]

Setelah 4 menit berhenti, pada pukul 03:19 KA 76 melanjutkan perjalanan dengan lama keterlambatan 32 menit, dari jadwal keberangkatan pada pukul 02:47...

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Stay tune terus ya...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#17
Iya mungkin saja begitu om, soalnya pas kemaren naek Lodaya, agak gelap juga silang malabar dimana,dan ternyata di Ij ya....
wah yang ini saya baru tau, kalo jalur 3 sta gombong malah yang deket sama pintu masuknya sedangkan yang jalur 1nya malah terjauh?
apa emang begitu ya/

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#18
(23-05-2012, 12:06 PM)Joe_cn Wrote: Iya mungkin saja begitu om, soalnya pas kemaren naek Lodaya, agak gelap juga silang malabar dimana,dan ternyata di Ij ya....
wah yang ini saya baru tau, kalo jalur 3 sta gombong malah yang deket sama pintu masuknya sedangkan yang jalur 1nya malah terjauh?
apa emang begitu ya/
permisi ikut ngeramein boleh ...
januari silam pengalaman ane naik lodaya malam BD-KTA silang ditambak dengan turangga dan silang dengan malabar di gombong ...Xie Xie
yuk lanjutin lagi TR Brad'r. nuhun
Reply
#19
(23-05-2012, 01:12 PM)Eko Budy Santoso Wrote:
(23-05-2012, 12:06 PM)Joe_cn Wrote: Iya mungkin saja begitu om, soalnya pas kemaren naek Lodaya, agak gelap juga silang malabar dimana,dan ternyata di Ij ya....
wah yang ini saya baru tau, kalo jalur 3 sta gombong malah yang deket sama pintu masuknya sedangkan yang jalur 1nya malah terjauh?
apa emang begitu ya/
permisi ikut ngeramein boleh ...
januari silam pengalaman ane naik lodaya malam BD-KTA silang ditambak dengan turangga dan silang dengan malabar di gombong ...Xie Xie

Hmm, berarti skrg antara Turangga + Malabar yg tambah cepat atau Lodaya yg melambat, kalo persilangannya lebih cepat...

Tapi waktu kmrn itu juga si Malabar dimasukin ke jalur belok, Lodaya nunggu di jalur lurus, soalnya di IJ Malabar sekalian silang sama Argo Lawu...

Soal susunan jalur Stasiun Gombong, dia pintunya di sebelah kiri arah laju kereta menuju Solo ya? Berarti unik juga susunannya, soalnya kan kalo Kutoarjo jalur 1-nya persis yg deket bangunan stasiun...

Reportase akan segera saya lanjutkan, kemungkinan paling cepat malam ini atau besok. Sekian dan terima kasih bagi yg telah mengikuti reportase saya sampai saat ini... Xie Xie
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#20
(23-05-2012, 11:14 AM)dtRAiNeR Wrote: Kereta hanya menghabiskan waktu 18 menit untuk melahap rute Gombong-Kutoarjo.

Ngga salah tuh kang Lavie !!!! Berapa taspatnya ? ......
Keplok KeplokKeplok KeplokKeplok Keplok
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)