Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Apa sich potensi DAOP 9 ?????
#21
Pemandangan yang indah, asri, dan alami.
Jangan lupa KA DAOP IX melewati wilayah2 wisata, seperti Bromo dan Bali. Banyak kog bule yang pakai kereta karena kalau lewat jalan terlalu lama saat ini
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
#22
(03-05-2012, 07:16 PM)cc 204 18 Wrote: Pemandangan yang indah, asri, dan alami.
Jangan lupa KA DAOP IX melewati wilayah2 wisata, seperti Bromo dan Bali. Banyak kog bule yang pakai kereta karena kalau lewat jalan terlalu lama saat ini

Yap, salah satu keunggulan KA adalah bisa langsung mbrobos alas dan tidak usah terjebak macet di Porong... Aku pernah lihat bule bordesan di KA Sri Tanjung, menandakan orang luar pun tertarik untuk menikmati pemandangan alam kita tetapi sayangnya peluang ini kurang dimanfaatkan oleh operator...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#23
(03-05-2012, 10:22 PM)CC 203 Wrote:
(03-05-2012, 07:16 PM)cc 204 18 Wrote: Pemandangan yang indah, asri, dan alami.
Jangan lupa KA DAOP IX melewati wilayah2 wisata, seperti Bromo dan Bali. Banyak kog bule yang pakai kereta karena kalau lewat jalan terlalu lama saat ini

Yap, salah satu keunggulan KA adalah bisa langsung mbrobos alas dan tidak usah terjebak macet di Porong... Aku pernah lihat bule bordesan di KA Sri Tanjung, menandakan orang luar pun tertarik untuk menikmati pemandangan alam kita tetapi sayangnya peluang ini kurang dimanfaatkan oleh operator...

bener mas, kadang2 lihat juga bule2 naik Sri Tanjung dan tawangalun dan kebanyakan turun di Probolinggo (mungkin mau ke Bromo)...
Reply
#24
Yap betul Bromo pun salah satu potensi di Daop IX lho....
Cuma biasanya namanya Agung alias anak gunung jarang2 pake KA ekse, mereka mah cukup koq dengan k-3.

Perlu tuh dibuat cantik express dihidupkan kembali tapi mungkin dengan 3 kelas berbeda untuk saat ini, boleh dengan 4 rangkaian dengan 1 k-1 1 k-2 dan 2 k-3, cuma pasti pada ngomong ARMADANYA yang gada....Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#25
kalo masalah rel sih , PB-PS itu mah bisa di geber 70-80 sih , kan selain treknya lurus dan juga tikungan cuma sedikit . ane pernah naik Logawa disitu malah di geber 95 km/jam , loknya padahal CC 201 .. Big Grin
lumayan lahhh :p

Kalo masalah KA sih , barang cepat cukup satu aja mungkin , untuk sumbangan barang . banyak juga lo kiriman yang akan di kirim Ke Banyuwangi/Jember bahkan Bali . kalo armada sih muttim formasinya kurang panjang , harusnya kayak dulu 4K1 , 5K2 .. sekarang rata-rata 5K1 , 3 K2 ..

Cantik Ekspres mending di aktifkan lagi , tapi dari Daop VIII aja , jadi SB-JR feeder ke Kalibaru , atau gimana , loknya juga punya SDT dan rangkaiannya juga SDT , formasinya 3 K1 dan 2 K2 , atau mungkin jadi Malabar Timur :p
2K1+2K2+2K3 , udah enak banget itu ..

Perjalanan KA Mutiara Timur juga jangan terlalu malam , kasian yang pulang kerja jam 16.00 , kan dulu ada Cantik Ekspres , skrg udah gak ada .. mending di majukan aja jam 19.45 / 20.15 .. jadi biar ndak kemalaman dari SGU , kalo nyampe BWnya sih ndak apa kepagian :p
Reply
#26
(04-05-2012, 03:22 PM)Aliph Gajayana Wrote: Perjalanan KA Mutiara Timur juga jangan terlalu malam , kasian yang pulang kerja jam 16.00 , kan dulu ada Cantik Ekspres , skrg udah gak ada .. mending di majukan aja jam 19.45 / 20.15 .. jadi biar ndak kemalaman dari SGU , kalo nyampe BWnya sih ndak apa kepagian :p

Nah itu dia, masalahnya Muttim itu mengakomodir para penumpang Sancaka juga yang mau ke arah Timur jadi kalo mau dimajuin sebelum sancaka dateng kayaknya kurang pas....Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#27
DAOP IX kalau menurut saya juga punya potensi untuk angkutan komuter misalnya rute SB-PB, penumpang dari trayek itu nggak punya pilihan selain pake KA jarak jauh yang tarifnya sangat tidak rasional untuk jarak segitu... Selain itu juga bisa digunakan untuk mengisi slot kosong antara PS-PB, kasian Stasiun seperti Rejoso yang loketnya nggak pernah dibuka karena nggak ada KA yang berhenti...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#28
(04-05-2012, 10:13 AM)maspramono Wrote: bener mas, kadang2 lihat juga bule2 naik Sri Tanjung dan tawangalun dan kebanyakan turun di Probolinggo (mungkin mau ke Bromo)...
sebenarnya menarik juga ya misalkan daya tarik bromo buat turis ditingkatkan dengan menggunakan promosi di bandara juanda+(feeder) shuttle bus bandara-gubeng+(feeder) stasiun probolinggo-bromo PP.
sayang angkutan ke bromo kebanyakan berasal dari terminal, bukan stasiun
Reply
#29
(07-05-2012, 01:54 PM)paidikage Wrote:
(04-05-2012, 10:13 AM)maspramono Wrote: bener mas, kadang2 lihat juga bule2 naik Sri Tanjung dan tawangalun dan kebanyakan turun di Probolinggo (mungkin mau ke Bromo)...
sebenarnya menarik juga ya misalkan daya tarik bromo buat turis ditingkatkan dengan menggunakan promosi di bandara juanda+(feeder) shuttle bus bandara-gubeng+(feeder) stasiun probolinggo-bromo PP.
sayang angkutan ke bromo kebanyakan berasal dari terminal, bukan stasiun

ya. dan jarak terminal bayuangga ke stasiun ada sekitar 7 km! bus2 seukuran elf tujuan bromo banyak yang ngetem di depan terminal. kalau disuruh ngetem di stasiun mana mau mereka kejauhan buang2 bensin.

kalau mau, itu rel di dekat pertigaan ketapang dibuat saja halte/stasiun kecil buat turun penumpang. jaraknya kira2 ditengah2 petak bayeman-probolinggo yang 11 km. nah, kalo dari situ, jaraknya lebih dekat dengan terminal gak sampai 2 km kayaknya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#30
(04-05-2012, 03:22 PM)Aliph Gajayana Wrote: kalo masalah rel sih , PB-PS itu mah bisa di geber 70-80 sih , kan selain treknya lurus dan juga tikungan cuma sedikit . ane pernah naik Logawa disitu malah di geber 95 km/jam , loknya padahal CC 201 .. Big Grin
lumayan lahhh :p

Tahun berapa ya disitu bisa digeber 95 km/jam?
Taspat disitu mah 60 km/jam, dan relnya masih R33, kalau dijoss 70-80 km/jam, bisa2 anjlok KA yang melewatinya.


Kalo masalah KA sih , barang cepat cukup satu aja mungkin , untuk sumbangan barang . banyak juga lo kiriman yang akan di kirim Ke Banyuwangi/Jember bahkan Bali . kalo armada sih muttim formasinya kurang panjang , harusnya kayak dulu 4K1 , 5K2 .. sekarang rata-rata 5K1 , 3 K2 ..

Kenapa kurang panjang, armada dari Muttim?? Dikarenakan armada yang kurang mencukupi, dan okupansi yang ada juga tidak seberapa penuh, kecuali weekend dan hari libur.

Cantik Ekspres mending di aktifkan lagi , tapi dari Daop VIII aja , jadi SB-JR feeder ke Kalibaru , atau gimana , loknya juga punya SDT dan rangkaiannya juga SDT , formasinya 3 K1 dan 2 K2 , atau mungkin jadi Malabar Timur :p
2K1+2K2+2K3 , udah enak banget itu ..

Kenapa cantik ekspres diaktifkan?? Karena okupansi cantik ekspres sangat sedikit sekali. Cuman penuhnya hari Sabtu-Senin saja, makanya cantik ekspres dihapus.

Perjalanan KA Mutiara Timur juga jangan terlalu malam , kasian yang pulang kerja jam 16.00 , kan dulu ada Cantik Ekspres , skrg udah gak ada .. mending di majukan aja jam 19.45 / 20.15 .. jadi biar ndak kemalaman dari SGU , kalo nyampe BWnya sih ndak apa kepagian :p

kenapa perjalanan muttim dibuat malam?? Karena KA ini merupakan KA sambungan, jadi brkt pukul 21:30 itu sudah bagus. Penumpang KA ini mayoritas sambungan dari KA Argo Wilis dan Sancaka, jadi dibuat begitu, agar jika kedua KA tersebut telat, Muttim tidak mengalami keterlambatan yang banyak.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)