Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
sebenernya petugas keamanan nya yang tidak niat kerja..
Petugasnya aja kadang-kadang ada yang ngerokok di stasiun...
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus memperbaiki petugasnya dulu yang gak beres itu...

(12-04-2012, 09:59 PM)Dana Komuter Wrote: Dubes AS Naik KRL, Stasiun Bekasi Mendadak Bersih dan Nyaman
Nala Edwin – detikNews Kamis, 12/04/2012 09:13 WIB
Jakarta Suasana berbeda terlihat di Stasiun Bekasi pagi ini. Stasiun yang biasanya semrawut ini menjadi rapi dan teratur. Tidak ada pedagang asongan dan pengemis yang biasanya mangkal di stasiun tersebut. Stasiun ini menjadi rapi karena Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel akan menumpang KRL commuter line menuju Bekasi.

"Laporan teman-teman, stasiunnya jadi rapi dan berisih. Pedagang asongan dan pengemis juga tidak ada,"kata Juru bicara KRL Mania Agam Fatchurrochman kepada detikcom, Kamis (12/4/2012). Agam mengatakan,KRL yang melintas rute Jakarta - Bekasi juga berjenis terbaru. KRL yang biasanya hanya menggunakan 6 gerbong pagi ini juga menjadi 8 gerbong. "Keretanya pakai jenis yang terbaru,"katanya. Agam mengatakan, suasana di Stasiun Bekasi menjadi sangat nyaman menjelang kedatangan Dubes Scot Marciel. "Nyaman sekali, kalau bisa Dubes AS rumahnya di Bekasi biar suasana Stasiun Bekasi terus seperti
ini,"kata Agam.

Pengamanan di Stasiun Bekasi menjelang kunjungan Dubes Scot Marciel juga menjadi lebih ketat. Petugas kepolisian dan juga petugas yang mengenakan baju safari terihat mondar - mandir di kawasan Stasiun
Bekasi. Rombongan iring - iringan mobil kedutaan terlihat teparkir di stasiun itu. Mobil - mobil ini tidak diparkir di area parkir yang biasa digunakan, namun mobil - mobil ini ditempatkan di area parkir gerbong
barang.

"Saya dapat informasi dari anggota KRL Mania di Bekasi kalau stasiun Bekasi penjagaannya cukup ketat. Tentara juga ada yang mengamankan area stasiun,"kata Agam.

(nal/nrl)

Sumber :
http://news.detik.com/read/2012/04/12/09...dan-nyaman

kalo boleh ngomong sama pak dubes itu, "pak,coba deh main ke manggarai kalo gak ke depok sore-sore atau pagi-pagi"
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
Kabar duka dari PWK

-----------------------------------------------------------------------
Juru Pelihara Rel Tewas Tersambar Kereta

Mukhamad Kurniawan | Nasru Alam Aziz | Senin, 16 April 2012 | 16:54 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com -- Bambang Setiawan (33), petugas pemeriksa lintasan kereta api, tewas tersambar kereta jurusan Bandung-Jakarta di daerah Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (16/4/2012) pukul 14.00 WIB. Sejumlah rekannya selamat karena berhasil menghindari kereta.

Korban dilarikan ke RS Efarina Etaham Purwakarta. Rekan-rekan kerja korban yang juga tengah mengecek dan mengencangkan mur baut rel dan beberapa pegawai berseragam PT Kereta Api menolak berkomentar.

Korban dikabarkan tersambar kereta api Argo Parahyangan yang meluncur dari Bandung menuju arah Jakarta. Ketika itu, sekelompok pekerja yang berjumlah enam orang tengah memeriksa kondisi bantalan dan rel di Kilometer 91, dekat Stasiun Cibungur. Para pekerja kaget melihat kedatangan kereta. Lima orang berhasil meloncat menghindari kereta.

Setelah dipulasara di kamar jenazah RS Efarina Etaham, korban dibawa pulang ke rumahnya di Gang Dahlia II, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.
693-5073-893-673
Reply
Dapat Aduan Anak, Dahlan Iskan 'Jewer' Bos Kereta Api

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengkritik keras Direktur Utama PT Kerata Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Ignatius Jonan. Dahlan menerima aduan adanya duplikasi tiket kereta untuk jurusan Surabaya-Yogyakarta.

Dahlan mengaku mendapat adua itu dari anaknya sendiri. "Anak saya bilang, Surabaya-Yogyakarta. Dia beli tiket namun sudah ada yang menempati. Mereka sama-sama punya tiket," kata Dahlan di pintu tol Cililitan, Jakarta, Senin (16/4/2012).

"Namun anak saya bukan mengeluh. Langsung saya forward SMS ke Dirut KAI," tambahnya.

Walaupun Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merespons, namun jawabannya tidak memuaskan Dahlan. Jonan hanya membalas dan menganjurkan agar Dahlan menghubungi nomor tertentu yang diberikan petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.

"Sikap ini belum mencerminkan Dirut KAI, dia bilang 'Bapak bisa menghubungi orang-orang ini (balasan SMS Jonan)," tuturnya.

Terkait teguran keras ini, Dirut KAI kini tengah berbebah. "Sedang ditelusuri. Tapi memang dari dua tiket itu, punya anak saya yang asli," paparnya.

"Memang masih banyak ditemui penumpang. Mereka masuk di restorasi," tegasnya.

Punya pengalaman seperti ini? atau layanan-layanan buruk PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lainnya, anda bisa mengirim email ke redaksi@detikfinance, dengan subjek 'kereta api'

(wep/hen)

Sumber

Wah, Pak Jonan mendapat teguran dari Big Boss nih....
Reply
(16-04-2012, 05:01 PM)tomrys Wrote: Kabar duka dari PWK

-----------------------------------------------------------------------
Juru Pelihara Rel Tewas Tersambar Kereta

Mukhamad Kurniawan | Nasru Alam Aziz | Senin, 16 April 2012 | 16:54 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com -- Bambang Setiawan (33), petugas pemeriksa lintasan kereta api, tewas tersambar kereta jurusan Bandung-Jakarta di daerah Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (16/4/2012) pukul 14.00 WIB. Sejumlah rekannya selamat karena berhasil menghindari kereta.

Korban dilarikan ke RS Efarina Etaham Purwakarta. Rekan-rekan kerja korban yang juga tengah mengecek dan mengencangkan mur baut rel dan beberapa pegawai berseragam PT Kereta Api menolak berkomentar.

Korban dikabarkan tersambar kereta api Argo Parahyangan yang meluncur dari Bandung menuju arah Jakarta. Ketika itu, sekelompok pekerja yang berjumlah enam orang tengah memeriksa kondisi bantalan dan rel di Kilometer 91, dekat Stasiun Cibungur. Para pekerja kaget melihat kedatangan kereta. Lima orang berhasil meloncat menghindari kereta.

Setelah dipulasara di kamar jenazah RS Efarina Etaham, korban dibawa pulang ke rumahnya di Gang Dahlia II, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

waduhhh....
emg lg ada perbaikan ga komunikasi sm masinis yah???
Reply

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
Quote:Kemenhub Diminta Hapus PSO PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan diminta menghapus subsidi untuk penyediaan pelayanan umum (public service obligation/PSO) bagi penumpang kelas ekonomi. Sebab, besaran subsidi PSO yang selama ini digelontorkan pemerintah kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak diikuti dengan peningkatan pelayanan bagi para penumpang. Bahkan, kecenderungannya terus merosot.

Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, penghapusan PSO itu akan mendorong peningkatan kinerja pelayanan. Pemerintah hanya perlu melakukan pengawasan dengan menetapkan tarif batas atas seperti yang diterapkan transportasi angkutan jalan raya.

Dengan penghapusan PSO tersebut, nantinya tidak perlu lagi ada perbedaan kelas penumpang. Semua pelayanan kereta api berlaku sama, termasuk kelengkapan fasilitas seperti pendingin ruangan (AC). "PSO memang tidak diperlukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tetapi subsidi itu adalah kewajiban pemerintah untuk kelompok masyarakat tak mampu sehingga bisa menggunakan kereta api. Artinya, PSO itu buat rakyat bukan buat PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," kata Djoko di Jakarta, Senin (16/4).

Dia menegaskan, pemberian subsidi bagi masyarakat tersebut merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkererapian. "Jadi, penghapusan subsidi PSO ini mengemuka karena kinerja pelayanan penumpang kelas ekonomi tidak menjadi lebih baik," tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan subsidi PSO kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) senilai Rp 770 miliar pada tahun ini, sementara untuk PSO KRL Jabotabek tahun lalu sebesar Rp 130 miliar, dengan asumsi perhitungan penumpang ekonomi sebanyak 110 juta.

Terkait hal ini, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignatius Jonan mengaku setuju bila pemerintah menghapus subsidi PSO. Namun, dia mengatakan, penghapusan subsidi itu akan mendorong manajemen lebih leluasa menentukan tarif kereta api tanpa harus membedakan kelas.

Menurut dia, penentuan tarif sesuai mekanisme pasar tersebut sudah diberlakukan pada hampir semua negara. "Saya sih setuju saja kalau memang PSO dihapus, tetapi tarif biarkan kami yang tentukan. Kami janji akan memberikan pelayanan yang jauh lebih baik," kata Jonan di kantornya, kemarin.

Namun, pihaknya juga tidak keberatan bila pemerintah tetap memberikan subsidi PSO asalkan pemerintah juga menyetujui penghapusan kereta api kelas ekonomi. Tujuannya, menurut Jonan, agar pelayanan penumpang kereta api berlaku sama dan tidak membedakan kelas.

Cara itu, menurutnya, akan jauh lebih baik, yakni tarif bisa disesuaikan dengan kemampuan pemerintah memberikan subsidi PSO kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero). "Katakanlah masih tetap ada subsidi PSO karena amanat UU, tetapi kelas penumpang ekonomi bisa dihapus. Semua kereta kita berikan fasilitas pendingin atau AC. Tinggal nanti pemerintah membayar selisih dari harga pokok," kata Jonan.

Misalnya untuk tarif penumpang KRL Jabodetabek, harga pokoknya sekitar Rp 6.000 per penumpang. Dari harga itu, pemerintah melakukan penyesuaian subsidi sehingga bisa ditetapkan tarif yang bisa dilepas kepada penumpang. "Katakanlah pemerintah suruh kami jual tiket Rp 3.000, sisanya itu subsidi yang wajib dibayarkan pemerintah," tuturnya.

Sumber : suarakarya-online.com
Reply
Pak Dirut... yaa mbok ya jangan dilupakan itu prinsip2 pelayanan prima....
[spoiler]Respons Enteng Dahlan Iskan, Bos Kereta Api Dihujani Kritik
Suhendra
- detikFinance


Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Ignasius Jonan dihujani kritik terkait sikapnya yang dinilai merespons terlalu enteng aduan layanan kereta api yang disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Misalnya, beberapa email redaksi dan respons pembaca detikFinance cukup banyak yang mencibir prilaku dari Dirut BUMN ini.

"Sikap atau respon yang diberikan oleh Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada saat menerima keluhan/aduan dari penumpang (pengguna jasa KA) sungguh mengejutkan! Sebagai pucuk pimpinan sebuah perusahaan pelayan publik, sikap beliau tidak dapat dijadikan contoh oleh bawahannya," kata salah seorang pembaca Arif Muhammad Iqbal yang diterima detikFinance melalui surat elektronik, Selasa (17/4/2012)

Menurut Arif, sikap Dirut KAI itu terkesan tak berniat untuk turun langsung menyelesaikan permasalahan. Ia berkesan Dirut KAI, tidak mau menerima keluhan tersebut dengan mengarahkan si pelapor untuk menghubungi nomor yang lain.

"Di sini terlihat bahwa si pelapor dipaksa untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dengan menghubungi orang-orang tertentu," katanya.

Sementara itu masih banyak komentar-komentar serupa dari pembaca lain. Bahkan ada yang mengusulkan posisi Dirut KAI dicopot.

"Itu mah bukan dirut KAI pantesnya jadi penjual tiket... satu buat Dirut KAI pecat, untuk Indonesia yang lebih baik"

"Gila seorang menteri saja diping-pong. Pecat saja Pak (Dahlan Iskan) tuh dirutnya kurang ajar dan benar-benar nggak punya manner."

"Nih Dirut KAI kebangetan banget ngasih jawaban ke Pak Dahlan. Untung nggak dipecat kamu pak Dirut KAI."

"Menteri BUMN dikasih nomor telepom lain buat komplain? pilihannya cuma dua, itu dirut kurang ajar atau sudah gila."

"Respon Dirut PT. KAI sungguh terlalu !!! kalo didepan Dahlan Iskan langsung ditempeleng kali tuh... atau bisa ditendang atau dibanting senasib kursi kosong gerbang tol."

Sebelumnya Dahlan mengaku mendapat aduan soal buruknya pelayanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dari anaknya sendiri. Ia pun langsung meneruskan aduan anaknya itu ke Dirut KAI melalui pesan singkat. "Anak saya bilang, Surabaya-Yogyakarta. Dia beli tiket namun sudah ada yang menempati. Mereka sama-sama punya tiket," kata Dahlan.

Dahlan mengaku jawaban Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merespons, namun jawabannya tidak memuaskan Dahlan. Jonan hanya membalas dan menganjurkan agar Dahlan menghubungi nomor tertentu yang diberikan petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.

"Sikap ini belum mencerminkan Dirut KAI, dia bilang 'Bapak bisa menghubungi orang-orang ini (balasan SMS Jonan)," tuturnya.

(hen/ang)[/spoiler]
sumber

kalo ane pribadi seh... cukup menyayangkan aja, soalnya seorang public figure dan panutan seperti Dirut PT. KA harusnya memberikan teladan yang bisa menumbuhkan semangat pelayanan pada jajaran korps-nya
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
(17-04-2012, 09:22 PM)Bangunkarta Wrote: Pak Dirut... yaa mbok ya jangan dilupakan itu prinsip2 pelayanan prima....
[spoiler]Respons Enteng Dahlan Iskan, Bos Kereta Api Dihujani Kritik
Suhendra
- detikFinance


Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) Ignasius Jonan dihujani kritik terkait sikapnya yang dinilai merespons terlalu enteng aduan layanan kereta api yang disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Misalnya, beberapa email redaksi dan respons pembaca detikFinance cukup banyak yang mencibir prilaku dari Dirut BUMN ini.

"Sikap atau respon yang diberikan oleh Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada saat menerima keluhan/aduan dari penumpang (pengguna jasa KA) sungguh mengejutkan! Sebagai pucuk pimpinan sebuah perusahaan pelayan publik, sikap beliau tidak dapat dijadikan contoh oleh bawahannya," kata salah seorang pembaca Arif Muhammad Iqbal yang diterima detikFinance melalui surat elektronik, Selasa (17/4/2012)

Menurut Arif, sikap Dirut KAI itu terkesan tak berniat untuk turun langsung menyelesaikan permasalahan. Ia berkesan Dirut KAI, tidak mau menerima keluhan tersebut dengan mengarahkan si pelapor untuk menghubungi nomor yang lain.

"Di sini terlihat bahwa si pelapor dipaksa untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dengan menghubungi orang-orang tertentu," katanya.

Sementara itu masih banyak komentar-komentar serupa dari pembaca lain. Bahkan ada yang mengusulkan posisi Dirut KAI dicopot.

"Itu mah bukan dirut KAI pantesnya jadi penjual tiket... satu buat Dirut KAI pecat, untuk Indonesia yang lebih baik"

"Gila seorang menteri saja diping-pong. Pecat saja Pak (Dahlan Iskan) tuh dirutnya kurang ajar dan benar-benar nggak punya manner."

"Nih Dirut KAI kebangetan banget ngasih jawaban ke Pak Dahlan. Untung nggak dipecat kamu pak Dirut KAI."

"Menteri BUMN dikasih nomor telepom lain buat komplain? pilihannya cuma dua, itu dirut kurang ajar atau sudah gila."

"Respon Dirut PT. KAI sungguh terlalu !!! kalo didepan Dahlan Iskan langsung ditempeleng kali tuh... atau bisa ditendang atau dibanting senasib kursi kosong gerbang tol."

Sebelumnya Dahlan mengaku mendapat aduan soal buruknya pelayanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dari anaknya sendiri. Ia pun langsung meneruskan aduan anaknya itu ke Dirut KAI melalui pesan singkat. "Anak saya bilang, Surabaya-Yogyakarta. Dia beli tiket namun sudah ada yang menempati. Mereka sama-sama punya tiket," kata Dahlan.

Dahlan mengaku jawaban Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merespons, namun jawabannya tidak memuaskan Dahlan. Jonan hanya membalas dan menganjurkan agar Dahlan menghubungi nomor tertentu yang diberikan petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.

"Sikap ini belum mencerminkan Dirut KAI, dia bilang 'Bapak bisa menghubungi orang-orang ini (balasan SMS Jonan)," tuturnya.

(hen/ang)[/spoiler]
sumber

kalo ane pribadi seh... cukup menyayangkan aja, soalnya seorang public figure dan panutan seperti Dirut PT. KA harusnya memberikan teladan yang bisa menumbuhkan semangat pelayanan pada jajaran korps-nya

Yup ni lagi panas2nya dibahas di Detik....
Terus ada lagi komen beliau yang malah membandingkan harga tiket KRL dengan harga bus, lha napa ga ngebandingin sama kereta luar kota?
terus ada lagi komen beliau yaitu membandingkan Stasiun dengan terminal padahal peraturannya mau dimiripin sama bandara....Ngakak

Disini nih komen lengkap beliau SUMBER

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Quote:Pemerintah Subsidi KA dengan AC.

Pemerintah segera mengubah definisi dari kelas ekonomi sehingga kereta ekonomi berpenyejuk udara (AC/air conditioner) boleh menerima dana subsidi kewajiban pelayanan umum. Perubahan disesuaikan dengan tuntutan zaman dan juga permintaan pelayanan dari masyarakat.

”Saya dan Menteri Perhubungan juga sudah berpikir ke arah yang sama. Kereta ekonomi AC memang merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono hari Selasa (17/4/2012) di Jakarta.

Wamenhub menanggapi usulan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan untuk menambah alokasi dana subsidi kewajiban pelayanan umum (public service obligation/PSO). Apabila PSO untuk kereta rel listrik (KRL) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) ditambah menjadi sekitar Rp 350 miliar, dijanjikan oleh Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero), semua kereta yang beroperasi dilengkapi dengan AC.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan juga mendukung usulan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menambah anggaran PSO. Usulan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga langsung akan ditujukan kepada Kementerian Keuangan karena sumber dananya berasal dari Mata Anggaran 999 Kementerian Keuangan.

”Perihal perubahan KA ekonomi non-AC menjadi AC sudah diprogramkan Kementerian Perhubungan sejak tahun 2011, dengan membangun 10 trainset (40 unit) KRL bantuan Pemerintah Jerman,” kata Tundjung Inderawan.

Untuk jarak jauh telah dioperasikan KA ekonomi AC Gajah Wong (Pasar Senen-Lempuyangan, Yogyakarta) dan KA ekonomi AC Bogowonto (Pasar Senen-Kutoarjo). Animo masyarakat cukup tinggi karena tarifnya lebih murah daripada tarif angkutan bus antarkota antar provinsi.

”Berapa tarifnya? Tentu saja harus ada survei independen untuk menemukan di harga berapa, pengguna kereta mampu (ability to pay), dan mau (willingness to pay) tiket kereta api,” ujar Bambang. Tarif kereta yang terlalu murah, kata Bambang, juga tidak adil terhadap angkutan darat lainnya, seperti bus.

Sumber : kompas.com
Reply
Quote:Kereta Api Ekonomi, Subsidi Tidak Sesuai Peruntukan.

Pemerintah memperketat pengawasan penggunaan dana subsidi pelayanan publik (public service obligation/PSO) untuk tarif kereta api (KA) kelas ekonomi. Ini dilakukan menyusul ditemukannya pelanggaran ketentuan, sehingga dana subsidi tersebut terserap bukan untuk penumpang KA kelas ekonomi.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tundjung Inderawan mengatakan, pemberian subsidi pelayanan publik melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI) dilakukan sejak 2000, namun pada 2011 lalu ditemukan ketidaksesuaian penggunaan rangkaian KA.

"Ada temuan. Tahun lalu, kami langsung audit ke lapangan untuk mengawasi penggunaan dana PSO. Ternyata ditemukan gerbong KA ekonomi yang dipakai sebagai kereta aling-aling kelas eksekutif. Ini kan tidak benar, karena operasional KA ekonomi disubsidi pemerintah dan harus digunakan sesuai peruntukannya," kata Tundjung di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, atas temuan ini, Kemenhub hanya memberikan dana subsidi PSO untuk KA ekonomi tahun 2011 sebesar Rp 623,4 miliar dari seharusnya Rp 639,6 miliar. Artinya, tidak terserap Rp 16,2 miliar dan dananya dikembalikan ke negara. Pemerintah telah mengucurkan dana subsidi untuk PSO KA kelas ekonomi sebesar Rp 3,53 triliun (periode 2004-2011). Untuk tahun ini subsidi mencapai Rp 770,12 miliar atau naik 20,4 persen dibanding posisi 2011 lalu.

Sementara itu, Humas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Muhartono mengatakan, dalam rangka percepatan pemberian dana PSO, dilakukan penyiapan draf kontrak antara Ditjen Perkeretaapian dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). "Diharapkan kontrak ini bisa direalisasikan pada awal Mei 2012," tuturnya.

Terkait hal ini, Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sugeng Priyono mengatakan, tidak terserapnya seluruh dana subsidi PSO 2011 salah satunya karena perbedaan persepsi dengan Kemenhub.

Hal ini dimungkinkan terkait kebijakan perseroan yang menjalankan sistem loopline KRL Jabodetabek pada 2011.

Sumber : suarakarya-online.com
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)